Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah urologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah urologi. Tampilkan semua postingan

Terpapar Panas dan Sinar Matahari, Pekerja Lapangan Berisiko Batu Ginjal

Written By iqbal_editing on Senin, 11 September 2017 | 10.17

Batu ginjal adalah kristalisasi beberapa senyawa yang terjadi di ginjal dan ukurannya bisa beragam mulai dari sekitar 4 milimeter hingga di atas 2 sentimeter. Semakin besar ukurannya maka semakin besar pula kemungkinan batu tersangkut dalam saluran kemih dan menimbulkan masalah.

Siapa saja yang berisiko mengalami batu ginjal? Spesialis okupasi dr Radite Nusasenjaya, MKK, SpOK, dari RS Bethsaida mengatakan batu ginjal berisiko terbentuk pada mereka yang sering mengalami kondisi kekurangan cairan tubuh terutama pria.

Pria lebih sering dihadapkan pada posisi pekerjaan lapangan yang panas dan terpapar sinar matahari, hal ini menurut dr Radito adalah dua faktor yang berkontribusi terhadap batu ginjal. Dengan panas tubuh yang tinggi cairan akan lebih banyak keluar lewat keringat sehingga urine pun menjadi pekat dan kristal akan mudah terbentuk.

"Jadi kalau dia pengeluaran urinenya rendah di bawah 1,5 liter sehari ditambah bekerja di lingkungan yang panas, maka kemungkinan terkena batu ginjalnya bisa sampai 7,64 kali," kata dr Radite dalam kunjungannya ke kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).

Baca juga: Begini Saran Dokter Agar Tak Sering Lupa Minum Air Putih di Kantor

Paparan sinar matahari yang berkepanjangan berperan juga terhadap pembentukan batu ginjal karena memicu produksi vitamin D berlebih. Dalam jumlah yang tepat vitamin D akan membantu penyerapan kalsium guna menjaga kesehatan tulang dan gigi, tapi bila berlebih maka kalsium yang diserap bisa menjadi batu ginjal.

"Makanya kalau seragam-seragam pekerja lapangan itu kan bagusnya lengan panjang. Melindungi dari sinar matahari," lanjut dr Radito.

Untuk mengatasinya saran yang paling baik adalah dengan disiplin menjaga kebutuhan cairan tubuh. Dalam sehari dianjurkan seseorang minum sekitar dua liter air atau lebih tergantung kebutuhan.

Infused water atau air yang telah dicampur irisan buah seperti jeruk nipis atau lemon bisa dijadikan pilihan baik karena mengandung asam sitrat yang dapat mencegah timbulnya batu seperti dikatakan ahli urolog dr Dimas Nugroho, SpU, dari RS Betshaida.

"Sitrat itu sudah terbukti dalam penelitian dia bisa mencegah partikel batu untuk jadi berikatan. Jadi yang mencegah itu satu sitrat kedua jaga supaya air kencing seencer mungkin," pungkas dr Dimas.
10.17 | 0 komentar | Read More

Cerita Wanita yang Tak Pernah Bisa Kencing Karena Kelainan Langka

Written By iqbal_editing on Minggu, 03 September 2017 | 21.10

Furness - Vikki Black (23) dari Furness, Inggris, sudah tiga tahun ini mengalami kondisi yang aneh. Tiba-tiba saja pada Oktober 2014 lalu Vikki tidak bisa buang air kencing tanpa ada penjelasan jelas.

Vikki mengatakan ketika itu selama beberapa hari ia memang merasa kesulitan untuk mengejan buang air kecil. Dibiarkan, lama-lama gejala makin parah sampai akhirnya Vikki tidak bisa buang air kecil sama sekali dan perutnya membesar.


"Saya seperti ingin meledak. Saya tahu saya harus kencing, tapi tidak bisa," kata Vikki seperti dikutip dari Daily Mail.

Ketika Vikki dibawa ke rumah sakit, dokter berhasil menguras sekitar 1.200 mililiter (ml) urine dari kandung kemih yang seharusnya berkapasitas maksimal 500 ml lewat kateter. Awalnya diduga ada kista yang mengganggu fungsi kemih namun setelah diperiksa lebih jauh ternyata Vikki terkena sindrom Fowler's.

Menurut peneliti University of College London belum diketahui pasti apa yang menyebabkan sindrom Fowler's. Penderita sindrom ini mengalami masalah kemih karena otot sphincter yang mengendalikan saluran uretranya tidak bisa rileks.

Selama tiga tahun terakhir Vikki mengandalkan kateter untuk bisa kencing namun masalahnya hal tersebut juga memiliki risiko. Semakin lama kateter terpasang di tubuh maka kemungkinan terjadinya infeksi juga akan semakin tinggi.

"Karena kateter ini, saya sering mengalami infeksi ginjal. Saya mungkin sudah sekitar 90 kali menderita infeksi dan harus keluar masuk rumah sakit," kata Vikki.

Dalam halaman penggalangan dana online gofundme, Vikki mengaku ingin mencoba prosedur operasi baru. Dengan prosedur tersebut saraf dekat tulang ekor yang mengatur kandung kemih akan coba dirangsang dengan gelombang listrik.
21.10 | 0 komentar | Read More

Ini Alasan Pria Tak Dianjurkan Kencing Sambil Berdiri

Written By iqbal_editing on Selasa, 22 Agustus 2017 | 03.43

Anggapan bahwa pria harus dengan posisi berdiri saat hendak mengeluarkan air seni, sebaiknya sudahi. Sebab anggapan dan kebiasaan tersebut sebenarnya merugikan kaum adam sendiri.

Dikutip dari Times of India, justru buang air kecil dengan posisi duduk sangat menguntungkan bagi kondisi kesehatan pria. Apa saja? Simak di sini.


1. Mencegah penyebaran penyakit

Buang air kecil sambil duduk akan meminimalisir urine supaya tidak memercik dan menyebar ke mana-mana. Sebab urine yang menyebar bisa menjadi media untuk pertumbuhan bakteri.

2. Mengurangi risiko penyakit prostat

Pria yang buang air kecil dalam posisi duduk disebut bisa mengurangi risiko penyakit prostat.

3. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih

Kencing dengan posisi duduk bisa membuat kandung kemih sepenuhnya kosong. Selain risiko infeksi saluran kemih lebih rendah, kesehatan genital juga lebih terjaga.

4. Memperbaiki kualitas seks

Kebiasaan duduk sambil buang air kecil juga berkontribusi pada kehidupan seks yang lebih baik.

Ngomong-ngomong soal pipis, mengapa laki-laki sering merinding saat melakukannya? Simak dalam video fun fact berikut ini:
03.43 | 0 komentar | Read More

Untuk Pria Sehat, Kencing Duduk atau Berdiri Tak Banyak Berpengaruh

Selama ini lazim bahwa pria kencing sambil berdiri. Namun, kencing sambil duduk banyak dilakukan pria karena dianggap lebih menyehatkan, baik untuk proses berkemih sampai peningkatan kualitas seksual. Bagaimana ahli urologi menanggapi ini?

Salah satu dokter spesialis urologi dari FKUI-RSCM, dr. Harrina E Rahardjo, SpU (K) PhD, mengatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kencing duduk atau berdiri bagi pria sehat.

"Untuk pria sehat, posisi berdiri atau duduk tidak berbeda dalam hal kuatnya pancaran urin atau sisa urin dikandung kemih," kata dr Harrina kepada detikHealth, Selasa (22/8/2017).


Hal ini didasarkan pada sejumlah studi, di antaranya artikel meta analisis 2014 berjudul "Urinating Standing versus Sitting: Position Is of Influence in Men with Prostate Enlargement", yang dipublikan dalam Jurnal Plos One.

Sama seperti kesimpulan studi tersebut, Dr Harrina menyebutkan bahwa manfaat dari kencing duduk pada pria bisa lebih dirasakan oleh mereka yang mengidap Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau infeksi saluran kemih.

"Pada kasus-kasus ini, bak duduk atau jongkok tampaknya lebih membantu pancaran kencing karena terbantu dengan tekanan otot-otot perut saat duduk atau jongkok," terangnya.


Sementara itu, menanggapi anggapan bahwa kebiasaan kencing sambil duduk bisa meningkatkan kualitas seksual, dr Harrina meragukannya.

"Kemampuan seksual pria tidak ditentukan oleh posisi berkemih mestinya," jawabnya singkat.(fds/fds)
03.41 | 0 komentar | Read More

detikhealth detikcom Home Berita Sehat Seks Sehat Diet True Story Ibu & Anak Konsultasi Foto Video Indeks Most Popular · Kalkulator Seks · Kalkulator Sehat · Topik Hangat · Diet Experience · Ulasan Khas · Bank Nama Bayi 18+ Ternyata Wanita Tak Terlalu Peduli dengan Ukuran Mr P Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pria Saat Masturbasi Ini Penyebab Mr P Jadi Loyo Pasca Istri Melahirkan Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda Dalam Kandungan Batita Balita 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 *Usia Janin dalam Satuan Minggu detikHealthHealth NewsKonsumsi Obat pada Pasien Hipertensi Tak Memicu Gagal Ginjal Konsumsi Obat pada Pasien Hipertensi Tak Memicu Gagal Ginjal

Written By iqbal_editing on Kamis, 17 Agustus 2017 | 16.31

Gagal ginjal erat kaitannya dengan konsumsi obat-obatan. Akibatnya, banyak orang yang sedang dalam fase pengobatan malah berhenti mengonsumsi obat, seperti misalnya orang-orang dengan hipertensi.

