Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label THT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THT. Tampilkan semua postingan

Suara Cempreng untuk Terapi Kuping Berdenging

Written By iqbal_editing on Kamis, 31 Agustus 2017 | 02.15

Suara atau musik yang terlalu keras bisa menyebabkan gangguan telinga berdenging atau tinnitus. Namun suara-suara tertentu yang memiliki nada tinggi alias cempreng bisa juga dimanfaatkan untuk menyembuhkan gangguan telingan berdenging.

Tinnitus terjadi akibat suara keras yang merusakkan sel-sel di telinga dalam yang berfungsi mengirimkan sinyal suara ke otak. Banyaknya sinyal yang tidak tersampaikan membuat otak memberikan kompensasi yang terdengar sebagai suara berdenging di telinga.

Kerusakan itu bisa disembuhkan dengan memperbaiki susunan sel otak di bagian auditory cortex yang berfungsi memproses sinyal suara. Penyusunan ulang struktur sel otak itu dilakukan dengan memperdengarkan nada-nada tertentu yang memiliki frekuensi tinggi.

Getaran-getaran nada tinggi itu dialirkan melalui saraf vagus, yang terbentang dari kepala melalui leher hingga ke bagian perut. Caranya dengan menempelkan sejumlah elektroda berukuran kecil di bagian-bagian yang dilalui oleh saraf tersebut.

Peneliti dari University of Texas, Dr Michael Kilgard telah membuktikan cara itu ampuh menyembuhkan tinnitus pada tikus. Uji coba pada manusia tengah dirancang dan akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

"Prinsipnya adalah mengembalikan setting-an otak seperti semula, sebelum mengalami kerusakan yang menyebabkan telinga berdenging," ungkap Prof Kilgard seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (23/1/2011).

Di Inggris, tinnitus diderita oleh 1 di antara 10 remaja yang sebagian besar disebabkan oleh musik yang terlalu keras. Gangguan ini juga sering terjadi pada orang tua dan lanjut usia sebagai bagian dari proses penuaan.
02.15 | 0 komentar | Read More

kisah film penderita tinitius yg harus mendengarkan musik setiap saat

Film baru Hollywood Baby Driver yang akan segera tayang di Indonesia, diperankan oleh aktor muda tampan Ansel Elgort yang lagi-lagi berperan sebagai seorang difabel. Jika sebelumnya ia menjadi penderita kanker di Film The Fault in Our Stars, kali ini ia menjadi seseorang yang menderita tinnitus.

Karakter Baby yang diperankan Ansel menderita tinnitus setelah kecelakaan mobil. Tinnitus yang dialaminya membuat telinganya berdering secara konstan sehingga ia harus selalu mendengarkan musik dari iPod-nya untuk meredam suara mengganggu tersebut.

Hal ini menarik diketahui karena pengalaman setiap penderita tinnitus bervariasi. Namun, satu hal yang sama adalah adanya gejala dengingan yang konstan pada telinga penderita, baik sesaat atau jangka panjang saat sudah menjadi kronis.

Baca juga: Suara Cempreng untuk Terapi Kuping Berdenging

Dikutip dari laman Concequenceofsound, Kamis (31/8/2017), paparan suara keras yang terlalu lama bisa merusak sel-sel getar di saluran pendengaran dan menyebabkan tinnitus, menurut Sal Gentile, dari American Tinnitus Association (ATA).

"Setiap kali Anda mendengar musik, rumput diinjak, sel getar ini tidak dapat berdiri lagi atau dengan kata lain berfungsi. Mereka membungkuk sepenuhnya, seperti huruf C! Terkadang reseptor untuk seluruh rentang suara bisa rusak dan menciptakan celah. Celah yang terisi tersebut pun tidak bisa memproses suara dan memicu dering yang mengganggu," jelas Gentile.

Dering mengganggu yang mengisi telinga ini biasanya semakin menjadi ketika penderita terus memikirkannya. Untuk mengalihkan gangguan ini, mendengarkan musik seperti yang dilakukan karakter Baby adalah salah satu solusinya.


"Anda bisa mengimbangi dering mengganggu pada tinnitus dengan sinyal suara berbeda yang membuat otak lebih mudah mengalihkan fokus Anda ke hal yang lain. Musik melibatkan sistem limbik, yang mengatur emosi kita. Itu sebabnya mendengarkan musik lebih bermanfaat bagi sebagian penderita. Ini membantu mereka lebih rileks dan fokus," tambah Dr. LaGuinn Sherlock dari asosiasi yang sama.

Perlu diketahui, tinnitus bisa muncul pada orang yang sudah tua karena penuaan. Namun, faktor trauma pendengaran sampai genetik juga bisa membuat tinnitus diderita oleh mereka yang lebih muda.(fds/fds) Punya pengalaman menarik seputar diet? Kirimkan ke sini.
02.14 | 0 komentar | Read More

Fungsi Pendengaran Menurun? Cari Tahu Dulu Kemungkinan Penyebabnya

Written By iqbal_editing on Selasa, 29 Agustus 2017 | 16.50

Bertambahnya umur seringkali mendatangkan masalah kesehatan jika kita tidak pandai-pandai menjaga kesehatan tubuh. Masalah yang paling sering muncul salah satunya adalah gangguan telinga.

Gangguan telinga yang muncul pun beragam, namun kebanyakan orang masuk usia dewasa muda mengeluh dengan adanya penurunan fungsi pendengaran. Untuk mencari tahu mengenai penyebabnya, detikHealth pun menghubungi salah seorang dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo.

