Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan

Zayn Malik Botak Gara-gara Rambutnya Rusak Sering Dibleaching

Written By iqbal_editing on Senin, 11 September 2017 | 10.18

Penyanyi pop Zayn Malik sempat membuat kaget penggemarnya ketika tampil dengan penampilan rambut baru yang botak. Padahal sebelumnya mantan personil One Direction ini dikenal memiliki rambut lebat yang mudah didandani.

Awalnya Zayn tidak menjelaskan mengapa ia membotakkan rambut. Namun ketika berbicara untuk Radio 1 Zayn pun menjelaskan alasannya yaitu karena rambut lamanya sudah rusak akibat sering dibleaching.

Baca juga: Pemakaian Cat Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker?

Bleaching sendiri adalah salah satu teknik mengubah warna rambut dengan sengaja melunturkan pigmennya menggunakan cairan kimia. Teknik bleaching bila sering dilakukan dapat merusak mengikis ketebalan rambut.

"Semua upaya bleaching itu benar-benar bisa memengaruhi Anda ya? Jadi apa yang perlu Anda lakukan ya mencukurnya," kata Zayn seperti dikutip dari BBC, Senin (11/9/2017).

Ahli rambut Robert Dorin dari True & Dorin Medical Group mengatakan ketika rambut sering dibleaching maka dampak kerusakannya bisa lebih luas dari sekedar penipisan saja. Angin, hujan, dan sinar ultraviolet matahari dapat merusak rambut lebih jauh lagi karena kesehatannya yang sudah lemah.

"Rambut Anda itu seperti spons. Bahan kimia apapun yang Anda paparkan kepada rambut akan diserap untuk kemudian kembali jadi kering dan rapuh," kata Robert.

Zayn sendiri sepertinya tidak terlalu mempermasalahkan rambut botak. Hanya saja hal serupa tidak dirasakan oleh beberapa penggemar Zayn.


10.18 | 0 komentar | Read More

Waspadai Sinar Matahari Pemicu Vlek Hitam di Wajah

Written By iqbal_editing on Sabtu, 09 September 2017 | 21.13

Hidup di negara tropis yang sepanjang tahun dilimpahi sinar matahari, membuat kita wajib memakai tabir surya setiap hari. Bila kita tak rutin menggunakan tabir surya sejak dini, vlek hitam di wajah dipastikan akan muncul di usia 40-an.
Menurut dr.Eddy Karta Sp.KK, pigmentasi pada kulit wajah yang menyebabkan muncul bercak kecoklatan disebabkan karena paparan sinar ultraviolet A. Jenis sinar ini tidak menyebabkan kulit terbakar tapi membuat kulit kehitaman.
"Kalau di usia 30-40 tahun sudah muncul vlek hitam, biasanya saat usia SMA orang tersebut sering terpapar sinar matahari," katanya dalam acara peluncuran produk Optimals Even Out dari Oriflame di Jakarta (5/9/2017).
Paparan sinar matahari juga akan menyebabkan penuaan dini, misalnya kulit kusam, kering, dan muncul kerutan.
Pemakaian tabir surya, menurut Eddy, juga penting bagi orang yang beraktivitas di dalam ruangan. "Paparan sinar matahari juga bisa masuk lewat jendela, sinar lampu atau api, lama kelamaan juga memicu pigmentasi di kulit," paparnya.
Untuk aktivitas yang lebih banyak berada di ruangan, produk tabir surya dengan tingkat SPF 20 sudah cukup. "Tabir surya harus diaplikasi ulang setiap 4 jam. Semakin tinggi SPF-nya makin lama juga proteksinya terhadap kulit. Tapi, sesuaikan dengan seberapa banyak kita akan terpapar matahari," katanya.
Selain memakai tabir surya, perlindungan wajib terhadap sinar matahari adalah penggunaan pelembab. "Tabir surya dan pelembab wajib dipakai setiap hari. Ini akan menjadi seperti lapisan kedua pada kulit, melindunginya dari sinar matahari dan polusi," katanya.
21.13 | 0 komentar | Read More

Kesalahan Pria dalam Membersihkan Wajah

Written By iqbal_editing on Jumat, 08 September 2017 | 23.04

Membersihkan wajah adalah bagian penting dari kebersihan kulit. Manfaat yang bisa didapatkan dengan rajin membersihkan wajah adalah kulit menjadi cerah dan bersih. Namun, kesadaran membersihkan muka tidak sepenuhnya dimiliki pria. Dr Srie Prihianti Gondokaryono, SpKK, PhD, mengatakan kesadaran pria Indonesia sudah mulai mengalami peningkatan, tapi masih banyak yang membersihkan wajah secara kurang tepat.
Kesalahan pertama yakni tidak mau repot, kata Srie. “Kadang-kadang kalau cuci muka sama saja pakai sabun mandi,” kata Srie di acara peluncuran sabun muka cair Nivea Men di Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Padahal, kata Srie, kulit wajah dan tubuh memiliki perbedaan. Misalnya, kulit wajah berminyak, sementara kulit di bagian lain kering. “Kalau wajah berminyak pakai facial wash berminyak, bukan sabun mandi yang untuk badan kering,” kata dia.
Kesalahan lain adalah kesadaran untuk memenuhi perawatan dasar untuk kulit yang sesuai dengan jenis kulitnya. Kebanyakan pria tidak mengetahui jenis kulitnya sehingga sering salah memilih produk yang tepat.
Setelah wajah dibersihkan, kulit juga perlu dilembabkan dan dilindungi dengan penggunaan tabir surya.
23.04 | 0 komentar | Read More

Minum Air Tak Efektif Bikin Kulit Wajah "Flawless"

