Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah digestif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah digestif. Tampilkan semua postingan

Ini Sebabnya Lambung Tak Bolong Meski Mengandung Asam

Written By iqbal_editing on Rabu, 13 September 2017 | 17.01

Lambung adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Lambung pun tidak terlepas dari beberapa gangguan seperti meningkatnya asam lambung. Lantas seberapa kuatnya asam pada lambung kita?

"pH asam lambung yang ideal mesti di atas 4, asamnya mendekati 4. Namun pada orang-orang hyperacidity atau asam lambung berlebihan bisa mencapai 2, 2 itu cukup asam," kata dokter spesialis penyakit dalam, dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang dalam video Bincang Sehat.

"Kalau kita obati, target pengobatan bisa pH asam lambung di atas 4, untuk proses luka lambung pun akan lebih baik. Nah sekuat apa, tentu akan sulit dibandingkan antara asam lambung pH 2 dengan asam sulfat," ucapnya lagi.


Menurut dr Hendra, secara organ lambung dilapisi oleh lapisan pelindung, yaitu adanya lapisan mukosa di dalam lambung yang menghasilkan mukos atau lendir disertai bikarbonat yang merupakan lapisan bawah dari permukaan lambung yang akan melindungi lapisan-lapisan lambung di bawahnya terhadap serangan asam yang terlalu berlebihan.

"Sehingga kalau kita pikirkan adanya faktor attack dari asam lambung dan ada faktor pelindung dari mukosa lambung sendiri itu harus dalam keseimbangan agar asam lambung ini tidak sampai membuat luka di lambung itu sendiri," tutur dr Hendra.

Dikatakan dr Hendra, lambung memang didesain asam karena banyak fungsi dari asam lambung tersebut pada tubuh. Selain membantu mencerna makanan, asam lambung juga melindungi makanan dari bakteri
17.01 | 0 komentar | Read More

Hindari Makanan Pedas Kalau Punya Sakit Mag, Ini Alasannya

Written By iqbal_editing on Selasa, 25 Juli 2017 | 22.18

Banyak sekali orang yang suka konsumsi makanan pedas. Bahkan beberapa orang akan meningkat selera makannya ketika konsumsi makanan pedas. Bagaimana dengan orang yang memiliki sakit maag atau mag?

Menanggapi pertanyaan tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Mayapada Tangerang, dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH mengatakan bahwa orang-orang yang sakit mag harus menghindari makanan yang merangsang lambung seperti makanan pedas.

Biasanya sakit mag bisa disebabkan oleh luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung). "Kalau ada masalah pada lambung, bisa lecet atau luka ditambah pedas ya makin tambah parah," jelasnya saat dihubungi detikHealth, Rabu (26/7/207).


Walau makanan pedas bukan menjadi faktor penyebab sakit mag, tapi dapat memperburuk kondisi lambung jika dikonsumsi secara berlebihan dan setiap hari.

"Nggak ada manfaatnya dalam bidang medis, pedas hanya untuk menambah taste makanan," imbuh dr Hendra.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, bahwa pada orang dengan riwayat gangguan pencernaan seperti sakit mag, konsumsi cabai berlebihan dapat memicu kekambuhan nyeri mag.

"Seseorang yang doyan sambal harus bisa mengukur seberapa banyak sambal yang akan dikonsumsi. Konsumsi cabai dengan jumlah yang sangat banyak bisa saja menyebabkan perlukaan dan merangsang diare," ujar pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini kepada detikHealth beberapa waktu yang lalu.

Bagaimana, masih mau makan yang pedas-pedas?
22.18 | 0 komentar | Read More

Tidur Hadap Kanan Bikin Asam Lambung Naik ke Tenggorokan?

Written By iqbal_editing on Kamis, 20 Juli 2017 | 01.33

Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa posisi tidur menghadap kanan tidak baik bagi kesehatan. Disebut-sebut kebiasaan ini bisa membuat asam lambung naik ke tenggorokan.

Tak jarang kebiasaan ini juga dianggap bisa memicu timbulnya GERD atau Gastro Esophagial Reflux Disease, yakni ketika terasa nyeri atau sensasi terbakar pada ulu hati dan dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Lantas benarkah posisi tidur memengaruhi naiknya asam lambung ke tenggorokan? Menurut pakar saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, kaitan antara asam lambung dan posisi tidur lebih dipengaruhi oleh gravitasi, bukan antara kanan atau kiri.


"Jadi kalau bicara asam lambung, prinsipnya perhatikan gravitasi. Usahakan posisi kepala lebih tinggi daripada dada," ungkap dr Ari kepada detikHealth.

Selama posisi kepala lebih tinggi daripada dada, dr Ari menyebutkan hadap kanan maupun kiri tidak terlalu berpengaruh.

Selain mengutamakan gravitasi, dr Ari juga mengingatkan pentingnya memerhatikan jam makan sebelum tidur. Untuk mengurangi kemungkinan asam lambung tidak naik ke tenggorokan, maka sebaiknya makan dilakukan minimal dua hingga tiga jam sebelum tidur.

"Kalau habis makan lalu tidur, itu nanti makanan belum turun kan, nanti asam lambung bisa balik arah dan terjadi refluks," pesan dr Ari.
01.33 | 0 komentar | Read More

Mau BAB Lancar dan Berat Badan Ideal? Yuk Makan Pepaya!

Written By iqbal_editing on Kamis, 06 Juli 2017 | 03.33

Jangan malas makan buah kalau ingin punya sistem pencernaan yang sehat dan berat badan ideal, terutama pepaya. Buah ini dianggap bisa membantu menyehatkan sistem pencernaan Anda, lho.

"Pepaya seratnya tinggi dan lebih bagus, jadi bisa bersifat melembekkan (feses)," ungkap Prof dr Marcellus Simadibrata, PhD, SpPD-KGEH, kepada detikHealth.

Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia tersebut saat ditemui usai mengisi acara 'Natural Wellness Symposium SOHO Global Health' yang diselenggarakan di Grand Clarion Hotel, Makassar dan ditulis Senin (16/6/2014).

Pernyataan ini didukung oleh Rita Ramayulis, DCN, MKes. Saat ditemui detikHealth beberapa waktu lalu, ia menyebutkan bahwa pepaya termasuk salah satu buah yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan.

"Buah ini mengandung enzim papain yang bisa memecah protein menjadi arginin, yang kemudian dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan sendiri mempunyai kemampuan mengurangi penumpukan lemak di tubuh," tulis Rita, dikutip dari bukunya yang berjudul 'Slim is Easy: Cara Ajaib Menurunkan Berat Badan dengan Diet REST'.

Menurut dosen jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II tersebut, satu porsi pepaya utuh mengandung 50,6 kcal dengan densitas energi sangat rendah, yaitu 0,46.

"Pepaya itu punya protein arginin. Jadi protein arginin itu mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Kalau di dalam tubuh hormon pertumbuhan itu lebih tinggi, itu biasanya energi kita banyak terbuangnya," tutup Rita.
03.33 | 0 komentar | Read More

efek samping obat mag berkepanjangan

Written By iqbal_editing on Rabu, 05 Juli 2017 | 10.23

Obat mag yang kerap kali menjadi andalan bagi orang yang memiliki penyakit mag ternyata berpotensi meningkatkan risiko kematian dini.

Menurut para ahli dikutip dari New York Post, Rabu (5/7/2017) bahwa obat mag mungkin bertanggung jawab atas ribuan orang yang meninggal tiap tahunnya. Obat mag disebut sebagai proton pump inhibitors (PPI), yaitu obat yang banyak digunakan untuk mengatasi keluhan yang berhubungan dengan keasaman lambung.

Obat mag seharusnya dikonsumsi maksimal sampai empat minggu. Namun banyak orang yang mengonsumsinya selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Tim peneliti di Washington University School of Medicine di St. Louis mempelajari dari 270 ribu orang untuk melihat berapa banyak yang meninggal karena mengonsumsi obat PPI ini.


Dan hasilnya yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsinya selama satu tahun atau lebih memiliki kemungkinan 50 persen risiko kematian dini. Bahkan konsumsi jangka pendek pun masih menyisakan risiko sebesar 25 persen.

"Orang berpikir bahwa obat PPI sangat aman karena tersedia di mana saja. Tapi obat ini memiliki risiko yang nyata, terutama untuk jangka waktu yang lama," ujar peneliti utama, Dr Ziyad Al-Aly.

"Orang mendapatkan obat PPI yang diresepkan oleh dokter. Tapi kemudian dokter tidak menghentikannya dan pasien terus menerus mengonsumsinya," imbuhnya.

Para peneliti mengkhawatirkan akan penggunaan obat PPI ini dan menganjurkan adanya pembatasan yang lebih ketat terhadap penggunaannya. Karena penggunaan secara terus menerus akan menimbulkan penyakit stroke, infertilitas pria dan kerusakan ginjal, yang paling berbahaya adalah kematian.
10.23 | 0 komentar | Read More

Obat Ambeien Laris Saat Lebaran, Kurang Makan Sayur dan Buah?

Written By iqbal_editing on Selasa, 27 Juni 2017 | 15.23

Penjualan obat-obat tanpa resep di apotek cenderung meningkat di hari lebaran. Salah satunya obat ambeien, yang diyakini terkait pola makan serba enak di hari yang spesial tersebut.

"Akhir-akhir ini obat ambeien juga ikut laris," kata Wawan, seorang apoteker di Yogyakarta saat dihubungi detikHealth, Sabtu (18/7/2015).

Wawan tidak tahu persis penyebabnya, namun ia meyakini hal ini berhubungan dengan pola makan. Saat lebaran, menu makanan didominasi oleh makanan bersantan, berdaging, dan cenderung kurang serat. BAB (Buang Air Besar) jadi tidak lancar, sehingga memicu kekambuhan ambeien alias wasir.


Secara umum, konsumsi buah dan sayuran di Indonesia memang tecatat sangat rendah. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) mencatat, asupan sayur dan buah di Indonesia hanya 91 gram/hari, hanya setengah dari konsumsi masyarakat di Thailand dan Filipina.

Bahkan dibandingkan Singapura, konsumsi buah dan sayur di Indonesia hanya seperlima. Untuk mencukupi asupan serat dan vitamin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi sehari.

"Perbanyak makan buah dan sayur! Selain untuk mengimbangi agar tidak makan lemak terlalu banyak, memang secara umum konsumsi buah dan sayur kita masih rendah," pesan Kepala Balitbangkes, Prof Tjandra Yoga Aditama, SpP(K).

Selain obat ambeien, beberapa jenis obat lainnya juga laku keras di hari lebaran. Di antaranya obat hipertensi, obat kolesterol, obat asam lambung, obat pusing dan nyeri kepala, serta obat flu. Faktor kelelahan dan pola makan yang tidak sehat di hari lebaran cenderung memicu kekambuhan penyakit kronis.
15.23 | 0 komentar | Read More

Mengapa Kita Diare? Menurut Studi Untuk Mencegah Saluran Cerna Rusakb

Written By iqbal_editing on Selasa, 20 Juni 2017 | 02.48

Ketika seseorang sering mengonsumsi makanan di sembarang tempat, dirinya bisa mengalami infeksi oleh bakteri perut dan mengalami diare. Selama ini tidak ada yang tahu pasti mengapa diare terjadi namun menurut peneliti dari Brigham and Women's Hospital ada makna di baliknya.

Jerrold Turner, MD, PhD, selaku salah satu peneliti mengatakan selama ini diare diduga sebagai sistem pertahanan tubuh dari ancaman bakteri atau virus di saluran cerna. Hanya saja pandangan tersebut masih didebatkan karena belum cukup bukti.