Padahal, menurut Dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, bukan berarti larangan itu menjadi bisa diartikan dalam satu kesimpulan sempit saja.

"Gagal ginjal itu penyebab tertingginya hipertensi dan diabetes, kalau dia kena gagal ginjal itu karena hipertensinya bukan obatnya," ujar Dr Tunggul saat ditemui detikHealth di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.


Masih menurut dokter dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia ini (PERNEFRI), memang ada obat-obatan yang bisa merusak ginjal. Khususnya adalah konsumsi obat-obatan yang dilakukan tanpa resep dokter secara terus menerus. Namun, apabila obat yang diberikan adalah obat yang bisa menekan faktor risiko seperti obat untuk mengatasi hipertensi, maka ini justru harus dilanjutkan.

"Justru dia (obat-obatan untuk mengatasi faktor risiko ginjal) yang melindungi ginjal," tegas Dr Tunggul.

Perlu diketahui, peluang gagal ginjal terjadi lebih dikarenakan faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan lainnya. Karenanya, harus selalu dilakukan pola hidup sehat dan menjauhi penggunaan obat-obatan yang tidak ada kaitannya dalam menurunkan faktor risiko terkait gagal ginjal.
16.31 | 0 komentar | Read More

Wanita Ini Jarang Sarapan, Ratusan Batu Empedu Ditemukan di Tubuhnya

Written By iqbal_editing on Senin, 31 Juli 2017 | 05.11

Baru-baru ini tim dokter dari sebuah rumah sakit di China berhasil mengeluarkan ratusan batu empedu dari tubuh seorang wanita hanya dalam sekali operasi.

Si pasien hanya disebut bermarga Chen dan berusia 45 tahun. Menurut laporan tim dokter, mereka tidak hanya mengeluarkan banyak sekali batu empedu, tetapi beberapa dari batu itu memiliki ukuran yang sama dengan sebutir telur.

Proses pengangkatan batu-batu empedu ini sendiri dilakukan tim dokter dari Guangji Hospital, Hezhou, China dan menghabiskan waktu hingga 6,5 jam lamanya.

Dugaan dokter, batu-batu ini terbentuk karena Chen sering melewatkan sarapan. Jadwal makannya pun lebih sering tak beraturan. Bahkan kebiasaan ini konon telah dilakukannya sejak 10 tahun silam.

Kondisi ini akhirnya membuat Chen sering mengeluh sakit perut. Saat itu ia sudah pernah mendatangi rumah sakit dan direkomendasikan untuk segera menjalani tindakan operasi. Akan tetapi wanita ini menolak karena takut.

Chen akhirnya masuk rumah sakit lagi setelah mengeluhkan bahwa sakit di perutnya 'tak lagi tertahankan'.

Dokter yang membedahnya, Dr Quan Xuwei menjelaskan ini bukan kali pertama ia menangani pasien dengan batu empedu. Dan sebagian besar pasiennya yang mengalami batu empedu mengaku sering melewatkan sarapan atau makan dengan terburu-buru.

"Pasien mengaku sering kecapekan sepulang kerja ia tidak memasak makanan dengan baik untuk makan malam," paparnya seperti dilaporkan The Sun.


Terjadinya batu empedu bukan hanya disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur tetapi juga diet yang sembarangan. Diet sembarangan ini mengakibatkan seseorang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

"Ini terjadi pada berat badan yang menurun drastis akibat starvasi berkepanjangan, yang makannya kurang," kata dr Erik Rohmando Purba, SpPD dari RS Umum Bunda, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Ini karena ketika seseorang mengalami penurunan berat badan secara drastis akibat diet sembarangan, asupan makanannya menjadi ikut berkurang. Kondisi ini mengakibatkan getah empedu menumpuk karena tidak disalurkan ke usus.

Penumpukan ini terjadi di kantung empedu yang ada di hati. Makin jarang digunakan, maka cairan di kantung empedu akan makin pekat, dan lama-kelamaan cairan tersebut akan mengkristal dan menjadi batu.
05.11 | 0 komentar | Read More

Kisah Haru Istri yang Donorkan Ginjal untuk Suaminya

Written By iqbal_editing on Sabtu, 15 Juli 2017 | 23.57

Salah satu hal yang paling menggembirakan bagi penggemar olahraga baseball adalah membuka satu pak baseball card baru. Namun kebahagiaan pria ini menjadi berlipat ganda ketika hari itu membuka bundelan kartu miliknya.

Adalah Heather Winfree yang ingin membuat kejutan untuk suaminya, Steve dengan memanfaatkan kartu-kartu baseball baru miliknya. Menariknya, salah satu kartu yang ada dalam bundelan itu telah dimodifikasi.

Begitu Steve membacanya, ia langsung terharu. Memangnya apa yang tertulis di sana? Kartu bergambar wajah Steve itu bertuliskan pesan bahwa ia telah mendapatkan donor ginjal, dan donor itu tak lain istrinya sendiri.

Bahkan saat membacakannya keras-keras, Steve terlihat meneteskan air mata. Setelahnya, pun membagi kabar bahagia itu lewat akun Twitter-nya, @Steve-Winfree:

"Aku mendapatkan ginjal baru!!! Itu adalah ginjal istriku!!! Aku tak bisa mempercayainya!!! Aku menangis sekarang!" cuitnya pada tanggal 7 Juli lalu.

Kisah Haru Istri yang Donorkan Ginjal untuk SuaminyaTak kuasa menahan gembira, Steve mengabarkan tentang donor ginjalnya lewat media sosial. (Foto: Twitter/Steven Winfree)

Sang istri pun merekam momen sejak Steve membuka bundelan kartunya dan membaca pesan istimewa di dalamnya. Ia juga terlihat mengucapkan 'Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Steve' dalam video yang kemudian juga diunggah Steve di media sosial.

Namun tak ada yang lebih lega ketika mendengar hal ini daripada Steve. Pria ini telah didiagnosis dengan sakit ginjal kronis sejak berusia 18 tahun. Orang tuanya bahkan pernah diwanti-wanti jika usia Steve mungkin tak sampai menginjak 30 tahun.

Steve akhirnya baru mulai menjalani dialisis atau cuci darah sejak November 2016. Itu berarti saat ini Steve memang sedang membutuhkan ginjal baru.

\

Baseball dan koleksi kartu-kartunya merupakan pengalihan bagi pria asal Tennessee tersebut. Akan tetapi sang istri sama sekali tak keberatan. Ia malah senang suaminya bisa memiliki hobi di tengah kondisinya yang cukup buruk.

"Karena ia masih harus bolak-balik ke rumah sakit. Di situ kami berupaya mengalihkan perhatian dengan membeli sebundel kartu baseball dan membukanya saat di rumah sakit. Meskipun sederhana, ini bisa menghilangkan sejenak beban pikiran kami," kata Heather kepada MLB.com dan dikutip dari People, Minggu (16/7/2017).

Hingga berita ini dibuat, video yang diunggah Heather ketika merekam momen kebersamaannya dengan Steve pun telah ditonton lebih dari 225.000 kali serta mendapatkan komentar positif dari netizen.

Dalam waktu dekat, Heather masih harus menjalani sejumlah pemeriksaan tambahan di Vanderbilt untuk memastikan kondisinya benar-benar fit untuk operasi. Bila semuanya berjalan lancar, prosedur tersebut akan dilaksanakan akhir bulan Juli ini.
23.57 | 0 komentar | Read More

hhubungan sembelit dan ginjal

Written By iqbal_editing on Sabtu, 06 Mei 2017 | 01.38

Jika sering mengalami sembelit atau susah buang air besar, sebaiknya jangan disepelekan. Penelitian terbaru mengaitkan keluhan ini dengan risiko penyakit ginjal.

Penelitian yang melibatkan 3,5 juta data pasien di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa seseorang dengan riwayat sembelit punya risiko lebih besar untuk mengalami penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Makin parah sembelit yang dialami, makin besar risikonya untuk mengalami masalah ginjal.

Berbagai penelitian sebelumnya juga mengaitkan sembelit dengan penyakit kardiovaskular. Diduga, kaitannya dengan sembelit juga memiliki mekanisme yang serupa.

Para ilmuwan menduga, keterkaitannya ada pada bakteri usus. Sembelit atau konstipasi merupakan penanda adanya perubahan pada bakteri usus. Perubahan tersebut berhubungan dengan berbagai perubahan metabolik, termasuk inflamasi atau radang.

Baca juga: Jika BAB-nya Seperti Ini, Tak Ada Salahnya Anda Segera Cek ke Dokter

Mekanisme yang mengaitkan sembelit dengan penyakit ginjal memang belum diketahui pasti. Namun diyakini, perubahan metabolisme yang terjadi saat sembelit membuat makanan lebih lama berada di saluran cerna. Kondisi ini dikaitkan dengan inflamasi kronis, yang bisa memicu masalah ginjal.


Masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Para ilmuwan dari Memphis VA Medical Center yang melakukan penelitian ini juga mengungkap bahwa mayoritas pasien yang diamati adalah laki-laki, dan belum diketahui apa pengaruhnya pada hasil pengamatan. Demikian dikutip dari Livescience, Jumat (12/11/2016).
01.38 | 0 komentar | Read More

Kata Dokter tentang Orang yang Hidup dengan Satu Ginjal

Written By iqbal_editing on Selasa, 28 Maret 2017 | 06.25

Karena tidak tega melihat orang terkasih bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah, akhirnya seseorang mendonorkan satu ginjalnya. Bagaimana hidup orang yang hanya memiliki satu ginjal?