Memiliki kulit wajah yang bening dan mulus ala Bintang Korea saat ini menjadi ambisi banyak wanita. Demi mendapatkan kulit flawless tersebut, sering disebut-sebut pentingnya minum banyak air.
Cukup air dipercaya efektif untuk membuat kulit kenyal dan terlihat bercahaya (glowing). Selebriti juga menyebut minum air sebagai rahasia cantik mereka.
Meski minum cukup air sangat penting bagi kesehatan, ternyata hanya sedikit bukti ilmiah yang membuktikan bahwa minum air bermanfaat bagi kulit.
Kajian dari Clinics in Dermatology menemukan, hanya ada satu penelitian yang menyimpulkan manfaat jangka panjang konsumi air pada kesehatan kulit.
Diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science, tim peneliti menyebutkan minuma 2,25 liter air setiap hari selama 4 minggu akan meningkatkan kepadatan dan ketebalan kulit. Tetapi hasil risetnya dianggap ambigu.
Studi lain yang dilakukan tim dari Universitas Missouri-Columbia, AS, menunjukkan, minum 500 ml air akan melancarkan sirkulai darah ke kulit. Tapi, ini juga tidak bisa membuktikan penampilan kulit jadi lebih baik.
"Lapisan terluar kulit, stratum corner, didesain untuk mencegah kehilangan air pada kulit. Ada studi yang menunjukkan individu yang kurang minum air lalu memperbaiki pola konsumsi airnya, mengalami peningkatan ketebalan kulit dan hidrasi kulit jadi lebih baik," kata Fayne L-Frey, ahli dermatologi dan pakar fungsi kulit.
Namun, minum cukup air ternyata tidak memperbaiki penampilan kulit. Hal itu tergantung pada kemampuan kulit menahan air.
"Pada individu yang sehat dengan ketebalan kulit normal, minum cukup air tidak terbukti mencegah keriput atau tanda penuaan lain," kata Frey.
Para ahli dermatologi menyebutkan, bahwa yang terbaik adalah mengoleskan pelembab pada kulit karena memiliki formula untuk mencegah penguapan air dari kulit. Pilih juga produk pelembab yang memiliki humektan (kandungan yang membuat air membentuk lapisan di kulit).
"Minum banyak air hanya akan berpengaruh pada kulit jika kita sangat dehidrasi. Lagi pula, kulit terhidrasi lewat dua cara, yaitu produksi minyak alami atau krim dan losion yang dioleskan," kata Joel Schlessinger, ahli dermatologi.
Konsumsi cukup air hanya berdampak pada jaringan dalam, bukan untuk memperbaiki kondisi kulit.
"Penampilan kulit dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormonal, genetik, gaya hidup, pola makan, olahraga, hingga pilihan produk skin-care," katanya.
22.55 | 0 komentar | Read More

Ini Alasannya Lemak di Perut Lebih Bahaya Ketimbang yang di Bawah Kulit

Obesitas seakan menjadi tren terbaru dewasa ini. Padahal mereka yang kelebihan berat badan berisiko mengalami beragam penyakit kronis seperti diabetes hingga penyakit jantung. Namun ada yang lebih berbahaya dari obesitas sekalipun.

Sebuah studi mengungkapkan skinny fat atau orang yang kurus namun berperut buncit menghadapi bahaya yang lebih besar ketimbang orang bertubuh gemuk. Mengapa demikian? Apalagi kalau bukan karena lemak perut mereka.

Peneliti dari Boston University mencoba menemukan ada tidaknya keterkaitan antara perubahan pada lemak perut dan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dimiliki seseorang. Untuk keperluan studi ini, peneliti mengamati 1.106 partisipan berusia paruh baya selama enam tahun.

Dengan CT scan, peneliti mencoba membandingkan pengaruh lemak adiposa yang ada di bawah kulit dan lemak adiposa yang ada di perut dari waktu ke waktu. Dalam kurun tersebut, partisipan mengalami kenaikan lemak di bawah kulit rata-rata sebesar 22 persen dan lemak perut sebanyak 45 persen.

Baca juga: Malu Punya Perut Buncit? Yuk Kenali Penyebabnya

Menariknya, dari perubahan ini peneliti bisa melihat dampak keberadaan lemak adiposa terhadap kesehatan jantung partisipan. Makin bertambah lemaknya dan makin berkurang kepadatan lemaknya, maka tekanan darah dan trigliserida (lemak dalam darah) partisipan juga ikut naik. Risiko sindrom metabolik partisipan menjadi bertambah.

Peneliti mengakui pertambahan lemak adiposa di bawah kulit maupun yang di perut sama-sama berdampak pada kesehatan jantung, namun pertambahan lemak di perut dipastikan memicu pengaruh yang lebih besar.

"Ternyata hanya karena terjadi penambahan lemak di perut berujung pada faktor risiko penyakit jantung yang lebih besar, tak peduli berapapun penambahan bobot yang terjadi. Ini belum pernah ditemukan sebelumnya," ungkap peneliti Dr Caroline Fox.

Bahkan dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa hanya dengan mengukur jumlah lemak yang 'tersembunyi' di dalam perut berikut kepadatannya bisa jadi cara paling akurat untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan ideal/sehat ataukah sebaliknya.

"Justru lemak yang di bawah kulit ini bersifat melindungi karena berfungsi sebagai tempat menyimpan kelebihan lemak," imbuh Fox seperti dilaporkan The Sun.




Riset sebelumnya juga mengatakan kelebihan lemak perut memicu risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kelebihan lemak di bagian tubuh lainnya. Belum lagi lemak perut selama ini telah dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan kardiovaskular lainnya hingga kematian.(
06.53 | 0 komentar | Read More

Gatal di Selangkangan Wanita, Cek ke Dokter Kulit atau Kandungan?

Written By iqbal_editing on Kamis, 07 September 2017 | 05.21

Munculnya gatal di selangkangan bisa disebabkan salah satunya oleh tinea cruris atau infeksi jamur. Nah, ketika gatal muncul di selangkangan para wanira, kadang timbul kebingungan: baiknya cek ke dokter kulit atau dokter kandungan ya?

Kebingungan ini pernah dialami salah satu pembaca detikHealth, Rana. Awalnya, gatal muncul di bagian selangkangannya dan coba-coba saja Rana memeriksakan diri ke dokter kulit. Benar saja, diagnosis tinea cruris pun ia dapatkan.

"Saya coba-coba aja ke dokter kulit. Saya pikir toh kurang tepat konsulnya, paling dirujuk ke obgyn kan. Tapi ternyata pilihan saya tepat dan benar saja, saya didiagnosis tinea cruris," tutur Rana.

