Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah vaskuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah vaskuler. Tampilkan semua postingan

Olahraga Terlalu Berat Bisa Sebabkan Varises? Ini Kata Dokter

Written By iqbal_editing on Kamis, 31 Agustus 2017 | 20.38

Olahraga adalah aktivitas fisik yang disukai oleh banyak orang dengan jenis olahraga, frekuensi, dan itensitas yang berbeda-beda. Dengan olahraga, tubuh akan sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Namun ternyata olahraga juga dapat menimbulkan efek negatif. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO olahraga berlebihan dapat menyebabkan varises.

Varises adalah pelebaran dan pembesaran pembuluh darah balik (vena) yang biasanya terjadi pada bagian kaki. "Pembuluh darah yang ke daerah sana (kaki) harus terjamin dan cukup suplainya. Karena kalau kita olahraga berarti melatih otot-otot kita kita untuk melakukan yang kita perintahkan," ujar dr Michael saat dihubungi detikHealth, Senin (24/7/2017).


Selanjutnya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP, MD juga menuturkan hal yang sama.

"Angkat barbel, olahraga yang dorong, tarik tambang, yang berat-berat bisa varises. Tapi kalau olahraga yang ringan, enggak," katanya kepada detikHealth di hari yang sama.

dr Isman menjelaskan bahwa aktivitas yang berat dapat meningkatkan suplai darah ke pembuluh darah vena. Sedangkan varises diakibatkan oleh inkompetensi vena itu sendiri.

Hal ini menyebabkan vena tidak mengalirkan darah kembali ke jantung sehingga pembuluh darah yang mengalami penumpukan akan melebar dan membesar.

Agar tidak mengalami varises, dr Isman menganjurkan untuk mengimbanginya dengan jenis olahraga yang lebih ringan seperti aerobik atau jogging. "Harus makan sehat, hidup sehat, hindari mengejan, merokok dan alkohol," pungkasnya.
20.38 | 0 komentar | Read More

Sering Beku di Bagian Kaki? Waspada Sindrom Raynaud

Written By iqbal_editing on Rabu, 19 Juli 2017 | 21.12

Sindrom raynaud adalah kondisi di mana tubuh, umumnya kaki dan tangan, mengalami rasa dingin yang berlebih. Sindrom ini terjadi karena aliran darah yang tidak lancar. Ketika aliran darah mulai lancar, biasanya kulit akan berubah kebiruan atau merah, kadang juga disertai rasa sakit.

Dikutip dari Body and Soul, sindrom raynaud lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria. Untuk pengobatannya pun hingga saat ini belum ditemukan.

Samantha Gemmell, seorang nutrisionis dari Croydon, VIC, membagikan kisahnya mengenai ketidaknyamanannya mengidap sindrom ini. "'Winter blues' tidak hanya menyerang kepala, tapi juga ke jari-jari tangan dan kaki. Aku selalu menghindar dari sosialisasi, terutama saat malam hari. Aku selalu punya sarung tangan di tas," ujarnya.


Meskipun ada sejumlah orang yang menganggap remeh mengenai masalah sindrom ini, ternyata sindrom raynaud bisa berdampak fatal seperti. Dr Harvey mengatakan fenomena Raynaud mungkin saja merupakan gejala autoimun atau gangguan jaringan ikat.

"Jika tidak terdiagnosis, dapat mengakibatkan hilangnya anggota badan atau bahkan mereka (yang memiliki sindrom) bisa punya kehidupan yang pendek. Saya pernah melihat satu kasus fenomena Raynaud di mana perlu dilakukan tindakan amputasi pada jari seseorang." ujarnya.

Untuk mengatasi rasa dingin, ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama adalah merendam kaki ke air dingin untuk melancarkan sirkulasi darah atau pindah ke suhu ruangan yang lebih hangat. Selebihnya, belum ada pengobatan untuk menyembuhkan sindrom yang muncul karena turunan ini.
21.12 | 0 komentar | Read More

KTS

Written By iqbal_editing on Selasa, 10 Januari 2017 | 17.14

Klippel-Trenaunay syndrome (KTS atau KT), sebelumnya sindrom Klippel-Trenaunay-Weber [1] dan kadang-kadang angioosteohypertrophy sindrom dan hipertrofi hemangiectatic, [2] adalah langka bawaan kondisi medis di mana pembuluh darah dan / atau pembuluh getah bening gagal untuk membentuk benar . Tiga fitur utama adalah flammeus nevus (port-wine stain), vena dan limfatik malformasi, dan jaringan lunak hipertrofi ekstremitas yang terkena. [2] Hal ini mirip dengan, meskipun jelas terpisah dari, yang kurang umum sindrom Parkes-Weber .

Klasifikasi

Ada ketidaksepakatan tentang bagaimana kasus KTS harus diklasifikasikan jika ada hadir arteriovenous fistula. Meskipun beberapa pihak berwenang telah menyarankan bahwa istilah sindrom Parkes Weber diterapkan dalam kasus-kasus, [3] [4] [5] ICD-10 saat ini menggunakan istilah "Klippel-Trenaunay-Weber syndrome".

Tanda dan gejala

Cacat lahir didiagnosis dengan adanya kombinasi dari gejala ini (sering di sekitar ¼ dari tubuh, meskipun beberapa kasus dapat menyajikan jaringan lebih atau kurang terpengaruh):
Dalam beberapa kasus, noda port-wine (kapiler port wine jenis) mungkin tidak ada. Kasus-kasus seperti ini sangat jarang terjadi dan dapat diklasifikasikan sebagai "atypical syndrome Klippel-Trenaunay".
KTS dapat baik mempengaruhi pembuluh darah, pembuluh getah bening, atau keduanya. Kondisi yang paling sering menyajikan dengan campuran keduanya. Mereka dengan pengalaman keterlibatan vena meningkat rasa sakit dan komplikasi, seperti ulserasi vena di ekstremitas bawah.
Mereka yang besar AVMs beresiko pembentukan bekuan darah di lesi vaskular, yang dapat bermigrasi ke paru-paru ( emboli paru ). Jika ada aliran darah bervolume besar melalui lesi, "output tinggi gagal jantung " mungkin berkembang karena ketidakmampuan jantung untuk menghasilkan output jantung yang cukup. [5]
Gejala %
Port wine stain 98%
ekstremitas lagi / hipertrofi 67%
hipertrofi melingkar 77%
varises 72%
Rasa sakit 37%
Berdarah 17%
tromboflebitis superfisial 15%
selulitis 13%
perdarahan rektum 12%
limfatik malformasi 11%
lymphedema 10%
Hiperpigmentasi 8%
bisul Ankle 6%
veruka 6%
hiperhidrosis 5%
DVT 4%
proses mengeras 4%
Emboli paru 4%
Limb mati rasa 2%
[6]