Donor organ memang tidak mudah. Harus dilihat kecocokan organ yang didapat dengan yang bersangkutan. Namun jika ada yang mendonorkan ginjalnya untuk orang terkasih, apa dampak bagi hidupnya?

"Manusia masih bisa hidup hanya dengan satu ginjal. Kalau katanya akan jadi lebih mudah lelah, saya kira ini sugesti saja," kata dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dalam perbincangan dengan detikHealth.

Orang dengan satu ginjal, lanjutnya, masih bisa beraktivitas seperti biasa. Satu ginjal tidak menghalangi seseorang untuk tetap bekerja seperti biasa, juga berolahraga.


"Pesan saya, gaya hidup diperhatikan. Jadi benar-benar menjalankan gaya hidup sehat. Minum air putih cukup, kurangi konsumsi obat yang memicu gangguan ginjal, olahraga teratur. Harapannya malah bisa mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat," tutur dr Akbari.

Terkait donor ginjal, menurut dr Akbari, aturannya ketat. Hal ini menyusul kabar jual-beli organ belakangan ini.

"Kebutuhan transplantasi meningkat, namun donor memang kurang. Mungkin solusinya donor bisa dari keluarga, misal dari suami ke istrinya, dari anak ke ibunya, dan seterusnya yang masih ada relasi keluarga," ujarnya.
06.25 | 0 komentar | Read More

tips menghindari menahan pipis saat kencing

Written By iqbal_editing on Kamis, 09 Maret 2017 | 02.37

Menahan pipis adalah kebiasaan yang sangat tidak dianjurkan. Namun dalam kondisi tertentu seperti saat terjebak macet, seseorang kadang tidak punya pilihan selain menahan pipis sampai benar-benar kebelet.

Kebiasaan menahan pipis terlalu lama, menurut dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari RS Mayapada Lebak Bulus bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari kondisi yang mengharuskan seseorang untuk menahan pipis.

"Cara terbaik adalah mencegah agar jangan sampai kebelet. Prediksi kalau bakal melewati jalur macet, jangan terlalu banyak minum sebelumnya," saran dr Akbari dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (8/3/2017).


Tentu saja tidak ada larangan untuk minum, sebab bagaimanapun hidrasi tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Termasuk pada pagi hari, rasanya tidak mungkin sarapan dilakukan tanpa disertai dengan minum.

"Kalau harus sarapan, usahakan kira-kira satu jam sebelum berangkat. Jadi ketika harus kena macet, sudah sempat pipis sebelumnya," jelas dr Akbari.

Infeksi saluran kemih merupakan keluhan umum yang ditandai dengan nyeri saat buang air kecil. Biasanya bermula dari radang, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi kuman-kuman yang ada di sekitar saluran kemih.
02.37 | 0 komentar | Read More

hbungan batu ginjal dan jantung

\Kristalisasi endapan di ginjal yang umum disebut batu ginjal hingga sampai saat ini belum pasti apa penyebabnya. Namun ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi. Seperti misalnya saja diet tinggi kalori, obesitas, dan sindrom metabolik semuanya diketahui bisa semakin mempertinggi kemungkinan batu ginjal.

Dr Lu Qi dari Tulane University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa faktor risiko tersebut serupa untuk kondisi lain yaitu penyakit jantung. Oleh karena itu ia melakukan penelitian untuk mengetahui apakah seseorang yang memiliki sejarah batu ginjal juga bisa memiliki risiko sakit jantung.


Dengan mengkaji tujuh studi sebelumnya yang melibatkan lebih dari 800 ribu orang, Qi dan rekannya menemukan ada hubungan potensial antara batu ginjal dengan sakit jantung. Setelah mempertimbangkan faktor usia, gaya hidup, dan tingkat kolesterol hasilnya diketahui risiko penyakit jantung pada orang yang punya sejarah batu ginjal bisa meningkat hingga 23 persen.

Qi mengatakan bahwa studi yang telah dipublikasi di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology ini masih membutuhkan penelitian lanjutan.

"Studi ini masih bersifat mengamati saja. Perlu investigasi lebih jauh untuk mendemonstrasikan apakah hubungan yang ada ini merupakan sebab-akibat," kata Qi seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/8/2016).

Pesan yang dapat diambil untuk saat ini para pasien batu ginjal waspada saja terhadap gejala untuk penyakit jantung. Lakukan cek kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan terjadinya keparahan.
02.29 | 0 komentar | Read More

pengaruh banyak minum kopi dan ginjal

, Pesulap Limbad pingsan usai beraksi di malam tahun baru 2017 di Lapangan Bundar Praya, Lombok Tengah. Istrinya, Susi, mengaitkannya dengan riwayat sakit ginjal dan kebiasaan minum kopi.

Susi menyebut, sang pesulap yang irit bicara tersebut punya riwayat batu ginjal sekitar 5 tahun silam. Ia menduga, penyakit tersebut kambuh dan membuat Limbad pingsan usai melakukan atraksi gantung diri sambil dijemur selama 12 jam.

"Dia kan demen ngopi juga, mungkin terlalu banyak ngopi jadi kena ginjalnya," kata Susi, dikutip dari detikHot, Minggu (1/1/2017).

Kaitan kopi dengan penyakit ginjal sejak lama menjadi perbincangan. Salah satu minuman paling populer di seluruh dunia tersebut mengandung oksalat, yang di dalam tubuh bisa berikatan dengan kalsium dan membentuk kalsium oksalat. Ini adalah komponen pembentuk batu ginjal.

Sebuah penelitian tahun 2004 membuktikan adanya peningkatan kadar kalsium di urine setelah mengonsumsi 2 cangkir kopi dalam sehari. Namun dalam penelitian ini, kesimpulan hanya berlaku pada orang-orang dengan riwayat batu ginjal.





Seorang pakar kesehatan mengaitkannya dengan sifat diuretik pada kafein yang terkandung dalam kopi. Menurutnya, asupan kopi berpengaruh pada penyerapan cairan ke dalam darah dan akhirnya berdampak pada ginjal. Namun menurutnya, itu juga cenderung terjadi pada orang-orang dengan fungsi ginjal yang memang sudah bermasalah.

"Tidak selalu berarti buruk kalau Anda punya fungsi ginjal yang normal, tapi penelitian menunjukkan konsumsi kopi jangka panjang bisa membuat penyakit ginjal memburuk," kata Prof Chris Eden dari Royal Surrey County Hospital, dikutip dari Dailymail.

Soal sifat kopi sebagai diuretik pun, tidak semua pakar sepakat. Kenyataannya, banyak atlet yang mengonsumsi kopi sebelum bertanding tanpa khawatir mengalami dehidrasi. Pastinya, dalam takaran yang wajar dan tanpa riwayat sakit ginjal.
01.14 | 0 komentar | Read More

manfaat buah alpukat bagi pasien gangguan ginjal

Written By iqbal_editing on Jumat, 24 Februari 2017 | 06.38

Meski informasi yang beredar viral dapat mengatasi penyakit ginjal tanpa cuci darah faktanya belum terbukti secara ilmiah, namun konsumsi daging buah alpukat itu sendiri justru bermanfaat besar lho. Terutama untuk pasien dengan gangguan ginjal.

Hal ini disampaikan oleh nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD kepada detikHealth baru-baru ini. Jansen menjelaskan bahwa bagi mereka yang memiliki masalah dengan penyakit ginjal, konsumsi buah alpukat sangat dianjurkan.

Menurut Jansen, salah satu kelebihan dari alpukat adalah buah ini memiliki kandungan beta-sitosterol yang tinggi. Kandungan ini diyakini dapat membantu mengurangi kadar kolesterol, yang membantu bagi pasien penyakit ginjal.

"Konsumsi alpukat juga dapat menurunkan tekanan darah. Walaupun tekanan darah tinggi tidak hanya merupakan gejala dari penyakit ginjal tetapi juga komplikasi penyakit ginjal. Sangat penting bagi mereka untuk menjaga tekanan darah tinggi kontrol ketat," tuturnya.


Terkait hal ini, disebutkan bahwa alpukat tinggi akan kandungan potassium yang mampu menurunkan tekanan darah. Sebab pada dasarnya potassium dapat membantu memperluas pembuluh darah. "Kandungan potassium alpukat juga membantu ekskresi kalsium urin dan menurunkan risiko batu terbentuk di ginjal," imbuh Jansen.