"Hipotesis bahwa diare ini terjadi karena membantu kita untuk membersihkan patogen pencernaan dari tubuh masih menjadi perdebatan dalam seratus tahun terakhir," kata Turner seperti dikutip dari siaran pers EurekAlert, Selasa (20/6/2017).

Untuk membuktikan bahwa diare memang muncul sebagai sistem pertahanan tubuh, Turner melakukan studi eksperimen pada tikus. Para tikus dengan sengaja diberikan bakteri Citrobacter rodentium yang serupa dengan bakteri E. coli pada manusia.

Tak lama setelah terinfeksi tubuh tikus diketahui menghasilkan protein yang mengakibatkan kebocoran mikroskopis di saluran cernanya. Dari kebocoran tersebut cairan bisa masuk ke dalam usus menghasilkan feses cair.

Dampaknya tingkat infeksi yang terjadi para tikus jadi bisa lebih dibatasi. Ketika Turner melakukan eksperimen yang sama namun pada tikus yang telah dimodifikasi sehingga tak bisa menghasilkan protein terkait, dinding saluran cernanya rusak akibat diserang oleh sistem imun.

Dipublikasi di jurnal Cell Host and Microbe, peneliti mengatakan apakah hal persis serupa terjadi juga pada manusia perlu konfirmasi lebih lanjut. Hanya dari bukti yang telah ada bisa dikatakan bahwa diare adalah cara tubuh untuk berusaha melawan infeksi.
02.48 | 0 komentar | Read More

ccara mengatasi perut kembung saat puasa

Perut kembung merupakan salah satu keluhan yang sering muncul saat puasa. Ini tentunya membuat gibadah puasa Anda menjadi terganggu.

Keluhan tersebut terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan, lantaran menelan udara (aerofagia) atau hasil pemecahan makanan. Meski tidak mendapat makanan, gas tersebut masuk ke saluran pencernaan saat berbicara.

Namun ada beberapa kiat yang bisa dicoba untuk menghindari perut kembung.

1. Hindari makanan yang meningkatkan produksi gas
Hindari makan makanan tinggi lemak, pedas, dan terlalu berbumbu. Sebab, makanan tersebut dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan saat sahur dan buka puasa

Bahan makanan lain yang dapat meningkatkan produksi gas yaitu kubis, brokoli, mentimun, dan semangka. Pilihlah makanan yang bisa mengurangi gejala kembung seperti nasi putih, roti, yogurt, dan apel.

2. Jangan makan terburu-buru
Makan dengan terburu-buru dapat meningkatkan risiko aerofagia dan membuat makanan tidak tercerna sempurna di mulut.

3. Hindari langsung berbaring setelah makan
Jangan langsung tidur setelah sahur. Beri jeda waktu 1–2 jam untuk memastikan makanan dicerna dengan baik.

4. Hindari konsumsi soda
Hindari minuman yang mengandung soda, kafein, dan makanan siap saji karena dapat menambah produksi gas. Makanan tersebut juga dapat memperburuk gejala perut kembung.

5. Minum cukup air putih
Minum air putih minimal delapan gelas sehari. Anda dapat membagi komposisinya menjadi dua gelas saat sahur, dua gelas saat buka puasa, dan empat gelas di antara buka puasa dan sahur.

6. Olahraga
Jangan lupa tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan minimal tiga kali per minggu.
02.43 | 0 komentar | Read More

hernia pada atlet sepak bola

Written By iqbal_editing on Selasa, 06 Juni 2017 | 03.03

Pemain bola dituntut memiliki stamina prima terutama menjelang pertandingan akbar. Tapi belakangan banyak diketahui pemain bola yang mengalami turun berok dan akhirnya menurunkan staminanya.

Turun berok dalam istilah medis dikenal sebagai hernia. Istilah turun berok lebih banyak dipakai untuk menunjukkan sakit di bagian perut bawah (berok).

Hernia adalah tonjolan abnormal pada dinding perut atau panggul, yang mungkin atau tidak mungkin berisi organ-organ lain (paling sering, bagian dari usus besar). Penjelasan sederhananya yaitu usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa 'brojol' melalui lubang tersebut.

Hernia yang sering diderita oleh atlet dan olahragawan disebut dengan Sport Hernia atau Athletic Publagia. Sakit di daerah selangkangan ini menjadi lazim pada pemain bola dan diketahui sekitar 5-20 persen pemain bola mengalaminya.

Sport hernia berbeda dengan hernia biasa dalam hal faktor penyebab yang mendasarinya. Hernia biasa dapat disebabkan karena obesitas, angkat berat, mengedan, batuk kronis, dan riwayat keluarga. Sementara sport hernia terkait dengan tenaga intens selama latihan.

Contoh pemain bola yang diketahui mengalami sport hernia adalah Ricardo Kaka dari Brazil, Didier Drogba dari Pantai Gading dan Wayne Bridge mantan pemain Inggris.

Ricardo Kaka divonis harus menjalani perawatan harian seumur hidup untuk mengatasi cedera sport hernia yang dialaminya. Pemain Brazil ini mengalami sport hernia setelah pertandingan November 29 Clasico di Nou Camp. Ia mampu menghindari operasi, tapi perlu melakukan latihan khusus sampai akhir karirnya sehingga tidak memburuk risiko cedera yang dialaminya.

Sementara itu, Didier Drogba bahkan sudah mengalami operasi sport hernia 8 bulan yang lalu, tapi cedera itu masih saja kambuh dan menghantuinya. Tapi ia menunda operasi selanjutnya demi Piala Dunia 2010.

Sport hernia melibatkan rasa sakit kronis pada pangkal paha dan kendala lain dalam kanalis inguinalis, yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik atau bahkan operasi. Pasien dengan sport hernia juga akan mengalami rasa sakit di testis.

Dilansir dari suite101.com, Senin (21/6/2010), kondisi ini sering terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan energik dengan intensitas tinggi, berlari atau gerakan berputar yang berulang-ulang, seperti sepakbola. Hal ini terjadi karena adanya pengerahan tenaga secara berlebihan selama melakukan olahraga.

