Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah ttulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah ttulang. Tampilkan semua postingan

Gaya Hidup Kekinian yang Bisa Sebabkan Cedera Tulang Belakang

Written By iqbal_editing on Rabu, 13 September 2017 | 17.50

Tulang belakang adalah bagian tubuh yang vital karena terdapat banyak susunan tulang dan saraf penghubung ke otak. Selain karena kecelakaan, gaya hidup yang dilakukan anak muda saat ini juga bisa mencederai tulang belakang.

Pakar nyeri dan tulang belakang, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, mengatakan bahwa kini banyak kebiasaan dari gaya hidup kekinian yang mengancam tulang punggung. Tidak lagi pada orangtua yang mengalami penuaan, ancaman tersebut juga banyak ditemui pada anak-anak muda. Berikut beberapa di antaranya:

1. Fenomena "Text Neck" akibat penggunaan gadget
Penggunaan gadget atau gawai seperti smartphone yang kini diperkenalkan lebih dini kepada anak-anak memicu fenomena yang disebut "Text Neck". Kebiasaan menunduk berlama-lama menatap gadget adalah pemicunya.

Gaya Hidup Kekinian yang Bisa Sebabkan Cedera Tulang BelakangFoto: Thinkstock


"Di Amerika Serikat studi menunjukkan data bahwa banyak pasien muda datang karena keluhan sakit dan kekakuan di daerah punuk, khususnya bagian kanan. Prevalensinya tinggi dalam satu sampai dua tahun belakangan ini. Setelah diamati, ternyata ada kaitannya dengan kebiasaan main HP," ungkapnya.

2. Membawa beban berat oleh para pendaki gunung

Dr Mahdian juga melihat fenomena anak-anak kekinian yang suka naik gunung. Menurutnya, membawa beban berat dalam keril atau tas gunung ketika tidak biasa berolahraga bisa mencederai tulang punggung.

Gaya Hidup Kekinian yang Bisa Sebabkan Cedera Tulang BelakangFoto: Arbi Anugrah


"Ketika mendaki gunung dan bawa tas berat, sementara dia kurang olahraga sehingga otot-ototnya enggak terlatih baik bisa memicu inflamasi di faset-faset tulang belakang. Dari luar mungkin enggak keliatan, tapi kalau bertahun-tahun dilakukan dan dibiarkan, bisa jadi parah sampai bisa memicu skoliosis ringan," katanya.

3. Banyaknya buku pelajaran yang membenani tas sekolah

"Anak-anak yang suka membawa beban berat di tas mereka juga rentan alami masalah tulang belakang. Mungkin karena ada keharusan bawa banyak buku setiap hari atau anak itu malas memindahkan buku, jadi buku seminggu dibawa terus. Kalau tidak diawasi ini bisa menjadi masalah," lanjut dr Mahdian.

Gaya Hidup Kekinian yang Bisa Sebabkan Cedera Tulang BelakangFoto: Ita


Menurutnya, para ahli tidak mematok seberapa berat beban di punggung yang sebaiknya dibawa anak-anak. Tapi, punggung tidak boleh terus-terusan dibebani karena bisa mengubah strukturnya dan memicu cedera yang tidak diharapkan.

4. Berat badan berlebih pada anak-anak

"Saya pernah melakukan operasi tulang belakang pada anak usia 15 tahun karena trauma. Pasien ini masih anak-anak, tapi punya ukuran tubuh yang gemuk sekali," tuturnya. Menurut dr Mahdian, kegemukan memang menjadi faktor risiko untuk cedera tulang belakang, dan kini banyak ditemui lebih dini karena gaya hidup kurang sehat.
17.50 | 1 komentar | Read More

Ini Kata Dokter Soal Terapi Nyeri Sendi dengan Suntikan

Written By iqbal_editing on Minggu, 03 September 2017 | 04.18

Ada banyak cara untuk mengobati nyeri sendi atau osteoarthritis, salah satunya dengan suntikan. Lantas, bagaimana tanggapan dokter mengenai hal ini?