Keluhan yang ia rasa yakni gatal dengan sensasi terbakar di area selangkangan. Terlebih dalam kondisi berkeringat, rasa gatal makin menjadi. Setelah periksa ke dokter dan diberi obat, keluhan perlahan menghilang. Meskipun, dikatakan Rana masih ada bercak hitam akibat menggaruk area yang gatal.

"Saya kontrol tiga kali. Setelah itu dianjurkan untuk mengganti celana dalam kalau keringetan, biar nggak lembap. Atau minimal dilap pakai tisu kalau area selangkangannya berkeringat. Karena badan saya gemuk, dokter juga nyaranin untuk nurunin bobot sih, he he he," tambahnya.



Selain itu, Rana juga dianjurkan mengganti merek pembalut yang selama ini dipakainya. Sebab, ia merasa gatal bertambah parah saat haid dan mengenakan pembalut tersebut. Menurut sang dokter, memang bisa saja satu merek pembalut yang sudah lama dipakai menimbulkan iritasi dan memperparah gatal yang timbul akibat tinea cruris.

Terkait kebingungan yang bisa dirasa pasien saat merasa gatal di selangkangan, salah satunya karena tinea cruris, dr Eddy Karta SpKK dari EDMO Clinic Jakarta Selatan mengatakan walaupun sama-sama disebabkan jamur, tinea cruris tidak menyebabkan keputihan. Bila pasien hanya gatal selangkangan lebih tepat bila ke dokter spesialis kulit.

"Bila ada gatal selangkangan dan keputihan maka kemungkinan sakitnya ialah candidiasis dan buka tinea cruris. Pasien dapat memilih ke SpKK atau SpOG. Sebaliknya, bila dokter SpKK melihat kasus infeksi kelamin yang luas dan sampai mengganggu organ reproduksi dalam misalnya nyeri panggul atau perut bawah tentu akan meminta evaluasi organ kandungan dari dokter SpOG juga," kata dr Eddy dalam perbincangan dengan detikHealth.

Ia menambahkan, sebelum sampai ke SpKK atau SpOG, pengobatan dan diagnosis tinea cruris termasuk kompetensi dokter umum. Sehingga, jika tidak ada faktor penyulit maka pengobatan yang tuntas dengan dokter umum akan dapat menyelesaikan masalah ini.
05.21 | 0 komentar | Read More

Agar Kulit Selangkangan Tak Iritasi Akibat Pakaian Dalam, Perhatikan Ini

Rasa perih dan tak nyaman biasa dikeluhkan seseorang ketika mengalami lecet di area sela paha atau selangkangan. Salah satu penyebabnya adalah pemakaian pakaian dalam yang tidak tepat.

Dokter spesialis kulit, dr Galih Manggala SpKK mengatakan bahwa iritasi pada selangkangan atau disebut textile contact dermatitis didefinisikan sebagai manifestasi akibat bahan kain pakaian tersebut.

"Penyebabnya adalah serat-serat kain tersebut atau bahan-bahan yang digunakan untuk memproses kain seperti formaldehyde untuk mengurangi kusut, Para-phenylenediamine sebagai pewarna," ujar dr Galih.

Sementara menurut dr Laksmi Duarsa, SpKK, dari D&I Skin Centre Bali beberapa waktu lalu, penyebab terjadinya lecet di kulit seseorang adalah kelembaban. Terlebih pada wanita yang harus menggunakan pembalut penting baginya untuk mengontrol kelembaban area selangkangan agar tak mudah lecet.


"Sama seperti pemakaian pampers pada bayi, lembab awal mula terjadinya lecet. Lembab menyebabkan jamur bersarang di area selangkangan, hal lainnya bisa juga karena alergi pada bahan pembalut yang digunakan sehingga menyebabkan lecet," papar dr Laksmi.

Untuk mengatasi iritasi kulit selangkangan, imbuh dr Galih adalah dengan memberikan salep anti iritasi. Selain itu perhatikan pula pakaian dalam dengan mengganti pakaian dalam yang lebih cocok.

"Tips wear gunakan pakaian dari bahan kain alami seperti katun, gunakan pakaian berwarna terang karena penggunaan bahan pewarnanya lebih sedikit, gunakan pakaian yang longgar pada kondisi lembab atau panas," pesan dr Galih.
04.18 | 0 komentar | Read More

Kata Dokter Kulit, Gatal-gatal Sering Muncul Karena Stres

Keluhan gatal adalah masalah di kulit yang umum dialami kita sehari-hari. Penyebab gatal memang banyak, tapi menurut dokter kulit ini, 80 persen masalah kulit yang dikeluhkan pasiennya disebabkan stres.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Anthony Handoko, mengatakan bahwa dari pengalamannya menangani masalah kulit, rata-rata keluhan umum seperti gatal yang muncul tanpa sebab pasti ternyata dipicu masalah psikis.

"Dari pengalaman saya selama ini, 80 persen penyakit kulit yang dikeluhkan pasien saya muncul karena masalah psikis. Manifestasinya biasanya berupa dermatitis atopik, dermatitis seboroik, atau urticaria yang biasa dikenal dengan biduran," katanya kepada DetikHealth, saat ditemui di konpers CIMB Niaga Namaste Festival, di Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurut dokter yang menyukai yoga ini, stres yang kronik atau terjadi dalam waktu panjang bisa berdampak pada munculnya masalah kulit seperti itu. Biasanya, masalah kulit yang umumnya ditandai gatal-gatal dan kemerahan akan sulit diobati karena tidak jelas pemicunya.

"Kalau alergi kan pasti ada agen alerginya, jadi kalau dihindari bisa tidak muncul. Tapi kalau masalah kulit karena psikis ini tidak akan sembuh kalau orang yang mengalami ini masih menyimpan beban psikis. Di banyak kesempatan ternyata pasien-pasien saya punya latar masalah psikis, seperti stres, yang memicu keluhan kulit mereka," ungkap dr Thony.

