Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah tulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah tulang. Tampilkan semua postingan

Sering Sakit Punggung Saat Bangun Tidur? Segera Ganti Kasur Anda

Written By iqbal_editing on Selasa, 12 September 2017 | 06.11

Apakah Anda sering mengeluh sakit punggung setelah bangun tidur? Bisa jadi kasur tempat Anda tidur menjadi pemicunya. Ini di antaranya karena kualitas kasur yang buruk sehingga mempengaruhi struktur tulang punggung Anda.

Dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang mengatakan bahwa banyak orang sering mengeluhkan sakit punggung karena pilihan tempat tidur yang salah.

"Banyak juga pasien sakit pinggang karena tidur di kasur spring bed yang kualitasnya rendah. Setiap kasur kan ada kualitasnya, ada yang murah sampai mahal. Spring bed yang kurang bagus, setelah dipakai setahun biasanya suka turun tengahnya," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Baca j

Perubahan bentuk kasur kualitas buruk tersebut akan mempengaruhi struktur punggung jika dipakai tidur selama berjam-jam.

"Kalau tubuh kita ikut tertekuk bentuk kasur yang turun itu, bayangkan bagaimana tulang punggung kita melengkung selama enam jam kita tidur. Pasti besok paginya punggung sakit," lanjutnya.

Dengan demikian, kasur yang berkualitas baik walaupun mahal lebih baik dipilih. Hal ini untuk memastikan tempat tidur tetap rata dan tidak mengubah bentuk tulang punggung.

"Sebaiknya tempat tidur itu harus yang rata, supaya tulang belakang tetap terjaga," pesan dr Mahdian.
06.11 | 0 komentar | Read More

Waspada! Kelamaan Duduk di Sofa Bisa Picu Sakit Punggung

anpa kita sadari, masalah punggung yang sering dikeluhkan di zaman modern sekarang ini bisa dipicu oleh pilihan tempat duduk kita. Sofa yang nyaman ternyata tidak lebih ramah untuk tulang belakang kita dibanding tempat duduk yang keras.

dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang mengatakan bahwa aktivitas duduk sendiri bisa memicu masalah di tulang belakang atau punggung jika dilakukan dalam waktu lama. Apalagi jika ditambah dengan bentuk tempat duduk yang tidak ergonomis.


"Saat kita dalam posisi duduk, beban setengah tubuh kita akan membebani pinggang, termasuk tulang belakang bagian bawah. Apalagi kalau keasyikan duduk di sofa, sambil nonton di depan TV misalnya, itu kurang bagus untuk tulang punggung kita karena sofa tidak ergonomis," katanya, saat ditemui di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Sofa tidak ergonomis karena tidak sesuai bentuk tulang belakang. Akibatnya, menurut dr Mahdian, struktur tulang belakang bisa berubah jika digunakan terlalu lama sehingga memicu banyak masalah punggung.

"Yang bagus itu justru kursi yang keras. Itulah kenapa kalau kita lihat orang-orang di kampung, yang enggak punya sofa, jarang mengeluhkan sakit pinggang atau punggung. Kalau mau duduk ya di lantai, bale bambu, atau bangku batu yang keras," tambahnya.

Bagaimana dengan kursi kantor yang biasanya dipakai berjam-jam? Menurutnya, kursi yang baik untuk diduduki adalah yang beralas keras, memiliki sandaran kursi yang sesuai bentuk punggung. Yang paling penting juga adalah tahu cara duduk dan bisa mengontrol lama waktu duduk.

"Duduk sambil bersandar baik supaya beban tidak hanya jatuh di punggung. Lalu seberapa lama baiknya duduk di kursi? Patokannya masing-masing orang saja. Kalau sudah mulai merasakan pinggang atau pantat panas ya sebaiknya istirahat 10-15 menit," sarannya.
05.42 | 0 komentar | Read More

Bisa Jadi Ini Penyebab Lutut Sakit Saat Bermain Basket

Written By iqbal_editing on Senin, 04 September 2017 | 19.24

Beraktivitas dengan loncatan seperti bermain basket memerlukan kekuatan lutut yang ekstra. Namun terkadang rasa sakit pada lutut bisa muncul dan mengganggu permainan.

"Lutut sakit saat loncat itu namanya jumpers knee. Biasanya terjadi pada orang yang melakukan basket, lompat jauh, pelari, pemain sepeda dan olahraga yang butuh loncatan," ucap dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT kepada detikHealth baru-baru ini.


dr Ghuna menjelaskan, jumpers knee merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada urat di bawaha tulang tempurung atau bantalan. Sebab pada dasarnya akan terjadi tarik-menarik antar urat di area lutut.

Lebih lanjut, jumpers knee disebut dr Ghuna sebagai kekhususan dari kegiatan meloncat. "Olahraga seperti ini ya memang ada kekhususan sakitnya," sambung dokter yang praktik di RS Hasan Sadikin Bandung ini.

Nah, untuk mengatasinya rasa sakit dari jumpers knee, dr Ghuna menyebutkan beberapa alternatif seperti mengonsumsi obat-obatan sampai fisioterapi.

"Ngatasinnya memang dengan obat, suntikan dan fisioterapi. Dan yang paling penting adalah istirahat untuk regenerasi," pungkasnya.
19.24 | 0 komentar | Read More

Suntik Lebih Populer daripada Pil untuk Obati Radang Sendi Lutut

Written By iqbal_editing on Minggu, 03 September 2017 | 04.24

, Penanganan osteoarthritis atau radang sendi tak melulu harus dengan obat yang diminum. Sebuah penelitian terbaru dari Boston, Amerika Serikat menemukan bahwa suntikan obat cair malah lebih ampuh untuk sembuhkan radang sendi terutama di area lutut.

dr Raveendhara R Bannuru, peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, mengatakan bahwa suntikan hyaluronic dan steorid lebih ampuh daripada obat. Hal ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukannya selama tiga bulan belakangan.