Satu cangkir alpukat mengandung sekitar 23 persen dari nilai harian folat. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa orang dengan diet kaya akan folat memiliki risiko lebih rendah dari penyakit jantung. Penyakit jantung sendiri merupakan salah satu komplikasi penyakit ginjal, sehingga pasien bisa mengonsumsi alpukat untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Sayur dan buah-buahan lain yang bermanfaat bagi pasien penyakit ginjal di antaranya seperti wortel, seledri, bawang, apel, pir, dan lain-lain. Namun demikian, jika pada dasarnya memang ginjal pasien sudah sangat bermasalah dan darah tidak tersaring dengan baik, maka kondisi tersebut sudah tidak dapat disembuhkan hanya dengan makanan tertentu dan memerlukan tindakan medis lainnya.
06.38 | 0 komentar | Read More

PEDIATRIK UROLOGI

Written By iqbal_editing on Senin, 20 Februari 2017 | 12.58

Saya telah menikmati tamu mengedit simposium khusus di Pediatric Urology. urologi pediatrik selalu sangat dekat dengan hati saya. Ini adalah salah satu impian saya untuk melihat khusus menjadi mapan superspeciality ini di India seperti di Amerika Serikat. Dengan berdirinya American Academy of Pediatrics - Bagian Urologi (AAP Uro) dan European Society of Pediatric Urology khusus ini telah mapan perannya sebagai superspeciality di negara maju. ESPU memiliki pemeriksaan keluar pada akhir dua tahun pelatihan khusus dan AAP berencana ujian keluar serupa di masa mendatang. Situasi di negara berkembang dan di India terus menjadi berbeda secara signifikan. Penyakit urologis pediatrik dikelola baik oleh ahli bedah pediatrik dan urolog. perang wilayah ini terus karena ahli bedah pediatrik biasanya memperlakukan anak-anak di bawah usia 12 tahun di semua pemerintah dan mengajar perguruan tinggi medis di India. Ini telah memiliki efek buruk pada pertumbuhan urologi pediatrik sebagai Sub-spesialisasi. ahli bedah pediatrik sudah menyerah lama jantung dan bedah saraf karena pengembangan teknis dan ilmiah yang luas di bidang ini. Urologi hari tidak terkecuali. Pengembangan endourologi, Urodinamik dan bekerja transplantasi ginjal membutuhkan pelatihan khusus dan keterampilan yang tidak dapat dipelajari selama pelatihan bedah umum anak. Dalam masalah ini, Dr. Oak, Profesor bedah anak dari Mumbai dan Prof. Paddy Dewan, seorang urolog pediatrik dari Melbourne, Australia telah dibahas pada isu "Pelatihan ahli urologi pediatrik". Hal ini jelas bahwa itu akan memerlukan pendekatan multidisiplin yang memerlukan dukungan dari Dokter anak, ahli endokrin, Nephrologists, Pediatric Dokter-dokter anestesi dan mendukung perawat dan staf paramedis. Seorang ahli bedah pediatrik yang berniat untuk mengejar karirnya sebagai ahli urologi pediatrik akan membutuhkan pelatihan tambahan di bidang endourologi, Urodinamik dan transplantasi ginjal. Sementara, seorang urolog akan membutuhkan pelatihan mengenai prinsip-prinsip dasar dari bedah umum pediatrik. Alih-alih memerangi perang wilayah, akan lebih baik jika masyarakat bedah masing pediatri dan urologi dapat datang bersama-sama dan perangkat silabus untuk program pelatihan terstruktur. masyarakat ini kemudian akan perlu untuk mengidentifikasi unit / lembaga yang dapat melakukan pelatihan tersebut.
Masalah ini berkonsentrasi pada beberapa kemajuan penting yang telah dibuat dalam bidang urologi pediatrik. Pengobatan VUR lebih baik standar hari ini dan peran operasi didefinisikan dengan jelas. Drs. Dave dan Khoury dari Rumah Sakit Torronto for Sick Children menyediakan pendekatan berbasis bukti untuk pengelolaan VUR. Dr Atul Thakre menguraikan peran berkembang laparoskopi dalam operasi antireflux. Dr Pramod Reddy dari Cincinnati telah dibahas sangat gamblang kemajuan di bidang Uroradiology.
Urolitiasis pada anak-anak bukan masalah biasa dalam bagian dari dunia dan Prof. Rizwi dkk dari Siut Karachi dan Dr. Mahesh Desai dkk dari MPUH, Nadiad membahas isu-isu etiopatogenesis dan pengelolaan urolitiasis. Poin penting disorot oleh kelompok Karachi adalah pentingnya batu amonium urat sekunder dehidrasi dan kekurangan gizi yang dapat dengan mudah dicegah dengan menyediakan layanan kesehatan primer yang lebih baik. Dr. Divyesh Desai dari Hospital for Sick Children, telah memberikan update tentang peran penilaian fungsi kandung kemih dalam pengelolaan katup uretra posterior. Aku merasa itu akan sangat berguna bagi lulusan urologi pos dan urolog berlatih. Pengelolaan tumor Wilm adalah kisah sukses onkologi dan hari ini penekanannya adalah pada menyembuhkan anak-anak ini dengan morbiditas minimal. Dr Hemant Tongaonkar, yang urooncologist dari rumah sakit kanker TATA telah memberikan review pengobatan tumor Wilm dengan penekanan khusus pada Sitogenetika dan berbagai modalitas pengobatan. Prof. E. Duardo Ruiz terkenal ahli bedah transplantasi ginjal dari Buenos Aires berbagi pengalaman dari 25 tahun terakhir dari transplantasi ginjal pediatrik dan banyak unit yang mengembangkan program transplantasi anak akan sangat manfaat dari pengalaman ini.
Saya mengucapkan terima kasih semua kontributor saya untuk kerja keras mereka dan berharap bahwa masalah ini akan membantu membangkitkan minat dalam Sub-spesialisasi yang indah ini. Saya mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada tim redaksi IJU karena telah memberi saya kesempatan ini.
12.58 | 0 komentar | Read More

profil beberapa dokter urologi di jakarta

Written By iqbal_editing on Jumat, 20 Januari 2017 | 23.31

rof. Dr. Djoko Rahardjo, SpB, SpU (K) menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Segera setelah mengambil spesialis bedah di FKUI, beliau melanjutkan mengambil spesialisasi urologi di Berlin dan Jakarta. Sebagai salah satu tokoh yang merintis pengembangan urologi modern di Indonesia, beliau menjabat beberapa posisi penting seperti sebagai Koordinator Tim Ahli Dokter Kepresiden RI hingga kini, beliau tercatat sebagai salah satu anggota kehormatan Ikatan Urologi Jerman semenjak tahun 1995.
Beliau juga telah menerima berbagai tanda penghargaan dari pemerintah RI, serta menghasilkan puluhan karya ilmiah baik yang dipublikasikan maupun tidak. Sebagai ahli urologi, beliau menangani kasus urologi umumnya dan mempunyai keahlian khusus di bidang kelainan prostat, disfungsi seksual pria, infertilitas pria dan masalah penuaan pria.

Sub Spesialis:
  • Uro – Androrologi (Disfungsi Seksual Pria & Infertilitas Pria)
  • Kelainan Prostat
  • Penanganan Aging Male
  • Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU (K) menjalani pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga lulus pada tahun 1980. Prof. Akmal menjalani program dokter spesialis urologi di Universitas Indonesia, dan lulus pada tahun 1988 . Beliau menjadi research fellow di Hannover Medical School and Institute for Peptide Research, Hannover, Jerman pada tahun 1990 hingga 1992. Gelar Doktor Medikus dan PhD beliau raih dari institusi tersebut pada tahun 1993, sedangkan gelar Doktor beliau peroleh dari FKUI Jakarta di tahun yang sama. Beberapa tanda penghargaan yang berhasil diraihnya, antara lain; Hasil terbaik pada “Riset Unggulan Terpadu” dari Menteri Riset dan Teknologi (1997); All Star Award Galamedika (1996); Grosshardener Innovationpreis, Jerman (1994); “Peneliti Muda Terbaik” di Bidang Kesehatan LIPI Indonesia (1993).
    Beliau juga pemilik hak paten: The use of inhibitor of Phosphodiesterase IV di Jerman, USA, Eropa, Kanada dan Jepang. Sebagai spesialis urologi, beliau merupakan perintis uro-andrologi modern di Indonesia, baik dibidang disfungsi ereksi dan penanganan infertilitas pria modern di Indonesia. Prof Akmal juga merupakan perintis dibidang bedah mikro dalam bidang infertilitas.
    Beliau menangani kasus urologi umumnya dan mempunyai keahlian khusus di bidang gangguan seksual, infertilitas dan kesehatan Pria.
    Sub Spesialis:
  • Disfungsi Seksual
  • Batu Saluran Kemih
  • Kesehatan Pria
  •   Chaidir-arif-mochtardr. Chaidir Arif Mochtar,SpU, PhD menyelesaikan pendidikan dokter umum pada tahun 1987 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah bekerja di beberapa provinsi di Indonesia, dr.Chaidir kembali ke almamaternya untuk menjalani program pendidikan dokter spesilasi urologi hingga lulus pada tahun 1998.
    Pada Januari 2002 dr.Chaidir memulai program PhD di Department of Urology, Radboud University Nijmegen Medical Center dan menyelesaikan programnya di Department of Urology, Academic Medical Center University of Amsterdam, dimana beliau menjalani promosi sebagai PhD pada April
    2006. Di institusi terakhir tersebut, beliau juga menjalani program fellowship di bidang Laparascopic Urology, dibawah naunganEndourological Society (1 Juli 2005 – 1 Juli 2006).
    Saat ini sebagai staf pengajar subbagian urologi di FKUI-RSCM. Beliau sebagai konsultan onkologi-urologi dan laparoskopi RS Asri, memiliki keahlian di bidang kelainan prostat, tumor urologi dan tindakan laparoskopi urologi, disamping kelainan-kelainan yang umum di urologi. Dr. Chaidir
    merupakan spesialis urologi Indonesia pertama yang melakukan tindakan laparaskopi dalam operasi radikal organ ginjal dan prostat.
    Sub Spesialis:
  • Kelainan Prostat
  • Laparaskopi Urologi
  • Onkologi-Urologi
  • Laparoskopi Urologi dan Transplantasi ginjal
23.31 | 0 komentar | Read More