Nyeri sering terjadi saat aktivitas fisik, beberapa jam berlaga saat bermain bola akan menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup berat bagi penderita sport hernia. Inilah yang dapat menyebabkan menurunnya stamina pemain bola.

Nyeri dapat dialihkan dengan istirahat dan obat-obatan seperti ibuprofen. Rasa sakit juga akan jauh lebih sedikit setelah istirahat di malam hari, tapi itu tidak berarti bahwa hernia itu sendiri telah berhenti
03.03 | 0 komentar | Read More

Ingat! Pemicu Mag Kambuh Tak Melulu karena Makan Asam atau Pedas

Written By iqbal_editing on Kamis, 11 Mei 2017 | 03.45

Pemicu kambuhnya mag tidak melulu karena makan makanan asam atau pedas. Pakar saluran cerna mengatakan mag juga bisa dipicu oleh sugesti dari pikiran.

Prof Dr dr Murdani Abdullah, SpPD-KGEH, FINASIM dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan mag yang terjadi bukan karena adanya luka atau benda asing di lambung erat hubungannya dengan pikiran.

Salah satu contohnya adalah klaim yang menyebut konsumsi lemon atau jeruk asam dapat membuat mag kambuh. Menurut Prof Murdani, kadar keasaman yang dimiliki lemon tidak lebih dari 2,0-3,0 pH, lebih rendah dari kadar keasaman asam lambung.


"Kalau orang sudah sugesti dia akan mag ketika makan lemon, maka mag-lah dia. Padahal ya, asam dari lemon itu masih kalah kuat dibandingkan asam lambung. Jadi seharusnya tidak akan terlalu memengaruhi saluran cerna," tutur Prof Murdani, dalam simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat.

Dikatakan Prof Murdani, hubungan antara lambung dengan otak sangat kuat. Apa yang dirasakan oleh lambung akan berpengaruh terhadap otak, dan begitu juga sebaliknya.

Hal ini menurutnya menjelaskan rasa nyeri atau bahkan diare dan konstipasi yang muncul ketika seseorang sedang mengalami stres. Kondisi otak dan pikiran yang stres membuat kinerja saluran cerna terganggu, yang berujung pada munculnya keluhan seperti diare atau konstipasi.

"Anak yang sekolah yang tegang mau ujian, sakit perut. Mau masuk kerja, pindah kantor baru misalnya, sakit perut. Ini tandanya ada komunikasi dengan perut dan otak," paparnya lagi.

Maka dari itu, pemicu mag pada tiap orang pun berbeda-beda. Ada yang kambuh karena makan pedas, tapi bisa makan makanan asam. Ada yang makan makanan asam sedikit perut langsung nyeri.

"Makanya ini sangat individual, termasuk pantangan makan dan pengobatan. Cara paling tepat untuk mengetahuinya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter," paparnya.
03.45 | 0 komentar | Read More

pertolongan pertama asam lambung naik

Written By iqbal_editing on Rabu, 10 Mei 2017 | 07.00

Elsa Putri Julita (20) meninggal beberapa jam sebelum melangsungkan pernikahannya dengan Darmadi (19) di Palembang. Berdasarkan pemeriksaan, dokter setempat menyebutkan Elsa meninggal akibat asam lambung, yang kemudian membuatnya sesak napas dan nyeri dada.

Bagaimana sebenarnya pasien harus bertindak saat asam lambung mendadak naik? Kepada detikHealth, pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM, menegaskan bahwa tetap tenang menjadi kunci utamanya.

"Utamanya tetap tenang, kalau panik atau terlalu cemas, nanti asam lambungnya makin naik," tutur dr Ari.


Untuk meredakan nyeri di perut, dr Ari menganjurkan pasien untuk minum air bersuhu hangat. Bisa juga diberikan teh manis hangat. Jika ingin makan, bisa juga diberikan makanan manis seperti bubur sumsum.

Jika pasien biasa mengonsumsi obat-obatan jenis antasida, maka saat asam lambung dirasa naik dan terasa nyeri di perut obat-obatan tersebut boleh saja dikonsumsi.

Namun ingat, ketika rasa sakitnya semakin parah dan bahkan disertai dengan mual dan muntah-muntah, maka sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Oleh dokter biasanya sebagai tindak lanjut pasien akan diberikan obat melalui injeksi.

"Yang penting tetap tenang dulu, itu pertolongan pertamanya," pesan dr Ari.
07.00 | 0 komentar | Read More

bantahan pakar mengenai maag bisa kambuh saat puasa

Bagi pasien mag, bulan puasa merupakan momen yang bikin harap-harap cemas. Harapannya adalah puasa bisa dijalankan dengan baik dan benar namun rasa cemas mengintai karena penyakit mag yang membayangi.

Prof Dr dr Murdani Abdullah, SpPD-KGEH mengatakan pasien mag tak perlu takut berpuasa. Adanya klaim yang mengatakan mag akan kambuh karena puasa atau klaim yang menyebut puasa memperparah kondisi mag adalah bohong dan tidak benar.

"Itu takhayul. Malah puasa lebih baik untuk perut pasien mag karena saat puasa kan perut kosong. Justru keluhan mag malah munculnya sesudah berbuka puasa," tutur Prof Murdani dalam simposium PAPDI di RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Selatan.

Dijelaskan Prof Murdani, ada dua jenis mag, yakni mag organik dan mag fungsional. Mag organik merupakan sakit yang muncul akibat adanya sesuatu yang tidak normal di lambung. Contohnya adalah tukak lambung, GERD, polip atau kanker di usus dua belas jari.

Sementara mag fungsional adalah kasus mag yang lazim ditemui sehari-hari. Misalnya mag yang muncul karena makan tak teratur, makan berlemak, minum kopi, stres dan merokok.