Ia melakukan penelitian kepada 33.000 pasien radang sendi lutut dari seluruh Amerika Serikat. Seluruh partisipan dibagi menjadi 137 kelompok yang dipisah berdasarkan jenis pengobatannya.

Beberapa obat yang digunakan antara lain acetaminophen (Tylenol), diclofenac, ibuprofen, naproxen, celecoxib (Celebrex), suntikan cairan corticosteroid dan hyaluronic, dan pemberian placebo secara oral. Pasien dilihat kondisinya selama tiga bulan.

Kecuali Tylenol dan Celebrex, obat anti peradangan yang tidak mengandung steorid terbukti memberikan hasil yang lebih baik daripada placebo. Namun hasil tersebut tidak lebih baik daripada yang dirasakan pasien dengan suntikan.

Pasien yang disuntik merasa lebih baik daripada sebelumnya, meskipun pasien tersebut hanya disuntikkan placebo. dr Bannuru mengatakan bahwa meski hasil penelitiannya mengatakan demikian, setiap pasien harus berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum mengambil pengobatan.

"Tidak ada pengobatan yang benar-benar lebih baik daripada yang lain. Seluruh pengobatan mempunyai efek baik dan buruknya masing-masing. Pasien tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pengobatan," pungkasnya, duikutip dari jurnal Annals of Internal Medicine, Rabu (7/1/2015).


04.24 | 0 komentar | Read More

Hindari Risiko Nyeri Sendi dengan 7 Langkah Sederhana Ini

Arthritis atau rasa nyeri yang disebabkan oleh adanya radang pada sendi tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa atau lansia, tetapi juga pada usia muda. Tidak perlu memikirkan cara yang sulit, nyeri akibat radang pada sendi pun bisa dicegah dengan cara yang sederhana.

Gejala yang paling umum dari radang sendi ini adalah munculnya rasa nyeri, kaku, kemerahan, otot menjadi lemah, dan adanya kesulitan untuk bergerak. Berikut 7 langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengurangi rasa nyeri yang timbul, seperti dikutip dari Times of India, Sabtu (11/5/2013):

1. Hindari merokok karena rokok merupakan salah satu penyebab munculnya radang sendi.

2. Jangan lewatkan waktu untuk berolahraga secara rutin. Bergerak bisa membuat sendi dan otot tetap lentur dan kesehatannya tetap terjaga.

3. Konsumsi asam lemak omega-3 dipercaya dapat mengurangi pembengkakan dan kekakuan sendi. Asam lemak omega-3 alami dapat diperoleh dari ikan segar, seperti salmon, sarden, dan makarel. Jika Anda vegetarian, konsumsi sumber alternatif seperti kenari dan suplemen minyak ikan.

4. Cukup konsumsi vitamin C sangat penting bagi penderita radang sendi. Vitamin C dapat diperoleh dari stroberi, jeruk, kiwi, nanas, kembang kol, brokoli, kacang merah, dan kubis.

5. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. Memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan dalam menu makan sehari-hari dapat membantu mengurangi risiko osteoarthritis.

6. Jika Anda sudah terlanjur menderita radang sendi, konsumsi produk hewani secara berlebihan seperti susu dapat memperburuk kondisi Anda. Lebih baik perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.

7. Jahe mengandung bahan kimia yang mirip dengan kandungan obat anti-inflamasi. Menggunakannya dalam teh atau bahan makanan lain dapat membantu mencegah munculnya radang sendi.
04.11 | 0 komentar | Read More

Selain Kelelahan, Waspadai Masalah Sendi Pasca Ibadah Haji

Kegiatan ibadah haji telah mencapai puncaknya di Idul Adha kemarin. Tapi, keluhan seperti kelelahan atau nyeri sendi mungkin baru mulai dirasakan oleh para jemaah haji yang kini hendak kembali ke Tanah Air.

Pada perjalanan ibadah haji dan umroh, thawaf dan sa'i merupakan rukun yang harus dikerjakan di awal ibadah besar tersebut. Baik thawaf dan sa'i keduanya dilakukan dengan berjalan kaki yang masing-masing bisa mencapai jarak 1 sampai 3,5 kilometer.

Kegiatan tersebut bisa berisiko bagi jamaah haji yang, menurut data Kementerian Agama Republik Indonesia, 83 persennya berusia lebih dari 50 tahun.


"Sebelas kilometer untuk prosesi thawaf dan sa'i bagi mereka usia 50 tahun, apalagi yang memiliki masalah sendi dan faktor risiko seperti obesitas, tentunya dapat menganggu kenyamanan ibadah haji," kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Ahli Nyeri dari Klinik Onta Merah Pain and Spine Center, Jakarta.

Risiko nyeri dan masalah sendi lainnya biasanya dirasakan langsung di lutut. Namun, masalah ini bisa terjadi di semua bagian tubuh seperti tulang belakang, pinggang, dan tangan, katanya dalam rilis yang diterima detikHealth belum lama ini.

Tubuh manusia terdiri dari 206 tulang, dan 230 sendi baik yang menopang tubuh secara langsung dan tidak. Normalnya, pada usia muda baik tulang maupun sendi tidak mengalami masalah, tulang rawan sendi masih tebal melindungi dengan baik kapsul sendi serta jaringan sekitarnya seperti otot dan penghubung sendi.