Ketika ditanya mengenai penyebab adanya penurunan fungsi pendengaran, Selasa (29/8/2017), Prof dr Jenny Bashiruddin, SpTHT(K), Msc, menyebutkan bahwa untuk mengetahui secara pastinya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Harus dicari tahu dulu, kan jenis gangguan pendengaran ada dua, konduksi dan dalam," ujarnya melalui saluran telepon.
n

Gangguan konduksi adalah setiap masalah di telinga luar atau tengah yang mencegah terhantarnya bunyi dengan tepat. Penyebabnya sendiri bisa dikarenakan adanya sumbatan kotoran atau infeksi.

Sedangkan, gangguan pendengaran dalam contohnya adalah tuli mendadak yang salah satunya bisa diakibatkan oleh pengguanaan obat-obatan. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), obat-obatan yang bisa menyebabkan ototoksis biasanya obat untuk mengatasi infeksi serius, kanker atau penyakit jantung.
16.50 | 0 komentar | Read More

Galau Saat Mandi, Daun Telinga Sebaiknya Disabun atau Tidak?

Ketika mandi, orang akan membersihkan tubuhnya dari rambut hingga kaki. Rambut akan dikeramas, tubuh akan disabun dan gigi akan digosok. Akan tetapi, apakah perlu untuk membersihkan daun telinga dengan sabun setiap kali mandi?

Menurut dr Agus Subagio, SpTHT-KL, dari Rumah Sakit Pondok Indah kepada detikHealth, Selasa (29/8/2017), membersihkan telinga saat mandi sah-sah saja dilakukan. Namun, membersihkannya hanya untuk sekitar daun telinga saja.

"Boleh saja dibersihkan, disabun, tetapi terbatas hanya di daun telinga aja. Gendang telinga ga perlu harus dikasih air atau sabun, atau dikorek-korek," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.


Akan tetapi, menurut dokter yang akrab disapa dr Agus ini sebenarnya selama tidak ada keluhan pada indera pendengaran tidak perlu dilakukan tindakan apapun untuk membersihkannya.

"Malah ada orang yang terlalu ingin bersih, dikorek setiap hari kotorannya makin terdorong ke dalam," tambah dr Agus.

Ia menyarankan, sebaiknya setiap 6 bulan atau maksimal satu tahun sekali untuk melakukan kunjungan ke dokter THT. Terlebih untuk orang-orang dengan produksi kotoran berlebih yang sebenarnya membutuhkan bantuan dokter untuk menjaga kebersihannya.
16.49 | 0 komentar | Read More

Telinga Kemasukan Binatang, Apa yang Harus Dilakukan?

Written By iqbal_editing on Selasa, 22 Agustus 2017 | 04.50

Apakah Anda pernah merasakan ada binatang yang masuk ke dalam telinga? Apa yang akan Anda lakukan jika ada suatu binatang yang masuk ke dalam telinga?

Binatang-binatang kecil, seperti semut hingga jangkrik, memang mungkin saja masuk ke dalam telinga manusia, misalnya di saat sedang tidur atau mungkin bahkan d isaat sedang santai. Hal itulah yang dirasakan salah satu pasien dari dr Ayu Yuni Andini, dokter yang berpraktik di Klinik Cempaka Putih, Jl. Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

dr Ayu bercerita bahwa ia pernah menangani pasien yang telinganya kemasukan jangkrik berukuran 1 cm. Jangkrik yang ada di dalam telinga pasiennya itu ternyata sudah ada sejak 5 bulan yang lalu.

"Ia tahu bahwa telinga kirinya kemasukan binatang sejak lama. Namun karena dia takut, akhirnya dia baru berani ke dokter setelah 5 bulan kejadian itu," ujar dr Ayu saat dihubungi detikHealth, Kamis (13/2/2014).

dr Ayu yang saat itu sedang bertugas di sebuah rumah sakit di Tangerang, menjelaskan bahwa gejala awal yang dirasakan pasiennya itu adalah demam, sakit kepala, mual, dan nyeri di ulu hati. Selain itu, pasien pun merasakan sakit yang teramat sangat di telinganya.

"Akhirnya telinga pasien saya periksa dengan otoskop, dan ternyata memang benar, ada suatu benda berwarna hitam yang menutupi liang telinga tengahnya. Dan itu adalah jangkrik," tutur dr Ayu juga merupakan dokter di Rumah Sakit Asta Nugraha, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Karena saat itu ia sedang praktik di RS Ibu dan Anak, perlengkapan THT pun terbatas. dr Ayu memutuskan untuk mengatasinya dengan cara yang dilakukannya semasa coass.

"Saya menggunakan spoit 10cc dan abbocath. Butuh 3 kali semprotan untuk benar-benar membersihkan telinganya dari jangkrik tersebut. Semprotan pertama dan kedua saya gunakan untuk mengeluarkan jangkriknya yang memang sudah mati, dan yang ketiga untuk membersihkan semuanya sehingga tidak ada yang tersisa lagi," ungkap dr Ayu.

Ini adalah kedua kalinya dr Ayu menangani pasien yang telinganya kemasukan benda asing, walaupun yang sebelumnya bukanlah binatang. Menurut dr Ayu, kemasukan benda asing di telinga memang tidak sampai menyebabkan gangguan pendengaran secara total, namun tetap saja berbahaya. dr Ayu bersyukur bahwa jangkrik yang mengendap selama 5 bulan di telinga pasiennya tidak sampai menginfeksi lebih parah.

Lantas apa pertolongan pertama yang harus dilakukan saat telinga kemasukan binatang atau benda asing lainnya?

"Anda bisa melakukan seperti yang dilakukan pasien saya itu, yaitu menetesi telinga Anda dengan air garam," ujar dr Ayu.