Menurut dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT pada dasarnya pengobatan nyeri sendi dengan suntikan dilakukan sebelum operasi pergantian sendi. Hal itu dilaksanakan untuk merangsang pertumbuhan sel tulang rawan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hal tersebut masih menimbulkan pro dan kontra. Sebab, penanganan dengan suntikan dianggap tidak merangsang pertumbuhan tulang rawan sebanyak yang diinginkan sehingga terkesan percuma.

"Kontra biasanya karena menganggap tulang rawannya nggak tumbuh sebanyak yang dia ingin. Jadi terkesan percuma dan juga dengan suntikan ini (biayannya) nggak murah," ucap dr Ghuna saat dihubungi detikHealth baru-baru ini.


dr Ghuna juga menjelaskan pada dasarnya penanganan nyeri sendi tergantung pada penyebabnya. Misalnya nyeri sendi yang terjadi akibat kerusakan pada ligamen maka perawatan juga akan difokuskan pada ligamen.

"Kalau nyeri sendi itu ada gradenya, dari awal sampai akhir. Kalau grade masih satu atau dua itu ringan bisa pakai obat, terapi dan suntik. Tapi kalau sudah parah banget ya operasi," pungkas dokter yang praktik di RS Hasan Sadikin Bandung ini.

Sementara untuk waktu pengobatan, dr Ghuna mengatakan memerlukan observasi selama enam bulan dengan catatan bahwa perawatan seperti fisioterapi dilakukan secara rutin. Namun saat keluhan tidak berkurang setelah enam bulan maka disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pemeriksaan dengan magnetic resonance imaging (MRI) atau laparoskopi untuk mengetahui apa yang terjadi," imbuhnya.
04.18 | 0 komentar | Read More

Konsumsi Vitamin Bisa Kembalikan Pelumas pada Sendi?

Written By iqbal_editing on Jumat, 01 September 2017 | 16.54

Persendian memiliki pelumas agar tetap memungkinkan seseorang beraktivitas. Lantas, benarkah mengonsumsi vitamin bisa mengembalikan pelumas pada sendi?

Menananggapi hal ini, dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT mengatakan bahwa pada dasarnya pelumas pada sendi tidak akan berkurang dan habis. Sebab pelumas sendi pada tubuh normalnya diproduksi sebanyak 7 hingga 10 cc.

"Cairan sendi cenderung bertambah dibandingkan berkurang. Kalau berkurang juga pasti di batas minimum 7 cc," ucap dr Ghuna dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Perihal mengonsumsi vitamin, dr Ghuna mengatakan bahwa ada dua pendapat mengenai hal tersebut. Namun, yang ia yakini bahwa mengonsumsi vitamin dapat bermanfaat baik bagi pelumas sendi.


"Saya masih pro berusaha berpikir positive thinking karena pasien saya pun merasakan bagus pengaruhnya," ucap dokter yang praktik di RS Hasan Sadikin Bandung ini.

Sementara untuk mengecek pelumas sendi dikatakan dr Ghuna tidak perlu melakukan pemeriksaan khusus. Pasalnya, pelumas sendi dapat diketahui dengan pemeriksaan dokter sendiri.

"Namun kalau mau juga bisa dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI)," pungkasnya.
16.54 | 0 komentar | Read More

Nyeri Sendi Seiring Bertambah Usia, Normalkah?

Written By iqbal_editing on Selasa, 29 Agustus 2017 | 18.22

, Seiring dengan bertambahnya usia, maka ada banyak keluhan yang bisa terjadi, misalnya saja nyeri sendi atau osteoarthritis. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

"Nyeri sendi bisa karena penuaan. Itu dinamakan osteoarthritis atau pengapuran, persendian yang sudah haus," kata dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

"Terjadinya murni karena usia. Jadi mengalami pengapuran," sambung dokter yang praktik di RS Hasan Sadikin Bandung ini.


Lebih lanjut, dr Ghuna menjelaskan gejala yang terjadi biasa berupa nyeri terutama pada saat mulai bergerak dan berkurang saat sudah bergerak. Kemudian, seseorang juga akan merasakan morning sickness yang ditandai dengan rasa kaku pada tubuh.

Selain itu, ia mengingatkan untuk menjaga berat badan. Sebab berat badan yang berlebihan dikatakannya bisa memperparah kondisi nyeri lutut. Kemudian, dr Ghuna juga menganjurkan untuk melakukan olahraga seperti berenang atau sepeda statis.