Dengan bertambahnya usia, dipengaruhi beberapa faktor seperti pekerjaan, gaya hidup. Daerah sendi yang tadinya normal akan mengalami kerusakan. Namun, perburukan kerusakan sendi bisa dicegah dan diatasi dengan beberapa cara.

Menurut dr. Sri Wahyuni, SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Arfa Pain and Spine Center, RS Meilia, Jakarta, langkah sederhana bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi pada derajat ringan.

"Pada kasus nyeri lutut, merebahkan badan sembari mengangkat kaki dengan posisi lutut lebih tinggi dari pinggang dapat memperbaiki kondisi nyeri," papar dr. Sri.

Namun, jika nyeri sendi berlangsung hingga berhari-hari, melakukan kompres dingin dan panas sangat disarankan untuk menanggulanginya.

"Lakukan kompres dingin pada daerah yang mengalami nyeri minimal selama 15 – 20 menit, dua kali dalam sehari. Setelah 3 hari paska nyeri muncul, dan sudah melakukan kompres dingin, pada hari ke empat ganti kompres panas," sarannya.
03.57 | 0 komentar | Read More

hal-hal yang mengerogoti sendi

Written By iqbal_editing on Jumat, 01 September 2017 | 17.23

Sendi sebagai penopang tubuh selain tulang harus dalam kondisi prima agar gerak badan tidak terganggu. Tapi ada beberapa faktor dan kebiasaan yang bisa menggerogoti sendi yang kadang tidak menjadi perhatian orang.

Sendi merupakan suatu penghubung antara ruas tulang yang satu dengan ruas tulang lainnya. Fungsi sendi ialah untuk memungkinkan kedua tulang dapat digerakkan. Arah dan kuantitas gerakan tulang ditentukan oleh jenis persendian.

Secara alami sendi memang menanggung banyak beban. Tapi jika berat badan berlebihan atau tekanan berat pada sendi terjadi terus-menerus, maka sendi akan menanggung beban di luar kemampuannya, yang akhirnya bisa merusak rawan sendi.

"Hal tersebut bisa menyebabkan robekan-robekan kecil pada rawan sendi. Saat masih muda secara alami tubuh bisa memperbaikinya. Tapi kalau usianya semakin tua dan robekan makin parah, maka tulang bisa saling menempel dan menyebabkan osteoarthritis," jelas Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

Setidaknya ada 5 hal yang bisa menggerogoti sendi dan dapat menyebabkan osteoarthritis:


  1. Berat badan berlebihan atau obesitas
  2. Penggunaan dan penekanan berlebih pada sendi, seperti terlalu lama bersimpuh, sering mengangkat beban berat, sering naik turun tangga.
  3. Merokok dan terlalu sering minum kopi, karena rokok dan kopi bisa mengurangi kemampuan tulang menyerap kalsium.
  4. Olahraga berat dan berlebihan. Untuk menghindarinya lakukan stretching dan latihan otot sebelum melakukan olahraga.
  5. Kekurangan nutrisi, seperti kalsium, vitamin D, mineral, protein, makanan yang mengandung glukosamin dan air.

Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak.

Untuk mencegah terjadinya osteoarthritis karena sendi mengalami beban di luar kemampuannya, Dr Aris memberikan beberapa cara pencegahan, antara lain:

  1. Jaga berat badan tetap ideal
  2. Perkuat otot penyangga dengan olahraga seperti berenang
  3. Perhatikan apakah beban pada sendi berlebihan

"Pencegahan jauh lebih sempurna dari pengobatan," tutur Dr Aris.
17.23 | 0 komentar | Read More

Jika Tulang Butuh Kalsium, Sendi Butuh Glukosamin

elama ini banyak orang mengenal pentingnya menjaga kekuatan tulang dengan mengonsumsi kalsium, tapi hanya sedikit yang mengenal pentingnya menjaga kekuatan sendi. Jika tulang membutuhkan kalsium, maka sendi membutuhkan glukosamin agar bebas bergerak.

Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak.

Secara alami sebenarnya glukosamin ditemukan di dalam tubuh, tetapi kemampuan tubuh untuk mensintesa glukosamin akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan ini dapat menyebabkan penyakit degeneratif osteoarthritis.

"Sendi itu penghubung antara tulang dan tulang. Ada lapisan rawan sendi yang memungkinkan kita bergerak. Rawan sendi terdiri dari kolagen, proteoglikan dan asam hialuronat," jelas Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Anlene Total 'Jaga Kesehatan Tulang dan Sendi Bebas Bergerak Tanpa Batas' di Gedung Pusat Perfilman Umar Ismail, Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Kolagen dan proteoglikan, lanjut Dr Aris, merupakan komponen utama yang membuat sendi menjadi licin dan memudahkan orang untuk bergerak.

"Kolagen merupakan serat-serat protein yang merupakan kekuatan sendi, sedangkan proteoglikan terdiri dari glukosaminoglikan dan kondroitin sulfat yang merupakan suplemen yang dibutuhkan untuk perbaikan sendi yang terganggu," jelas Dr Aris.

Kerusakan rawan sendi biasanya paling banyak terjadi karena disebabkan oleh beban tubuh berlebih dan penggunaannya yang berlebihan.

"Seperti pekerja tambang yang sering menggunakan alat berat, biasanya berisiko untuk rusak sendi bahu, pemain tenis dan golf di sendi lengan, orang yang sering bersimpuh pada sendi lutut dan orang yang kelebihan berat badan sering mengalami gangguan rawan sendi," jelas Dr Aris.

