Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah urolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah urolog. Tampilkan semua postingan

kandung kamih meledak karena makan seafood basi

Written By iqbal_editing on Sabtu, 01 Juli 2017 | 06.22

Berhati-hatilah saat mengonsumsi makanan tertentu, apalagi yang rawan basi atau mudah memicu keracunan. Seperti halnya seafood. Ini dibuktikan oleh seorang wanita berusia 46 tahun di Inggris.

Baru-baru ini wanita yang dirahasiakan identitasnya tersebut dikabarkan tak enak badan setelah makan malam dengan seafood (makanan laut).

Bahkan saat masih di restoran, wanita itu muntah beberapa kali. Begitu akhirnya bisa pulang, ia mengaku masih mual.

Tak hanya itu, wanita yang diyakini berasal dari Watford, Inggris ini juga kesulitan untuk buang air kecil kendati hasrat untuk buang airnya sangat besar.

Betapa terkejutnya wanita ini ketika beberapa jam kemudian terjadi perdarahan hebat di vaginanya. Tiba-tiba saja rasa sakit di perutnya juga kembali memburuk.

Saat itulah wanita ini memutuskan untuk mengunjungi rumah sakit setempat. Pertama-tama dokter memberinya morfin untuk meredam rasa sakit di tubuhnya, sembari dokter mencoba mencari tahu apa penyebab perdarahan di vagina si pasien.


Hasil tes menunjukkan kemaluan wanita ini sehat-sehat saja. Namun hasil CT scan memperlihatkan adanya penumpukan cairan di peritoneum pasien. Peritoneum adalah membran pelindung rongga perut.

Namun yang menjadi perhatian dokter adalah kandung kemih si pasien dilaporkan berlubang. Ternyata kondisi ini dipicu oleh muntah terus-menerus akibat keracunan yang dialami si pasien sebelumnya.

Kandung kemih pasien diduga meledak lalu muncullah luka sobek sepanjang 3 cm pada organ tersebut. Untungnya, oleh dokter, lubang ini dapat ditambal hanya dengan operasi minor.

Pasien berangsur pulih dan gejalanya benar-benar mereda dalam waktu tiga bulan pasca penanganan. Demikian seperti dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports dan dikutip dari Daily Mail.

Dalam jurnal yang sama disebutkan, kandung kemih yang meledak secara spontan semacam ini tergolong insiden langka, apalagi yang bersangkutan tidak memiliki riwayat kandung kemih lemah yang umumnya menjadi pemicu kandung kemih meledak. Biasanya diakibatkan oleh trauma atau pasca pengangkatan tumor maupun batu ginjal.

"Kasus ini lebih langka lagi karena nyatanya kandung kemih yang sehat dan normal masih bisa meledak karena tekanan dalam perut yang tinggi," tulis peneliti.

Peneliti juga menulis sedikitnya kasus yang tercatat menunjukkan banyak dokter yang tidak menyadari jika kandung kemih bisa meledak dan berlubang, kendati konsekuensinya bisa fatal.(lll/up)

06.22 | 0 komentar | Read More

saran dokter tentnag pengeluaran batu ginjal oleh orang pinter

Written By iqbal_editing on Kamis, 09 Maret 2017 | 01.12

Takut dengan operasi untuk mengambil batu ginjal, beberapa orang beralih ke 'orang pintar'. Kata dokter, boleh-boleh saja, tapi ada pesan khusus untuk mereka yang akan menghilangkan batu ginjal ke 'orang pintar'.

dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari RS Mayapada Lebak Bulus menuturkan pernah mendapati dua pasien yang memiliki batu ginjal hingga ginjalnya bengkak, pergi ke 'orang pintar'. Mereka kemudian merasa lebih baik dan kembali datang ke dr Akbari sambil membawa batu yang diyakini merupakan batu ginjal.

"Katanya batu itu dikeluarkan 'orang pintar' tanpa operasi. Untuk memastikan apakah kondisinya benar-benar sudah baik, saya melakukan USG. Ternyata batunya masih ada dan ginjalnya masih bengkak," terangnya di sela-sela live chat 'Ginjal dan Permasalahannya' di markas detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).

dr Akbari enggan mengambil kesimpulan apakah pasien tersebut dibohongi oleh 'orang pintar' atau merasa lebih baik karena efek sugesti semata. Jika itu sugesti, lanjut dokter berkacamata ini, bisa jadi yang bersangkutan saat ini merasa baik-baik saja, akan tetapi di satu waktu bisa ambruk.

"Bisa jadi suatu saat nanti langsung pingsan, mengalami ensefalopati uremikum karena keracunan toksin dari ginjal," imbuh dr Akbari.

Baca juga: Banyak Minum Kopi, Begini Pengaruhnya ke Ginjal

Bagi yang hendak menghilangkan batu ginjal ke 'orang pintar', dr Akbari berpesan untuk pengecekan secara medis setelah proses pengambilan batu dilakukan. Ini sekadar untuk memastikan bahwa batu di ginjal memang telah hilang dan ginjal sudah kembali berfungsi dengan baik.

"Pesan saya, dibuktikan juga secara medis dengan cek darah dan rontgen untuk konfirmasi ulang. Seperti saya bilang jangan sampai merasa baik-baik saja tapi karena sugesti," pesan dr Akbari.

Untuk diketahui, batu ginjal dikatakan kecil jika ukurannya kurang dari atau sama dengan 4 mm. Batu ginjal semacam ini, sebanyak 70-80 persen bisa keluar spontan setelah minum dua liter per hari sebagai diuresis.

Jika ukuran batu 10 mm, maka bisa dilakukan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yakni terapi non-invasif untuk menghancurkan batu ginjal. Terapi ini menggunakan gelombang kejut berintensitas tinggi untuk memecahkan batu.

Efektivitas ESWL untuk batu ginjal berukuran kurang dari 1 cm adalah 84 persen. Untuk batu yang berukuran 1-2 cm adalah 77 persen. Sementara untuk yang berukuran 2-3 cm disarankan ditambahkan pemasangan double J stent untuk mengurangi komplikasi.
01.12 | 0 komentar | Read More
 
berita unik