"Olahraga yang cocok itu berenang karena kalau di kolam berat badan kita jadi ringan," pungkasnya.
18.22 | 0 komentar | Read More

Cara Simpel yang Bisa Dilakukan untuk Jaga Kesehatan Tulang

Written By iqbal_editing on Senin, 28 Agustus 2017 | 17.34

Pengeroposan tulang bisa mengurangi kualitas hidup. Hal ini pun terjadi karena beberapa faktor. Nah, untuk memiliki tulang yang sehat, ada berbagaio hal yang bisa dilakukan, salah satunya menghindari beberapa asupan tertentu.

Menurut Balvinder Rana, MS Orthopaedics di Fortis Escorts Research Institute, salah satu penyebab pengeroposan tulang adalah mengonsumi terlalu banyak makanan seperti garam, soda, kopi, dan cokelat.

"Misalnya mengonsumsi garam bisa menyebabkan hilangnya kalsium. Karena urine yang keluar melepas kalsium dan efek jangka panjangnya dapat menyebabkan osteoporosis," tutur Rana dikutip dari Fox News.

Rana mengatakan, beberapa studi memperlihatkan pengurangan asupan garam dari 10 sampai 15 gram per hari memiliki efek yang sama dengan peningkatan kalsium dalam tubuh sebesar 1.000 gram per hari.


"Untuk soda juga dikhawatirkan karena bisa merusak pembentukan tulang selama masa kanak-kanak dan remaja karena bisa menurunkan kadar magnesium. Fosfor dalam soda juga membatasi kemampuan tubuh memanfaatkan kalsium," sambung Rana.

Sementara, Sementara, konsumsi kopi berlebihan dikatakan Rana bisa menurunkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Rana menyarankan untuk mengganti kopi dengan teh karena menurut penelitian, orang yang mengonsumsi kopi berisiko lebih rendah mengalami patah tulang.

"Mengonsumsi alkohol terlalu banyak juga bisa membuat tulang keropos. Alkohol juga memengaruhi hati sehingga memengaruhi fungsi vitamin D (vitamin tulang) dan menyebabkan tulang lemah," sambung Rana.

Yang terakhir adalah cokelat. Rana mengatakan sebuah studi memperlihatkan wanita yang lebih banyak mengonsumsi cokelat setiap hari berisiko memiliki tulang yang lebih lemah dibandingkan wanita dengan jumlah konsumsi cokelat lebih sedikit.

Sedangkan menurut Pamela Hinton, PhD dari University of Missouri pengeroposan tulang bisa dikurangi risikonya dengan olahraga seperti berlari dan latihan angkat beban. Pamela mengatakan, pada dasarnya tulang akan terus menyesuaikan diri dan menjadi kuat jika selalu melakukan latihan fisik.
17.34 | 0 komentar | Read More

Keajaiban Medis, Tangan Wanita yang Putus Ini Berhasil Disambung Kembali

Written By iqbal_editing on Minggu, 27 Agustus 2017 | 16.40

, Sebuah kecelakaan mengerikan dilaporkan terjadi di Chambery, Perancis. Seorang wanita berusia 30 tahun tak sengaja jatuh di atas rel kemudian terlindas oleh kereta yang membuat kedua tangannya putus mulai dari siku ke atas.

Namun yang membuat kisah kecelakaan ini menarik adalah secara ajaib tangan sang wanita berhasil dipasang kembali oleh dokter. Hal ini disebut tim yang menjalankan operasi berkat kecepatan penanganan yang diberikan kepadanya.


Segera setelah putus tangan sang wanita dibungkus dengan bahan steril lalu didinginkan menggunakan es. Dengan demikian kecepatan jaringan yang mati akibat berhentinya suplai darah bisa dikurangi.

Operasi dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2017, sekitar satu jam 50 menit setelah insiden terjadi. Ada dua tim di Centre Hospitalier Universitaire Grenoble Alpes yang melakukan operasi selama total empat jam.

"Kecepatan yang dimiliki para penyedia layanan darurat dan ketrampilan tim medis lah yang memungkinkan kedua tangan pasien bisa disambung kembali. Hal ini memberikannya kemungkinan terbaik untuk cepat pulih karena bila terlalu banyak keterlambatan bisa menimbulkan kerusakan permanen," tulis pihak rumah sakit seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/8/2017).

