Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label pskatri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pskatri. Tampilkan semua postingan

pandangan pskiatri tentang mandi uang kades di purwekerto

Written By iqbal_editing on Jumat, 23 Juni 2017 | 04.31

Syekh Nono, seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto menggemparkan publik. Dalam sebuah video terlihat ia rebahan di atas tumpukan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

dr Soetjipto, SpKJ(K) dari RSUD Dr Soetomo mengatakan perilaku pria yang belakangan diketahui bernama Suhartono tersebut merupakan hal biasa, sama halnya dengan kebiasaan selfie yang dimiliki sebagian orang.

Namun ia tak bisa mengatakan apa pemicunya sebab menurutnya, segala hal dalam kehidupan bisa menjadi stressor (pemicu stres).

"Pada dasarnya segala aspek kehidupan itu bisa menjadi stressor. Tak melulu negatif, bisa juga positif, jadi ada banyak kemungkinan," terangnya saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (23/6/2017).

Meski identik dengan musibah atau kemalangan, stressor (pemicu stres) sebenarnya juga bisa berasal dari hal positif, seperti pada orang yang baru saja memenangkan undian atau mendapatkan uang sebesar Rp 1 miliar.


Tetapi dari pengamatannya, dr Cipto menilai Suhartono hanyalah memiliki kepribadian ekstrovert yang cenderung suka pamer ataupun narsisistik yang suka cari perhatian.

Kedua kondisi tersebut sudah cukup mendorong Suhartono untuk memamerkan dirinya berada di tengah tumpukan uang yang tidak diketahui milik siapa itu. "Tetapi kalau mau tahu (motifnya, red), lebih baik ditanya dulu, imbuhnya.

Sedangkan pada kasus pamer yang lebih buruk, ini juga bisa disebabkan oleh gangguan waham, yang ditunjukkan oleh orang-orang yang merasa dirinya raja atau mampu mendatangkan uang.

"Seperti Dimas Kanjeng itu. Itu kayaknya ada indikasi gangguan waham, seperti merasa titisannya siapa, punya kemampuan menggandakan uang, di samping ada faktor kriminalnya," jelas pria yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang Surabaya tersebut.




Terkait dengan penampilannya yang nyentrik yaitu beranting dan bertato, dr Cipto mengatakan ini juga tidak bisa mengindikasikan adanya gangguan kejiwaan.

"Tato itu kan artinya macem-macem. Bisa karena dia suka seni atau bentuk identitas diri," ungkapnya.

Di sisi lain, tato juga kerap menjadi sarana kompensasi ketika seseorang merasa tak memiliki apapun yang bisa dibanggakan dari dirinya. "Jadi supaya ditakuti orang atau membuat orang segan saja. Padahal kalau di tes-tes kepribadian, mungkin dia ini sebenarnya minder," lanjutnya.
04.31 | 0 komentar | Read More