Genetika

Cacat lahir mempengaruhi laki-laki dan perempuan sama-sama, dan tidak terbatas pada kelompok ras. Hal ini tidak yakin jika itu adalah genetik di alam, meskipun pengujian sedang berlangsung. [7] Ada beberapa bukti bahwa hal itu mungkin terkait dengan translokasi pada t (8; 14) (q22.3; Q13). [8] Beberapa peneliti telah menyarankan VG5Q memiliki asosiasi. [9]

Pengobatan

KTS adalah sindrom kompleks, dan tidak ada pengobatan tunggal yang berlaku untuk semua orang. Pengobatan memutuskan atas dasar kasus per kasus dengan dokter individu.
Saat ini, banyak dari gejala dapat diobati, tetapi tidak ada obat untuk sindrom Klippel-Trenaunay. [10]

Bedah

Debulking telah menjadi pengobatan yang paling umum untuk KTS selama beberapa dekade dan sementara perbaikan telah dibuat, prosedur ini masih dianggap invasif dan memiliki beberapa risiko yang terkait dengan itu. pilihan pengobatan yang lebih efektif dan kurang invasif sekarang ada untuk KTS pasien dan oleh karena itu debulking umumnya hanya direkomendasikan sebagai pilihan terakhir. operasi debulking dapat mengakibatkan cacat utama dan juga meninggalkan pasien dengan kerusakan saraf permanen.
Mayo Clinic telah melaporkan pengalaman terbesar dalam mengelola KTS dengan operasi besar. Dalam 39 tahun di klinik Mayo tim bedah dievaluasi 252 kasus berturut-turut KTS, yang hanya 145 (57,5%) dapat diobati dengan operasi primer. [11] Tingkat kesuksesan untuk mengobati varises hanya 40%, eksisi malformasi vaskular adalah mungkin dalam 60%, debulking operasi di 65%, dan koreksi deformitas tulang dan panjang tungkai koreksi (epiphysiodesis) memiliki 90% keberhasilan. Semua prosedur menunjukkan tingkat kekambuhan tinggi di follow-up. Studi mayo clinic menunjukkan bahwa manajemen bedah utama KTS memiliki keterbatasan dan pendekatan non-bedah perlu dikembangkan dalam rangka untuk menawarkan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien ini. operasi besar termasuk amputasi dan debulking bedah tampaknya tidak menawarkan manfaat dalam jangka panjang.

Nonsurgical

Skleroterapi adalah pengobatan untuk vena spesifik dan malformasi vaskular di daerah yang terkena. Ini melibatkan injeksi bahan kimia ke dalam pembuluh darah yang abnormal menyebabkan penebalan dan obstruksi dari pembuluh ditargetkan. pengobatan tersebut memungkinkan aliran darah normal untuk melanjutkan. Ini adalah prosedur medis non-bedah dan hampir tidak invasif sebagai debulking. USG busa dipandu sclerotherapy adalah keadaan seni pengobatan baru yang berpotensi menutup banyak besar malformasi vaskular . [12] [13]
terapi kompresi menemukan lebih banyak menggunakan pada sepuluh tahun terakhir. Masalah terbesar dengan sindrom KTS adalah bahwa aliran darah dan / atau aliran getah bening mungkin akan terhambat, dan akan renang di daerah yang terkena. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, peradangan, dan dalam beberapa kasus, bahkan ulserasi dan infeksi. Di antara anak-anak dan orang dewasa, pakaian kompresi dapat digunakan untuk meringankan hampir semua ini, dan ketika dikombinasikan dengan ketinggian daerah yang terkena dan manajemen yang tepat, dapat menghasilkan gaya hidup yang nyaman bagi pasien tanpa operasi apapun. pakaian kompresi juga digunakan akhir-akhir ini setelah prosedur debulking untuk mempertahankan hasil prosedur. Untuk pengobatan dini bayi dan balita dengan KTS, pakaian kompresi khusus tidak praktis karena laju pertumbuhan. Ketika anak-anak dapat mengambil manfaat dari terapi kompresi, membungkus dan pijat limfatik dapat digunakan. Sementara pakaian kompresi atau terapi yang tidak sesuai untuk semua orang, mereka relatif murah (dibandingkan dengan operasi), dan memiliki sedikit efek samping. Kemungkinan efek samping termasuk sedikit risiko bahwa cairan mungkin hanya dipindahkan ke lokasi yang tidak diinginkan (misalnya, pangkal paha), atau bahwa terapi kompresi itu sendiri menghambat lanjut sirkulasi ke ekstremitas yang terkena. [ Rujukan? ]

Sejarah

Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh dokter Perancis Maurice Klippel dan Paul Trenaunay pada tahun 1900; mereka disebut sebagai nevus vasculosus osteohypertrophicus. [14] [15] Jerman-Inggris dokter Frederick Parkes Weber dijelaskan kasus pada tahun 1907 dan 1918 yang serupa tapi tak sama dengan yang dijelaskan oleh Klippel dan Trenaunay. [16] [17]