bahaya minuman berenergi pada ginjal

Written By iqbal_editing on Minggu, 15 Januari 2017 | 07.48

Semakin tahun gangguan ginjal baik yang bersifat akut maupun yang kronik kejadiannya semakin meningkat. Walaupun perkembangan tekonologi kedokteran, penelitian obat-obatan terbaru dan ilmu terapi makin meningkat tahun ke tahun, tetapi kasus gangguan ginjal selalu saja ada bahkan meningkat. Pada kasus penyakit ginjal kronik, banyak penyebab terjadinya kekronikan pada penyakit ginjal tersebut. Karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, batu ginjal, infeksi ginjal dan lainnya. Sebagai seorang dokter, menanyakan riwayat penyakit kepada pasien adalah suatu keharusan untuk memberikan terapi yang tepat. Kadang pada penderita penyakit ginjal kronik dengan usia yang masih muda, seringkali ditanyakan riwayat mengonsumsi minuman berenergi. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi apakah penyebab penyakit ginjal kronik tersebut karena dari pengaruh minuman berenergi tersebut. Tapi pernahkah terpikir dari jalur manakan penyebab kerusakan ginjal? Apakah kandungan dari minuman berenergi tersebut langsung merusak ginjal? Ataukah efek secara tidak langsung? Kalau memang berbahaya, kenapa lolos penapisan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan? Memang hal tersebut masih terjadi perdebatan. Bukan hanya di masyarakat, tetapi juga dari kalangan medis. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari pembenaran, hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang minuman berenergi dan apakah terdapat gangguan secara langsung kepada ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal permanen. Salah kaprah sebutan minuman berenergi Dalam banyak tulisan seringkali kita menuliskan kata minuman berenergi merujuk kepada minuman kesehatan yang beredar di Indonesia dengan tujuan meningkatkan energi, vitalitas dan kewaspadaan dari yang meminumnya. Sebenarnya istilah minuman berenergi tersebut kurang tepat karena jika diartikan adalah minuman yang mengandung energi yang akan meningkatkan energi yang meminum. Istilah yang tepat adalah cukup menyebutkan minuman energi karena arti sebetulnya, minuman ini mengandung zat-zat yang diharapkan dapat menimbulkan energi bagi peminumnya. Zat utama yang harus terkandung pada minuman energi adalah air, gula atau penggantinya dan Kafein. Sedangkan tambahannya dengan dosis yang bervariasi antara lain taurin, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin dan mineral. Dalam jurnal ilmiah menuliskan bahwa kafein merupakan sebuah antagonis reseptor adenosin, yang bekerja sebagai stimulan/perangsang sistem saraf pusat. Penggunaan terapeutik dalam dunia medis adalah sebagai kafein sitrat pada kasus bayi prematur untuk mencegah apneu (henti nafas) dan displasia bronkopulmuner. Efek yang diakui pada minuman energi adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap latihan, meningkatkan kognisi (proses berfikir), mengurangi efek kelelahandan kurang tidur. Sedangkan efek samping (terkait reaksi idiosinkrasi dan efek jika dosis berlebih) adalah kegugupan, mudah tersinggung, cemas, insomnia, denyut jantung meningkat, berdebar-debar, sakit perut, muntah, kekakuan, kadar kalium darah rendah, gangguan mental status, kelumpuhan, halusinasi, peningkatan tekanan otak, bengkak otak, kejang, kerusakan serabut otot dan gangguan irama jantung. Dua zat tambahan yang hampir selalu ada pada minuman energi adalah Taurin serta Guarana. Efek Guarana pada minuman energi mirip seperti Kafein yaitu sebagai stimulan dan menurunkan berat badan. Taurin sendiri dipasarkan dengan tujuan untuk kesehatan mata dan sistem bilier (empedu) serta meningkatkan kontraktilitas jantung. Kedua zat ini secara umum dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu BPOM-nya Amerika Serikat. Artinya jika minuman energi ini digunakan secara benar dan tepat, secara umum tidak akan merusak kesehatan. Benar dalam hal ini adalah mengonsumsinya tidak berlebihan. Tepat sendiri artinya diminum pada kondisi pada saat memang dibutuhkan. Misalnya saat memerlukan stimulasi karena harus bekerja ekstra, menjaga agar tidak mengantuk karena sedang menyetir, mengerjakan tugas lembur dan lainnya. Benarkah menyebabkan gangguan ginjal? Seperti yang dijelaskan di awal tulisan tadi bahwa kerusakan ginjal memiliki banyak penyebab. Dari karena kelainan anatomi karena aliran darah ke ginjal menurun, penyempitan pembuluh darah ke ginjal dan penyakit multikista di ginjal. Juga disebabkan karena faktor sistemik akibat kencing manis, darah tinggi, akibat zat dan obat-obatan yang merusak ginjal, Atau akibat gangguan pengeluaran karena batu ginjal/saluran kemih, pembesaran prostat dan keganasan. Bagaimana dengan minuman energi? Kalau melihat dari penjelasan tentang kandungan di atas tadi, tidak ada secara spesifik yang mengatakan bahwa kandungan tersebut dapat merusak ginjal. Sehingga sulit secara ilmiah membuktikan bahwa minuman berenergi merusak ginjal. Namun jika melihat data empiris dan berdasarkan penuturan pasien penyakit ginjal kronik bahwa riwayat sering mengonsumsi minuman energi, sulit sekali menafikan bahwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan ginjal. Dalam sebuah jurnal dilaporkan sebuah studi terhadap 15 orang dewasa muda yang sehat, dilakukan percobaan dengan memberikan minuman energi 500 ml per hari dengan kandungan kafein 160 mg kafein dan taurin 2000 mg. Dilaporkan terjadi peningkatan rerata tekanan darah sistolik 9-10 mmHg dan peningkatan rerata denyut jantung 5-7 denyut per menit setelah 4 jam mengonsumsi. Jurnal tersebut tidak melaporkan efek minuman berenergi tersebut terhadap ginjal. Terdapat laporan penelitian oleh Alfiah Kurnia pada tahun 2002, laporan tersebut merupakan sebuah percobaan pemberian minuman energi merk tertentu pada tikus putih dengan dosis yang telah disesuaikan. Dari percobaan yang dilakukan dengan dosis yang berbeda-beda, dilaporkan bahwa pemberian minuman energi merk tertentu dosis 0.05 mg/kg/hari tampak tikus tersebut menjadi lebih hiperaktif dibandingkan dengan tikus kontrol (tidak diberikan minuman energi). Pada pengamatan selanjutnya, pada kelompok perlakuan (tikus yang diberikan minuman energi) dengan dosis yang diberikan 0.05 mg/kg/hari selama 35 hari menyebabkan kerusakan glomerulus dan kapsula bowman di ginjal tikus. Glomerulus berfungsi untuk menyaring zat-zat racun dan sampah yang harus dibuang bersama urin. Kerusakan ini menyebabkan racun ginjal meningkat dan tentunya menyebabkan penyakit ginjal. Kalau dianggap bahwa percobaan pada tikus ini terjadi juga pada manusia, maka kejadian kerusakan ginjal akan terjadi pada manusia sekitar 3 tahun setelah mengonsumsi minuman energi tersebut tiap hari. Perbandingan usia tikus dan manusia adalah 2 tahun banding 60 tahun. Konsumsilah dengan bijak Minuman energi merupakan suplemen untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya efek yang menguntungkan yang diperlukan dalam hal ini, sehingga seseorang yang mengonsumsi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Jadi yang perlu diingat bahwa minuman energi bukan suatu tren atau suatu kebiasaan yang harus dikonsumsi secara rutin. Tetapi minuman energi adalah suatu suplemen yang diminum saat diperlukan dengan indikasi yang tepat serat tidak berlebihan. Kafein dalam penelitian menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Efek pada ginjal, peningkatan tersebut akan menyebabkan tekanan aferen (tekanan darah sebelum memasuki glomerulus) meningkat, sehingga menyebabkan stres glomerulus yang mana bila terjadi terus menerus menyebabkan kerusakan glomerulus dan berakibat kerusakan fungsi ginjal. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal. Yang harus diberikan garis bawah adalah peningkatan tekanan darah tersebut karena efek dari kafein yang terkandung dari minuman energi. Artinya, segala sesuatu yang memiliki kandungan kafein tentunya juga memiliki efek seperti yang dituliskan di atas tadi. Kopi dengan kandungan kafein yang tinggipun tentunya menjadi tidak baik ketika diminum secara berlebihan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi ketika mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein tentunya akan meningkatkan tekanan darahnya, pada pasien kencing manis akan menyebabkan gula darah meningkat karena metabolisme yang tinggi, dan pada pasien sumbatan saluran kencing karena batu atau pembesaran prostat akan menyebabkan ginjal menjadi tambah bengkak karena kafein menyebabkan produksi urin meningkat namun tidak bisa keluar akibat tertahan sumbatan. Sebenarnya minuman energi tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, tetapi minuman energi akan memacu kerusakan ginjal melalui proses sistemik yang ada di dalam tubuh dan juga karena adanya penyakit yang mendasari terlebih dahulu. Jangan takut mengonsumsi minuman berenergi, tapi dengan catatan tidak berlebihan dan minum ketika diperlukan saja. Jika memang berbahaya BPOM tentu sudah menarik peredarannya di Indonesia. Minuman energi bukan untuk diamalkan, bukan untuk menyediakan energi tubuh, bukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi dia bertindak sebagai stimulasi mengubah energi siap saji yang sudah ada di dalam tubuh kita. Minumlah ketika Anda butuh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meldyelfa/bagaimana-minuman-energi-menyebabkan-gangguan-ginjal_580a21e8c923bd832d40a9b1