Walau begitu, dr Ayu menekankan untuk segera mendatangi dokter spesialis THT apabila merasakan sakit di telinga, karena hal itu bisa saja disebabkan adanya binatang yang masuk di dalam telinga.
04.50 | 0 komentar | Read More

Hii! Ada Cicak Hidup di Dalam Rongga Telinga Pria Ini

Seorang pria di Guangzhou, China, pergi ke dokter dengan keluhan sakit di bagian telinga. Alangkah kagetnya ia ketika dokter menyebut ada cicak hidup di dalam rongga telinganya.

Pria yang tak disebutkan namanya tersebut mengeluh sakit di bagian telinga setelah bangun tidur. Menurut dokter, kemungkinan besar cicak tersebut masuk ke dalam telinganya ketika ia sedang tidur.


Alhasil, operasi pun dilakukan untuk mengeluarkan si cicak dari dalam telinga. Operasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cicak panik dan malah masuk lebih jauh ke dalam telinga pasien.

Dikutip dari Newsflare, Operasi pun berhasil dilakukan setelah si cicak dibius dengan anastesi. Ketika sudah tenang, cicak diangkat dari dalam telinga pasien dalam waktu kurang dari 5 menit.

Meski begitu, operasi pengangkatan cicak dari telinga pasien di China ini masih menyisakan misteri. Sebabnya, cicak yang diangkat diketahui tidak memiliki ekor, dan ditakutkan masih ada di dalam telinga pasien.

Baca juga: Telinga Kemasukan Binatang, Apa yang Harus Dilakukan?

Konsultan di Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan Changi General Hospital, Dr Yuen Heng Wai, menyebut cicak bukanlah hewan yang lazim diketahui masuk ke dalam telinga. Di sisi lain, kecoa, semut, ngengat, dan lebah adalah hewan-hewan yang dijumpainya kerap terjebak di telinga manusia.

Menurutnya tidak mengherankan jika serangga masuk ke dalam telinga. Sebab serangga mengira telinga adalah sudut gelap yang nyaman untuk dijadikan sarang, seperti semacam gua yang hangat. Tapi nyatanya kebanyakan hewan-hewan itu malah terjebak di dalam telinga.
04.29 | 0 komentar | Read More

Hii, 57 Belatung Keluar dari Telinga Nenek Ini

Written By iqbal_editing on Senin, 31 Juli 2017 | 05.07

Mendengar kata belatung saja sudah bisa membuat orang jijik. Tapi apa jadinya jika belatung ini ada di dalam telinga? Inilah yang dialami Catherine McCann yang mana ada 57 belatung di dalam telinganya.

Sekitar 57 belatung ditemukan tengah merangkak di telinga Catherine McCann (92 tahun) saat ia berada di sebuah rumah jompo yang mana keluarganya telah mengeluarkan biaya lebih dari 6.000 poundsterling setiap bulannya.

"Saya merasa ngeri, terkejut dan berpikir mengerikan, saya membayar semua uang untuk jenis perawatan seperti itu," ujar sang suami John McCann (88 tahun), seperti dikutip dari The Sun, Kamis (13/12/2012).

Catherine diketahui memiliki penyakit Alzheimer's stadium lanjut yang mana ia tidak bisa berbicara dan juga tidak mampu mengurus dirinya sendiri, karena itu sang suami mengirimnya untuk dirawat di sebuah rumah jompo. Namun uang yang sudah susah payah dikeluarkan membuat keluarga ini kecewa.

Para medis yang merawat Catherine percaya kondisi ini dimulai ketika ada seekor lalat yang masuk ke telinga dan meletakkan telur-telur tersebut hingga menetas menjadi 57 belatung.

Staf dari rumah jompo akhirnya membawa Catherine ke rumah sakit setelah melihat ia menggaruk dan menarik-naik telinganya. Ketika sampai di bangsal rumah sakit, satu belatung ditemukan merangkak keluar dari telinganya.

Rumah jompo tempat Catherine tinggal sebenarnya ingin mengobati infeksi yang disebabkan oleh membesarnya saluran telinga. Dan dokter telah memeriksanya sekitar 9 hari sebelum belatung-belatung tersebut ditemukan serta meresepkan obat tetes untuk menghilangkan penumpukan lilin di telinganya.

Namun keluarga mempertanyakan bagaimana Catherine bisa menerima pengobatan untuk telinga bagian kirinya jika selama ini di dalamnya terdapat berpuluh-puluh belatung.

Ahli bedah pun akhirnya mengeluarkan 57 belatung dari telinga Catherine, dokter pun membuat rekaman video untuk mendokumentasikan belatung tersebut. Ketika berhasil dikeluarkan dan dianalisis, para ahli menyimpulkan belatung tersebut telah ada di telinga Catherine selama 2-3 hari.
05.07 | 0 komentar | Read More

Penyebab Telinga Berdenging dan Terasa Tak Nyaman Saat Pesawat Lepas Landas

Saat mengajak anak bepergian dengan pesawat udara, banyak orang tua yang menutupi telinga anaknya agar tak sakit ketika pesawat lepas landas. Sebenarnya, apa yang terjadi pada telinga anak atau bahkan orang dewasa ketika pesawat lepas landas sehingga telinga berdenging dan terasa tidak nyaman?

"Kondisi tekanan di atas saat naik pesawat akan berbeda dengan saat di bawah. Jadi saluran eustachius akan tersumbat," kata dr Darnila Fachruddin SpTHT-KL dari RSB Duren Tiga saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/5/2015).

"Sehingga udara tidak bisa masuk ke belakang gendang telinga dan mengakibatkan tekanannya berbeda dan menyebabkan gendangnya  tertarik ke dalam lalu tidak bisa bergetar dengan sempurna," lanjut dr Darnila.