"Mag organik itu kasusnya nggak banyak, kurang dari 10 persen dari kasus yang datang ke rumah sakit. Sisanya ini yang berobat kan datang karena makan nggak teratur, makan pedas nggak kira-kira dan sebagainya. Kalau puasa, insya Allah mag fungsional malah membaik," tambah Prof Murdani.

Untuk itu, Prof Murdani menegaskan bahwa sakit mag tidak menjadi alasan untuk tidak puasa. Justru dengan puasa, pikiran yang tenang dan khusyuk untuk beribadah, frekuensi mag kambuh malah berkurang.

"Di RSCM tiap puasa, jumlah pasien mag yang ke rumah sakit menurun lho. Makanya jangan jadikan mag sebagai alasan untuk tidak puasa," tutupnya.
06.55 | 0 komentar | Read More

5 tips penderita asam lambung

Punya riwayat asam lambung tinggi, Anda tak bisa asal-asalan dalam memilih pola hidup dan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa aturan yang perlu diingat agar asam lambung tetap seimbang dan tak memicu kondisi berbahaya lainnya.

Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini pada Elsa Putri Julita (20), yang meninggal dunia beberapa saat sebelum dirinya melangsungkan pernikahan dengan Darmadi (19). Wanita asal Palembang tersebut didiagnosis dokter meninggal akibat asam lambung.

Terkait riwayat kondisi ini, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber berikut 5 aturan penting yang perlu diterapkan agar tetap sehat di mana pun:

1. Jauhi stres
Ketika seseorang merasa cemas, tertekan atau stres, tak jarang timbul rasa mulas atau sakit perut. Dalam Journal of Psychosomatic Research, studi menyebut stres dapat meninggalkan efek neurologis yang memicu rasa sakit pada kerongkongan dan menyebabkan perut mulas. Bahkan stres yang telah kronis telah dikaitkan dengan sakit perut yang konstan hingga menyebabkan masalah pencernaan serta sindrom iritasi usus besar.

Bahkan tak hanya bikin perut jadi mulas, stres juga menyerang area perut lain yakni lambung. Disampaikan oleh pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM, bahwa stres, kurang tidur, dan kecapaian menjadi faktor meningkatnya asam lambung.

"Misalnya mau ujian atau ada masalah keluarga. Bisa juga karena obat, misalkan obat penghilang sakit yang malah menyebabkan sakit," tuturnya.

2. Batasi minum kopi
Nutrisionis dari Lagizi, Jansen Ongko, MSc, RD, menyebutkan bahwa orang dengan gangguan mag tidak dianjurkan minum kopi. Menurutnya, kopi mengandung berbagai senyawa, seperti katekol dan kafein. Senyawa ini dapat meningkatkan produksi asam lambung.

"Untuk orang yang memiliki gangguan mag maka hal ini dapat memperburuk sakit mag-nya," tutur Jansen kepada detikHealth baru-baru ini.

Selain itu, kafein yang terkandung pada kopi juga dapat mengendurkan lower esophageal sphincter (LES), yakni katup antara lambung dan tenggorokan. Hal ini menyebabkan gas di lambung mudah naik hingga ke kerongkongan.

3. Perhatikan pola makan
Karena asam lambung merupakan bagian dari sistem pencernaan Anda, maka memilih pola makan dan menu makanan yang tepat pun menjadi hal yang penting. Seperti diketahui, beberapa jenis makanan dapat memicu peningkatan kadar asam lambung.

Makanan tersebut antara lain cokelat, keju, dan makanan berlemak. Selain itu, pola makan yang tidak teratur juga menyebabkan lambung kosong terlalu lama sehingga kadar keasamannya meningkat. Kekambuhan sakit mag bisa dengan mudah terjadi dalam kondisi seperti ini.

4. Cukupi istirahat
Seperti disampaikan oleh dr Ari sebelumnya, selain stres, faktor lain seperti kurang tidur dan kecapaian juga menjadi faktor pemicu naiknya asam lambung. Saat begadang dan tubuh dalam kondisi drop, sistem imun menjadi ikut drop dan Anda mudah terkena infeksi, termasuk di area lambung.

5. Jangan lupa konsultasi ke dokter
Saat Anda memiliki riwayat dengan asam lambung tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter saat terjadi nyeri di area perut. Bisa jadi Anda mengidap GERD atau Gastro Esophagial Reflux Disease, yang umumnya ditandai dengan perut kembung dan asam lambung yang terasa naik hingga menimbulkan rasa nyeri di dada.

Jika nyeri mulai terasa mengganggu dan konsumsi obat-obatan antasida tak dirasa membantu, segera ke dokter untuk diberikan pengobatan lebih lanjut, misalnya dengan obat injeksi. Menunda pengobatan disebutkan oleh dr Ari justru dapat memperparah kondisi Anda.
03.44 | 0 komentar | Read More

mitos mengenai Hobi Makan Super Pedas, Benarkah Efeknya Bisa Bikin Usus 'Bolong'?

Written By iqbal_editing on Rabu, 03 Mei 2017 | 03.36

Ada orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan pedas, namun sebaliknya ada juga orang yang justru tidak bisa makan tanpa sambal pedas. Jika demikian, benarkah efeknya bisa sampai merusak usus dan organ tubuh lainnya?

Seperti dialami oleh seorang pria asal Amerika Serikat beberapa waktu lalu saat mengikuti lomba makan cabai super pedas dengan nama Bhut Jolokia atau 'cabai setan', yang mengalami luka di kerongkongan.

Baca juga: Kenapa Ada Orang yang Gemar Pedas dan Ada yang Tidak?

Dikutip dari Telegraph, di tengah perlombaan pria berusia 47 ini mendadak mengalami muntah-muntah, yang disertai dengan nyeri perut dan nyeri dada yang sangat parah. Ia pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Oleh dokter, ia didiagnosis dengan ruptur esofagus. Ditemukan ada lubang sebesar 2,5 cm di kerongkongannya.