Salah satu ahli bedah yang terlibat, Michael Bouyer, mengatakan kasus seperti yang dialami sang wanita merupakan kejadian langka. Biasanya akan sangat sulit bagi pembedah untuk menyambungkan kembali otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah yang putus.

"Untuk saat ini ototnya masih belum bisa aktif kembali secara penuh jadi mungkin beberapa gerakan akan sulit dilakukan pasien terutama pada tangannya. Tapi ini masih lebih baik dibandingkan harus memakai tangan palsu," ungkap Michael.

Sang wanita diperkirakan dapat sembuh bisa normal kembali menggunakan tangannya dalam waktu satu atau dua tahun.
16.40 | 0 komentar | Read More

Selain Memijat, Ini yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Nyeri Otot Pasca Lomba 17-an

Written By iqbal_editing on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 16.23

Pegal dan nyeri otot setelah mengikuti perlombaan dalam perayaan 17-an pasti sangat mengganggu aktivitas Anda. Berbagai cara seperti memijat dan menggunakan obat penghilang rasa sakit adalah beberapa solusi yang dapat memperingan penderitaan Anda.

Sementara, pemijatan yang dilakukan sendiri bisa berisiko memperburuk kondisinya, Anda masih bisa melakukan beberapa cara untuk untuk mengurangi pegal dan nyer otot lebih cepat. Bagaimana caranya? Berikut ulasannya, seperti dikutip dari 5-A-Side, Sabtu (19/8/2017).


1. Mandi es

Terapi ini cukup populer dipraktikkan oleh para profesional. Jika tidak dengan es, pastikan Anda mandi dengan air yang sangat dingin. Adapun bentuk terapi lain yang kerap digunakan para profesional olahraga adalah 'contrast water therapy', yaitu merendam tubuh secara bergantian di air dingin dan panas untuk mengurangi nyeri otot.


Mandi dengan air dingin atau es dapat membantu mengurangi nyeri ototMandi dengan air dingin atau es dapat membantu mengurangi nyeri otot Foto: ilustrasi/thinkstock


2. Tidur

Saat Anda sedang tidur, tubuh Anda akan secara otomatis melakukan perbaikan dan pemulihan otot. Lonjakan hormon pertumbuhan manusia yang alami, seperti testosteron dan melatonin, akan membantu reproduksi dan regenerasi sel di dalam tubuh selama tidur. Buat tidur Anda lebih berkualitas jika ingin nyeri otot cepat berkurang.

3. Banyak bergerak

Mengatasi pegal dan nyeri otot juga bisa dilakukan dengan banyak gerak. Beberapa gerakan moderat dapat membantu proses penyembuhan otot dan memperbaiki sirkulasi darah. Beberapa aktivitas seperti berenang, berjalan kaki, atau joging sangat disarankan.

4. Makan banyak karbo dan protein

Satu hal menyenangkan dari cara pemulihan otot yang sakit adalah Anda bebas banyak makan makanan berkarbohidrat dan berprotein. Karbohidrat dibutuhkan untuk menggantikan simpanan glikogen (energi) yang habis setelah Anda banyak gerak sebelumnya. Ini bisa didapat dari nasi, ubi, madu, atau makanan manis yang sehat lainnya.


Yang tak kalah penting adalah makanan mengandung protein. Ini penting untuk perbaikan otot yang rusak setelah aktivitas yang berat. Protein bisa didapat dari telur, susu, dan daging.

Asupan tinggi protein seperti daging merah baik untuk otot.Asupan tinggi protein seperti daging merah baik untuk otot. Foto: iStock


5. Cukup minum air putih

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh akibat banyak gerak saat mengikuti perlombaan 17-an bisa jadi slaah satu pemicu otot Anda sakit keesokan harinya. Untuk itu, cukupi asupan air putih yang bisa kembali menghidrasi tubuh sekaligus membuang racun dengan 1,2-1,5 liter per hari.

Minum air putih penting untuk cegah otot sakit usai 17-anMinum air putih penting untuk cegah otot sakit usai 17-an Foto: Thinkstock
16.23 | 0 komentar | Read More
 
berita unik