Kasus menonjol

17.14 | 0 komentar | Read More

vaskulitis

Written By iqbal_editing on Kamis, 24 November 2016 | 20.10

Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh. Perubahan yang bisa terjadi pada dinding pembuluh darah adalah penebalan, pelemahan, penyempitan, dan munculnya bekas luka.
Vaskulitis terjadi karena sistem kekebalan tubuh melakukan kesalahan dan menyerang pembuluh darah. Sel yang rusak akan menghasilkan zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah membocorkan cairan ke jaringan dan serta menimbulkan pembengkakan.
vasculitis - alodokter
Penyakit yang juga dikenal dengan nama angiitis atau arteritis ini bisa menyerang orang dari berbagai usia dan bisa menyerang satu atau lebih organ tubuh manusia. Beberapa komplikasi yang bisa diidap penderita vaskulitis adalah:
  • Penggumpalan darah dan aneurisma. Gumpalan darah yang bisa menghambat aliran darah.
  • Infeksi, termasuk kondisi yang mengancam keselamatan nyawa, seperti pneumonia dan sepsis.
  • Kerusakan organ. Jika berkembang menjadi parah, vaskulitis bisa menyebabkan rusaknya organ-organ penting tubuh manusia.
  • Gangguan penglihatan. Jika tidak segera ditangani, vaskulitis bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Gejala Vaskulitis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala vaskulitis sangat beragam dan biasanya dihubungkan dengan berkurangnya aliran darah ke tubuh. Gejala vaskulitis yang umum dirasakan para penderitanya adalah:
  • Pegal-pegal.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Kelelahan.
  • Munculnya ruam.
  • Demam.
  • Hilangnya denyut nadi pada tungkai tubuh.
  • Gangguan saraf, seperi kebas atau lemas.
  • Turunnya berat badan.
  • Sakit kepala.
Gejala lain yang berhubungan dengan vaskulitis jenis lebih spesifik adalah:
  • Sindrom Behcet: Peradangan mata; tukak pada mulut dan kelamin; lesi mirip jerawat pada kulit. Gejala-gejala ini disebabkan adanya peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena.
  • Penyakit Buerger: Nyeri pada tangan, lengan, tungkai kaki, serta munculnya tukak pada jari tangan dan kaki. Penyakit ini ditandai oleh peradangan dan sumbatan pada pembuluh darah area tangan dan kaki.
  • Cryoglobulinemia: Ruam, nyeri sendi, lemas, kebas dan sensasi geli akibat adanya protein yang tidak normal di dalam aliran darah.
  • Sindrom Churg-Strauss: asma, nyeri saraf, dan perubahan sinus serta seringkali mempengaruhi fungsi ginjal.
  • Artritis sel raksasa: Sakit kepala, kulit kepala nyeri, nyeri pada rahang, gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Penyakit ini disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah arteri di kepala.
  • Granulomatosis wegener: Hidung tersumbat, infeksi sinus, dan mimisan.
  • Henoch-Schonlein purpura: sakit perut, darah pada urine, nyeri sendi, dan ruam pada bokong atau kaki bagian bawah. Biasanya disebabkan adanya pembengkakan pembuluh darah kapiler di kulit, sendi, usus, dan ginjal.
  • Vaskulitis hipersensitif: Bintik merah pada kulit, biasanya muncul pada kaki bagian bawah.
  • Penyakit Kawasaki: Demam, ruam, dan peradangan mata.
  • Poliangiitis Mikroskopik: Sakit perut, ruam, batuk darah.
  • Poliarteritis Nodosa: Ruam, nyeri pada otot dan sendi, sakit perut, tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan gangguan ginjal.
  • Arteritis takayasu: Kebas, terasa dingin pada tangan dan kaki, hilangnya denyut, tekanan darah tinggi atau hipertensi, sakit kepala, dan perubahan penglihatan.

Penyebab Vaskulitis

Hal yang menyebabkan terjadinya vaskulitis masih belum diketahui sampai saat ini. Beberapa tipe vaskulitis ada hubungannya dengan faktor keturunan. Sedangkan vaskulitis jenis lain merupakan akibat kesalahan sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang sel pembuluh darah.Beberapa faktor yang bisa memicu reaksi salah dari sistem kekebalan tubuh adalah:
  • Reaksi tubuh terhadap obat-obatan tertentu.
  • Infeksi, seperti hepatitis B dan hipatitis C.
  • Penyakit autoimun.
  • Kanker darah.
Pembuluh darah yang terkena vaskulitis akan melemah sehingga mudah berdarah atau meradang. Bila pembuluh darah meradang maka dindingnya dapat menebal  sehingga rongga pembuluh darah akan menyempit. Akhirnya, kondisi ini akan mengurangi jumlah darah yang mencapai jaringan serta organ tubuh.

Diagnosis Vaskulitis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Jika dicurigai mengidap vaskulitis, pasien akan disarankan menjalani beberapa tes untuk memastikan diagnosis, yaitu:
  • Tes darah, berfungsi untuk mengidentifikasi apakah terjadi peradangan.
  • Tes urine, bisa memberikan informasi apakah urine mengandung sel darah merah atau protein terlalu tinggi.
  • Tes pencitraan, tes pencitraan bisa menentukan pembuluh darah atau organ mana yang terkena vaskulitis.
  • Angiografi, prosedur ini memungkinkan dokter melihat dinding pembuluh darah.
  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan pada bagian tubuh yang terinfeksi untuk diperiksa adanya tanda vaskulitis.

Pengobatan Vaskulitis

Penanganan vaskulitis umumnya ditujukan untuk mengontrol peradangan dengan pemberian obat-obatan, kemudian mengobati penyakit yang memicu terjadinya vaskulitis.Vaskulitis sendiri biasanya ditangani dalam dua tahap, yaitu penghentian peradangan dan pencegahan agar tidak kambuh. Jika disebabkan oleh reaksi alergi, maka vaskulitis bisa sembuh dengan sendirinya.
Beberapa pengobatan untuk menangani vaskulitis adalah:
  • Kortikosteroid, yang berfungsi untuk mengontrol peradangan.
  • Obat-obatan pelemah sistem kekebalan tubuh. Jika kortikosteroid tidak memberi efek pada tubuh penderita, maka dokter akan memberikan jenis obat yang bisa melemahkan fungsi sel sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan.
20.10 | 0 komentar | Read More