Ia menambahkan, hal yang memicu pecahnya gendang telinga adalah terjadinya penurunan tekanan di belakang gendang telinga. Lama- kelamaan, akibat tekanan negatif tersebut ada pengeluaran cairan lendir diantara dua sel.


Nah, jika ada kuman di dalam saluran eustachius, akan terjadi infeksi lalu timbullah nanah. Jika didiamkan, makin lama bisa infeksi dan pecah. Seperti bisul yang semakin hari makin membesar lalu pecah.

"Ada beberapa kegiatan yang berpotensi membuat gendang telinga pecah di antaranya terlalu sering bermain di tempat dengan suara kencang, mendengarkan musik menggunakan earphone dan bekerja di tempat bising seperti pabrik," kata dr Darnila.

Dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan jika si anak masih menyusu, saat pesawat take off atau landing, sebaiknya susui anak untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga agar tidak merasa sakit.
05.06 | 0 komentar | Read More

Catat! Ini Faktor-faktor Penyebab Telinga Berdenging

Written By iqbal_editing on Minggu, 30 Juli 2017 | 20.41

Munculnya suara berdenging pada telinga tentu membuat perasaan seseorang bingung. Sebab hal tersebut sering dikaitkan dengan mitos yang beredar di masyarakat. Lantas, menurut medis apa saja faktor penyebab hal tersebut?

dr Agus Subagio, SpTHT dari RS Pondok Indah Puri Indah mengatakan telinga berdenging dalam dunia medis biasa disebut dengan tinnitus. Hal ini pun dibagi menjadi beberapa faktor berdasarkan telinga bagian luar, tengah dan dalam.

"Kalau pada telinga bagian luar itu artinya dari lubang sampai gendang telinga. Nah, biasanya karena ada kotoran jadi mengganggu gendang sehingga berbunyi (berdenging)," ucap dr Agus kepada detikHealth baru-baru ini.

Selain itu, bunyi berdenging juga bisa muncul karena adanya lubang pada liang telinga. Kemudian pada telinga bagian tengah, suara berdenging biasa disebabkan karena adanya cairan.


"Dan yang paling sering berasal dari bagian dalam yaitu dimulai dari rumah siput sampai saraf pendengaran. Ini biasanya terjadi pada pasien yang lebih tua dan kebanyakan kasus karena saraf pendengaran yang bermasalah," sambung dr Agus.

Untuk mengatasinya, hal tersebut ditentukan berdasarkan letak permasalahan. dr Agus menjelaskan, untuk telinga bagian luar, biasa diatasi hanya dengan membersihkan kotoran telinga.

Sedangkan untuk telinga bagian tengah, diatasi dengan operasi kecil yaitu memasukan pipa untuk mengeluarkan cairan dalam telinga.

"Nah, kalau telinga bagian dalam ini jadi tantangan karena sampai saat ini belum ada metode efektif menghilangkan suara berdenging. Tapi biasanya dibantu dengan obat atau terapi seperti akupuntur walaupun memang tidak efektif," pungkas dr Agus.
20.41 | 0 komentar | Read More

Jangan Salah, Kotoran Telinga Ternyata Juga Bermanfaat

Written By iqbal_editing on Rabu, 26 Juli 2017 | 04.37

Munculnya kotoran pada telinga merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, keberadaanya ini sering disepelekan oleh beberapa orang karena menganggapnya sebagai 'limbah'. Nah, padahal kotoran telinga ini bukan hanya sekadar limbah.

Menanggapi hal ini, dr Agus Subagio, SpTHT mengatakan kotoran telinga merupakan bagian atau hasil dari kelenjar pada telinga yang wajar terjadi. Pada umumnya, kotoran telinga tersebut terjadi di sepertiga liang telinga.

"Kotoran telinga sama seperti kita berkeringat saja. Nah, kalau di liang telinga biasanya namanya serumen dan memiliki manfaat," ucap dr Agus saat dihubungi detikHealth baru-baru ini.

Lebih lanjut, dr Agus mengatakan manfaat yang diperoleh ketika telinga memiliki serumen adalah telinga akan menjadi tidak kering sehingga mengurangi risiko lecet. Selain itu, telinga juga akan terhindar dari tumbuhnya jamur, bakteri dan juga risiko masuknya serangga.

"Kalau pada orang yang suka korek-korek telinga dan kelenjarnya kurang itu bisa lecet telinganya. Selain itu, kelenjar juga mencegah tubuhnya jamur, bakteri dan binatang kecil pun nggak mau (masuk)," sambung dokter yang praktik di RS Pondok Indah Puri Indah ini.

Baca juga: Kenali Serumen, Getah Saluran Telinga yang Jadi Kotoran Saat Menumpuk

Dihubungi beberapa waktu lalu, dr Darnila Fachruddin, Sp.THT, dari RS THT Bedah Prof Nizar juga mengatakan bahwa serumen pada telinga dapat melindungi liang telinga. Misalnya seperti menangkap debu dan serangga yang masuk.

"Getah ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di liang telinga dan tentu saja diciptakannya getah tersebut pasti ada kegunaannya, getah ini berfungsi sebagai perlindungan pada liang telinga. Dia akan menangkap misalnya debu debu halus dan serangga," pungkas dr Darlina.
04.37 | 0 komentar | Read More

Mudah Menular, Jika Sedang Radang Tenggorokan Jangan Cium-cium Bayi Ya

Written By iqbal_editing on Jumat, 21 Juli 2017 | 16.29

Jika Anda atau anggota keluarga lain sedang radang tenggorokan, usahakan untuk tidak mencium-cium bayi dulu ya. Bukan tanpa alasan, dokter menyebutkan penyakit ini bisa dengan mudah menular.