Baca juga: Telinga Sering Terasa Gatal? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

"Saya pernah punya satu pasien yang mengeluhkan penyakit kulit. Setelah diobati bebetapa lama, keluhannya tak kunjung sembuh. Sampai suatu hari bapak ini mengaku bahwa ia tengah stres mengurus istrinya yang terkena kanker."

Tapi tidak hanya stres yang disadari yang bisa memicu keluhan pada kulit, menurut dokter yang berpraktek di satu klinik di Jakarta Barat ini, stres yang tidak disadari juga bisa berimbas negatif pada fisik.

"Stres di bawah alam sadar kita juga bisa menjadi pemicu. Contohnya stres menghadapi macet atau sesederhana kita tidak sadar bagaimana cara kita bernapas sehari-hari. Kalau stres kecil tersebut terus-terusan dianggap wajar, ini bisa berdampak buruk bukan hanya ke kulit tapi berbagai macam bagian tubuh kita," pungkasnya.

Untuk itu, menurutnya, manajemen stres adalah obat terbaik untuk mengatasi dan mencegah manifestasi penyakit di tubuh. Ini bisa dilakukan dengan menjadi lebih legowo menghadapi masalah, mencari teman curhat, melakukan meditasi, di antaranya seperti yoga.
04.16 | 0 komentar | Read More

Tak Perlu Ribet, Begini Tips Perawatan Kulit Wajah Menurut Dokter

Written By iqbal_editing on Selasa, 05 September 2017 | 17.21

Memiliki kulit wajah yang cerah, tidak kusam dan sehat merupakan dambaan semua orang. Untuk mendapatkannya, dokter mengatakan tidak harus dengan pergi ke salon kecantikan.

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK mengatakan perawatan kulit wajah sederhananya bisa dilakukan dengan dua hal, yakni penggunaan sun block dan krim malam. Dua jenis krim dan losion ini bisa dibeli bebas dan tak selalu harus beli dari salon atau klinik kecantikan.

"Kalau di klinik itu memang obat, misalnya untuk membuat wajah lebih putih, atau menyamarkan bekas jerawat. Tapi untuk perawatan wajah sederhananya cuma butuh tabir surya dan krim malam," tutur dr Darma, dalam acara live chat yang digelar detikHealth dan detikForum bertema 'Menjaga Kulit Awet Muda' yang digelar di Redaksi detikcom baru-baru ini.


Krim tabir surya merupakan elemen penting untuk perawatan kulit wajah. Paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet bisa menyebabkan photoaging atau penuaan dini pada wajah. Akibatnya, wajah terlihat kendur dan berisiko keriput.

Pemilihan krim tabir surya juga tidak boleh sembarangan. Untuk yang berkulit kering, disarankan memilih sunscreen yang mengandung SPF tinggi, sekitar 30 persen atau lebih. dr Darma mewanti-wanti untuk mencari sunscreen dalam sediaan berbentuk krim.

"Tapi kalau punya kulit cenderung berminyak sebaiknya SPF jangan terlalu tinggi, cukup SPF 15. Soalnya, makin tinggi SPF malahan bikin kulit jadi jerawatan," terangnya.

Sementara itu, krim malam berfungsi untuk menghilangkan kotoran dari wajah. Kotoran bisa berbentuk apa saja, mulai dari sel-sel kulit mati, debu hingga sisa keringat.

dr Darma mengingatkan untuk menggunakan krim malam yang memang berfungsi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati. Sel-sel kulit mati yang menumpuk bisa membuat wajah terlihat kusam dan menyumbat pori-pori sehingga menimbulkan jerawat.

Terakhir, gunakan krim dan losion dengan benar. Oleskan dengan rata ke seluruh permukaan wajah. Jangan digosok terlalu keras atau bahkan hingga memerah karena itu tandanya kulit mengalami iritasi.
17.21 | 0 komentar | Read More

5 Alasan Mengapa Kulit Anda Membutuhkan Masker Wajah

, Setiap wanita tentu memimpikan kulit yang sempurna, meski realitanya tak mudah untuk mendapatkan kulit yang sehat. Namun sebagaimana dikutip dari Times of India, ada satu cara sederhana untuk menjaga kulit wajah tetap bersinar.

Yakni dengan masker wajah, baik masker yang berbasis gel maupun masker buatan sendiri, ritual kecantikan ini diyakini bisa memberikan hasil yang cukup memuaskan untuk memanjakan kulit Anda. Mengapa demikian?

Baca juga: Tak Perlu Ribet, Begini Tips Perawatan Kulit Wajah Menurut Dokter

1. Hidrasi

Kondisi cuaca dan polusi bisa mempengaruhi kelembaban alami kulit, sehingga membuat kulit menjadi kering dan kusam. Dalam situasi seperti ini masker wajah dapat meningkatkan hidrasi kulit serta mengembalikan kelembaban kulit.

2. Detoksifikasi

Masalah tertentu seperti polutan, bahan kimia, kotoran, dan gangguan hormonal bisa menjadi racun bagi kulit. Ini membahayakan kulit dan menyebabkan bercak kering dan noda. Menggunakan masker wajah dengan sifat detoksifikasi akan membantu menghilangkan racun dari kulit dan mengembalikan cahaya secara alami ke wajah Anda.

3. Mencerahkan kulit

Salah satu masalah kecantikan yang paling umum dihadapi wanita adalah kulit kusam. Untuk masalah kulit ini, masker wajah bisa membuat wajah Anda menjadi cerah bersinar.

4. Membersihkan Pori-pori

Malas merawat kulit lantaran tak punya banyak waktu membuat pori-pori tersumbat karena kotoran yang menumpuk. Alhasil bila dibiarkan akan membentuk komedo. Nah, masker wajah efektif menghilangkan pori yang tersumbat dan membuat kulit berkilau.