pendahuluan penyakit reynaurd desase dan anatomi fisiologis arteri

Written By iqbal_editing on Selasa, 13 September 2016 | 07.48

A. Pendahuluan
Raynaud’s disease (RAY-noz) merupakan suatu keadaan yang menyerang pembuluh darah pada ektremitas yang terdiri dari tangan, kaki, hidung dan telinga ketika terdapat dingin dan stress. Ini dinamakan oleh Maurice Raynaud (1834 - 1881), seorang terapis dari Perancis yang menyatakan pertama kali pada tahun 1862
Raynauds Disease merupakan salah satu penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri, dimana penyebabnya merupakan non-aterosklerotik. Non-aterosklerotik merupakan salah satu penyebab penyakit arteri dimana penyakit hanya menyerang susunan pembuluh darah arteria pada lapisan media arteria dan arteri perifer. Ada beberapa macam penyakit arterial yang disebabkan oleh Non-sterosklerotik tersebut antara lain salah satunya adalah gangguan vasospastik pada pembuluh darah arteri dimana keluhan tersebut dinamakan Raynaud’s Disease. Raynaud’s disease tersebut banyak terjadi pada kalangan wanita muda yang hidup diiklim yang dingin.
Raynaud’s Disease terbagi menjadi dua antara lain Primary dan Secondary Raynaud’s. Raynaud’s Disease banyak menyerang pada wanita muda dan wanita dewasa diiklim dingin. Factor penyebab dari Raynaud’s Disease ini idiopathic atau belum diketahui, tapi penyakit ini terjadi saat terdapat factor pencetus antara lain suhu dingin dan stress . (http://www.raynauds.demon.co.uk/raynauds.html)

B. Anatomi dan Fisiologi Arteri
Pembuluh darah (Blood Vessel) terdiri dari 3 macam antara lain :
1. Arteri
2. Kapiler
3. Vena
Struktur pembuluh darah Terdiri atas tiga lapisan:
1. Lapisan paling luar (Tunika Adventitia atau Tunika Eksterna) : mendapat suplai darah yang mengalir dalam lumen yang masuk secara absorbsi.
2. Lapisan bagian tengah (Tunika Media) : mendapatkan suplai darah endothelial, yaitu pembuluh darah dalam darah (Vasa vasorum) mendapat persyarafan dari saraf otonom yang dikontrol oleh pusat vasomotor pada Medulla Spinalis berfungsi untuk vasodilatasi dan vasokonstriksi. Saraf otonom yang mensyarafi otot-otot halus.
3. Lapisan bagian dalam (Tunika Intima).
Penjelasan :
1.Arteri dibagi menjadi :
a. Arteri besar (arteri type elastis),
Misalnya : aorta, a. anonima
Proporsi jaringan elastis > jaringan otot pada dindingnya (Tunika Media).
Lumen > ketebalan dindingnya dibandingkan dengan arteri kecil.
b.Arteri ukuran medium (arteri type muskuler)
Hampir semua arteri masuk kategori ini.
Proporsi jaringan > jaringan elastis pada Tunika Medianya
2.Arteriole
Tunika Intima dan Tunika Media tipis sehingga Tunika Adventitia dan Tunika Media ketebalannya hampir sama. Saat arteriole bergabung dengan kapiler, maka Tunika Intima dan Tunika Media semakin menipis dan akhirnya menghilang. Sedang Tunika Adventitia berubah menjadi jaringan ikat perivaskuler retikuler. Arteri di otak dan Canalis Vertebralis mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan tempat-tempat lain.
3.Kapiler
Kapiler setelah digabung, panjangnya bisa mencapai 62ribu mil (1 mil – 1,6 km), karena setiap 1 inchi jaringna mengnadung 1,5juta kapiler. Macam kapiler :
a.Kapiler sejati, tidak menghubungkan secara langsung antara Arteriole dan Venulae berupa Anastomase.
b.Metarteriole
c.Troughfar Channel
4.Arteriovenosus Anastomase
5.Arteriovenosus Concomitten, antara Arteri dan Vena saling menyatu.
6.Pembuluh darah Vena (Pumping Action)
Struktur dindingnya seperti pada arteri yaitu :
•Interna/intima : Endothelia
•Middle/media : Muscular
•Externa/adventitia : Connective tissue
Perbedaan utamanya dengan arteri:
•Dinding lebih tipis dan lumen relatif lebih besar
•Dinding media lebih lemah (lebih tipis)
Aliran mempunyai keistimewaan
•Mempunyai klep satu arah
•Dipengaruhi oleh otot rangka --- saat bekerja/ berkontraksi
•Dipengaruhi tekanan negatif dalam thorak ---saat inspirasi
Ada 2 jenis vena,yaitu:
a)Vena superficial (superficial veln)
Misal: Vena Saphenous --- panjang (sebelah medial tungkai) -- Gastrocnemius --- pendek (di belakang) --- sering mengalami varises
b)Vena profunda (deep vein)
Misal: vina tibialis anterior dan posterior, vena poplitea, vena femoralis
Musculovenous Pump:
•Yaitu kontraksi otot yang mendorong naiknya aliran vena/ aksi yang mendorong aliran vena
•Terletak di vena prpfunda, yaitu di vena tibialis
•Diman akontraksi calf muscle akan menekan vena tibialis yang mempunyai katup --- aliran darah akan naik.
•Untuk meningkatkan aliran vena dapat juga dilakukan dengan heathing dan ma
07.48 | 0 komentar | Read More