stress dan myastenia gravis

Written By iqbal_editing on Kamis, 12 Januari 2017 | 08.34

tres & Myasthenia Gravis
Kata stres bermula dari sebuah kata latin “stringere” yang berarti ketegangan, dan tekanan. Stres merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya tekanan masalah pada seseorang. Keseimbangan antara kekuatan dan kemampuan terganggu. Bilamana stres telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi yang menekan berlangsung terus menerus.
Pada saat mengalami stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini memiliki fungsi untuk membantu mengatur sistem kekebalan tubuh selama dalam kondisi krisis dan tekanan darah, baik itu sewaktu terjadi krisis emosional maupun krisis fisik. Hormon Kortisol efektif untuk membentuk cadangan energi serta mampu meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.
Shawn Talbott, PhD seorang ahli biokimia dan gizi sekaligus seorang penulis buku yang berjudul ‘The Cortisol Connection’ mengatakan “Ketika terjadi adanya lonjakan kortisol, hormon ini akan memberitahu tubuh untuk memakan kalori lebih banyak, taktik ini termasuk taktik bertahan hidup yang memerlukan energi besar”.
disaat distress tubuh akan menghabiskan banyak energi karena terjadi lonjakan hormon kortisol yg sangat signifikan, bagi penderita Myasthenia Gravis hal tersebut jelas dapat memperburuk penyakit yg di deritanya. Karena tubuh akan kehilangan banyak sumber energi untuk kontraksi otot yg mengakibatkan semakin melemahnya kinerja otot pada si penderita.
Oleh karena itu perlu sekali bagi MGers untuk memanjemen stres dengan baik, Berikut beberapa tips sederhana untuk mengurangi tingkat stres anda :
1. Berpikir Positif
Optimisme dapat menangkal dampak negatif stres, Sangat penting untuk mengelilingi diri anda dengan orang-orang positif. Mempunyai sifat positif dapat membantu anda menjalani hidup lebih baik dan dapat mengontrol rasa khawatir anda.
2. Tidur yg cukup
Mendapatkan tidur nyenyak yang cukup memiliki dampak besar pada tingkat stres Anda. Fungsi kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit pun bangkit. Tapi ingat, ini bisa juga meningkatkan tingkat stres dalam tubuh Anda jika kadarnya berlebih. Jadi, jangan berlebihan karena akan membuat Anda bertambah lesu.
3. Tertawa
Tawa adalah obat stres yang membawa relaksasi. Temukan humor dalam hal-hal dan terlibat dalam aktivitas yang membuat Anda tertawa untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan ketahanan terhadap penyakit. Menurut beberapa peneliti di Loma Linda University Hanya dengan tertawa sudah dapat mengurangi kortisol dalam tubuh hampir setengahnya
4. Olahraga
Olahraga teratur dan aktivitas fisik tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, sistem kardiovaskular, jantung, otot dan tulang, tetapi juga memompa darah dan melepaskan beberapa endorfin. Namun perlu diperhatikan kondisi pasien itu sendiri, bila tidak memungkinkan untuk berolahraga jangan dipaksakan.
5. Meditasi
Meditasi sangat bagus tidak hanya untuk menghilangkan stres, tetapi juga untuk relaksasi otot. Pada sebuah penelitian di Thailand, orang yang sering berlatih meditasi mengalami penurunan hormon kortisol dalam tubuh serta tekanan darah hanya dalam waktu 6 minggu. Demikian juga terhadap orang yang melakukan meditasi disetiap hari dalam kurun waktu 4 bulan secara signifikan mengalami penurunan kortisol rata-rata 20 persen, setidaknya menurut suatu penelitian yang ada di Maharishi University.
6. Dengarkan Musik
Mendengarkan musik favorit merupakan metode bagus untuk mengurangi stres dan menghilangkan kecemasan. Musik yang menenangkan dapat memiliki efek relaksasi pada gelisah, tegang pikiran. Hal ini juga dapat menurunkan hormon kortisol, memperlambat pernapasan dan detak jantung.
7. Pandai-pandailah bersyukur
Bersyukur merupakan cara yang paling ampuh dalam mengatasi stres, dengan bersyukur kita akan senantiasa ingat bahwa segala sesuatu yang kita peroleh merupakan pemberian dari Tuhan dan seyogyanya kita terima dan kita kerjakan dengan rasa ikhlas.
8. Libatkan indera Anda
Aroma tertentu dapat memiliki efek, menenangkan relaksasi pada keadaan pikiran Anda. Anda dapat mencoba menempatkan lilin lavender, lemon atau chamomile beraroma di sekitar rumah atau kantor Anda. Anda juga dapat menggunakan salah satu dari aroma di kamar mandi Anda.
9. Minum teh hijau
Teh hijau mengandung asam amino, Theanine, yang membantu dalam produksi dan pelepasan bahan kimia yang disebut Dopamin. Kedua Dopamin dan Theanine merangsang perasaan kesejahteraan di dalam tubuh. Namun, kafein dapat memperburuk respon stres, jadi hindari minuman berkafein.
10. Berdoa/Beribadah
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Mississippi, melakukan ritual/beribadah keagamaan dapat membentengi seseorang dari tekanan hidup sehari-hari yang dapat memicu stres dan efektif untuk menurunkan kadar kortisol dalam aliran darah. Subyek penelitian dilakukan kepada orang-orang yang rajin ke tempat ibadah mempunyai kadar hormon stres lebih sedikit daripada mereka yang tidak menghadiri ibadah sama sekali. Jika ritual keagamaan tidak cukup menarik untuk anda, cobalah mengembangkan sisi lain spiritual dengan melakukan aktivitas berjalan-jalan di alam, pantai, hutan atau juga dapat menjadi relawan dalam suatu kegiatan sosial.
11. Pijat relaksasi
Pijat dengan lembut dapat Mengurangi Kortisol hingga 31 persen, Memberikan pijatan lembut efektif memangkas tingkat stres. Setelah melakukan beberapa terapi pijat, kebanyakan seseorang mengalami penurunan kortisol hingga sepertiga, menurut suatu penelitian di University of Miami School of Medivine. Disamping menjaga kadar kortisol, pijat juga mampu mengurangi kondisi stres dengan memberikan peningkatan dopamin serta serotonin
12. Menyalurkan hobi
Kegiatan atau aktivitas yg menyenangkan akan membantu mengurangi tingkat stres seseorang, menyalurkan hobi menjadi solusi yg sangat baik untuk mengurangi tingkat stres anda. Karena disaat anda melakukan aktivitas yg menyenangkan maka tubuh anda akan mengeluarkan hormon serotonin yg dapat mengontrol mood anda menjadi lebih baik.
08.34 | 0 komentar | Read More