Menurut pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, cabai memang mengandung capsaicin, yang merupakan penyebab munculnya rasa pedas pada cabai.

"Capsaicin jika dosisnya tinggi bisa saja menimbulkan perlukaan pada lambung, tapi saya tidak tahu apakah luka yang terjadi sampai menyebabkan kebocoran saluran cerna. Kalau itu terjadi, mungkin kombinasi oleh sebab lain," ujarnya kepada detikHealth.

Namun demikian, menurutnya sekadar hobi mengonsumsi makanan pedas dalam tahap wajar tidak serta-merta akan menimbulkan bolong pada saluran cerna. Reaksi yang paling mungkin muncul adalah diare.

"Pengalaman saya sebagai internis, tidak ada pasien yang mengalami tukak atau sampai bocor saluran cernanya karena cabai," imbuh dr Ari.
03.36 | 0 komentar | Read More

ciri saluran cerna anak sehat

Written By iqbal_editing on Kamis, 30 Maret 2017 | 05.58

 Saluran cerna sehat merupakan salah satu hal penting pada anak yang perlu diperhatikan orang tua. Dikatakan bahwa saluran cerna juga turut memengaruhi optimalisasi tumbuh kembangnya. Nah, bagaimana ya ciri-ciri anak dengan saluran cerna yang sehat?

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR dr Saptawati Bardosono, SpGK, MSc saluran cerna sehat pada anak umumnya ditampilkan melalui tampilan anak yang tumbuh sehat dan ceria.

Selain itu, ada empat ciri lainnya dari saluran cerna yang sehat. Salah satunya adalah ketika penyerapan zat gizi dari makanan pada anak terserap sempurna. Seperti diketahui, makanan yang dikonsumsi anak akan diolah mulai dari mulut hingga usus. Pada proses ini, tubuh anak akan menyerap zat-zat gizinya.


"Kemudian yang kedua terjadi pergerakan makanan dari mulut ke usus. Kemudian sisanya digerakkan lagi untuk dikeluarkan. Dengan begitu saluran cerna sehat bisa juga ditandai dengan proses buang air besar yang lancar, serta anak tidak mual muntah," ungkap dokter yang akrab disapa dr Tati tersebut dalam konferensi pers Happy Wonderland Lactogrow di Pacific Place, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Ciri yang ketiga, anak dengan saluran cerna sehat umumnya memiliki kekebalan tubuh yang sehat juga. Ini karena di sepanjang saluran cerna terdapat sel-sel lendir yang berfungsi untuk melawan kuman yang masuk dari makanan. Ketika pencernaan anak tak sehat, maka kekebalan tubuhnya tidak akan mampu melawan kuman dan anak mudah terserang penyakit.

Yang terakhir, anak dengan saluran cerna sehat secara khusus disampaikan oleh dr Tati memiliki keseimbangan mikrobiota, yakni mikrobiota 'baik' dan 'jahat'. "Kalau tidak seimbang dan yang jahat lebih baik, nanti bisa jadi penyakit," imbuhnya.

Keempat ciri ini dikatakan oleh dr Tati akan sulit dimiliki oleh seorang anak apabila asupan makanannya kurang baik dan defisit nutrisi seperti vitamin dan mineral, terutama vitamin A, vitamin D, kalsium, zat besi dan seng.
05.58 | 0 komentar | Read More

PENYEBAB ANUS PANAS KETIKA MAKAN makanan pedas

Written By iqbal_editing on Jumat, 24 Maret 2017 | 03.58

Ketika mengonsumsi cabai atau makanan pedas lainnya meski awalnya nikmat di mulut kadang bisa terus terbawa hingga ke urusan toilet. Beberapa orang mungkin pernah merasakan ketika buang air besar anusnya perih seperti terbakar dan mencret-mencret.

Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut?

Percaya atau tidak pembawa acara SciShow Olivia Gordon menjelaskan alasannya karena secara biologis anus memiliki kemiripan dengan mulut. Di dalam anus ada juga reseptor saraf TRPV1 yang sensitif terhadap senyawa kimia pemicu pedas cabai bernama capsaicin.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah di Balik Kegemaran Makan Cabai
"Jadi capsaicin dari cabai yang Anda konsumsi tak selalu dicerna sempurna. Beberapa memang ada yang diserap oleh tubuh masuk ke hati lalu dipecah, tapi ada juga yang tersisa sampai keluar saat buang air besar," kata Olivia seperti dikutip dari SciShow, Jumat (24/3/2017).

Artinya ketika seseorang mengonsumsi banyak makanan pedas, capsaicin yang tersisa juga akan lebih banyak berinteraksi dengan reseptor TRPV1 seperti yang terjadi di mulut. Sensasi pedas di anus pun akhirnya muncul.

"Reseptor TRPV1 ini sebetulnya juga terdapat pada sepanjang jalur sistem pencernaan kita. Makanya kenapa orang-orang ada yang merasa keram atau tidak nyaman bila mengonsumsi makanan pedas," ungkap Olivia.

Reseptor TRPV1 menerjemahkan capsaicin sebagai rasa panas oleh karena itu tubuh akan bereaksi berusaha menurunkan suhu. Kulit mulai berkeringat, pembuluh darah melebar, dan usus memakai lebih banyak cairan untuk mencerna makanan.

"Makanya kadang kalau kita BAB bentuknya lebih cair dari biasa," pungkas Olivia.
03.58 | 0 komentar | Read More

bayi terkecil yang survive pasca bedah perut

Written By iqbal_editing on Jumat, 10 Maret 2017 | 02.50

Abiageal Peters lahir saat usia kandungan ibunya baru 23 pekan. Tak heran bila kemudian berat lahirnya hanya 1,3 pounds atau setara dengan 0,58 kg.

Louise sendiri heran mengapa ia bisa sampai melahirkan prematur karena selama kehamilan, tak ada masalah yang berarti yang dialaminya sehingga bisa mempengaruhi si janin.