penyakit oklusi Aortoiliac

penyakit oklusi Aortoiliac adalah penyumbatan aorta, pembuluh darah utama di tubuh Anda, atau arteri iliac. Arteri iliaka adalah cabang yang aorta Anda terbagi menjadi sekitar tingkat pusar untuk memberikan darah ke kaki Anda dan organ dalam panggul Anda. penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak dalam dinding pembuluh darah Anda.
Aorta dan arteri iliaka adalah pembuluh darah yang paling umum kedua yang terkena penyakit arteri perifer (PAD) setelah pembuluh darah di paha. PAD terjadi pada 12-20% dari orang yang berusia di atas 65.
mungkin tidak ada
Anda mungkin memiliki gejala yang bervariasi atau tidak ada gejala sama sekali dan masih memiliki penyakit oklusi aortoiliac.
KELELAHAN, nyeri atau kejang SAAT BERJALAN
Ketika merasa di bokong, paha atau betis, gejala-gejala ini mungkin sinyal ringan sampai sedang penyakit oklusi aortoiliac. Sebagai penyakit berlangsung, gejala-gejala ini dapat terjadi setelah berjalan jarak yang sangat pendek.
DISFUNGSI EREKSI
Pria mungkin mengalami disfungsi ereksi.
NYERI PADA REST, LEG DAN KAKI MASALAH
Dalam kasus yang parah, Anda mungkin merasa sakit di kaki Anda atau kaki saat istirahat, dingin dan mati rasa di kaki Anda, luka atau luka pada kaki Anda dan kaki, dan bahkan gangren atau kematian jaringan di kaki Anda.
Penyebab
  • Penyebab paling umum dari penyakit aortoiliac adalah aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Pengerasan arteri dapat disebabkan oleh merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, predisposisi genetik atau obesitas.
  • kondisi peradangan seperti arteritis Takayasu dapat menyebabkan peradangan pada arteri menyebabkan penyumbatan arteri.
  • Radiasi ke panggul dapat menyebabkan peradangan yang progresif di dinding arteri yang mengarah ke penyumbatan arteri.
Diagnosa
Lihat seorang ahli bedah vaskular
Anda akan diminta pertanyaan tentang gejala dan riwayat medis, termasuk pertanyaan tentang anggota keluarga. Ahli bedah vaskular juga akan melakukan pemeriksaan fisik.
Tes mungkin disarankan
  • Awalnya sebuah tes Indeks ankle-brachial dan USG dupleks mungkin disarankan.
  • Jika pengujian lebih lanjut diperlukan suatu CT angiogram , MR angiogram , atau angiogram kateter diarahkan pilihan. Studi ini menggunakan berbagai jenis pewarna untuk membantu mengidentifikasi di mana penyumbatan di arteri terletak untuk merencanakan perawatan lebih lanjut. Dengan CT angiogram dan MR angiogram, pewarna disampaikan melalui IV. Dengan angiogram kateter-diarahkan, dye disuntikkan melalui tabung tipis (kateter) dimasukkan ke dalam arteri.
perawatan
penyakit oklusi Aortoiliac dapat dikelola oleh:
  • modifikasi faktor risiko, seperti berhenti merokok, mengontrol kolesterol atau tekanan darah tinggi, mengelola diabetes dan olahraga teratur.
  • Obat dapat diresepkan, seperti aspirin atau obat lain untuk mencegah trombosit dari pembekuan dalam darah. Sebuah obat statin dapat membantu mengontrol kolesterol dan juga membantu mencegah perkembangan plak.
Jika perawatan lebih lanjut diperlukan, prosedur invasif minimal atau operasi bypass dapat dipertimbangkan.
  • yang paling umum pengobatan minimal invasif adalah penempatan stent di aorta atau arteri iliac. Prosedur ini biasanya dilakukan pada saat yang sama sebagai tes angiogram kateter diarahkan. stent adalah perangkat kecil yang compacts plak di dinding arteri untuk membuat jalur yang lebih luas untuk aliran darah ke bagian bawah tubuh Anda. Angioplasti, di mana perangkat balon tiup dimasukkan melalui kateter untuk lebih membantu dalam membuka arteri, dapat ditambahkan ke pengobatan.
  • Sebuah operasi bypass adalah penciptaan jalan memutar di sekitar penyumbatan. jalan memutar dapat mulai di aorta (dekat jantung Anda) dan mungkin berakhir baik di arteri iliac di panggul Anda, atau di arteri di pangkal paha. Sebuah memotong dapat dilakukan baik pada satu atau kedua belah pihak pada saat yang sama. Untuk penyakit yang berat yang meliputi aorta dan kedua arteri iliaka, bypass biasanya berjalan dari aorta ke arteri pangkal paha, biasanya menggunakan graft buatan. Jika tidak ada arteri cocok berasal bypass di aorta, atau jika Anda tidak cukup sehat untuk menjalani prosedur berbasis aorta, bypass umumnya dimulai pada arteri aksilaris bawah tulang selangka dan berakhir di satu atau kedua kaki.
Tetap sehat
  • Cara terbaik untuk mencegah perkembangan penyakit oklusi aortoiliac adalah untuk tidak merokok, dan mengelola kolesterol, tekanan darah dan diabetes.
  • Jika Anda merokok, mintalah dokter bedah vaskular Anda untuk membantu Anda menemukan program berhenti merokok yang akan bekerja untuk Anda.
  • Dapatkan olahraga secara teratur.
  • Makan sehat, diet seimbang yang rendah lemak dan kolesterol.
 
07.14 | 0 komentar | Read More

istilah dokter bedah vaskuler

A .
Abi indeks : indeks untuk menilai adanya sumbatan pada arteri tungkai bawah
Advant wound dressing : moderen dressing dengan menggunakan device khusus
Akses arteri: tools untuk memudahkan proses keluar dan masuk ke pembuluh darah .
Ali : akut limb ischemic atau proses iskemik akut akibat sumbatan yang tiba-tiba pada pembuluh darah arteri
Amplatzar: Salah satu bahan yang di gunakan untuk embolisasi arteri
Anastomosis: prosedur menyambung lumen atau rongga arteri dengan penjahitan
ANCA   : Anti Neuthrophyl Citoplasmic Antibody
Aneurysma : Pelebaran pembuluh darah arteri oleh berbagai sebab , dapat mengalami disseksi
Angiografi : tindakan yang dilakukan dengan menggunakan kontras dengan alat fluoroskopi guna melihat
                  aliran darah arteri
Angioplasty: melakukan pelebaran pembuluh arteri dengan menggunakan ballon
Angioseal : alat closure devise untuk menutup bekas luka puncture pada arteri 
Angiosom : lokasi anatomis jaringan berdasarkan pembuluh darah yang mendarahinya
Anticoagulan : Obat untuk mencegah terjadinya proses pembekuan darah ( koagulan )
Antiplatelet: Obat untuk menghambat kerja faktor pembekuan darah
Aspilet : dengan dosis 80 mg berfungsi sebagai anti platelet
Aorta :Pembuluh arteri terbesar berada di rongga dada dan perut
Aortografi : melihat dan menilai anatomi aorta dengan bantuan kontras dan alat fluoroskopi
Arteriografi : sama dengan angiografi
Arteriosklerosis : proses terbentuknya plak pada pembuluh arteri akibat proses gaya hidup dan pola makan
                          biasanya terjadi juga pada usia muda
Atherosklerosis : proses terbentuknya plak arteri karena proses degeneratif
AV fistel :  sambungan arteri dan Vena oleh berbagai sebab
AV shunt : operasi penyambungan arteri dan vena untuk tujuan medis

B.