Terbaru Headline Rubrik Event Topik Pilihan PRO KONTRA Masuk Label Populer Obesitas Cantik Kurus Sehatalami Buncit HEADLINE Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal? 21 Oktober 2016 21:10:51 Diperbarui: 22 Oktober 2016 01:18:50 Dibaca : 1,235 Komentar : 4 Nilai : 4 Durasi Baca : 5 menit Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal? Ilustrasi: Shutterstock Semakin tahun gangguan ginjal baik yang bersifat akut maupun yang kronik kejadiannya semakin meningkat. Walaupun perkembangan tekonologi kedokteran, penelitian obat-obatan terbaru dan ilmu terapi makin meningkat tahun ke tahun, tetapi kasus gangguan ginjal selalu saja ada bahkan meningkat. Pada kasus penyakit ginjal kronik, banyak penyebab terjadinya kekronikan pada penyakit ginjal tersebut. Karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, batu ginjal, infeksi ginjal dan lainnya. Sebagai seorang dokter, menanyakan riwayat penyakit kepada pasien adalah suatu keharusan untuk memberikan terapi yang tepat. Kadang pada penderita penyakit ginjal kronik dengan usia yang masih muda, seringkali ditanyakan riwayat mengonsumsi minuman berenergi. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi apakah penyebab penyakit ginjal kronik tersebut karena dari pengaruh minuman berenergi tersebut. Tapi pernahkah terpikir dari jalur manakan penyebab kerusakan ginjal? Apakah kandungan dari minuman berenergi tersebut langsung merusak ginjal? Ataukah efek secara tidak langsung? Kalau memang berbahaya, kenapa lolos penapisan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan? Memang hal tersebut masih terjadi perdebatan. Bukan hanya di masyarakat, tetapi juga dari kalangan medis. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari pembenaran, hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang minuman berenergi dan apakah terdapat gangguan secara langsung kepada ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal permanen. Salah kaprah sebutan minuman berenergi Dalam banyak tulisan seringkali kita menuliskan kata minuman berenergi merujuk kepada minuman kesehatan yang beredar di Indonesia dengan tujuan meningkatkan energi, vitalitas dan kewaspadaan dari yang meminumnya. Sebenarnya istilah minuman berenergi tersebut kurang tepat karena jika diartikan adalah minuman yang mengandung energi yang akan meningkatkan energi yang meminum. Istilah yang tepat adalah cukup menyebutkan minuman energi karena arti sebetulnya, minuman ini mengandung zat-zat yang diharapkan dapat menimbulkan energi bagi peminumnya. Zat utama yang harus terkandung pada minuman energi adalah air, gula atau penggantinya dan Kafein. Sedangkan tambahannya dengan dosis yang bervariasi antara lain taurin, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin dan mineral. Dalam jurnal ilmiah menuliskan bahwa kafein merupakan sebuah antagonis reseptor adenosin, yang bekerja sebagai stimulan/perangsang sistem saraf pusat. Penggunaan terapeutik dalam dunia medis adalah sebagai kafein sitrat pada kasus bayi prematur untuk mencegah apneu (henti nafas) dan displasia bronkopulmuner. Efek yang diakui pada minuman energi adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap latihan, meningkatkan kognisi (proses berfikir), mengurangi efek kelelahandan kurang tidur. Sedangkan efek samping (terkait reaksi idiosinkrasi dan efek jika dosis berlebih) adalah kegugupan, mudah tersinggung, cemas, insomnia, denyut jantung meningkat, berdebar-debar, sakit perut, muntah, kekakuan, kadar kalium darah rendah, gangguan mental status, kelumpuhan, halusinasi, peningkatan tekanan otak, bengkak otak, kejang, kerusakan serabut otot dan gangguan irama jantung. Dua zat tambahan yang hampir selalu ada pada minuman energi adalah Taurin serta Guarana. Efek Guarana pada minuman energi mirip seperti Kafein yaitu sebagai stimulan dan menurunkan berat badan. Taurin sendiri dipasarkan dengan tujuan untuk kesehatan mata dan sistem bilier (empedu) serta meningkatkan kontraktilitas jantung. Kedua zat ini secara umum dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu BPOM-nya Amerika Serikat. Artinya jika minuman energi ini digunakan secara benar dan tepat, secara umum tidak akan merusak kesehatan. Benar dalam hal ini adalah mengonsumsinya tidak berlebihan. Tepat sendiri artinya diminum pada kondisi pada saat memang dibutuhkan. Misalnya saat memerlukan stimulasi karena harus bekerja ekstra, menjaga agar tidak mengantuk karena sedang menyetir, mengerjakan tugas lembur dan lainnya. Benarkah menyebabkan gangguan ginjal? Seperti yang dijelaskan di awal tulisan tadi bahwa kerusakan ginjal memiliki banyak penyebab. Dari karena kelainan anatomi karena aliran darah ke ginjal menurun, penyempitan pembuluh darah ke ginjal dan penyakit multikista di ginjal. Juga disebabkan karena faktor sistemik akibat kencing manis, darah tinggi, akibat zat dan obat-obatan yang merusak ginjal, Atau akibat gangguan pengeluaran karena batu ginjal/saluran kemih, pembesaran prostat dan keganasan. Bagaimana dengan minuman energi? Kalau melihat dari penjelasan tentang kandungan di atas tadi, tidak ada secara spesifik yang mengatakan bahwa kandungan tersebut dapat merusak ginjal. Sehingga sulit secara ilmiah membuktikan bahwa minuman berenergi merusak ginjal. Namun jika melihat data empiris dan berdasarkan penuturan pasien penyakit ginjal kronik bahwa riwayat sering mengonsumsi minuman energi, sulit sekali menafikan bahwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan ginjal. Dalam sebuah jurnal dilaporkan sebuah studi terhadap 15 orang dewasa muda yang sehat, dilakukan percobaan dengan memberikan minuman energi 500 ml per hari dengan kandungan kafein 160 mg kafein dan taurin 2000 mg. Dilaporkan terjadi peningkatan rerata tekanan darah sistolik 9-10 mmHg dan peningkatan rerata denyut jantung 5-7 denyut per menit setelah 4 jam mengonsumsi. Jurnal tersebut tidak melaporkan efek minuman berenergi tersebut terhadap ginjal. Terdapat laporan penelitian oleh Alfiah Kurnia pada tahun 2002, laporan tersebut merupakan sebuah percobaan pemberian minuman energi merk tertentu pada tikus putih dengan dosis yang telah disesuaikan. Dari percobaan yang dilakukan dengan dosis yang berbeda-beda, dilaporkan bahwa pemberian minuman energi merk tertentu dosis 0.05 mg/kg/hari tampak tikus tersebut menjadi lebih hiperaktif dibandingkan dengan tikus kontrol (tidak diberikan minuman energi). Pada pengamatan selanjutnya, pada kelompok perlakuan (tikus yang diberikan minuman energi) dengan dosis yang diberikan 0.05 mg/kg/hari selama 35 hari menyebabkan kerusakan glomerulus dan kapsula bowman di ginjal tikus. Glomerulus berfungsi untuk menyaring zat-zat racun dan sampah yang harus dibuang bersama urin. Kerusakan ini menyebabkan racun ginjal meningkat dan tentunya menyebabkan penyakit ginjal. Kalau dianggap bahwa percobaan pada tikus ini terjadi juga pada manusia, maka kejadian kerusakan ginjal akan terjadi pada manusia sekitar 3 tahun setelah mengonsumsi minuman energi tersebut tiap hari. Perbandingan usia tikus dan manusia adalah 2 tahun banding 60 tahun. Konsumsilah dengan bijak Minuman energi merupakan suplemen untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya efek yang menguntungkan yang diperlukan dalam hal ini, sehingga seseorang yang mengonsumsi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Jadi yang perlu diingat bahwa minuman energi bukan suatu tren atau suatu kebiasaan yang harus dikonsumsi secara rutin. Tetapi minuman energi adalah suatu suplemen yang diminum saat diperlukan dengan indikasi yang tepat serat tidak berlebihan. Kafein dalam penelitian menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Efek pada ginjal, peningkatan tersebut akan menyebabkan tekanan aferen (tekanan darah sebelum memasuki glomerulus) meningkat, sehingga menyebabkan stres glomerulus yang mana bila terjadi terus menerus menyebabkan kerusakan glomerulus dan berakibat kerusakan fungsi ginjal. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal. Yang harus diberikan garis bawah adalah peningkatan tekanan darah tersebut karena efek dari kafein yang terkandung dari minuman energi. Artinya, segala sesuatu yang memiliki kandungan kafein tentunya juga memiliki efek seperti yang dituliskan di atas tadi. Kopi dengan kandungan kafein yang tinggipun tentunya menjadi tidak baik ketika diminum secara berlebihan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi ketika mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein tentunya akan meningkatkan tekanan darahnya, pada pasien kencing manis akan menyebabkan gula darah meningkat karena metabolisme yang tinggi, dan pada pasien sumbatan saluran kencing karena batu atau pembesaran prostat akan menyebabkan ginjal menjadi tambah bengkak karena kafein menyebabkan produksi urin meningkat namun tidak bisa keluar akibat tertahan sumbatan. Sebenarnya minuman energi tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, tetapi minuman energi akan memacu kerusakan ginjal melalui proses sistemik yang ada di dalam tubuh dan juga karena adanya penyakit yang mendasari terlebih dahulu. Jangan takut mengonsumsi minuman berenergi, tapi dengan catatan tidak berlebihan dan minum ketika diperlukan saja. Jika memang berbahaya BPOM tentu sudah menarik peredarannya di Indonesia. Minuman energi bukan untuk diamalkan, bukan untuk menyediakan energi tubuh, bukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi dia bertindak sebagai stimulasi mengubah energi siap saji yang sudah ada di dalam tubuh kita. Minumlah ketika Anda butuh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meldyelfa/bagaimana-minuman-energi-menyebabkan-gangguan-ginjal_580a21e8c923bd832d40a9b1