Ia semakin tak habis pikir ketika baru saja melahirkan Abiageal, si kecil harus dilarikan ke unit neonatal di St George's Hospital, Tooting, yang menandakan ada persoalan.

Ternyata kepindahan Abiageal disebabkan oleh temuan dokter, yaitu perutnya yang menghitam. Dari hasil pemeriksaan, Abiageal mengalami sebuah kondisi yang disebut 'perforated necrotising enterocilitis (NEC)'.

NEC paling sering terjadi pada bayi prematur di mana jaringan ususnya mengalami kerusakan dan menunjukkan tanda-tanda kematian. Begitu sampai di rumah sakit, Abiageal juga harus langsung dipasangi mesin penunjang.

Melihat kondisi Abiageal yang memburuk, tim dokter memutuskan untuk segera menggelar operasi darurat agar bisa membuatnya bertahan hidup. Louise (32) dan David (43) sendiri tak punya pilihan lain.

"Kami hanya sempat mengecupnya sebentar sebelum ia dilarikan ke ruang operasi," ungkap Louise seperti dilaporkan BBC.


Abiageal, Bayi Termuda yang Survive Pasca Dibedah PerutnyaFoto: prembaby
 

Ketua tim bedah, Zahid Mukhtar mengatakan operasi pada bayi prematur dengan usia semuda Abiageal memang sangat riskan. "Kulit dan jaringan tubuhnya masih seperti jeli, bahkan ketika Anda memegangnya bisa-bisa ia berdarah. Lagipula volume darah yang berputar di dalam tubuhnya masih belum optimal, jadi kami tak boleh kehilangan darah (saat operasi, red)," tutur Mukhtar.

Dalam ruang operasi, tim dokter harus membuka perutnya dan mereka menemukan ususnya pecah di tiga lokasi, sehingga mengakibatkan kontaminasi dan infeksi di sekujur perutnya.

Untuk mengatasinya, tim dokter kemudian memotong sebagian usus Abiageal dan mencuci seluruh perutnya dengan seksama. Setelah itu Abiageal dipasangi semacam kantung kolostomi. Proses ini sendiri memakan waktu hampir satu jam.

"Begitu ia masuk ruang operasi, saya dan Dave menunggu. Bagi kami ini adalah tiga jam terlama dalam hidup kami. Tapi begitu salah satu dokter keluar dan ia tersenyum, kami sangat lega," kata Louise.

Tak hanya itu, Mukhtar juga meyakini ia adalah pasien termuda di dunia yang berhasil bertahan hidup selepas menjalani bedah perut.

"Kasusnya juga tergolong unik, dan kami hanya punya pilihan untuk mengoperasinya karena ia nyaris tak punya peluang untuk bertahan jika tak dioperasi," timpal Mukhtar.

Setelah empat bulan menjalani masa pemulihan, Abiageal akhirnya diperbolehkan pulang ke rumahnya di Esher, Surrey, namun tetap mendapatkan pengawasan penuh dari tim Mukhtar. Tetapi Mukhtar mengaku optimis dengan prognosis si kecil.

"Putri kami adalah seorang pejuang. Meski harus menghabiskan waktu di ruang intensif, ia bisa mengatasi berbagai rintangan," tutur Louise.
02.50 | 0 komentar | Read More

profil dokter mayasari

Written By iqbal_editing on Minggu, 05 Maret 2017 | 20.58

Salah satu tantangan besar yang dihadapi wanita karir adalah membagi waktu antara rumah tangga dan pekerjaan. Ketika sudah memiliki momongan, tak jarang banyak wanita yang harus mengorbankan pekerjaan demi mengasuh anak. Tapi bagi dr Maria Mayasari, SpB, K-BD, pekerjaan dan urusan rumah tangga sebisa mungkin berjalan beriringan.

Di balik sosoknya yang lembut, Dr Maria Mayasari yang lebih akrab disapa dr Mamay ini merupakan konsultan bedah digestif wanita pertama lulusan FKUI/RSCM. Selama ini, bedah digestif memang banyak didominasi oleh kaum pria dan hanya sedikit sekali wanita yang mau menekuni urusan bedah-membedah perut. Selain karena operasinya yang terhitung melelahkan, banyak kasus-kasus darurat yang harus membutuhkan penanganan segera.

"Rata-rata dokter perempuan memang kebanyakan memilih bidang yang bisa membagi waktu dengan keluarga. Dengan profesi ini, saya memang tidak bisa seperti ibu-ibu lain. Untungnya suami dan keluarga mendukung untuk menekuni spesialisasi ini, jadi dari keluarga sendiri tidak ada masalah," ujar dr Mamay ketika dihubungi detikHealth, Senin (30/7/2012).

Sejak menempuh pendidikan dokter, dr Mamay memang sudah tertarik dengan ilmu bedah. Ia makin memantapkan pilihannya dengan mengambil spesialisasi bidang bedah digestif karena cakupannya luas, ada banyak organ di dalamnya dan masalahnya sangat kompleks. Ia juga sempat mendalami pembedahan minimal invasive di bidang hepatobilier selama 1 tahun di National University Hospital, Singapura.

"Saya senang dengan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan keterampilan tangan, termasuk pekerjaan bedah. Hasilnya juga terlihat lebih nyata setelah operasi. Begitu melihat kondisi pasien membaik, di situlah rasanya saya mendapat kepuasan setelah melakukan operasi selama berjam-jam," tutur dr mamay.

Dr Mamay menjelaskan, tuntutan pekerjaan dokter bedah digestif memang lumayan banyak, apalagi untuk pasien rawat darurat. Jika ada pasien yang membutuhkan penanganan segera, malam hari pun tetap harus ditangani. Tak hanya itu, proses operasinya juga lumayan cukup panjang. Lama operasi tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan berkisar antara 1 hingga 6 jam.