Balon kateter  : kateter yang diujungnya ada balon untuk dikembangkan dalam proses pelebaran pembuluh
                        darah
Baremetal srent : stent yang terbuat dari metal untuk di tempatkan pada lumen pembuluh darah yang terbuat
                          dari bahan nitinol
Bifasic  : Hasil gelombang arteri yang tergambar di monitor USG berupa 2 gelombang
Bifurcasio: Percabangan pembuluh darah arteri sebanyak 2 buah
Brachialis  : Pembuluh darah arteri pada lengan atas
Brachiocefalic shunt: Membuat sambungan arteri brachialis dengan vena cefalika pada lipat siku
Buerger disease : Spasmus dari pembuluh darah perifer terutama pada ujung-ujung jari kaki dan disertai
                           adanya riwayat merokok
By pass graft : pembuluh darah buatan atau yang diambil dari pembuluh vena guna menghubungkan bagian
                      arteri yang hilang


C.
Carotid arteri : Arteri besar dileher untuk pensuplai darah ke kepala
Carotidonia  : rasa nyeri dan tegang pada arteri karotis
Cantata kateter : suatu selektif kateter untuk pemebrian khemoterapi pada 
CAS  : Carotid arteri stenting
CEA : Caritid end arterectomy 
Cimino - Brescia shunt : menyambung arteri radialis dengan vena cefalika pada pergelangan tangan yang
                                     dilakukan oleh cimino dan brescia pertama kali
Chimney : pengertian secara harfiah adalah cerobong , pada endovaskular dimaknai sebagai graft tambahan
                pada EVAR atau TEVAR dengan membuat saluran baru diantara graft aorta agar cabang yang
                ada tidak tertutup.
Common illiak arteri  : Pembuluh ateri iliaka antara bifurcatio aorta sampai percabangan arteri iliaka eksterna
                                  dan interna
Compression terapy: Tindakan pemasangan kaus kaki untuk memberikan tekanan secara merata pada
                                 tungkai bawah
C - arm : suatu alat untuk melakukan tindakan fluoroskopi
Coilling : Melakukan tindakan dengan menempatkan embolan pada bagian pembuluh yang diinginkan agar terjadi penutupan aliran darah
Cross over   : menyebrang dari sisi kanan arteri femoralis untuk selanjutnya memeriksa sisi arteri femoralis
                      kiri
Cutting ballon : Balon kateter yang di ujungnya terdapat alat pemotong
CT angiografi : CT scan untuk melihat aliran pembuluh darah secara non invasif dengan menggunakan
                        kontras
CT kontras : CT scan untuk melihat kelainan pada organ tubuh dengan menggunakan zat kontras

D.

Dacron  :  nama paten  salah satu graft pembuluh darah buatan
Deflate  :  Mengurangi tekanan udara pada balon untuk tujuan megecilkan kembali ukuran balon kateter
Dermatom : Alat untuk mengambil tandur kulit dengan menggunakan baterai
Dialisis  :  Melakukan penyaringan darah melalui proses penyaringan
Diagnostik kateter: Kateter yg pertama kali di masukkan kedalam pembuluh darah untuk menilai track dan
                              lumen pembuluh darah dengan menggunakan kontras.
Dissections  : Terjadinya robekan pada dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab
Double lumen kateter: Kateter yang di pasang pada vena jugularis interna , subclavia dan femoralis sebagai
                                  alat untuk akses ke dalam pembuluh darah vena
Doppler  : Alat untuk menilai pembuluh darah melalui suara
Drug eluting ballon  : Balon yang dilapisi dengan bahan chemotherpi seperti paxlitaxle untuk memperlambat
                                proses stenosis setelah arterioplasti
Drug eluting kateter : Kateter yang telah dilapisi bahan kimia untuk mencegah restenosis
DSA : Digital Substractions Arteriografi
Duplex USG : USG dengan kemampuan menampilka gambar dan suara

E.
Embolisasi : Suatu tindakan medis untuk menutup aliran darah ke suatu daerah
Endovaskuler : Melakukan tindakan diagnostik dan therapy melalui lobang pembuluh darah dengan sayatan
                        kecil
Evlt : EndoVascular Laser Therapy untuk menangani kasus varises tungkai bawah
Evar: Endo Vaskular Aneurisma repair pada aorta abdomen yang mengalami pembesaran

F.
Femoral arteri : Arteri pada paha kanan dan kiri
Floating  : Menggeser meja operasi di kath lab untuk mengikuti aliran darah yang tengan dilakukan
                fluoroskopi
Fluoroskopi  : Melihat gambaran pembuluh darah dengan alat tertentu dengan memasukkan zat kontras
                      melalui kateter atau sheet
Flushing  : melakukan pembilasan setelah penyuntikan bahan kontras
Fogarty kateter: kateter yang digunakan untuk mengeluarkan trombus dari pembuluh darah arteri

G.
Guiding wire :Wire atau kawat untuk menuntun jalannya kateter

H.
Hand injector :melakukan penyuntikan bahan kontras untuk arteriografi dengan tangan
Heparin  : obat anti coagulan yang tersedia luas
Hemoglobin : Suatu bahan pembawa oksigen di dalam darah
Hummby knife : alat untuk mengambil tandur kulit 
Hypertensi vena : Terjadinya peninggian tekanan pada vena akibat sumbatan / stenosis yang di muara saluran
                            vena
Hybride operation theatre : Kamar operasi dengan kombinasi cath lab dan kamar operasi terbuka

I.
Iliac arteri : arteri pada lipat paha dari bifurcatio aorta sampai ke arteri commond femoral
Iliofemoral  arteri Arteri iliaka sampai ke femoral
Iliofemoral graft : Graft yang di pasang dari iliaka ke arteri femoral
Inflamatori Biomarker : suatu pemeriksaan laboratorium untuk penanda proses inflamasi di pembuluh darah.
Innominate arteri : Arteri yang berlanjut menjadi arteri karotis kanan dari aorta
Injector tubing : Alat yang di gunakan untuk memasukkan zat kontras pada aorta
Intimal flap  : Bagian plak yang mengalami lepas dan membentuk flap
Iopamidol : Bahan kontras yang sering di gunakan pada tindakan endovaskuler mengandung bahan aktif
                   iodium

J.