Terbaru Headline Rubrik Event Topik Pilihan PRO KONTRA Masuk Label Populer Obesitas Cantik Kurus Sehatalami Buncit HEADLINE Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal? 21 Oktober 2016 21:10:51 Diperbarui: 22 Oktober 2016 01:18:50 Dibaca : 1,235 Komentar : 4 Nilai : 4 Durasi Baca : 5 menit Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal? Ilustrasi: Shutterstock Semakin tahun gangguan ginjal baik yang bersifat akut maupun yang kronik kejadiannya semakin meningkat. Walaupun perkembangan tekonologi kedokteran, penelitian obat-obatan terbaru dan ilmu terapi makin meningkat tahun ke tahun, tetapi kasus gangguan ginjal selalu saja ada bahkan meningkat. Pada kasus penyakit ginjal kronik, banyak penyebab terjadinya kekronikan pada penyakit ginjal tersebut. Karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, batu ginjal, infeksi ginjal dan lainnya. Sebagai seorang dokter, menanyakan riwayat penyakit kepada pasien adalah suatu keharusan untuk memberikan terapi yang tepat. Kadang pada penderita penyakit ginjal kronik dengan usia yang masih muda, seringkali ditanyakan riwayat mengonsumsi minuman berenergi. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi apakah penyebab penyakit ginjal kronik tersebut karena dari pengaruh minuman berenergi tersebut. Tapi pernahkah terpikir dari jalur manakan penyebab kerusakan ginjal? Apakah kandungan dari minuman berenergi tersebut langsung merusak ginjal? Ataukah efek secara tidak langsung? Kalau memang berbahaya, kenapa lolos penapisan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan? Memang hal tersebut masih terjadi perdebatan. Bukan hanya di masyarakat, tetapi juga dari kalangan medis. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari pembenaran, hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang minuman berenergi dan apakah terdapat gangguan secara langsung kepada ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal permanen. Salah kaprah sebutan minuman berenergi Dalam banyak tulisan seringkali kita menuliskan kata minuman berenergi merujuk kepada minuman kesehatan yang beredar di Indonesia dengan tujuan meningkatkan energi, vitalitas dan kewaspadaan dari yang meminumnya. Sebenarnya istilah minuman berenergi tersebut kurang tepat karena jika diartikan adalah minuman yang mengandung energi yang akan meningkatkan energi yang meminum. Istilah yang tepat adalah cukup menyebutkan minuman energi karena arti sebetulnya, minuman ini mengandung zat-zat yang diharapkan dapat menimbulkan energi bagi peminumnya. Zat utama yang harus terkandung pada minuman energi adalah air, gula atau penggantinya dan Kafein. Sedangkan tambahannya dengan dosis yang bervariasi antara lain taurin, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin dan mineral. Dalam jurnal ilmiah menuliskan bahwa kafein merupakan sebuah antagonis reseptor adenosin, yang bekerja sebagai stimulan/perangsang sistem saraf pusat. Penggunaan terapeutik dalam dunia medis adalah sebagai kafein sitrat pada kasus bayi prematur untuk mencegah apneu (henti nafas) dan displasia bronkopulmuner. Efek yang diakui pada minuman energi adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap latihan, meningkatkan kognisi (proses berfikir), mengurangi efek kelelahandan kurang tidur. Sedangkan efek samping (terkait reaksi idiosinkrasi dan efek jika dosis berlebih) adalah kegugupan, mudah tersinggung, cemas, insomnia, denyut jantung meningkat, berdebar-debar, sakit perut, muntah, kekakuan, kadar kalium darah rendah, gangguan mental status, kelumpuhan, halusinasi, peningkatan tekanan otak, bengkak otak, kejang, kerusakan serabut otot dan gangguan irama jantung. Dua zat tambahan yang hampir selalu ada pada minuman energi adalah Taurin serta Guarana. Efek Guarana pada minuman energi mirip seperti Kafein yaitu sebagai stimulan dan menurunkan berat badan. Taurin sendiri dipasarkan dengan tujuan untuk kesehatan mata dan sistem bilier (empedu) serta meningkatkan kontraktilitas jantung. Kedua zat ini secara umum dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu BPOM-nya Amerika Serikat. Artinya jika minuman energi ini digunakan secara benar dan tepat, secara umum tidak akan merusak kesehatan. Benar dalam hal ini adalah mengonsumsinya tidak berlebihan. Tepat sendiri artinya diminum pada kondisi pada saat memang dibutuhkan. Misalnya saat memerlukan stimulasi karena harus bekerja ekstra, menjaga agar tidak mengantuk karena sedang menyetir, mengerjakan tugas lembur dan lainnya. Benarkah menyebabkan gangguan ginjal? Seperti yang dijelaskan di awal tulisan tadi bahwa kerusakan ginjal memiliki banyak penyebab. Dari karena kelainan anatomi karena aliran darah ke ginjal menurun, penyempitan pembuluh darah ke ginjal dan penyakit multikista di ginjal. Juga disebabkan karena faktor sistemik akibat kencing manis, darah tinggi, akibat zat dan obat-obatan yang merusak ginjal, Atau akibat gangguan pengeluaran karena batu ginjal/saluran kemih, pembesaran prostat dan keganasan. Bagaimana dengan minuman energi? Kalau melihat dari penjelasan tentang kandungan di atas tadi, tidak ada secara spesifik yang mengatakan bahwa kandungan tersebut dapat merusak ginjal. Sehingga sulit secara ilmiah membuktikan bahwa minuman berenergi merusak ginjal. Namun jika melihat data empiris dan berdasarkan penuturan pasien penyakit ginjal kronik bahwa riwayat sering mengonsumsi minuman energi, sulit sekali menafikan bahwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan ginjal. Dalam sebuah jurnal dilaporkan sebuah studi terhadap 15 orang dewasa muda yang sehat, dilakukan percobaan dengan memberikan minuman energi 500 ml per hari dengan kandungan kafein 160 mg kafein dan taurin 2000 mg. Dilaporkan terjadi peningkatan rerata tekanan darah sistolik 9-10 mmHg dan peningkatan rerata denyut jantung 5-7 denyut per menit setelah 4 jam mengonsumsi. Jurnal tersebut tidak melaporkan efek minuman berenergi tersebut terhadap ginjal. Terdapat laporan penelitian oleh Alfiah Kurnia pada tahun 2002, laporan tersebut merupakan sebuah percobaan pemberian minuman energi merk tertentu pada tikus putih dengan dosis yang telah disesuaikan. Dari percobaan yang dilakukan dengan dosis yang berbeda-beda, dilaporkan bahwa pemberian minuman energi merk tertentu dosis 0.05 mg/kg/hari tampak tikus tersebut menjadi lebih hiperaktif dibandingkan dengan tikus kontrol (tidak diberikan minuman energi). Pada pengamatan selanjutnya, pada kelompok perlakuan (tikus yang diberikan minuman energi) dengan dosis yang diberikan 0.05 mg/kg/hari selama 35 hari menyebabkan kerusakan glomerulus dan kapsula bowman di ginjal tikus. Glomerulus berfungsi untuk menyaring zat-zat racun dan sampah yang harus dibuang bersama urin. Kerusakan ini menyebabkan racun ginjal meningkat dan tentunya menyebabkan penyakit ginjal. Kalau dianggap bahwa percobaan pada tikus ini terjadi juga pada manusia, maka kejadian kerusakan ginjal akan terjadi pada manusia sekitar 3 tahun setelah mengonsumsi minuman energi tersebut tiap hari. Perbandingan usia tikus dan manusia adalah 2 tahun banding 60 tahun. Konsumsilah dengan bijak Minuman energi merupakan suplemen untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya efek yang menguntungkan yang diperlukan dalam hal ini, sehingga seseorang yang mengonsumsi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Jadi yang perlu diingat bahwa minuman energi bukan suatu tren atau suatu kebiasaan yang harus dikonsumsi secara rutin. Tetapi minuman energi adalah suatu suplemen yang diminum saat diperlukan dengan indikasi yang tepat serat tidak berlebihan. Kafein dalam penelitian menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Efek pada ginjal, peningkatan tersebut akan menyebabkan tekanan aferen (tekanan darah sebelum memasuki glomerulus) meningkat, sehingga menyebabkan stres glomerulus yang mana bila terjadi terus menerus menyebabkan kerusakan glomerulus dan berakibat kerusakan fungsi ginjal. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal. Yang harus diberikan garis bawah adalah peningkatan tekanan darah tersebut karena efek dari kafein yang terkandung dari minuman energi. Artinya, segala sesuatu yang memiliki kandungan kafein tentunya juga memiliki efek seperti yang dituliskan di atas tadi. Kopi dengan kandungan kafein yang tinggipun tentunya menjadi tidak baik ketika diminum secara berlebihan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi ketika mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein tentunya akan meningkatkan tekanan darahnya, pada pasien kencing manis akan menyebabkan gula darah meningkat karena metabolisme yang tinggi, dan pada pasien sumbatan saluran kencing karena batu atau pembesaran prostat akan menyebabkan ginjal menjadi tambah bengkak karena kafein menyebabkan produksi urin meningkat namun tidak bisa keluar akibat tertahan sumbatan. Sebenarnya minuman energi tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, tetapi minuman energi akan memacu kerusakan ginjal melalui proses sistemik yang ada di dalam tubuh dan juga karena adanya penyakit yang mendasari terlebih dahulu. Jangan takut mengonsumsi minuman berenergi, tapi dengan catatan tidak berlebihan dan minum ketika diperlukan saja. Jika memang berbahaya BPOM tentu sudah menarik peredarannya di Indonesia. Minuman energi bukan untuk diamalkan, bukan untuk menyediakan energi tubuh, bukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi dia bertindak sebagai stimulasi mengubah energi siap saji yang sudah ada di dalam tubuh kita. Minumlah ketika Anda butuh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meldyelfa/bagaimana-minuman-energi-menyebabkan-gangguan-ginjal_580a21e8c923bd832d40a9b1
07.48 | 0 komentar | Read More