voyeurisme

Written By iqbal_editing on Rabu, 07 Desember 2016 | 00.39

Voyeurisme merupakan salah satu penyakit seksual dimana seseorang mempunyai gairah seksual yang tinggi dan merasa puas jika mereka melihat dan juga mengintip orang lain atau lawan jenis tanpa busana atau ketika sedang berhubungan intim atau kegiatan seksual. Biasanya laki-laki yang terkena penyakit voyeurism biasanya orgasme terjadi dengan melakukan masturbasi. Baik ketika sembari mengintip atau setelahnya.
Bisa juga dengan mengingat apa yang sudah dilihatnya. Seorang voyeur kerap melakukan fantasi ketika melakukan hubungan seksual dengan orang yang mereka intip. Dan dalam voyeurism sendiri cukup jarang terjadi kontak antara orang yang mengintip dengan orang yang diintip.
Voyeurisme
Gangguan psikoseksual ini sendiri juga bisa berasal dari kenikmatan seksual dan juga kepuasan dari menyaksikan tubuh telanjang dan juga organ genital atau mengamati kepuasan seksual orang lain. Mengintip biasanya dilakukan secara sembunyi. Voyeurisme sendiri merupakan bentuk paraphilia.
Bentuk dari varian voyeurisme sendiri juga bisa terangsang mendengarkan cerita erotis. Hal ini biasanya terjadi ketika mendengarkan telepon seks. Lalu apa saja penyebab dari voyeurism ?
Berikut perinciannya :
Rasa penasaran dan ingin tahu yang cukup mendominasi mengenai aktifitas seksual, menjadi salah satu penyebabnya.
Mengalami trauma psikologis dari lawan jenis sehingga membuatnya kurang percaya diri.
Voyeurism sendiri biasanya terjadi dari masa-masa remaja. Di masa-masa inilah para remaja penasaran untuk menyaksikan dan melihat seperti apa bentuk tubuh dari lawan jenis. Hal ini yang mendorong penyakit seksual voyeurisme.
00.39 | 0 komentar | Read More
 
berita unik