Secara normal, rawan sendi memiliki permukaan yang licin. Biasanya terjadi robekan-robekan kecil yang kemudian dapat diperbaiki oleh tubuh sendiri. Tetapi seiring bertambahnya usia, robekan-robekan tersebut tidak bisa lagi diperbaiki oleh tubuh karena kemampuan mensintesa glukosamin berkurang. Selain itu, dengan bertambahnya usia maka sel-sel kolagen juga berkurang.

"Makin lama makin parah sehingga menyebabkan nyeri. Kalau sudah sangat parah, tulang akan menempel dan sulit digerakkan. Inilah yang disebut osteoarthritis," tutur Dr Aris.

Untuk itu, asupan glukosamin dibutuhkan terutama saat tubuh membutuhkannya dalam jumlah banyak padahal produksinya telah berkurang seiring dengan pertambahan usia.

"Penggunanaan glukosamin sebenarnya sudah sangat umum, bahkan kalau di Amerika Serikat di apotik itu glukosamin lebih banyak daripada Viagra," jelas dr Muliaman Mansyur, Medical Marketing Manager PT Fonterra Brands Indonesia.

Menurutnya, glukosamin bisa didapatkan dari asupan susu yang mengandung glukosamin, suplemen glukosamin dan beberapa makanan seperti kerang-kerangan dan daging.
17.21 | 0 komentar | Read More

Kisah Lucia Terkena Lupus, Mulanya Hanya Nyeri Sendi Tiap Pagi

Written By iqbal_editing on Selasa, 29 Agustus 2017 | 18.25

Lucia Tyas awalnya merasakan nyeri di persendiannya setiap pagi. Hal ini terjadi sejak tahun 1993.

"Jari-jari juga kaku, bengkak, rambut rontok, lebam di kulit, radang tenggorokan, semuanya tidak terjadi secara bersamaan sehingga dokter sulit mendiagnosa apa sebetulnya penyakit saja," kisahnya.

Selama hampir 10 tahun malang-melintang dari satu dokter ke dokter lain, baik di Jakarta, Magelang maupun Yogyakarta, ia tak menemukan diagnosis yang memuaskan. Rata-rata dari mereka hanya mengatakan Lucia kelelahan dan stres, sehingga butuh istirahat total.

Barulah di tahun 2010, Lucia mendapati rambutnya mulai rontok hebat, disertai kelelahan yang luar biasa dan mulai sering pingsan.

"Kelelahan luar biasa tapi istirahat pun tak sembuh juga. Lalu bulan Mei 2010, saya memutuskan minta opname, karena saya takut kena cancer," kisahnya di sela-sela acara peringatan World Lupus Day 2016 di Gedung Diklat RSUP Dr Sardjito, Selasa (10/5/2016).

Tetapi karena tidak ditemukan apa-apa, Lucia diminta pulang kembali. Namun baru sepekan di rumah, kondisi Lucia lagi-lagi memburuk. Ketika dibawa ke IGD, barulah ketahuan jika hemoglobin (Hb)-nya tinggal 7.

"Oleh konsultan penyakit dalamnya dilakukan tes, dari situ muncul kecurigaan ke lupus. Kebetulan beliau sering menangani kasus lupus. Jadi saat dilakukan ANA test dan hasilnya positif, saya akhirnya didiagnosis dengan lupus," lanjutnya.

Lucia resmi 'hidup bersama' lupus sejak bulan Juni 2010, namun ia tidak lantas bisa berdamai dengan keadaan. Hingga dua bulan berikutnya, ia memutuskan mendatangi seorang dokter spesialis penyakit darah di Jakarta. Di situlah ibu dua anak itu mulai bisa menerima kondisinya, dan memulai terapi pengobatan.


"Saya tidak tahu dan tidak pernah browsing soal lupus. Bahkan ketika didiagnosis, saya sempat tidak terima," tambahnya.

Apalagi Lucia tergolong sebagai pasien lupus dengan kasus yang parah (severe) dan menyerang darah, yaitu Autoimune Hemolitic Anemia, disertai dengan komplikasi seperti arthritis, kebocoran ginjal, dan infeksi paru-paru.

Lucia mengaku selama enam tahun belakangan, perjuangannya melawan lupus juga mengalami pasang-surut. Sempat remisi di kisaran tahun 2011, di tahun 2012, kondisinya memburuk karena munculnya komplikasi.

"Saya mengalami kebocoran ginjal hingga harus menjalani semacam kemoterapi, tetapi malah kritis. Ternyata saya terserang herpes zooster dan terapi harus dimulai dari awal lagi," ujarnya.

Terhitung mulai dua tahun lalu, gejala lupus Lucia sudah stabil atau terkendali, dan ia hanya perlu meminum obat dengan dosis rendah.

"Tapi dari pengalaman saya menjadi odapus selama 6 tahun terakhir, saya termotivasi untuk membantu odapus lain agar bisa survive. Bergabung dengan kelompok pendukung adalah salah satu cara hidup sehat bersama lupus, karena berjuang bersama akan lebih mudah daripada sendirian," tekadnya.

Lucia juga sering mengadakan kumpul komunitas penyandang lupus di rumahnya di Mlati, Sleman, sembari berkegiatan bersama.

Untuk bisa hidup bersama lupus, alumni Pascasarjana Ilmu Akuntansi Universitas Gadjah Mada itu juga berpesan agar setiap Odapus menjalani terapi farmakologis secara rutin, termasuk cek lab, konsultasi ke dokter dan minum obat sesuai anjuran.