obat yang mempengaruhi warna urin

Written By iqbal_editing on Senin, 19 Desember 2016 | 01.26

Bagian awal pesannya saya cut, karena memang urusan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan tulisan yang akan saya bahas di sini.
Saya salut sama teman saya yang satu ini. Dia orangnya sangat teliti, biasanya sebelum mengkonsumsi obat (baik OTC maupun obat resep dokter) selalu telp atau sms dulu dan saya yakin dia pasti sudah mencari-cari info di internet mengenai obat-obatan tersebut. Sebagai farmasis, seneng dong punya teman yang seperti ini, kita berasa “berguna”.😀
Oke, kembali ke topik. Saya pernah mendapatkan kuliah Compounding & Dispensing yang secara khusus membahas mengenai obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan warna pada feses dan urin. Kebetulan juga keluar saat Ujian 1 kuliah profesi kemarin, jadi sedikit banyak saya masih ingat.

Obat-obat yang dapat merubah warna feses

Obat/Golongan Obat
Warna yang Dihasilkan
Antasida, tipe aluminium hidroksida Keputih-putihan atau bintik-bintik putih
Antrakuinon Noda berwarna kecoklatan pada mukosa rectal
Antibiotika, oral Abu-abu kehijauan
Antikoagulansia Pink sampai merah atau hitam
Garam-garam bismuth Hitam kehijauan
Charchoal Hitam
Klofazimin Merah sampai hitam kecoklatan
Garam-garam ferro Hitam
Heparin Pink sampai merah atau hitam
Indosianin hijau Hijau
Indomethasin Hijau disebabkan karena biliverdinemia
NSAID Pink sampai merah atau hitam
Omeprazole Diskolorisasi
Fenazopiridin Oranye-merah
Pirvinium pamoat Merah
Rifampin Merah-oranye
Risperidone Diskolorisasi
Salisilat terutama aspirin Pink sampai merah atau hitam

Obat-obat yang dapat merubah warna urine

Obat/Golongan Obat
Warna yang Dihasilkan
Aminopirin Merah
Asam aminosalisilat Diskolorisasi, berwarna merah dalam larutan hipoklorid
Amitriptilin Biru-hijau
Antrakuinon Kuning-coklat dalam urin asam, kuning-pink-merah dalam urin basa
Antipirin Merah-coklat
Azuresin Biru atau hijau
Klorokuin Kuning karat sampai coklat
Khlorzoxazon Oranye atau merah keunguan
Simetidin injeksi Hijau
Klofasimin Merah sampai hitam kecoklatan
Daunorubisin Merah
Deferoksamin Kemerah-merahan
Doksorubisin Merah
Entakapon Kecoklatan oranye
Ethoksazen Oranye sampai oranye coklat
Flutamid Kuning sawo atau kuning-hijau
Furazolidon Coklat
Garam ferro Hitam
Idarubisin Merah
Indandion Oranye-merah dalam urin basa
Indomethasin Hijau disebabkan karena biliverdinemia
Levodopa Merah-coklat, gelap yang tetap dalam larutan hipoklorid
Loratadin Diskolorsasi
Methokarbamol Gelap sampai coklat, hitam atau hijau yang tetap
Methyldopa Gelap yang tetap dalam larutan hipoklorid
Methilene blue Biru atau hijau
Metrinodazole Gelap, coklat
Metoksantron Biru-hijau
Niacin Gelap
Nitrofurantoin Kuning karat sampai coklat
Pamaquin Kuning karat sampai coklat
Fenasetin Coklat gelap sampai hitam yang tetap
Fenazopiridin Oranye sampai merah
Fenolftalein Pink sampai merah keunguan dalam urin basa
Fenothiazina Pink sampai merah atau merah-coklat
Fensuksimid Pink sampai merah atau merah-coklat
Fenitoin Pink sampai merah atau merah-coklat
Primaquin Kuning karat sampai coklat
Promethazin injeksi Hijau
Propofol injeksi Hijau, putih, pink, coklat, atau merah-coklat
Quinakrin Sangat kuning dalam urin asam
Quinine Coklat sampai hitam
Resorsinol Hijau gelap
Riboflavin Kuning fluoresensi
Rifabutin Diskolorisasi
Rifampin Merah-oranye
Sulfasalazin Oranye-kuning dalam urin basa
Sulfonamide, antibacterial Kuning karat sampai coklat
Sulindak Diskolorisasi
Tolkapon Kuning cerah
Tolonium Biru-hijau
Triamteren Biru pucat fluoresensi
Warfarin Oranye
Perubahan warna tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya warna feses hitam pada obat salisilat menunjukkan adanya perdarahan intestinal, warna hijau pada promethazin injeksi disebabkan oleh fenol sebagai pengawet dalam formulasi sediaan injeksi. Beberapa obat yang dapat menyebabkan urin berwarna karena memang warna obatnya seperti itu. Misalnya dalam kasus teman saya, setelah minum rifampin (bisa juga disebut rifampicin) urinnya menjadi berwarna merah. Rifampin diekskresikan dari tubuh sebagian dalam bentuk aslinya. Karena obat ini berwarna merah tua, maka hasil ekskresinya juga akan berwarna merah, terutama jika digunakan dalam takaran besar. Hasil ekskresi bisa dikeluarkan melalui urin, air mata, feses, dan sebagainya.
01.26 | 0 komentar | Read More

PENGARUH DIABETES MENYEBABKAN SPERMA ENCERB

Written By iqbal_editing on Kamis, 08 Desember 2016 | 06.24


     
 
Diabetes Dapat Mengurangi Jumlah Sperma

Pria diabetes dua kali lebih mungkin untuk menderita kerusakan DNA sperma dibandingkan dengan orang sehat. Serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Jaslok Hospital, India dan Pusat Penelitian telah melaporkan hal tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa diabetes secara signifikan mengurangi jumlah sperma dan mempengaruhi gerakan dan mengubah bentuk sperma. Pria dengan diabetes hampir tiga kali lebih mungkin menderita sperma apoptosis, penghancuran diri sel sprema karena rusaknya DNA sperma.

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kualitas sperma pada 120 pria penderita diabetes dan non-diabetes usia 24-45 tahun. Pecandu rokok tidak diikutsertakan agar mendapatkan data yang valid. Dr Arundhati Athalye dan Dr Meenal Khandeparkar, para peneliti utama dari Jaslok Hospital, mengatakan penelitian ini memberlakukan pengujian fragmentasi DNA rutin pada setiap pasien diabetes untuk mengetahui seberapa besar pengaruh diabetes terhadap kesuburan pria.

Tidak hanya menyebabkan rusaknya sel sperma dan ketidaksuburan pria, DNA yang terfragmentasi juga mengakibatkan keguguran juga pada pasangannya. Dr Firuza Parikh, direktur IVF dan genetika pusat Rumah Sakit Jaslok, menyetujui bahwa diabetes dapat berkontribusi terhadap perubahan morfologi atau tampilan sperma. Pria diabetes juga bernasib buruk dalam jumlah sperma dan motilitas (kelincahan sperma untuk membuahi sel telur). Pada pria diabetes, motilitas sperma melayang sekitar 22%, dua kali lebih rendah daripada pria sehat (non-diabetes). Jumlah sperma pada pria diabetes yang ditemukan kurang dari setengah dari orang sehat.

Dr. Prochi Madon, kepala genetika Jaslok Hospital, menyatakan bahwa diagnosis dini merupakan kunci untuk mengalahkan diabetes dan masalah kesehatan yang terkait. Dr.Craig Niederberger, kepala urologi di University of Illinois di Chicago, menekankan bahwa selain tes fungsi sperma, penting untuk benar-benar mengevaluasi pria yang menderita infertilitas. Testosteron rendah, infertilitas pria dan risiko kanker prostat di kemudian hari juga dapat disebabkan oleh diabetes.

Jika Anda penderita diabetes dan belum memiliki keturunan, Anda jangan langsung menyerah dan putus asa. banyak wanita yang memiliki pasangan pria diabetes ahirnya mendapakan kehamilan. Anda dapat melakukan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat, misalnya olahraga teratur, diet tinggi protein, hindari rokok, dan kurangi konsumsi alkohol. Selain itu Anda juga dapat menggunakan Kuat Pria Pro, obat kuat herbal yang efektif menambah jumlah sperma, sehingga air mani tidak encer. Obat ini juga berfungsi menguatkan otot penis dan meningkatkan libido pria. Konsumsi KuatPria Pro secara rutin setiap hari akan meningkatkan kemampuan seksual Anda. Ereksi lebih kuat, gairah seks meningkat, tubuh akan semakin prima, dan pastinya semburan sperma yang diejakulasikan juga banyak dan kental.

06.24 | 0 komentar | Read More
 
berita unik