K.
Kalsifikasi : Proses pengapuran atau plak pada dinding pembuluh darah
Kissing ballon: Balon pada bifurcatio yang dikembangkan secara bersamaan
Kissing stent : Stent yang di lepas secara bersamaan terutama pada bifurcatio
Kontras: Bahan yang digunakan untuk dapat melihat gambaran organ berongga secara jelas

L.
Laser terapy : pemberian terapi pengobatan dengan bantuan laser
Loop graft   : Graft buatan yang di pasangkan pada arteri dan vena dalam dengan posisi berbentuk huruf U
Lovenox   : merupakan jenis heparin low molekular weight heparin ( LMWH)
Limfedema : terjadi edema atau pembesaran ekstremitas atas atau bawah akibat terbendungnya aliran
                    kelenjar limfe oleh berbagai sebab.
Lymphoma : Proses keganasan pada kelenjar limfe

M.
Mapping : melakukan evaluasi pemetaan pembuluh darah dengan usg untuk menilai pre operasi
Medical stocking : stocking yang dirancang khusus dengan tekanan yg lebih ketat di bagian ujung
Mindray : jenis usg buatan tiongkok ( china )
Mikrokateter : kateter pembuluh darah dengan diameter yang kecil untuk arteri-arteri yang sangat kecil di
                       perifer
Monofasik :  suara hantaran yang terdengan atau tergambar hanya satu
MRA : Magnetik Resonance Imaging

N.
NPWT : Negative Pressure wound terapy
Nytroglicerin : diberikan saat terjadi vasospasme pada tindakan-tindakan intra lumen vaskular.
Nitinol stent : seperti baremetal kateter yang terbuat dari bahan nitinol

O.
Omniflow graft : Suatu sintetic graft buatan australi yang mulai di gunakan luas di bedah vaskular
Oklusi : Sumbatan pada daerah arteri oleh proses kalsifikasi

P.
Periferal arteri : Arteri yang berada di luar aorta ,jantung dan otak
PET               : Positron Emision Tomography
Phlebectomy :  Operasi membuang vena-vena kecil yang melebar pada tungkai dengan cara insisi dan dikait
Phlebitis  : Infeksi pada vena dengan gambaran , merah , sakit dan keras.
Phlebology : suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang vena
Pigtail kateter : Suatu jenis kateter yang dilengkapi dengan ukuran
Plaque : suatu proses kalsifikasi di dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab
Plethismograf : Alat untuk menilai sumbatan , gelombang dan aliran pada pembuluh darah
Portocaval shunt : Menyambungkan vena porta ke vena cava pada kasus hypertensi portal dengan
                            gastropathy.
Port Vascular akses : Suatu alat akses vaskular ke vena central yang ditanam di bawah kulit untuk
                                 memudahkan pemberian khemotherapi , parenteral nutrisi dan lain-lain.
Probe  : Bagian dari USG yang berbentu convex , flat dan bulat yg berhubungan langsung dengan kulit
             penderita.
proglide : closure device pada arteri paska tindakan endovaskular
Pseudoaneurysma : Terjadinya aneurisma pada arteri akibat sambungan , tusukan dan trauma yang
                              mengancam untuk pecah dan mesti dilakukan penangan segera
PTFE : Bahan graft pembuluh darah arteri buatan Berisi Poly tetra fluoro ethylen
Puncture : melakukan insersi jarum pada arteri sebagai awal tindakan endovaskular

Q.


R.
Rekanalisasi : membuka kembali aliran darah yang terbendung dengan membuat saluran
Reflux: :  Terjadinya arus balik pada vena akibat kerusakan katub atau katub yang tidak kompeten
Retrograde: melakukan tindakan dari proksimal ke distal
Revascularisasi : sama dengan rekanalisasi
Rotarex : alat bor plaque dengan tuntunan guide wire


S.
Simpatectomy: melakukan eksisi pada ganglion syaraf simpatis pada lumbal atau thorakal pada kelainan
                       buerger disease.
Sine : melakukan fluoroskopy dengan menyuntikkan bahan kontras sambil floating dengan menekan pedal
          bagian tengah
Shunt :  Membuat hubungan langsung arteri dan vena
Snare : alat yang di gunakan untuk mengambil benda asing yang melayang di pembuluh darah secara endovaskular , seperti adanya bagian kateter yang terpetus dan terlepas di pembuluh darah
Subclavian steal sindroma : Sindroma curi oleh arteri subclavia dari aliran darah karotis , sehingga penderita
                                          yang menggunakan lengan atas terlalu aktif menyebabkan pasien jadi pingsan
                                          karena hypoxia.
Subclavia arteri: Arteri yang berjalan dibawah clavikula merupakan lanjutan dari arteri axilaris dan bermuara
                         diaorta
Stenosis : Sumbatan pada arteri oleh berbagai sebab

T.
TACE : Trans Arterial Chemo Embolization
TACI  : Trans Arterial Chemo Infusion
Trombus :  bekuanan darah yang menyumbat aliran darah di arteri dan vena
Thrombolisis  : proses terjadinya pemecahan trombus
Thrombosit : Komponen pembeku darah
Thrombektomi  : Tindakan mengeluarkan thrombus dengan menggunakan fogarty kateter
Thromboless: Bahan obat untuk mengurangi trombus'
Thrombositopenia : Kadar thrombosit normal ( 150.000/mm s/d 450.000/mm )
Thrombositosis : kadar thrombosit diatas normal ( 150.000/mm s/d 450.000/mm)