"Kita juga harus menerapkan pola hidup yang sehat, supaya terapi farmakologisnya efektif," imbuhnya.

Dari pengalamannya, Lucia juga menggalakkan gerakan bernama SALURI (Periksa Lupus Sendiri) dengan berpedoman pada panduan dari American College of Rheumatology (ACR) 1997, di mana lupus dapat dicurigai jika ditemukan 4 dari 11 gejala yang ada.(lll/vit)
18.25 | 0 komentar | Read More

Lutut Sakit Saat Ditekuk? Hmm, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

, Banyak aktivitas yang berkaitan dengan menekuk lutut, misalnya saja mengambil barang yang terjatuh. Namun, saat lutut sakit saat ditekuk hal tersebut tentu bisa mengganggu aktivitas.

"Lutut sakit saat ditekuk bisa jadi salah satu gejala nyeri lutut. Tapi perlu dipikirkan lagi beberapa penyebabnya," ucap dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, dr Ghuna mengatakan penyebab lutut sakit saat ditekuk bisa karena adanya robekan pada meniskus. Selain itu, bisa juga karena tulang rawan atau kapsul sendi yang kerusakan.

Kemudian, penyebab lainnya bisa terjadi karena berlebihannya cairan sendi. Sebab saat cairan berlebih pada kapsul sendi, proses melipat dan meluruskan akan terganggu.


"Saat kapsul sendi berisi cairan, melipat dan meluruskan bisa terganggu karena akan agak terisi balon jadi kencang dan sulit bergerak dan sakit," sambung dokter yang praktik di RS Hasan Sadikin Bandung ini.

"Nah, kalau dibiarkan juga cairan tersebut bisa berisiko ke pelukan tulang rawan karena pada dasarnya cairan normalnya 7 sampai 10 cc," pungkas dr Ghuna.
16.16 | 0 komentar | Read More

Berlebihan Minum Kopi Tingkatkan Risiko Patah Tulang? Ini Kata Dokter

Written By iqbal_editing on Senin, 28 Agustus 2017 | 17.30

Kopi merupakan salah satu minuman yang dapat membuat penikmatnya 'kecanduan'. Namun sering mengonsumsi kopi sering dianggap berlebihan dan dikaitkan dengan risiko patah tulang.

"Saya tidak khawatir. Tidak ada bukti peningkatan risiko patah tulang akibat konsumsi kopi," ucap dr Robert R Recker, direktur pusat penelitian osteoporosis di Center at Creighton University, Omaha dikutip dari New York Times.

Mengutip hasil studi yang melibatkan lebih dari 61 ribu populasi wanita di Swedia, dr Recker mengatakan bahwa mengonsumsi empat gelas kopi atau lebih per hati hanya dikaitkan dengan sedikit pengurangan kepadatan tulang. Namun, studi yang dilakukan selama 20 tahun ini menyebutkan bahwa hal ini tidak berkaitan dengan peningkatan patah tulang.

=

Sementara, studi yang diterbitkan di jurnal Food dan Chemical Toxicology menyimpulkan bahwa mengonsumsi sampai delapan gelas kopi dalam sehari juga tidak berkaitan dengan risiko patah tulang.

"Tidak berkaitan dengan risiko patah tulang terutama pada orang dewasa yang sehat dengan cukup kalsium," kata dr Reckter.

Lantas, apakah mengonsumsi kopi dapat mengurangi kalsium dalam tubuh? "Memang benar. Orang yang meningkatkan konsumsi kafein, maka kalsium dalam urinnya juga meningkat," imbuh Connie M Weaver, profesor gizi di Purdue University.

Namun, Weaver menjelaskan semakin banyak kalsium yang hilang saat buang air kecil, maka semakin banyak pula tubuh menyerap kalsium dari mana pun.

Sedangkan, untuk kebutuhan kalsium pada wanita dan pria berbeda. National Institutes of Health menyarankan untuk wanita berumur 51 sampai 70 tahun mengonsumsi 1.200 miligram kalsium per hari. Dan untuk pria yang berumur sama disarankan untuk mengonsumsi 1.000 miligram per hari,
17.30 | 0 komentar | Read More

Putus Diserang Banteng, Jempol Tangan Pria Ini Diganti Jempol Kaki

Written By iqbal_editing on Minggu, 27 Agustus 2017 | 16.41

Zac Mitchell (20) adalah seorang pekerja di salah satu peternakan di daerah Australia Barat. Pada April lalu Zac mengalami kecelakaan kerja saat tiba-tiba seekor banteng menyerangnya membuat luka yang cukup parah di bagian jempol tangan kanan.

"Seekor banteng menendang tangan saya sampai tertancap ke pagar," kata Zac seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/7/2017).

Jempol Zac putus dari tangan dan rekan kerja yang ada pada saat itu berusaha membantunya dengan segera mengawetkan jempol supaya bisa segera disambung. Namun sayang bahkan setelah dua kali prosedur operasi jempol Zac gagal disambungkan kembali.


Dokter menawarkan pilihan melakukan operasi rekonstruksi memakai jempol kaki yang masih ada namun awalnya Zac menolak. Hingga dua minggu lalu Zac akhirnya setuju dan melakukan operasi di Sydney Eye Hospital.

dr Sean Nicklin yang memimpin operasi Zac mengatakan bahwa memang keengaanan awal pasien untuk melakukan rekonstruksi dapat dimaklumi.

"Karena memang idenya sedikit gila. Mereka (pasien -red) tidak mau ada bagian tubuhnya yang lain terluka lagi. Akan tetapi kalau dibiarkan meski Anda memiliki empat jari yang masih bagus, tanpa ada (jempol) untuk menggenggam maka tangan Anda kehilangan sebagian besar fungsinya," kata dr Sean.

