Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label gigi anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gigi anak. Tampilkan semua postingan

pengaruh pola makan terhadap kesehatan gigi anak

Written By iqbal_editing on Selasa, 16 Agustus 2016 | 18.44


Pengaruh Pola Makan dan Minum Balita Terhadap Kesehatan Mulut dan Gigi Anak

Kesehatan mulut dan gigi anak sangat dipengaruhi oleh pola makan dan minum. Banyak penyakit gigi yang disebabkan oleh pola makan dan minum ini. Seperti apa pengaruh pola makan dan minum balita terhadap kesehatan mulut dan gigi anak? Simak saja uraian berikut ini.
• Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Kebiasaan yang satu ini sangat mendominasi pada banyak balita. Akibatnya, kebiasaan ini menimbulkan banyak permasalahan mulut dan gigi. Misalnya saja terjadinya karies gigi (melepuhnya bagian-bagian email dan dentin gigi) yang akhirnya menjadikan gigi berlubang. Jika sudah begini, sakit gigi menjadi hal yang rentan terjadi. Jika lubang gigi masih kecil, masalah bisa diatasi dengan penambalan gigi. Akan tetapi jika lubang sudah besar, satu-satunya jalan adalah dengan mencabut gigi yang berlubang tersebut.
• Kebiasaan minum susu dari botol terutama susu botol yang dibawa sambil tidur. Pengaruh kebiasaan yang satu ini biasanya adalah pembentukan gigi susu yang tidak teratur. Baik dari segi kontur maupun jarak antargiginya. Meski hal ini terjadi pada gigi susu yang nantinya akan tanggal dan diganti dengan gigi baru (gigi sekunder) yang permanen, kebiasaan minum susu dari botol tetap akan terbawa hingga anak tumbuh lebih besar.
• Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dingin. Pengaruh kebiasaan yang satu ini adalah membuat gigi menjadi sensitif, yaitu keadaan gigi yang ngilu akibat lapisan dentin yang terbuka dan membuat saraf gigi terekspos ke luar. Sehingga setiap kali makan makanan atau minuman dingin atau panas, gigi akan terasa ngilu. Penggunaan pasta gigi yang tepat bisa mengurangi permasalahan gigi sensitif ini.
• Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman asam. Kebiasaan yang satu ini juga akan membuat karies gigi dan gigi berlubang sama seperti kebiasaan makan makanan dan minuman manis. Hal yang membuat beda adalah makanan dan minuman asam, kandungan asamnya bisa melepuhkan atau meluruhkan email dan kalsium gigi.
18.44 | 1 komentar | Read More

tips mengenai gigi rpaug pada balita

Gigi Rapuh, Masalah Gigi Yang Sering Dijumpai Pada Balita


Ketahuilah berbagai kebiasaan pemicu masalah gigi rapuh yang mungkin tak pernah Anda sadari. Baca juga cara mencegah masalah gigi rapuh pada balita.


Padahal kondisi seperti ini bisa dicegah apabila kita menjaga kesehatan gigi balita kita dengan melakukan hal-hal berikut :
  1. Mengurangi penggunaan dot, terutama pada anak yang telah berusia 2 tahun.
  2. Kurangi pemberian makanan dan minuman yang bersifat manis. Seperti permen, coklat dan sirup.
  3. Perbanyak asupan vitamin dan suplemen gigi, sehingga gigi anak menjadi sehat dan kuat. Flour dan Kalsium penting dalam pembentukan gigi dan tulang. Flour juga diperlukan untuk mengurangi timbulnya kerusakan gigi dan mencegah karies.
  4. Bersihkan gigi anak secara teratur.
  5. Berikan air putih sebelum tidur untuk menghilangkan makanan yang menempel pada gigi.
  6. Berkunjung ke dokter gigi secara teratur.
Baca juga : Cara Merawat Gigi Balita Selain dengan Sikat Gigi
Bunda, ternyata masalah gigi yang menyebabkan terjadinya kerapuhan pada gigi anak tidak semata-mata karena hal yang disebut di atas. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan gigi balita mengalami kerapuhan.