5. Meningkatkan elastisitas kulit

Seiring bertambahnya usia, kulit akan kendur dan kehilangan elastisitasnya akibat turunnya kadar kolagen. Namun, kabar baiknya elastisitas kulit bisa diperbaiki dengan mudah dengan menggunakan masker wajah secara teratur.
17.19 | 0 komentar | Read More

Kuku Jari Tangan atau Kaki Terlepas? Begini Penanganannya

Written By iqbal_editing on Senin, 04 September 2017 | 18.04

‎Lepasnya kuku di jari tangan maupun jari kaki memang bisa disebabkan karena berbagai hal. Salah satunya adalah trauma karena terbentur atau cedera.

dr Laksmi Duarsa, SpKK dari D&I Skin Center Denpasar, mengatakan bahwa jika kuku cedera dan terlepas sebagian, harus segera di bawa ke dokter. Hal ini untuk menghindari risiko terjadinya infeksi ataupun komplikasi.

"Harus segera dibawa ke dokter bedah ya, langsung lepas saja (seluruhnya). Kalau dilepas kemudian tidak berdarah, ya tidak apa-apa. Tapi kalau berdarah dilepasnya harus dengan operasi," tutur dr Laksmi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis Rabu (22/4/2015).

Baca juga:Kuku Jamuran Jangan Dibiarkan, Bisa Menular Jika Tak Diobati

Tak hanya karena cedera atau terbentur, kuku juga bisa lepas karena penyakit. American Osteopathic College of Dermatology ‎mengatakan ada kondisi yang dapat menyebabkan kuku lepas secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit. Kondisi ini disebut sebagai onycholysis.

Onycholysis merupakan kondisi kuku yang lepas secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari dermatitis atopik (penyakit kulit karena alergi), psoriasis, jamur atau reaksi obat-obatan yang menyebabkan kuku sensitif terhadap sinar matahari.

Penanganannya pun tak berbeda dengan kuku yang lepas karena cedera. Bagian kuku yang masih tertempel diupayakan untuk dicabut oleh dokter, dan dibersihkan. Setelah itu perhatikan pertumbuhan kuku, jika keluar jalur atau tidak normal, boleh digunting dengan menggunakan gunting kuku steril.

"Tumbuhnya kuku pelan-pelan kan dari bawah ke atas. Biasanya butuh waktu dua minggu untuk kuku baru tumbuh lagi," pungkas dr Laksmi.
18.04 | 0 komentar | Read More

Cara Aman Atasi Berbagai Kondisi Kuku Kaki, Lepas Maupun Berdarah

Kuku kaki bisa lepas sewaktu-waktu karena terobek atau tanpa alasan yang jelas. Masalah ini sering kali disertai kulit memar, pembengkakan, atau pendarahan yang mengganggu aktivitas. Meski hanya kuku, jangan asal-asalan mengatasinya.

Dilansir dari Womenshealthmag, Senin (4/9/2017), berikut adalah cara aman mengatasi kuku kaki yang lepas di berbagai kondisi untuk menghindari komplikasi:

1. Kuku lepas begitu saja
Meredith Leigh Ward, spesialis podiatrik dari Moore Foot and Ankle Specialist di Amerika Serikat, mengatakan bahwa ketika kuku lepas begitu saja tanpa penyebab dan kondisi lainnya, kuku bisa dibiarkan begitu saja. Namun ketika sudah cukup mengganggu, jangan tarik kuku untuk mencegah trauma berikutnya. Memendekkan kuku atau membalutnya dengan plaster luka adalah pilihan terbaik untuk mencegah infeksi.

Baca juga: Kuku Jari Tangan atau Kaki Terlepas? Begini Penanganannya

2. Kuku sobek
Ide ini memang aneh, tapi beberapa orang melakukannya dengan harapan kuku yang robek bisa saling menyatu. Kuku yang sudah terpisah tidak akan bisa menyatu lagi dengan kuku yang masih hidup. Jika Anda terpaksa kehilangan satu kuku, kuku baru bisa kembali tumbuh dalam waktu enam minggu dan kembali utuh enam sampai sembilan bulan.

Bila kesehatannya dijaga, kuku kaki tentu bisa tampil cantik.Bila kesehatannya dijaga, kuku kaki tentu bisa tampil cantik. Foto: Thinkstock


3. Kuku berdarah
Ketika kuku yang robek mengalami pendarahan yang cukup mengkhawatirkan, Anda bisa melakukan pertolongan pertama dengan mengikat jari yang menjadi lokasi kuku berdarah. Lakukan ini sampai perdarahan berkurang. Jika luka berdarah disertai rasa sakit, merendam ujung jadi di dalam air hangat akan membantu.

4. Kuku sobek dan memar

Jika Anda menemukan kuku yang robek memicu memar kemerahan, rasa sakit yang tak kunjung sembuh, dengan pembengkakan kulit dan keluarnya cairan nanah berbau, itu tandanya infeksi sudah terjadi. Agar infeksi dapat tertangani dengan baik, menemui dokter adalah cara paling aman untuk mencegah infeksi semakin menyebar.`
17.56 | 0 komentar | Read More

Sering Tersenyum Bisa Bikin Kulit Cepat Keriput? Ini Faktanya

Written By iqbal_editing on Minggu, 03 September 2017 | 21.07

Seringkali ada orang yang mengatakan bahwa cemberut atau tersenyum terlalu sering dapat membuat kulit wajah menjadi cepat keriput. Mitos atau fakta?

Menutut pakar kesehatan kulit dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, dr Anthony Rossi, aktivitas di sekitar wajah seperti berbicara, cemberut atau tersenyum, sudah pasti akan membentuk sebuah alur pada kulit dan otot-otot wajah.

Nah, saat tersenyum lipatan yang sering terbentuk disebut juga dengan lipatan nasolabial. Lipatan yang terbentuk dari sisi samping hidung dan mengarah ke sudut bibir ini jelas tampak ketika seseorang sedang tersenyum. Seiring bertambahnya usia, lipatan ini akan semakin jelas terlihat.