Menurut pihak The Sydney Eye Hospital relokasi sebagian jempol sendiri bukan hal yang langka di dunia medis. Namun kasus Zac menjadi spesial karena ini satu jempol utuh yang dipindahkan.

Dokter mengatakan Zac masih perlu rehabilitasi sekitar 12 bulan.
16.41 | 0 komentar | Read More

Ilmuwan Ungkap Cara Paling Tepat Memperkuat Otot Tanpa Pegal-pegal Ilmuwan Ungkap Cara Paling Tepat Memperkuat Otot Tanpa Pegal-pegal

Written By iqbal_editing on Selasa, 22 Agustus 2017 | 17.42

Olahraga untuk memperkuat otot banyak dihindari karena dianggap melelahkan sekaligus menyakitkan. Namun ternyata, cara yang benar untuk memperkuat otot tidak seharusnya bikin pegal-pegal.

Untuk memperkuat otot, selama ini orang melakukan sejumlah pengulangan atau repetisi gerakan dengan beban yang secara bertahap semakin ditingkatkan. Cara ini selalu membuat otot-otot terasa pegal, sehingga banyak orang kapok melakukannya.

Kini, para pakar mengungkap bahwa beban yang ringan bisa memberikan efek setara jika gerakannya dilakukan dengan lebih menghentak atau eksplosif. Otot menjadi lebih kuat, tetapi lebih sedikit pegal-pegal yang dirasakan.

Menurut para ilmuwan, otot menjadi lebih kuat melalui satu proses yang dinamakan kontraksi. Otot menjadi kuat saat memendek dan mengencang. Kontraksi yang lambat disebut 'sustained contraction' sedangkan kontraksi yang singkat disebut 'explosive contraction'.

=

Para ilmuwan membandingkan efektivitas keduanya dalam melatih kekuatan otot. Percobaan dilakukan dengan 40 kontraksi, yang terdiri dari 4 set dengan 10 repetisi. Masing-masing dilakukan 3 kali sepekan selama 3 bulan. Demikian dikutip dari Dailymail, Selasa (14/6/2016).

Hasilnya, explosive contraction lebih mudah dilakukan dan tidak menyakitkan. Efeknya pada kekuatan otot teramati setara dengan sustained contraction. Namun demikian, sustained contraction tetap lebih efektif jika tujuannya bukan sekedar memperkuat melainkan juga membentuk massa otot.
17.42 | 0 komentar | Read More

Dua Buah Ini Terbukti Bisa Meningkatkan Kekuatan Otot

Kalau ingin menjaga kesehatan otot nutrisi apa sih yang paling penting? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab protein dan meski hal tersebut benar namun ada juga lho asupan lain yang juga tak kalah penting.

Seperti diketahui secara umum bahwa ketika usia semakin bertambah tua maka suka tidak suka kekuatan otot akan berkurang. Alasannya karena serat-serat otot mengalami penyusutan (atrofi) dan hal tersebut tidak bisa dihindari hanya bisa diperlambat.


Nah studi oleh para peneliti dari University of Iowa melihat bahwa buah apel dan tomat ternyata memiliki senyawa yang dapat mengembalikan keremajaan otot. Senyawa ursolic acid pada apel dan tomatidine pada kulit tomat hijau dapat melawan protein ATF4 yang disebut berkaitan dengan atrofi otot karena penuaan.


Kulit tomat hijau kaya akan tomatidine.Kulit tomat hijau kaya akan tomatidine. Foto: Thinkstock


"Kita tahu bahwa kelemahan otot dan atrofi merupakan masalah besar ketika kita bertambah tua. Hal ini karena kelemahan otot bisa sangat berdampak pada bagaimana kualitas hidup dan kesehatan kita nanti," ungkap salah satu peneliti Dr Christopher Adams seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (22/8/2017).

Dipublikasi dalam jurnal Biological Chemistry peneliti melihat selama dua bulan bagaimana senyawa dari apel dan tomat memengaruhi para tikus tua. Tikus yang mengonsumsi diet tinggi ursolic acid dan tomatidine dilaporkan memiliki massa otot 10 persen lebih banyak dan 30 persen lebih kuat dibanding tikus tua umumnya.

Dr Adams bersama tim mengaku akan terus melanjutkan studi dengan tujuan bisa menerapkannya untuk manusia. Di masa depan mungkin saja senyawa dari apel dan tomat ini menjadi suplemen obat baru untuk memperkuat otot.
17.39 | 0 komentar | Read More

Awas Otot Robek! Ini Saran Dokter Bagi yang Sering 'Maksa' Saat Nge-Gym

Written By iqbal_editing on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 16.30

Otot yang robek mungkin sering dianggap hal yang remeh ketika sedang melakukan gym. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa untuk membentuk otot saat gym robeknya otot adalah hal wajar demi mendapatkan otot yang lebih kuat.

dr Iman Widya Aminata, SpOT, dari RS Pondok Indah menuturkan bahwa ini adalah kesalahpahaman yang sering muncul bagi sebagian orang.

"Membentuk otot butuh waktu, kalau otot robek tapi terbentuk lagi, siapa yang tau robeknya fisiologis apa patologis," terangnya saat ditemui baru-baru ini.



Berdasar pengalamannya, banyak pasien yang datang kepadanya dalam mengeluh nyeri bahu yang hebat. Dan ketika diperiksa, keadaan ototnya sudah robek. Hal ini dikarenakan mereka terlalu melampaui kemampuan tubuh ketika sedang berolahraga.