Ya, radang tenggorokan atau sore throat merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi tersebut bisa karena virus, maupun bakteri.

Demikian disampaikan oleh dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA. Kepada detikHealth, ia membenarkan bahwa radang tenggorokan merupakan salah satu kondisi yang sangat mudah menular, termasuk dari orang tua ke bayi.


"Betul, virus maupun bakteri dapat dengan mudah menular lewat percikan air liur penderita yang berada di sekeliling kita. Virus atau bakteri bisa masuk ke dalam tenggorokan melalui makanan, alat makan, atau tangan yang kotor," tutur dr Meta.

Radang tenggorokan secara umum memiliki definisi sebagai peradangan atau infeksi di sekitar tenggorokan. Lokasi sekitar tenggorokan meliputi rongga mulut bagian belakang, tonsil (amandel), bagian belakang tonsil atau laring, dan sekitarnya. Bisa disebut faringitis jika yang terkena di faring, bisa juga disebut tonsilitis (amandel) atau laringitis atau perpaduan di antarsemuanya.

Jika anak sudah terlanjur tertular radang tenggorokan, biasanya ia akan menunjukkan gejala seperti suara serak jika yang terkena laring, sulit atau nyeri saat menelan. Gejala lain jika bayi atau anak mengalami radang tenggorokan yakni demam, batuk dan pilek, mual dan muntah.
16.29 | 0 komentar | Read More

esksositosis

Written By iqbal_editing on Kamis, 22 Juni 2017 | 02.20

Aktor Hamish Daud saat ini diketahui tengah berada dalam perawatan rumah sakit. Dalam akun Instagramnya, @hamishdw, ia menceritakan bahwa dirinya baru saja menjalani operasi kecil pada telinga kiri akibat eksostosis. Apa itu?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS, eksostosis telinga merupakan respons dari tubuh berupa kelainan pada liang telinga. Kelainan ini berupa pertumbuhan tulang abnormal pada kanal atau saluran telinga.

"Jadi lapisan tulangnya berpoliferasi begitu ya. Poliferasi itu kan pertumbuhan yang lebih cepat, makanya itu jadi membentuk lapisan baru. Seperti ada ada tonjolan di liang telinganya. Itu bisa terlihat kok dari luar lubang telinga," tutur dr Artono kepada detikHealth.

Baca juga: Kalau Telinga Kemasukan Air, Begini Cara Mengeluarkannya

Bukan merupakan penyakit yang langka atau berbahaya, menurut dr Artono kasus kejadian eksostosis telinga cukup banyak terjadi. Kebanyakan pasien eksostosis telinga datang berkunjung ke dokter THT dengan keluhan pendengaran yang berkurang.

"Tidak bahaya kok ini, tidak seperti tumor ganas. Ini termasuk ringan sampai sedang kasusnya, tidak bahaya. Cuma memang karena liang telinganya menyempit, makanya pendengaran pasien biasanya berangsur-angsur berkurang," imbuhnya.

Dikutip dari situs resmi California Ear Institute, ukuran diameter liang telinga yang normal biasanya adalah sekitar 5-8 mm atau kira-kira seukuran diameter pensil. Nah, ketika orang tersebut mengalami penyempitan liang telinga akibat eksostosis, maka diameter liangnya otomatis akan berkurang dan sedikit menutup.

Kondisi ini kemudian mengakibatkan penurunan pendengaran. Jika tak kunjung diobati, penutupan bisa terjadi terus-menerus dan semakin mengurangi pendengaran pasien. Disebutkan juga bahwa eksostosis yang tak diobati dapat membuat serumen atau ear wax dalam lubang telinga menjadi bertumpuk dan berisiko menimbulkan infeksi telinga.
02.20 | 0 komentar | Read More

KASUS ORANG GENDANG TELINGANYA PECAH SAAT NAIK PESAWAT

Belum lama ini diketahui penyanyi Gwen Stefani mengalami masalah pada telinganya. Disebut-sebut gendang telinganya sedikit pecah.

Peristiwa ini terjadi sekitar beberapa waktu lalu. Kekasih Gwen, Blake Shelton, mengungkapkan bahwa mulanya Gwen naik pesawat dengan kondisi yang tak begitu sehat. Kemudian kondisinya kian memburuk sampai kemudian ia mengalami ada yang tak biasa di telinganya.

"Gwen terbang naik pesawat dengan kondisi yang tidak baik, ditambah dengan udara dan tekanan di kabin pesawat. Kombinasi ini membuat gendang telinganya mengalami sedikit kerusakan. Saya bahkan tidak tahu bagaimana kejadiannya," ujar Blake.

Baca ju

Kondisi tersebut membuat Gwen tak diizinkan oleh dokternya untuk terbang naik pesawat dalam sementara waktu. Akibatnya Gwen harus membatalkan live show-nya di Las Vegas. Namun demikian, Blake menyebut kini Gwen sudah membaik dan bisa mendengar kembali.

Menurut pakar kesehatan telinga, hidung dan tenggorokan dari ENT and Allergy Associates in Melville, New York, Vijay Mukhija, MD, gendang telinga merupakan bagian dari telinga yang sangat tipis, sehingga mudah robek akibat beberapa faktor, termasuk tekanan udara.

"Gendang telinga berfungsi sebagai penghalang, sekaligus melindungi telinga tengah. Jadi bila gednang telinga robek, maka air dan kotoran bisa masuk ke telinga tengah dan berpotensi menyebabkan infeksi," ujar Vijay, dikutip dari Health.

Selain itu, gendang telinga juga bekerja sebagai amplifier. Sehingga adanya robekan pada bagian tersebut dapat mengurangi kemampuannya untuk 'mengambil' suara dan memperbesarnya.