Namun bukan berarti dengan banyak tersenyum lantas kulit akan menjadi cepat keriput. Proses ini terjadi bukan semata-mata karena hobi tersenyum, tapi juga karena faktor lain. Salah satunya penurunan kolagen dan elastisitas kulit berkurang seiring proses penuaan.

dr Rossi menyebut perubahan biologis yang memengaruhi kesehatan kulit seseorang sebagai 'penuaan intrinsik'. Kondisi ini termasuk juga kerusakan pada struktur yang mendasari kulit karena kehilangan lemak dan atrofi otot. Meskipun hal ini sebenarnya bersifat alami dan di luar kendali, pakar kesehata kulit lainnya, Marc Glashofer mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

"Kontrol paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Ini adalah penyebab nomor satu keriput. Semakin banyak sinar matahari yang diserap kulit, semakin banyak jaringan ikat yang rusak, sehingga kulit akan menjadi lebih cepat berkurang sifat elastisnya," pungkas Glashofer, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (23/1/2015).

Untuk itu, Glashofer dan dr Rossi merekomendasikan penggunaan sehari-hari tabir surya atau sunscreen. Selain itu, penting juga untuk selalu menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik, yang dimulai dengan minum banyak air.
21.07 | 0 komentar | Read More

Ini Sebabnya Mengapa Ujung Jari Jadi Keriput Setelah Berendam di Dalam Air

Saat terlalu lama berenang, coba perhatikan tekstur kulit di ujung dari Anda, baik jari tangan maupun jari kaki, apakah tampak keriput? Tak perlu heran, itu adalah proses yang alami.

Salah satu sifat yang luar biasa dari kulit adalah kemampuannya untuk mempertahankan keutuhannya, bahkan setelah kita berjam-jam berendam di dalam kolam renang atau mandi air panas. Ya, perendaman ini diketahui membuat lapisan terluar dari sel kulit membesar dua hingga tiga kali, akibatnya kulit menjadi melengkung dan berkerut.

"Alasan kulit keriput salah satunya adalah karena struktur kompleks protein yang disebut keratin yang berada di lapisan terluar dari sel-sel kulit," ungkap Dr Myfanwy Evans, dari University of Erlangen-Nürnberg di Jerman, seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (2/7/2014).

Filamen keratin yang disebut juga sebagai corneocytes ini disebut Evans membentuk susunan geometris saat mengembang dan terisi oleh air. Hebatnya, susunan ini mampu kembali seperti semula setelah Anda selesai berendam. "Airnya akan menguap keluar dan struktur ini akan kembali persis seperti semula," lanjutnya.

Namun lapisan luar kulit atau stratum korneum, masih tertambat pada lapisan kulit di bawahnya (yang tidak menyerap air). Oleh sebab itu, peningkatan penyerapan volume air dari lapisan kulit luar ini akan menempel pada lapisan bawah kulit yang tebal. Sehingga tidak semua bagian kulit di tubuh akan keriput saat terendam air.

Ketebalan stratum korneum bervariasi di seluruh tubuh. Tertipis di wajah, sementara sangat tebal pada telapak tangan dan telapak kaki. Ini sebabnya mengapa area tersebut akan mengkerut setelah Anda berendam.

"Manusia juga memiliki banyak lengkungan pada ujung jari tangan dan kaki, sehingga kondisi ini mungkin turut memberikan kontribusi," terang Evans.
21.06 | 0 komentar | Read More

Tebak Tangan Ini Milik Siapa! yang Jelas Bukan Tangan Lansia

Kulit keriput biasanya dimiliki oleh seorang lansia karena berkurangnya keelastisan kulit lewat proses degenerasi. Namun demikian kadang ada juga mereka yang masih muda dengan kulit keriput karena berbagai sebab.

Baca juga: Sering Tersenyum Bisa Bikin Kulit Cepat Keriput? Ini Faktanya

Salah satu contoh sederhananya adalah ketika kulit basah terpapar air. Dikutip dari ABC Australia, Dr Myfanwy Evans, dari University of Erlangen-Nürnberg di Jerman menyebutkan bahwa berenang atau proses perendaman dalam waktu lama dapat membuat lapisan kulit membesar dua hingga tiga kali. Akibatnya kulit menjadi melengkung dan berkerut.

Nah hal itulah yang terjadi pada tangan atlet pengayuh Alex Gregory dari Inggris. Hanya saja keriput pada tangan Alex ini memang lebih ekstrem karena ia berusaha mengayuh menyebrangi laut Arktik.

Sayang misi Alex tak berhasil karena perahunya rusak dan ia bersama tim terdampar di sebuah pulau sebelum akhirnya diselamatkan.

"Potret tangan saya setelah menghabiskan banyak waktu memakai sarung tangan basah. Lepuhan yang muncul tak begitu parah dalam ekspedisi pengayuhan ini, tapi kondisi yang basah dan lembab masuk ke dalam kulit," tulis Alex dalam akun instagram pribadinya.

Foto tangan Alex mengundang banyak komentar dari netizen. Ada yang menyebutnya seperti tangan seorang kakek berusia 104 tahun atau seperti kulit mahluk gollum dari Lord of The Ring.
20.50 | 0 komentar | Read More

Dua bocah di Boyolali meninggal dunia akibat keracunan pestisida saat mengobati kutu rambut. Dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Racun itu masuk ke tubuh korban diduga karena terhirup dan meresap melalui luka. Penyebab empat orang dalam satu keluarga yang mengalami keracunan diduga dari pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu rambut. Racun itu masuk ke tubuh korban dimungkinkan terhirup dan melalui kulit yang terluka. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong mengatakan terkait kasus dugaan keracunan yang mengakibatkan dua anak meninggal dunia itu, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi. "Kami sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, selanjutnya (korban) masih dilakukan perawatan medik," ujar Sherly Jeanne Kilapong, Senin (28/8/2017). Keracunan yang dialami ibu dan ketiga anaknya tersebut, menurut dia, sementara ini disebabkan racun. Dimungkinkan racun itu dari obat pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu rambut. Melihat gejala keracunan yang ditimbulkan, obat pestisida itu masuk ke tubun para korban, kemungkinan karena terhirup dan melalui kulit yang luka atau lecet. "Mungkin terhirup dan lewat kulit yang tidak intak," katanya. Obat pestisida tersebut sangat beracun dan sebenarnya tidak diperuntukan untuk mengobati kutu rambut. Obat tersebut adalah untuk membasmi hama tanaman. "Kena kulit saja itu harus segera dicuci, apalagi sengaja dioleskan," imbuh dia. Apalagi ini kepada anak-anak yang masih sangat riskan. Pemberian obat kepada anak-anak dan orang dewasa juga berbeda. Jika kepada anak-anak dosisnya sedikit. Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan obat-obatan yang bukan semestinya. Cara membasmi kutu rambut lanjut Sherly, sebenarnya tidak perlu menggunakan obat-obatan, apalagi obat pestisida. "Dikeramasi setiap hari saja sebenarnya kutu itu akan hilang dengan sendirinya. Bisa dibantu dengan disisir, nggak juga tidak apa-apa. Keramas sehari sekali saja menggunakan shampo tidak akan kutuan. Kutu akan hilang," jelas Sherly. Seperti diberitakan, empat orang dalam satu keluarga di Boyolali diduga mengalami keracunan, usai memakai obat kutu rambut di kepalanya. Peristiwa tragis itu menimpa Akhir Rutiyani (35) dan tiga anaknya, yakni, Klarissa (12), Qaulan Shakila (9) dan Khamilla (4,5 tahun), warga Dukuh Tegal Ombo, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota. Qaulan Shakila dan Khamila, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, Sabtu (26/8/2017). Sedangkan Akhir Rutiyani dan Klarissa masih dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali. Dari kejadian ini, Polres Boyolali mengamankan barang bukti berupa botol obat serangga merek Diazinon yang diduga digunakan korban untuk mengobati kutu rambut. (bgs/bgs)