Faktor Penyebab Masalah Gigi Rapuh pada Balita

Beberapa faktor berikut merupakan penyebab kerapuhan gigi yang terjadi pada balita:
1. Hipoplasia email
Kondisi ini ditandai dengan kualitas email yang tidak baik, email lebih tipis dan tampak kasar.
Penyebabnya adalah :
  • Penyakit difisiensi vitamin D, penyakit gangguan metabolisme, kelainan jantung bawaan, Down Syndrome dan lain-lain.
  • Gangguan pada masa kelahiran : bayi kekurangan oksigen, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, atau bayi kuning dan lain-lain.
  • Infeksi pada masa kehamilan atau infeksi berat pada masa bayi dan anak.
18.40 | 0 komentar | Read More

masalah gigi anak

1. Karies gigi
Karies atau gigi bolong disebabkan oleh adanya akumulasi plak pada gigi. Plak ini bersifat lengket serta dibentuk dari kombinasi antara bakteri dan asam yang dilepaskan saat mencerna gula dan makanan lainnya.

Plak yang bertumpuk ini akan mengikis enamel dan membentuk lubang-lubang kecil di dalamnya. Jika dibiarkan akan membuat bakteri masuk lebih dalam ke gigi yang akhirnya mengarah ke pulpa yang berisi saraf serta pembuluh darah.

2. Penyakit infeksi gusi
Infeksi gusi atau disebut dengan periodontitis yang dimulai dari pembentukan plak. Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri akan menyebabkan peradangan pada gingiva. Jika masalah diabaikan akan membentuk kesenjangan antara gusi dan gigi yang akhirnya menyerang jaringan gusi.

3. Gigi keropos
Gigi keropos biasanya disebabkan oleh erosi asam akibat minuman manis atau berkarbonasi yang dapat mengikis enamel. Meski gigi memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri, tapi jika asam terlalu banyak bisa membuat gigi menjadi lebih tipis.

4. Mengisap jempol
Bayi yang mengisap jempol mungkin terlihat lucu tapi bisa menyebabkan masalah gigi nantinya. Mengisap jempol yang berkepanjangan mengakibatkan gigi mengalami misaligned dan menonjol, yang nantinya membuat rahang atas dan bawah tidak normal.

5. Maloklusi
Maloklusi adalah kondisi gigi atas dan bawah yang tidak sejajar sehingga memberikan hasil gigitan yang buruk dan kesulitan bicara. Anak-anak lebih rentan mengembangkan penyakit ini karena memiliki rahang kecil sehingga membuat gigi tumbuh dengan tidak benar.
18.22 | 0 komentar | Read More

tahap perkembangan gigi anak

  • alah gigi bayi. Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa gigi bayi ini lazimnya tumbuh pada usia 5-6 bulan dan merupakan Mengenal Urutan Pertumbuhan Gigi Anakgigi seri dengan jumlah berkisar antara 2-4 buah pada bagian atas dan bawah. Gigi bayi ini berguna untuk membantu memotong dan mengunyah makanan padat pertama yang akan diberikan.
  • Gigi Susu : Seiring pertambahan usia bayi menjadi balita, maka beberapa buah gigi akan kembali tumbuh untuk melengkapi jumlah gigi, seperti gigi seri, gigi taring dan akhirnya gigi geraham. Seiring waktu perkembangan usia anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar, maka gigi susu ini akan tumbuh lengkap. Namun demikian, memasuki usia 8-12 tahun, beberapa gigi susu ini akan segera tanggal untuk digantikan dengan gigi asli yang ukurannya lebih besar dan sifatnya lebih kuat dan keras seiring dengan makin variatifnya jenis asupan makanan yang dikonsumsi.
  • Gigi Tetap : Menginjak usia di atas 12 tahun, hampir sebagian besar gigi susu telah tanggal dan akan digantikan dengan gigi tetap atau gigi asli. Namun demikian, tidak semua gigi susu akan tanggal dan digantikan gigi tetap. Gigi geraham bungsu yang berada paling belakang akan tumbuh terakhir pada kisaran usia 15-19 tahun. Gigi geraham bungsu tidak menggantikan gigi susu, namun merupakan gigi tambahan.
18.17 | 0 komentar | Read More