"Itulah mengapa Anda jadi sulit mendengar ketika gendang telinga Anda mengalami masalah seperti robek atau pecah. Semakin besar lubang, semakin besar pula gangguan pendengarannya," imbuhnya.
00.50 | 0 komentar | Read More

Terharu! Saat Mickey Mouse Bicara Bahasa Isyarat dengan Anak Tuna Rung

Written By iqbal_editing on Rabu, 21 Juni 2017 | 09.00

Beredar video yang memperlihatkan seorang anak tuna rungu bernama Jay 'berbicara' dengan Mickey Mouse. Dalam video tersebut, Mickey juga tampak memeluknya erat.

Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah oleh sang ibu, Bethany Rodgers, dalam akun Facebook-nya, tampak keluarga kecil ini tengah makan malam di Disney World.

Rodgers menceritakan bahwa saat itu mereka sedang ingin berfoto, kemudian mereka Rodgers mengatakan pada si fotografer bahwa Jay tidak bisa mendengar, sehingga mungkin tidak akan memahami instruksi.

Baca juga: Bisa Hambat Belajar, Jangan Diamkan Telinga Anak yang Tuli Sebelah

Fotografer tersebut kemudian memanggil penerjemah untuk membantu berkomunikasi dengan Jay. Saat itulah Mickey Mouse ikut datang. Paham bahwa Jay tidak bisa mendengar dan bicara dengan lancar, Mickey ikut 'bicara' dengan bahasa isyarat.

Hal ini membuat Rodgers dan suaminya, Jim, sangat terharu. Alasannya, Jay sangat menyukai Mickey. Momen ini pun direkam oleh Rodgers. Video tersebut juga memperlihatkan Mickey beberapa kali memeluk Jay sebagai ungkapan kasih sayang.

"This is why I love Disney! This Mickey Mouse made his rounds and found out the little guy is deaf and knows some sign, so he came back to the table later to sign to him! This seemingly small gesture is really so monumental for the little guy!"," tulis Rodgers dalam caption videonya.
09.00 | 0 komentar | Read More

Meniup Telinga Anak yang Kemasukan Air? Risikonya Pecah Gendang Telinga

Written By iqbal_editing on Jumat, 02 Juni 2017 | 05.20

Sehabis berenang atau setelah mandi, terkadang ada air yang masuk ke telinga. Biasanya, orang tua meniup telinga anak dengan harapan air yang ada di telinga bisa keluar.

Namun Prof Zainul A Djaafar, SpTHT-KL dari RS Khusus THT Bedah KL Proklamasi, mengatakan bahwa kebiasaan tersebut memiliki risiko fatal. Jika tiupan orang tua terlalu kencang, gendang telinga anak yang masih sensitif bisa pecah seketika.

"Karena anak-anak apalagi di bawah 2 tahun itu kan organ tubuhnya belum tumbuh sempurna. Gendang telinganya masih sensitif sehingga jika ditiup bisa pecah gendang telinganya," tutur Prof Zainul, dalam temu media SOHO Globat Health di RS Khusus THT Bedah KL, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, dan ditulis Jumat (6/3/2015).

Baca juga: Ini yang Mesti Diperhatikan Jika Ingin Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud

Memang secara logika, Prof Zainul memaklumi tiupan orang tua sebagai salah satu bentuk memberikan kenyamanan pada anak. Namun tentu saja tiupan tersebut tak akan membuat air yang masuk ke liang telinga akhirnya keluar.

Dikatakan Prof Zainul bahwa cara terbaik untuk mengeluarkan air yang masuk ke liang telinga adalah dengan memasukkan lagi air ke dalam liang telinga, setelah itu miringkan kepala agar air bisa keluar.

"Masukin lagi saja, pakai tangan lalu miringkan kepala. Jadi nanti airnya mancing air yang di dalam liang untuk keluar," paparnya.

Jika air tak juga keluar, ia mengatakan berarti ada sesuatu yang mengganjal di dalam liang telinga. Sesuatu itu bisa apa saja mulai dari kotoran telinga yang mengeras atau terjadi pembengkakan.

Solusinya adalah pergi ke dokter THT untuk menjalani perawatan. Nanti dokter akan melihat apa penyebab air terganjal di dalam liang telinga, dan jika memang penyebabnya kotoran telinga yang mengeras dan menumpuk, tentunya kotoran tersebut harus dibersihkan.

"Kan di dokter THT biasanya ada yang untuk menyedot kotoran telinga berlebih. Nah itu juga bisa digunakan untuk mengambil air yang terperangkap di dalam liang telinga.
05.20 | 0 komentar | Read More

klaim alat mirip lensa kontak bisa pulihkan pendengaran

Bila telah pecah atau mengalami kerusakan, gendang telinga biasanya sulit untuk diperbaiki lagi. Namun harapan muncul dengan adanya terobosan baru dari peneliti Australia ini.

Tim peneliti yang berbasis di Perth dan Melbourne ini menciptakan sebuah implan telinga yang disebut 'ClearDrum'. Yang membuatnya berbeda adalah bahannya, yaitu dari benang sutra.

Oleh peneliti, benang sutra ini telah dihilangkan kandungan sericinnya. Ini adalah kandungan yang membuat benang tersebut lengket. Fibroin atau protein dalam sutra itu lantas dipanaskan hingga menjadi cairan dan dicampur dengan bahan lain seperti glycerol dan polyurethane untuk menciptakan 'scaffold' (perancah).

Lantas mengapa harus menggunakan benang sutra? Ternyata tujuan peneliti membuat implan ini bukanlah untuk alat bantu dengar semata, melainkan membantu memperbaiki sel-sel di dalam telinga yang gendangnya telah mengalami kerusakan.