Written By iqbal_editing on Kamis, 31 Agustus 2017 | 01.47

Dua bocah di Boyolali meninggal dunia akibat keracunan pestisida saat mengobati kutu rambut. Dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Racun itu masuk ke tubuh korban diduga karena terhirup dan meresap melalui luka.

Penyebab empat orang dalam satu keluarga yang mengalami keracunan diduga dari pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu rambut. Racun itu masuk ke tubuh korban dimungkinkan terhirup dan melalui kulit yang terluka.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong mengatakan terkait kasus dugaan keracunan yang mengakibatkan dua anak meninggal dunia itu, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi.


"Kami sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, selanjutnya (korban) masih dilakukan perawatan medik," ujar Sherly Jeanne Kilapong, Senin (28/8/2017).

Keracunan yang dialami ibu dan ketiga anaknya tersebut, menurut dia, sementara ini disebabkan racun. Dimungkinkan racun itu dari obat pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu rambut.

Melihat gejala keracunan yang ditimbulkan, obat pestisida itu masuk ke tubun para korban, kemungkinan karena terhirup dan melalui kulit yang luka atau lecet.

"Mungkin terhirup dan lewat kulit yang tidak intak," katanya.

Obat pestisida tersebut sangat beracun dan sebenarnya tidak diperuntukan untuk mengobati kutu rambut. Obat tersebut adalah untuk membasmi hama tanaman.

"Kena kulit saja itu harus segera dicuci, apalagi sengaja dioleskan," imbuh dia.

Apalagi ini kepada anak-anak yang masih sangat riskan. Pemberian obat kepada anak-anak dan orang dewasa juga berbeda. Jika kepada anak-anak dosisnya sedikit.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan obat-obatan yang bukan semestinya. Cara membasmi kutu rambut lanjut Sherly, sebenarnya tidak perlu menggunakan obat-obatan, apalagi obat pestisida.

"Dikeramasi setiap hari saja sebenarnya kutu itu akan hilang dengan sendirinya. Bisa dibantu dengan disisir, nggak juga tidak apa-apa. Keramas sehari sekali saja menggunakan shampo tidak akan kutuan. Kutu akan hilang," jelas Sherly.

Seperti diberitakan, empat orang dalam satu keluarga di Boyolali diduga mengalami keracunan, usai memakai obat kutu rambut di kepalanya. Peristiwa tragis itu menimpa Akhir Rutiyani (35) dan tiga anaknya, yakni, Klarissa (12), Qaulan Shakila (9) dan Khamilla (4,5 tahun), warga Dukuh Tegal Ombo, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota.

Qaulan Shakila dan Khamila, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, Sabtu (26/8/2017). Sedangkan Akhir Rutiyani dan Klarissa masih dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Dari kejadian ini, Polres Boyolali mengamankan barang bukti berupa botol obat serangga merek Diazinon yang diduga digunakan korban untuk mengobati kutu rambut.
(bgs/bgs)
01.47 | 0 komentar | Read More

Kata Dokter Soal Bahaya Penggunaan Pestisida Sebagai Obat Kutu

Satu keluarga di Boyolali, Jawa Tengah keracunan obat kutu yang diduga kuat pestisida. 2 Orang meninggal dunia sementara 2 lainnya masih mendapat penanganan secara intensif.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis kulit dan kelamin dari D&I Skin Centre Denpasar, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menyebut jika bahan yang digunakan untuk mengobati kutu benar pestisida, maka risiko keracunan memang tinggi.

"Pestisida tidak boleh digunakan untuk mengobati kutu rambut. Selain memang bukan peruntukannya, risiko efek samping yang buruk akibat pestisida tergolong tinggi," tutur dr Darma kepada detikHealth.

Ia mengatakan terdapat beberapa jenis pestisida, dengan efek samping yang beragam bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah diazinon yang digunakan oleh korban keracunan tersebut.

Diazinon mengandung zat yang disebut sebagai organofosfat. Menurut dr Darma, zat ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia karena dapat menyerang sistem saraf manusia.

"Pestisida berbahan organofosfat dapat mengganggu enzim yang mengatur asetilkolin, zat penghantar sinyal saraf, yang membuat sistem saraf terganggu," ungkapnya.

Ditambah lagi, pestisida merupakan kelompok cairan dengan golongan asam yang kuat. Jika terkena kulit, risikonya adalah iritasi yang bisa menjadi masalah jangka panjang.

"Pestisida dengan asam basa yang kuat dapat menyebabkan iritasi berupa kulit kemerahan dan perih. Bahkan pestisida organofosfat dulu pernah digunakan dalam perang dunia kedua karena bersifat beracun," tutupnya.
01.45 | 0 komentar | Read More

Sisir Kutu Vs Obat Kutu, Mana yang Lebih Efektif?