tanda pertumbuhan gigi anak

  • Pengeluaran air liur. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan gigi merangsang pengeluaran air liur dan peristiwa ini pada umumnya terjadi pada bayi usia 10 minggu hingga 3 atau 4 bulan.
  • Ruam pada dagu atau wajah.  Jika bayi anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi dan dia mengeluarkan sangat banyak air liur, kemungkinan akan mengalami ruam kulit yang kering yang muncul di sekitar area mulut, dan juga dagu (kadang juga muncul di area leher) bisa saja terjadi. Penyebabnya dalah kontak langsung dengan air liur itu sendiri. Mengusap air liur si bayi dengan sapu tangan atau sejenisnya bisa membantu mengurangi kemungkinan timbulnya ruam. Menggunakan krim kulit khusus untuk bayi juga bisa dilakukan.
  • Batuk. Banyaknya air liur juga bisa membuat bayi menjadi tersedak dan batuk. Jika tidak disertai dengan tanda-tanda flu, pilek ataupun alergi, tentu tanda yang satu ini tidak perlu dikhawatirkan.
  • Bayi Sering Menggigit. Tekanan yang ditimbulkan oleh gigi yang akan keluar melalui gusi biasanya menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut pada akhirnya dilampiaskan melalui gigitan, kepada apapun itu mulai dari mainan yang memang didesain untuk bayi yang giginya sedang tumbuh hingga puting susu (jika bayi masih menyusui) dan juga jari.
  • Rasa sakit. Peradangan yang terjadi pada jaringan lunak pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat pada beberapa bayi walaupun kadang sama sekali tidak berpengaruh pada bayi yang lain. Gigi-gigi pertama biasanya adalah yang paling menyakitkan saat tumbuh (termasuk juga gigi geraham yang diketahui sebagai yang paling menyakitkan). Walaupun begitu, beberapa bayi pada akhirnya merasa biasa dengan rasa sakit yang timbul saat pertumbuhan gigi sehingga mereka tidak lagi menghiraukannya.
  • Rewel. Mulut bayi anda akan terasa sakit saat gigi kecilnya menekan area gusi yang segera timbul keluar. Karena hal ini, sangatlah wajar jika peristiwa ini membuat bayi menjadi tidak tenang. Beberapa bayi mungkin hanya akan rewel selama beberapa jam saja, akan tetapi, beberapa bayi yang lain mungkin akan terus rewel untuk beberapa hari atau bahkan minggu.
  • Menolak untuk makan. Karena merasa tidak nyaman, bayi yang sedang rewel bisa saja ditenangkan dengan memberikan botol bayi atau Air Susu Ibu. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa menyusui bisa saja membuat gusi yang terasa sakit serasa semakin buruk saja. Karena alasan itulah bayi yang giginya sedang tumbuh menjadi rewel (baik karena mereka merasa sangat tidak nyaman ataupun juga merasa lapar). Bayi yang sudah bisa mengkonsumsi makanan padat juga biasanya menolak untuk makan selama masa pertumbuhan ini (walaupun begitu, hal ini perlu dicek kembali kepada dokter anak untuk memastikan bahwa bayi anda tidak menghindari beberapa jenis makanan).
  • Diare. Para ahli sebenarnya sudah menentukan beberapa pokok masalah yang umum muncul saat masa pertumbuhan gigi, akan tetapi, beberapa orang tua mendapatkan fakta bahwa bayi mereka
  • Demam rendah. Sepertinya para dokter enggan menghubungkan pertumbuhan gigi dengan demam, karena mungkin saja hal ini terjadi di waktu yang sama saat gigi pertama muncul yang bersamaan dengan rendahnya tingkat imunitas bayi yang menyebabkan mereka rentan terkena infeksi dan juga ganguan kesehatan. Walaupun begitu, sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Demam semacam ini bisa ditangani dengan perawatan yang sama dengan demam rendah yang lain dan juga konsultasi dokter jika demam berlangsung hingga 3 hari.
  • Lemah. Pertumbuhan gigi tidak hanya bekerja pada siang hari saja. Bersamaan dengan munculnya gigi bayi anda, rasa tidak nyaman juga akan dialaminya pada saat malam hari tiba (bahkan saat dia berhasil tidur nyenyak di malam sebelumnya). Untuk memberinya kenyamanan, pastikan dia bisa kembali tenang. Jika ternyata tidak bisa, anda bisa membantunya dengan menepuknya atau menyanyikan lagi nina bobo untuk menghidari pemberian susu di malam hari (yang akan menjadi masalah bagi anda kelak saat proses pertumbuhan gigi selesai).
  • Hematoma gusi. Pertumbuhan gigi juga mungkin mnyebabkan pendarahan dibawah gusi yang Nampak seperti gumpalan kemerahan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bisa sembuh dengan segera dengan bantuan kompres dingin.
  • Tarikan telinga; gosokan pipi. Bayi yang tumbuh giginya bisa dengan kesal menarik telinga mereka atau pipi ataupun dagu mereka. Gusi, telinga dan juga pipi berbagi jaringan yang sama oleh karena itu, rasa sakit pada gusi (terutama karena tumbuhnya gigi geraham) bisa saja menjalar ke area lain. Jika hal ini terjadi, anda harus berkonsultasi dengan dokter anak jika anda merasa bahwa bayi anda terganggu tidak hanya karena pertumbuhan gigi yang dialaminya.
18.04 | 0 komentar | Read More
 
berita unik