Salah satu peneliti, Prof Marcus Atlas mengatakan, benang sutra dipilih karena fleksibilitasnya, sehingga ketka dipasang, sel-sel di dalam telinga bisa menyatu dengan implan ini untuk kemudian mempercepat proses pemulihan gendang telinga.

Selain fleksibel, benang sutra juga dikenal kuat. "Telinga bagian tengah memiliki lingkungan yang sangat rentan, apalagi jika ada penyakitnya, sehingga banyak sekali tekanan. Sulit bagi kami untuk menciptakan implan yang bisa bekerja dalam waktu lama," tambah kepala eksekutif Ear Science Institute, Sandra Bellekom seperti dilaporkan ABC Australia.

Baca juga: Gendang Telinga Pria Ini Pecah karena Kembang Api


Alat mirip lensa kontak ini berfungsi memulihkan sel-sel pendengaranAlat mirip lensa kontak ini berfungsi memulihkan sel-sel pendengaran (Foto: Ear Science Institute Australia)


Ketika digunakan, implan itu akan diletakkan di bawah gendang telinga dengan membuat sedikit sayatan. Dari waktu ke waktu, implan itu diharapkan akan larut dalam tubuh dengan sendirinya.


Untuk saat ini mereka akan mulai mengujicobakan implan ini kepada sejumlah pasien dengan penyakit telinga kronis di seluruh penjuru Australia. "Kami sedang merekrut partisipan, baik yang kondisinya ringan maupun lebih rumit," kata Bellekom.

Bila berhasil dikembangkan, pasien dengan gangguan telinga hanya butuh satu kali operasi saja untuk memperbaiki kondisinya, yaitu ketika implan ini dipasangkan.(lll/up)
01.40 | 0 komentar | Read More

gendang telinga pecah karena petasan

Written By iqbal_editing on Jumat, 12 Mei 2017 | 06.18

Dalam sebuah perayaan atau festival biasanya ada kembang api yang dinyalakan untuk semakin memeriahkan suasana. Penanganan kembang api ini tentu harus hati-hati karena bila tidak bisa menimbulkan kebakaran atau kerusakan lainnya.

Seperti yang terjadi pada pria berusia 30 tahun di Swiss ketika tengah menghadiri pesta pernikahan. Sebuah kembang api dilaporkan meletus di dekatnya dan semenjak saat itu selalu mendengar suara bising yang tak kunjung reda.


Sang pria akhirnya mencari pertolongan medis di mana spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) kemudian memberi diagnosa bahwa ia mengalami gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan gendang telinga sebelah kanan dan kiri sang pria juga ternyata pecah.


Gendang telinga sang pria yang pecah. (Foto: The New England Journal of Medicine)Gendang telinga sang pria yang pecah. (Foto: The New England Journal of Medicine)


dr Patrick Dubach dari Solothurn Hospital yang menangani kasus mengatakan kejadian pecah gendang telinga secara umum sebetulnya bukan kejadian luar biasa. Namun kasus ini menjadi langka karena cedera disebabkan oleh kembang api yang meledak.

Menurut dr Patrick dalam sebulan ia bisa menangani satu atau dua kasus gendang telinga yang pecah. Hanya saja kebanyakan disebabkan karena para pasien mengorek kupingnya terlalu dalam.

Pada kasus sobekan luka yang kecil gendang telinga dapat pulih sendiri. Tapi untuk kasus sang pria dr Patrick perlu melakukan tindakan operasi agar pemulihannya bisa lebih cepat dan mencegah komplikasi.

"Perforasi kecil bisa dikelola dengan diamati saja, namun perforasi yang lebih besar perlu segera ditutup untuk mencegah masuknya air ke telinga tengah dan juga membantu penyembuhan," kata dr Patrick seperti dikutip dari The New England Journal of Medicine, Jumat (12/5/2017).

Setelah tiga bulan sang pria dilaporkan berhasil pulih. Hasil fungsi pendengarannya normal dan pemeriksaan menunjukkan kedua gendang telinganya kembali normal.
06.18 | 0 komentar | Read More

Saat Tidur, Benarkah Telinga 'Menutup' dan Tidak Bisa Mendengar?

Written By iqbal_editing on Sabtu, 06 Mei 2017 | 01.43

Saat tidur lelap, pada umumnya Anda akan merasa tidak bisa mendengar apapun. Benarkah ini karena saat tidur otak otomatis akan 'menutup' kemampuan mendengar telinga?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS telinga tidak bisa mendengar umumnya ketika seseorang tidur pada fase dalam atau non-REM (rapid eye movement).

Sementara itu, ketika seseorang masih tidur di fase REM, maka telinganya masih bisa sedikit mendengar suara-suara berisik di sekitarnya.

Baca juga: Gunakan Earphone Saat Tidur, Koklea Telinga Bisa Rusak

"Iya jadi pada tidur fase REM dia masih bisa mendengar, tapi kalau tidurnya sudah masuk fase dalam, biasanya dia tidak bisa mendengar suara-suara sekelilingnya," imbuh dr Artono kepada detikHealth baru-baru ini.

Dikutip dari Daily Mail, tidur malam yang khas terdiri dari lima siklus tidur yang berbeda, masing-masing berlangsung sekitar 90 menit. Empat tahap pertama setiap siklus dianggap sebagai tidur tenang atau non-rapid eye move-ment (NREM). Tahap terakhir disebut dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM).