Sisir kutu digunakan sejak zaman nenek kita untuk mencegah infeksi kutu. Masih efektifkah jika digunakan sampai sekarang?

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Centre mengatakan memang sisir kutu bisa digunakan untuk menemukan kutu yang ada di rambut. Sayangnya, sisir kutu memiliki keterbatasan, yakni tidak bisa menghilangkan telur kutu yang ada di kulit kepala.

"Sisir bisa membantu mengurangi kutu rambut, namun tidak bisa mengatasi telur kutu. Karena itu, pengentasan kutu yang baik adalah dengan obat kutu," tutur dr Darma kepada detikHealth.


Dijelaskan dr Darma, penggunaan obat kutu pun harus sesuai dengan ilmu kesehatan. Pilih obat kutu yang mengandung permetrin 1 persen.

Penggunaannya pun mudah, cukup dengan dioleskan di seluruh kepala dan dibiarkan 10 menit. Setelah itu, kutu akan hilang dengan sendirinya.

"Dulu obat kutu banyak yang mengandung heksaklorosikloheksan, namun pemakaiannya perlu dibiarkan 12 jam dan lebih banyak efek samping," paparnya lagi.

Ia juga berpesan agar masyarakat menghindari membeli obat kutu racikan dan bukan di apotek. Obat kutu racikan berisiko tinggi berbahaya karena kita tidak mengetahui apa kandungan yang digunakan.

"Untuk pengobatan terbaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter sebelum beli obat kutu. Beli obat kutu
01.42 | 0 komentar | Read More

Idap Dermatillomania, Wanita Ini Selalu Ingin Menguliti Kulitnya

Written By iqbal_editing on Minggu, 27 Agustus 2017 | 15.50

Linda Smith (50) meminta kepada dokter untuk dibuat koma karena sudah tidak tahan dengan keadaan kulitnya yang sangat parah. Wanita asal Pennsylvania, Amerika Serikat ini mengidap dermatillomania, suatu gangguan kesehatan mental yang tergolong langka.

Dermatillomania adalah suatu kelainan berupa keinginan untuk mengelupasi kulitnya sendiri. Kelainan ini sudah dialami Linda sejak kecil, tapi ia tidak tahu apa penyebab sebenarnya.

Dikutip dari The Sun, Sabtu (26/8/2017), tubuh dan wajahnya diliputi luka dan bekas garukan. Satu-satunya cara untuk mengendalikan kelainan ini adalah jika Linda tidak sadarkan diri.

"Saya pikir satu-satunya hal yang bisa membantu saya adalah dengan membuat saya koma atau ada seseorang yang memerhatikan saya selama 24 jam sehari dan menghentikan saya jika saya mulai mengelupasi kulit," ujarnya.


Kondisinya membuat Linda enggan untuk keluar rumah. Untuk menghilangkan bekas luka di wajahnya, ia menggunakan krim steroid yang malah menyebabkan rambut tumbuh di wajahnya.

"Ini mungkin terdengar ekstrem, tapi saya merasa ingin mati saja karena hal ini tidak akan pernah berhenti," kata Linda.

Menurut ibu dari dua orang anak ini, kondisi seperti ini adalah suatu kondisi yang menyerang mental, dan bentuk lain dari obsessive compulsive disorder (OCD). OCD sendiri merupakan jenis gangguan kecemasan di mana seseorang memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi).

"Penyakit ini mengambil alih hidup saya. Ini mempengaruhi segalanya. Semakin tua semakin buruk hasilnya," ungkapnya.

Dokter pun menyarankan Linda agar tidak menggunakan make-up untuk menutupi luka-lukanya. "Saya akan cenderung tidak memilih keluar jika saya tidak memakai make-up, karena saya tidak ingin wajah saya terlihat seperti ini," pungkasnya.
15.50 | 0 komentar | Read More

Sudah Pakai Tabir Surya Tapi Kulit Tetap Gelap, Kenapa?

Written By iqbal_editing on Jumat, 25 Agustus 2017 | 16.57

Penggunaan tabir surya atau losion pelindung kulit dari sinar matahari penting untuk melindungi kulit dari paparan ultraviolet (UV) yang berbahaya. Tapi, ketika penggunaan tabir surya tetap membuat kulit gelap bukan berarti itu tak berguna.

Menurut dokter spesialis kulit, Dr Sri Prihianti Gondokaryono SpKK, kulit yang menjadi gelap setelah lama terpapar sinar matahari adalah respon alami kulit, yang tidak bisa dihindari oleh penggunaan tabir surya sekalipun.

Baca juga: Pakai Tabir Surya Kedaluwarsa, Apa Dampaknya?

"Kulit yang menjadi gelap itu adalah natural response dari kulit kita terhadap paparan sinar UV," jelasnya saat ditemui dalam talkshow peluncuran kampanye NIVEA #ILoveMyBody, di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (25/8/2017).

Penggunaan tabir surya yang berhasil setelah berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu tertentu menurutnya dicirikan seperti dengan kondisi kulit yang menjadi tidak terlalu kering dan perih.

Sementara itu, efek buruk dari sinar UV pada kulit biasanya akan dirasakan jika paparan diterima kulit yang tak terlindungi dalam jangka panjang.

"Kalau kulit jarang dilindungi dengan sun protection dalam jangka panjang kita selalu terpapar sinar matahari, ini bisa menyebabkan beberapa hal. Efek sinar UV ke kulit adalah mempercepat penuaan, munculnya kerutan, flek tidak merata, kulit bertambah kasar, dan kendur. Yang paling membahayakan adalah kanker kulit," paparnya.



Meski kulit gelap orang Indonesia lebih terlindungi, namun penggunaan sunscreen atau sunprotector tetap penting untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut.

"Orang berkulit gelap memang punya proteksi tinggi terhadap sinar matahari daripada orang dengan kulit terang, begitu juga dengan risiko penuaan dini dan kanker. Bagaimana pun penggunaan tabir surya tetap penting. Yang direkomendasikan minimum SPF 30," pesannya.
16.57 | 0 komentar | Read More
 
berita unik