Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT MATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT MATA. Tampilkan semua postingan

ablasio

Written By iqbal_editing on Minggu, 04 September 2016 | 00.19

Sebagian besar ablasio retina terjadi akibat adanya satu atau lebih robekan-robekan atau lubang-lubang di retina, dikenal sebagai ablasio retina regmatogen (Rhegmatogenous Retinal Detachment). Kadang-kadang proses penuaan yang normal pun dapat menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat, tetapi yang lebih sering mengakibatkan kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya korpus vitreum, bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah bola mata.Korpus vitreum melekat erat pada beberapa lokasi. Bila korpus vitreum menyusut, ia dapat menarik sebagian retina ditempatnya melekat, sehingga menimbulkan robekan atau lubang pada retina.Beberapa jenis penyusutan korpus vitreum merupakan hal yang normal terjadi pada lanjut usia dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan pada retina. Korpus vitreum dapat pula menyusut pada bola mata yang tumbuh menjadi besar sekali (kadang-kadang ini merupakan akibat dari rabun jauh), oleh peradangan, atau karena trauma. Pada sebagian besar kasus retina baru lepas setelah terjadi perubahan besar struktur korpus vitreum.Bila sudah ada robekan-robekan retina, cairan dari korpus vitreum dapat masuk ke lubang di retina dan dapat mengalir di antara lapisan sensoris retina dan epitel pigmen retina. Cairan ini akan mengisi celah potensial antara dua lapisan tersebut di atas sehingga mengakibatkan retina lepas. Bagian retina yang terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan kabur atau daerah buta.Bentuk ablasio retina yang lain yaitu ablasio retina traksi ( Traction Retinal Detachment ) dan ablasio retina eksudatif (Exudative Retinal Detachment) umumnya terjadi sekunder dari penyakit lain. Ablasio retina traksi disebabkan adanya jaringan parut ( fibrosis ) yang melekat pada retina. Kontraksi jaringan parut tersebut dapat menarik retina sehingga terjadi ablasio retina. Ablasio retina eksudatif dapat terjadi karena adanya kerusakan epitel pigmen retina ( pada keadaan normal berfungsi sebagai outer barrier ), karena peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab atau penimbunan cairan yang terjadi pada proses peradangan.

Gejala

Gejala yang sering dikeluhkan penderita adalah :
  1. Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). yang terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri.
  2. Photopsia/Light flashes (kilatan cahaya atau mungkin tepatnya kedipan cahaya, karena bisa saja kedipan itu sangat lembut, bahkan lebih lembut daripada kedipan bintang) yang mudah terlihat dalam keadaan remang/gelap dan umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan ke arah tertentu saja.
  3. Penurunan tajam penglihatan. Penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. Pada keadaan yang telah lanjut, dapat terjadi penurunan tajam penglihatan yang berat.
  4. Ada semacam tirai tipis berbentuk parabola yang naik perlahan-lahan dari mulai bagian bawah bola mata dan akhirnya menutup
pandangan.

Diagnosa

Untuk menentukan apakah ada ablasio retina maka dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh terutama bagian dalam mata. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:
  • Oftalmoskopi direk dan indirek
  • Ketajaman penglihatan
  • Tes refraksi
  • Respon refleks pupil
  • Gangguan pengenalan warna
  • Pemeriksaan slit lamp
  • Tekanan intraokuler
  • USG mata
  • Angiografi fluoresensi
  • Elektroretinogram.
  • Operasi mata
  • Pencolokan mata

Pengobatan

  • Operasi
Teknik operasinya bermacam macam, tergantung pada luasnya lapisan retina yang lepas dan kerusakan yang terjadi, tetapi semuanya dirancang untuk mendekatkan dinding mata ke lubang retina, menahan agar kedua jaringan itu tetap menempel sampai jaringan parut terbentuk dan melekatkan lagi robekan. Kadang-kadang cairan harus dikeluarkan dari bawah retina untuk memungkinkan retina menempel kembali ke dinding belakang mata. Seringkali sebuah pita silikon atau bantalan penekan diletakkan di dinding luar mata untuk dengan lembut menekan dinding belakang mata ke retina. Dalam operasi ini dilakukan pula tindakan untuk menciptakan jaringan parut yang akan merekatkan robekan retina, misalnya dengan pembekuan, dengan laser atau dengan panas diatermi (aliran listrik dimasukkan dengan sebuah jarum). Pada ablasio retina yang lebih rumit mungkin diperlukan teknik yang disebut vitrektomi. Dalam operasi ini korpus vitreum dan jaringan ikat di dalam retina yang mengkerut dikeluarkan dari mata. Pada beberapa kasus bila retina itu sendiri sangat berkerut dan menciut maka retina mungkin harus didorong ke dinding mata untuk sementara waktu dengan mengisi rongga yang tadinya berisi korpus vitreum dengan udara, gas atau minyak silikon. Lebih dari 90% lepasnya retina dapat direkatkan kembali dengan teknik-teknik bedah mata modern, meskipun kadang-kadang diperlukan lebih dan satu kali operasi.
  • Prognosis
Bila retina berhasil direkatkan kembali mata akan mendapatkan kembali sebagian fungsi penglihatan dan kebutaan total dapat dicegah. Tetapi seberapa jauh penglihatan dapat dipulihkan dalam jangka enam bulan sesudah tindakan operasi tergantung pada sejumlah faktor. Pada umumnya fungsi penglihatan akan lebih sedikit pulih bila ablasio retina telah terjadi cukup lama atau muncul pertumbuhan jaringan di permukaan retina. Jika tajam penglihatan pulih, biasanya juga tidak akan sempurna, bisa saja penglihatan kita menjadi miring atau timbul pandangan ganda.
Korpus vitreum yang terus menyusut dan munculnya pertumbuhan jaringan di permukaan retina menyebabkan tidak semua retina yang terlepas dapat direkatkan kembali. Bila retina tidak dapat direkatkan kembali, maka mata akan terus menurun penglihatannya dan akhirnya menjadi buta.