Tidur REM adalah tingkat tertinggi aktivitas otak. Tahap ini biasanya berhubungan dengan mimpi yang dipicu oleh pons, yaitu bagian dari batang otak yang mengirimkan impuls saraf antara sumsum tulang belakang dan otak.
01.43 | 0 komentar | Read More

kisah orang wajahnya bengkak karena telinganya kemasukkan laba-laba

Ibu dua anak bernama Angela Colborn mengeluh telinganya terasa tidak nyaman dan sakit. Hingga suatu pagi dia bangun dengan telinga yang gatal parah dan wajah membengkak. Siapa sangka, itu disebabkan laba-laba yang bersemayam di telinganya.

Kondisi itu membuat Angela segera dilarikan ke St Helier Hospital. Kepada dokter, Angela mengaku sebelumnya ia merasa ada sesuatu yang begerak-gerak di telinganya dan seperti mendengar suara berisik dari dalam telinganya.

Setelah diperiksa, betapa terkejutnya dokter ketika menemukan ada laba-laba di dalam telinga Angela. Kaki laba-laba dilihat sudah masuk jauh ke dalam lubang telinga Angela. Sehingga, laba-laba itu sulit diambil dengan jepitan.

"Saya merasakan ada yang bergerak-gerak di sekitar kelapa saya. Ini seperti film horor yang menjadi nyata. Saya sempat frustasi dengan suara yang berisik di telinga saya dan sensasi akibat adanya laba-laba itu," tutur Angela, dikutip dari The Sun.


Perasaan lega pun dialami Angela ketika akhirnya dokter bisa mengeluarkan laba-laba tersebut. Sebelumnya, karena sudah tidak tahan dengan keadaannya, Angela sempat menghentak-hentakkan kakinya di tempat tidur karena ia merasa amat tidak nyaman.

Kini Angela selalu mengenakan tutup kepala setiap pergi. Ini ia lakukan untuk menghindari laba-laba yang merayap ke telinganya. Angela tak menampik apa yang ia alami membuatnya sedikit paranoid.

"Saya menyalakan senter di ponsel saya untuk melihat telinga saya dan mengecek bantal sebelum tidur, sebagai antisipasi," pungkas Angela.

Dikutip dari Mirror, dr Meng Jie, Kepala Bagian Telinga Hidung Tenggorokan (THT) RS yang terletak di Huaihua City, Distrik Hecheng, Provinsi Hunan mengatakan jika ada sesuatu yang masuk ke lubang telinga, sebaiknya jangan berusaha mengatasinya sendiri karena bisa menyebabkan sesuatu tersebut semakin masuk ke dalam liang telinga. Sebaiknya, segera ke dokter.

Sementara, beberapa waktu lalu dr Ayu Yuni Andini menyarankan ketika telinga kemasukan binatang, sebagai pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah menetesinya dengan air garam. Tapi sesudahnya segeralah ke dokter.
01.40 | 0 komentar | Read More

4. Ada benda hilang Terkadang karena benda asing yang ditelan tidak tersangkut anak mungkin tidak mengalami keluhan apa-apa. Namun bukan berarti tidak ada bahaya yang mengancam sehingga orang tua perlu jeli melihat benda apa saja di sekitar anak yang mungkin hilang. "Kita mesti perhatikan barang apa saja yang ada di sekitar dia. Jangan sampai ada yang hilang. Misalnya kalung, tadinya ada liontin terus sekarang tinggal kalung saja itu bisa terjadi," kata dr Ariani.

Written By iqbal_editing on Rabu, 03 Mei 2017 | 23.25

- Anak terutama yang di bawah umur tiga tahun senang memasukkan benda-benda asing ke mulutnya. Hal ini merupakan perilaku berisiko karena tidak semua benda tersebut aman untuk dikonsumsi dari sisi kandungan dan juga bentuknya.

Beberapa kali dilaporkan ada anak yang tersedak karena menelan mainan, baterai, kunci, dan benda-benda lainnya. Untuk itu orang tua perlu selalu waspada menjaga anak dan mengetahui cirinya bila anak menelan sesuatu yang tak seharusnya ditelan.

dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K), dari Rumah Sakit Anak & Bunda (RSAB) Harapan Kita menjelaskan beberapa ciri tersebut di antaranya:
1. Teriak kesakitan

Anak yang tersedak akan mengeluh berteriak kesakitan karena ada benda asing tersangkut di kerongkongan. Biasanya anak akan memegang-megang lehernya sebagai penanda bahwa ada sesuatu yang salah di bagian itu.

"Ini biasanya bisa karena ada duri ikan tersangkut," kata dr Ariani.
 2. Suara napas berubah

Ketika ada benda tersangkut di saluran kerongkongan, pernapasan anak juga akan terganggu. Tergantung dari besarnya benda maka anak bisa merasa seperti tercekik menimbulkan suara-suara aneh.

"Kalau deket sama saluran napas dia akan bunyi tertentu. Curiga kalau anak ini benar-benar yang enggak ada alergi tapi pada suatu hari aja napasnya bunyi grak grok grak gok," kata dr Ariani.

 3. Sulit bicara dan batuk

Karena saluran napas tersumbat maka aliran udara di rongga mulut juga terganggu. Dampaknya anak bisa kesulitan untuk bicara dan reaksi alami yang muncul adalah berusaha menghilangkannya dengan reflek batuk.

4. Ada benda hilang
Terkadang karena benda asing yang ditelan tidak tersangkut anak mungkin tidak mengalami keluhan apa-apa. Namun bukan berarti tidak ada bahaya yang mengancam sehingga orang tua perlu jeli melihat benda apa saja di sekitar anak yang mungkin hilang.

"Kita mesti perhatikan barang apa saja yang ada di sekitar dia. Jangan sampai ada yang hilang. Misalnya kalung, tadinya ada liontin terus sekarang tinggal kalung saja itu bisa terjadi," kata dr Ariani.
23.25 | 0 komentar | Read More
 
berita unik