"Kadang karena di-force sama trainernya. Sekarang ditanya, goalnya orang mau exercise itu apa? Mau healthy apa jadi body builder?" ungkap dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Menurutnya, ketika sedang melakukan olahraga, kunci yang harus diperhatikan adalah dengan melakukan olahraga yang sesuai dengan limit. Ketika tubuh mulai merasa sakit, itu adalah alarm dari tubuh untuk menghentikan kegiatan dan beristirahat

"Tubuh itu hebat, dia bisa cepat beradaptasi, tapi memang butuh waktu," pungkasnya.
16.30 | 0 komentar | Read More

Ini Sebabnya Otot Terasa Sakit Usai Berolahraga

Pernahkah pada saat bangun tidur mengalami sakit pada otot-otot setelah melakukan olahraga pada hari sebelumnya? Kebanyakan orang pasti akan menjawab sering, terlebih bagi orang yang tidak cukup rutin berolahraga.

Dikutip dari Huffington Post, Selasa (8/8/2017) bahwa rasa sakit tersebut dalam dunia medis disebut delayed onset muscle soreness (DOMS). Yaitu semacam rasa nyeri yang menyebar di otot setelah melakukan olahraga berat.

"Biasanya hanya satu atau dua hari setelah latihan baru, atau latihan yang tidak biasa dilakukan," ujar kepala tim dokter untuk bidang olahraga di Universitas North Carolina, Thomas Brickner.

DOMS terjadi karena adanya luka mikroskopis yang menyebar pada otot-otot itu sendiri dan juga terjadinya peradangan.

"Biasanya nyeri otot semacam ini hanya ketidaknyamanan pada otot agak menyebar, tapi rasa sakit biasanya hanya ringan dan otot masih bisa digerakkan," kata Brickner.

Baca juga: Awas Otot Robek! Ini Saran Dokter Bagi yang Sering 'Maksa' Saat Nge-Gym

Namun jika sakit otot pasca berolahraga ini terasa sangat menyakitkan, Brickner mengatakan bahwa ini mungkin tanda rhabdomyolysis. Yaitu kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan atau cedera parah akibat latihan yang berlebihan.

Olahraga ekstrem sebenarnya bisa menyebabkan kematian sel otot itu sendiri. Ketika sel mati, mereka melepaskan racun ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan imobilitas otot tersangkut, kaku, dan bengkak.

Pada saat itu, otot juga melepaskan mioglobin (protein berukuran kecil yang berfungsi menyimpan dan memindahkan oksigen) ke dalam ginjal, sehingga bisa membuat kencing berdarah.
16.28 | 0 komentar | Read More

Siapa Sangka, Lomba 17-an Seperti Panjat Pinang Banyak Manfaatnya

Written By iqbal_editing on Kamis, 17 Agustus 2017 | 16.24

Hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia telah tiba, seperti biasa tradisi menggelar perlombaan akan terlaksana. Perlombaan seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba kelereng, sampai lomba ekstrem tapi banyak peminatnya yaitu lomba panjat pinang.

Menurut kebanyakan orang, lomba 17-an ini hanya bersifat fun atau menyenangkan. Namun sebenarnya perlombaan-perlombaan itu membutuhkan fisik yang prima dan otot yang kuat.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO, fun dalam melakukan olahraga atau dalam hal ini perlombaan fisik itu penting.

"Sesuatu kalau tidak didasari oleh fun tentu akan bosan, keberlanjutannya tidak jelas. Sehingga itu harus ada nilai fun-nya," ujarnya kepada detikHealth.


Perlombaan tersebut bisa menyebabkan keluhan fisik apabila tidak ada persiapan, namun bisa memperbaiki kondisi kesehatan mental karena dengan perlombaan tersebut bisa mendapatkan kesenangan.

Menurut koordinator kedokteran olahraga di Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini perlombaan yang fun bisa mendapatkan kebahagiaan.

"Sejenak bisa melupakan beban. Bisa mendapatkan teman baru yang kemungkinan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada," pungkasnya.
16.24 | 0 komentar | Read More

Balap Karung Termasuk Olahraga High Impact, Waspadai Cedera Sendi

Balap karung termasuk olahraga unik yang selalu dilombakan setiap momen 17-an, memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia. Namun jika tidak berhati-hati, lomba balap karung bisa menyebabkan risiko pada tulang.

Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, dr Muki Partono, SpOT mengatakan balap karung merupakan jenis olahraga high impact. Sebab olahraga ini membutuhkan banyak tenaga untuk meloncat, dan memicu benturan keras di persendian saat mendarat.

Lebih lanjut, ia mengatakan risiko yang paling sering terjadi saat bermain balap karung adalah patah tulang dan cedera otot. Selain itu, keluhan juga bisa muncul seperti nyeri otot.

Ia melanjutkan, balap karung dapat menyebabkan berbagai risiko, dari cedera otot hingga patah tulang. "Kalau balap karung, keserimpet bisa jatuh kan berisiko," kata dr Muki dihubungi detikHealth baru-baru ini.


dr Muki melanjutkan, cedera yang terjadi pun tergantung pada setiap posisi jatuhnya tubuh. Misalnya, terjatuh dengan menahan beban tubuh maka seseorang bisa berisiko patah tulang pada tangan.


Balap Karung Termasuk Olahraga <I>High Impact</I>, Waspadai Cedera SendiFoto: KBRI Dar Es Salaam


Sedangkan untuk patah tulang ekor atau tulang belakang bisa terjadi saat seseorang jatuh dengan posisi terduduk. "Kalau jatuhnya ketimpa sama badan sendiri itu bisa cedera di lutut. Jadi tergantung posisi jatuhnya saja," imbuh dr Muki.

Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko dari cedera tersebut dokter yang praktik di RS Pondok Indah ini mengatakan untuk berhati-hati. Sedangkan, ketika mengalamai cedera ia mengingatkan agar tidak lupa untu
16.10 | 0 komentar | Read More

Gejala Kanker Tulang Mirip Infeksi, Dokter dan Pasien Harus Waspada

Written By iqbal_editing on Selasa, 18 Juli 2017 | 00.14

a, Kanker tulang merupakan salah satu kanker yang kerap menyerang anak-anak. Kanker jenis ini termasuk agresif karena dapat menggerogoti tulang dan dapat berujung pada tindakan amputasi. Sayangnya, gejala kanker tulang justru sering salah dikira sebagai infeksi.

Osteosarkoma atau yang lebih dikenal sebagai kanker tulang, merupakan suatu tumor tulang ganas yang bersifat sangat agresif. Ia dapat menyerang semua kalangan usia, tetapi paling sering didapati menyerang anak pada rentang usia 10 hingga 20 tahun. Beberapa literatur menyebutkan osteosarkoma menduduki peringkat tiga sebagai kanker yang paling sering menyerang anak. Namun, beberapa literatur lain menyebutkan bahwa penyakit ini menduduki posisi delapan.

"Osteosarkoma adalah suatu tumor tulang ganas dan agresif, dan ini paling banyak didapatkan pada anak-anak. Di antara tumor tulang pada anak yang lain, osteosarkoma adalah yang paling banyak," terang dr Punto Dewo, dokter di Subbagian Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UGM, RSUP Sardjito Yogyakarta.

Gejala atau simtom yang menyertai kanker tulang, tutur dr Punto, biasanya berupa rasa nyeri pada anggota gerak. Rasa nyeri tersebut awalnya timbul hanya saat beraktivitas, tetapi seiring berkembangnya penyakit, rasa nyeri yang dirasakan akan semakin parah hingga mengganggu waktu beristirahat dan tidur. Terkadang osteosarkoma juga menyebabkan pasien berjalan pincang serta menimbulkan pembengkakan yang terus memarah.

Orang tua dan dokter harus mewaspadai patah tulang atau fraktur tanpa sebab. Menurut dr Punto, seorang anak yang mengalami patah tulang karena jatuh dari sepeda padahal si anak tidak melaju dengan kecepatan tinggi, harus diwaspadai. Kemungkinan kpenyebabnya adalah infeksi atau kanker.

Kehadiran osteosarkoma yang paling sering ditemui di sekitar lutut kerap membuat diagnosis menjadi rancu. Pasalnya ada berbagai sebab yang patut dipertimbangkan, antara lain congenetal atau cacat bawaan, inflamasi atau infeksi, neoplasma atau neuropatik atau kanker, trauma atau kecelakaan, faktor degeneratif, serta faktor metabolisme tubuh.

"Predileksi (tempat tersering) utamanya di sekitar lutut, di distal femur (tulang paha), proksimal tibia (lutut). Kebetulan juga untuk osteomelitis hematogenus akut (infeksi tulang) pada anak-anak predileksi utamanya juga di daerah metafisis terutama di daerah lutut sehingga sering disalahdiagnosiskan dengan infeksi," ujar Dr Punto dalam acara Sosialisasi Edukasi Kanker pada Anak yang dihelat di Aula Rumah Sakit Akademi UGM, dan ditulis pada Minggu (30/3/2014).

Mengingat keganasan kanker tulang, dr Punto menganjurkan para praktisi medis untuk lebih waspada. Menurutnya, penemuan sedini mungkin dapat memperbesar peluang pasien kanker tulang untuk bertahan hidup. Meski tidak mustahil menghindari tindakan amputasi, ujar dr Punto, biaya yang melangit membuat mayoritas pasien di Indonesia harus berujung dengan tindakan amputasi.
00.14 | 0 komentar | Read More

Jadi \'Serigala\', Song Joong Ki Diet Ketat untuk Bentuk Otot

Written By iqbal_editing on Minggu, 09 Juli 2017 | 12.53

- Aktor Song Joong Ki ambil bagian dalam film berjudul \\\'Teenage Wolf\\\'. Demi menjalani peran sebagai manusia serigala, ia pun rela diet habis-habisan.

Song Joong Ki bukan berperan sebagai manusia yang berubah jadi serigala pada malam purnama. Ia jadi manusia namun berbulu seperti serigala. Joong Ki diceritakan dicampakkan oleh keluarganya di sebuah rumah kosong selama bertahun-tahun.

Demi peran tersebut, ia rela diet ketat dan hanya makan makanan tertentu. Dalam program televisi \\\'Entertainment in TV\\\' Joong Ki mengaku hanya makan dada ayam, telur rebus, dan protein. Makanan tersebut dapat membantu membentuk ototnya.

Tak hanya itu, ia pun bekerja sama dengan personel trainer Big Joe yang pernah bekerja dengan Lee Byung Hun (pemeran Storm Shadow dalam film \\\'G.I. Joe\\\'). Big Joe dikenal keras dalam membentuk tubuh kliennya.

\\\"Ketika aku training<\/i> Lee Byung Hun, aku bahkan meneleponnya pada dini hari. Top stars seperti dia bisa punya tubuh bagus karena kerja keras,\\\" ujar Big Joe dilansir Koreaboo, Jumat (13\/1\/2012).

12.53 | 0 komentar | Read More
 
berita unik