Trifasic : gelombang dopler 3 puncak yang menggambarkan gelombang arteri
Trias virchow : sumbatan pada pembuluh darah terjadi oleh karena 3 faktor yaitu , isi , dinding dan aliran
Tunika adventitia : Lapisan Luar dari pembuluh darah
Tunika intima : Lapisan dalam
Tunika media  : Lapisan tengah


U.
Ulkus stasis : Ulkus yang terjadi pada kulit akibat bendungan atau varises
Ulkus varikosum : Ulkus yang terjadi akibat varises sering pada matakaki
Unfractional heparin: true heparin dengan harga terjangkau dan tersedia luas
USG : Ultra Sono Graphy



V.
Varises : Suatu proses pelebaran dan berkelok-keloknya vena pada seluruh bagian tubuh
Vaskulitis : proses penebalan dinding vena akibat autoimun disease
Vascular plaque : suatu tindakan  menutup saluran pembuluh darah  untuk tujuan tertentu.
VCF : Vena Cava Filter , suatu alat yang terbuat dari metal dan berguna sebagai penyaring trombus yang
           lepas pada penderita kanker di pelvik sampai ke bawah untuk mencegah kejadian emboli paru.
Vena : Saluran pembuluh darah balik yang membawa darah kotor dari periver ke paru dan jantung
Venous stripping : Proses tindakan operasi pada varises dengan membuang vena safena parfa dan magna
                           dengan menggunakan alat yang di tarik dari logam stainless steel yang di rancang khusus.
Vertebral kateter :
Viabbahn stent graft :
Vitex kateter :
Volume Flow : Jumlah darah yang mengalir melalui suatu pembuluh darah dalam satuan detik dapat di ukur
                       dengan USG duplex dengan tehnologi terbaru.

W.
Waterhammer effect :Terjadinya bruit pada arteri femoraliskarena adanya sumbatan pada bagian distal arteri
Warfarin : suatu obat anti koagulan oral
Wells criteria : criteria untuk kasus emboli paru
Wire  : alat yang terbuat dari logam yang dirancang khusus baik bentuk dan ukuran diameter

X.
X-ray : Sinar yang digunakan luas sebagai penunjang diagnostik di bagian radiology
Xarelto : anti coagulan non heparin yang mengandung kandungan rivaroxaban 

Y.



Z. Zinc suplement : diperlukan pada penyakit vena kronik



Keyword tag : Ruang praktek bedah - dokter ramzi spb , kumpulan istilah bedah vaskuler , kamus terminologi endovaskuler . kamus bedah vaskular , vascular dictionary., kamus endovaskular , istilah -istilah endovaskular





06.17 | 0 komentar | Read More

daftar dokter bedah vaskuler di indonesia

Prof Djang Djusi SpB SpBTKV SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Professor in Vascular Surgery(emeritus)
School of Medicine, University of Indonesia, Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

 Prof.Hendro Sujono Yuwono SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Professor in Vascular Surgery
School of medicine, Padjadjaran University, Hasan Sadikin Hospital Bandung,West Java
 
Dr.R.Suhartono SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
President of Indonesia Society for Vascular and Endovascular Surgery
School of Medicine University of Indonesia ,Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Dr.Hilman Ibrahim SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Chief of Indonesian College for vascular and Endovascular Surgery
School of Medicine University of Indonesia. Cipto Mangunkusumo Hospital,Jakarta

Dr.Murnizal Dahlan SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Board Member of Asian Society for Vascular Surgery
School of Medicine University of Indonesia. Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

Dr.Dedy Pratama SpB  SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Chief of Vascular and Endovascular Division
School of Medicine, University of Indonesia , Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

Dr.Arie Mboik SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Army National Hospital, Jakarta

Dr.Aries Sujarwo SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
School of Medicine Diponegoro University, Karyadi Hospital, Semarang, Central Java

Dr.Raflis Rustam SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
Scool of Medicine Andalas University, M Jamil General Hospital, Padang West Sumatera

Dr.Teguh Marfen SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
School of medicine, Padjadjaran University, Hasan Sadikin Hospital Bandung,West Java 

Dr.Ismon Kusasi SpB SpB(K)V
email. ismon80@yahoo.com
General and Vascular Surgeon
Tangerang District Hospital, Affiliate Hospital of School of Medicine University of Indonesia

Tangerang

Dr.Aswadi tanjung SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
School of Medicine, University of Sumatera Utara, Adam Malik General Hospital , Medan,
North Sumatera

Dr.Patrianef SpB SpB(K)V
patrianef@yahoo.co.uk
General and Vascular Surgeon
Scool of Medicine Andalas University, M Jamil General Hospital, Padang ,West Sumatera

Dr.Alexander Jayadi Utama SpB SpB(K)V
General and Vascular Surgeon
School of Medicine, University of Indonesia , Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

Prof DR Dr.Rasjid Soeparwata SpB SpBTKV SpBKV
Professor in Cardiothoracic (Munster University German)
School of Medicine, University of Indonesia , Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Dr.Witra Irfan SpB(K)V
General Surgeon
Fatmawati Hospital, Jakarta

Dr.Richard Sumangkut SpB SpB(K)V
General  and Vascular Surgeon
Shool of Medicine Sam Ratulangi University,, Prof Dr R D Kandou Hospital Manado,
North Sulawesi

Letkol Dr. Dedy Djaelani SpB(K)V
General Surgeon
Army Hospital, Jakarta

Dr jaka SpB
General surgeon
Sriwijaya University Palembang south sumatera.

Dr.Vendry Rivaldy SpB
General  Surgeon
School of Medicine Andalas University, M Jamil General Hospital, Padang West Sumatera

Dr.Achmadu SpB
General Surgeon
School of Medicine, University of Indonesia , Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta

Dr Mulawardi SpB
General surgeon
Hasanuddin University Makasar

Letkol Dr Agnes SpB
General Surgeon
Army hospital

Dr Putie HapsarieSpB
General surgeon
padjajaran university Bandung

Dr Ramzi A SpB
General surgeon
Arifin Ahmad Hospital Pekanbaru Riau

Dr M.Fauzi Nst SpB
General surgeon
Adam malik Hospital Medan north sumatera

Dr Wahyu Wardhana SpB
General surgeon
Banjarmasin , south kalimantan



06.12 | 0 komentar | Read More
 
berita unik