Pencegahan

  • Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata.
  • Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara saksama.
  • Jika anda memiliki risiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali, terutama penderita diabetes.
00.19 | 0 komentar | Read More

gamggiam mata bagoam 2

.Penyakit mata ablasio
Penyakit ini adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE), sebagian besar ablasio retina terjadi akibat adanya satu atau lebih robekan-robekan atau lubang-lubang di retina, dikenal sebagai ablasio retina regmatogen (Rhegmatogenous Retinal Detachment).
Gejala yang sering dikeluhkan biasanya terlihatnya benda melayang-layang, adanya kilatan cahaya, penurunan tajam penglihatan dan ada semacam tirai tipis berbentuk parabola yang naik perlahan-lahan dari mulai bagian bawah bola mata dan akhirnya menutup.
2.Penyakit mata bufthalmus
Penyakit ini tergolong penyakit mata dengan tekanan bola mata yang meninggi sejak lahir, akibat tekanan bola mata yang meninggi, ukuran bola mata bayi sangat besar. Keadaan ini mengganggu kornea mata.
Penderita takut melihat cahaya, timbul gangguan kelopak mata, kornes membengkak, dan warna kornea menjadi keruh. Untuk mengurangi bendungan cairan bola mata, yang membuat tekanan bola mata yang meninggi dilakukan operasi sayatan (goniotomy) sesegera mungkin agar perkembangan mata dan ketajaman penglihatan anak tidak sampai terganggu.
3.Penyakit mata blefaritis
blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan, tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan.
Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri, gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata.
Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior, yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.
4.Penyakit Mata Dakriosistitis
Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung, faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut.
Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam. Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan, sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.
5.Penyakit Mata Endoftalmitis
Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah, gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya, infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

00.16 | 0 komentar | Read More

ARMD

Apa Penyebab ARMD ?
Para ahli masih mempelajari penyebab penyakit ini. Saat ini diketahui ada beberapa faktor yang menyebabkan, antara lain
  • Genetik
  • Nutrisi
  • Merokok
  • Matahari

ADA DUA TIPE ARMD YAITU :

Tipe Kering/Dry ARMD merupakan kasus yang paling banyak terjadi (kira-kira 85-90%) Penyakit ini berkembang perlahan. Pada kasus ini, sel dan pembuluh darah dibawah makula retina rusak dan terjadi penumpukan eksudat di belakangnya, (drusen). Ini merusak makula dan menghambat jalannya signal ke otak. Penglihatan sentral perlahan menjadi redup.

Tipe Basah/Wet ARMD merupakan kasus yang jarang.Hal ini dapat menyebabkan gangguan/kerusakan di macula dalam hitungan bulan atau minggu. Pada ARMD ini terdapat pembuluh darah abnormal yang rapuh yang tumbuh di bagian belakang retina. Kebocoran pembuluh darah ini menyebabkan macula rusak.

Bagaimana Gejalanya ?
Gejala utamanya adalah melihat redup pada penglihatan sentral. Benda nampak berubah atau lebih kecil dari yang sesungguhnya. Lama kelamaan nampak adanya daerah gelap di lapang pandang sentral. Bila AMD semakin memburuk, maka akan terjadi kesulitan untuk membaca atau mengendarai kendaraan.

Bagaimana ARMD dapat di Diagnosa ?
Dokter mata dapat mendiagnosa ARMD, apabila menemukan drusen, dimana terdapat beberapa lesi yang berisi materi sisan metabolisme yang terbentuk di mata bagian dalam. Dokter dapat pula meminta anda melihat pada Amsler grid, yaitu suatu gambar dengan garis clan titik di bagian tengah untuk melihat perubahan di penglihatan sentral

Bagaimaan Mengobatinya ?
Dry ARMD saat ini tidak ada obat ataupun operasi untuk ARMD jenis ini. Sebaiknya pasien Dry ARMD, memeriksakan diri segera apabila terjadi perubahan pada penglihatan dan melakukan kontrol yang rutin dan berkala ke dokter mata. Wet ARMD. Pada Wet ARMD kadang-kadang dapat dilakukan laser atau dengan PDT
(Photodynamic Therapy). Pengobatan ini tidak akan mengembalikan penglihatan sentral tetapi dengan menurunkan/mencegah progresifitas penyakit. Ada beberapa penelitian yang mengatakan penggunaan vitamin dan mineral mengurangi memburuknya gejala ARMD tipe Wet. Laser hanya dapat digunakan pada 20-30 % kasus Wet ARMD dan PDT hanya dapat digunakan pada 10-15 % kasus

Para ahli masih terus melakukan penelitian tentang hal ini dan mencari cara yang efektif untuk mengobati ARMD ini. Salah satu cara adalah dengan menyuntikan sejenis obat anti VEGF (Vaskular Endotelial Growth Factor). Penurunan penglihatan akibat ARMD ini akan mempengaruhi pekerjaan dan gaya hidup seseorang. Untuk itu diharapkan alat bantu penglihatan, konseling dan latihan akan membantu mengatasi hal tersebut agar kualitas hidup tetap terjaga.




00.12 | 0 komentar | Read More
 
berita unik