"Untungnya, rekan-rekan di rumah sakit juga terkadang memaklumi meskipun saya tidak ingin dibeda-bedakan. Banyak dukungan yang diberikan kepada saya. Terkadang kalau pas ada pasien gawat darurat malam hari dan membutuhkan penanganan, diutamakan yang menangani dokter pria terlebih dahulu," kata dr Mamay.

Sebagai seorang wanita, dr Mamay sangat mudah sekali terenyuh melihat kondisi pasien, terutama pasien wanita muda yang masih memiliki masa depan panjang. Pada penyakit kanker stadium lanjut, pasien seringkali harus bolak-balik melakukan pemeriksaan dan sering berinteraksi sehingga akhirnya menjadi akrab dengan dr Mamay.

"Terutama kalau pasiennya wanita muda, sebagai sesama wanita saya sering merasa kasihan. Mereka biasanya lebih terbuka kepada saya mengenai masalahnya dibandingkan kalau berkonsultasi dengan dokter pria. Mungkin di situ salah satu nilai lebihnya dokter wanita," kata dr Mamay.

Sebelum menutup perbincangan, dr Mamay berpesan kepada dokter-dokter wanita yang ingin serius menekuni bedah digestif agar pandai-pandai mengatur waktu karena sangat sulit menekuni profesi ini sambil membagi perhatian ke keluarga. Ia juga menceritakan bahwa kebutuhan akan dokter di bidang ini sebenarnya masih cukup banyak, apalagi di daerah pelosok.

Saking banyaknya permintaan, sampai-sampai beberapa pasien yang merasa terlalu lama menunggu kemudian memilih berobat ke luar negeri. Tujuannya tak lain adalah agar mendapatkan pelayanan lebih cepat. Di RSCM sendiri, rata-rata ia bisa melakukan 1-2 kali operasi bedah digestif dalam sehari.

Biodata

Nama: dr Maria Mayasari, SpB, K-BD

Tanggal lahir: 15 Agustus 1975

Suami: dr Jeferson, SpAn dan dikaruniai 3 orang anak

Pendidikan:
Fakultas Kedokteran Universitas FKUI, tahun 1993 - 1999
Pendidikan Dokter Spesialis Bedah FKUI/RSCM, tahun 2000 - 2006
Pendidikan Dokter Spesialis Konsultan Bedah Digestif, tahun 2007 - 2009

Riwayat Pekerjaan:
Dokter Bedah Umum RS. Kalabahi, Nusa Tenggara Barat 2006 – 2007
Staf Divisi Bedah Digestif, Departemen Ilmu Bedah FKUI/RSCM 2009 - sekarang

Praktek:
RS Medistra, RS Cipto Mangunkusumo

Organisasi:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IKABDI)
20.58 | 0 komentar | Read More

penyebab sisa makanan masih sisa di feses

Written By iqbal_editing on Kamis, 02 Maret 2017 | 21.15

Saat Buang Air Besar (BAB), kadang kala tak sengaja seseorang melihat sisa makanan yang dikonsumsi terdapat di feses. Baik berbentuk agak kasar atau bahkan utuh.

Nah, masih tersisanya makanan yang seolah-olah tidak dicerna bisa terjadi karena beberapa hal. Apa saja? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Kadang kala makanan tersebut tidak dipecah dengan baik
Bakteri di tubuh umumnya bisa memecah makanan yang dikonsumsi. Tapi, kadang kala asupan tinggi serat lebih sulit dicerna. Jagung, wortel, sereal, biji-bijian, dan kacang merupakan beberapa asupan yang sulit dicerna.

"Hampir semua asupan nabati mengandung karbohidrat kompleks yang sulit diubah menjadi kalori oleh tubuh. Untuk memastikan tubuh menyerap nutrisi, coba kukus dulu sayur. Ini akan melembutkannya dan membuat lebih banyak nutrisi lebih mudah dikeluarkan," kata pakar gastroenterologi di NewYork-Presbyterian/Columbia University Medical Center, Daniel Freedburg kepada Prevention.


2. Anda tidak mengunyah makanan dengan baik

Sonya Angelone, MS, RDN, CLT, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan sisa makanan yang terlihat di feses juga dipengaruhi dari bagaimana kita mengunyah makanan tersebut.

"Ketika kita tidak mengunyah makanan dengan baik, enzim pencernaan akan sulit bekerja untuk menghancurkan makanan tersebut," kata Angelone.


3. Bahan makanan itu punya lapisan luar yang keras

Kacang dan biji-bijian memiliki lapisan luar yang agak keras dan membuat lemak di dalamnya sulit diakses. Nah, hal ini juga terjadi pada biji jagung. Padahal, jagung memiliki lapisan biji yang terbilang lunak.

Perlu diketahui bahwa bagian luar butir biji jagung mengandung selulosa yang sulit dicerna. Ketika bagian dalam biji jagung bisa dicerna, lapisan selulosanya pun masih tertinggal di feses. Walaupun, dalam kondisi seperti itu nutrisi jagung tetap bisa diserap tubuh.

4. Makanan bergerak lebih cepat

Umumnya, butuh waktu 24 sampai 72 jam bagi makanan untuk melewati saluran pencernaan. Tapi, beberapa orang memiliki pergerakan usus atau motilitas yang lebih tinggi sehingga makanan bergerak lebih cepat.

"Tingkat motilitas usus ibarat waktu transit yang dipengaruhi kesehatan otot usus dan komposisi asupan yang dikonsumsi," ujar Angelone.

Sementara, pakar gastroenterologi dari NewYork-Presbyterian/Columbia University Medical Center, Suneeta Krishnareddy mengatakan saluran pencernaan dibagi menjadi 4 bagian yakni esophagus, perut, usus kecil, dan usus besar. Masing-masing bagian memiliki tugas unik dalam mencerna. Bahkan, pergerakan usus bisa bervariasi di antara bagian usus.

5. Anda mengalami masalah pencernaan

Jika Anda melihat sisa makanan di feses kemudian dibarengi dengan terjadinya diare atau penurunan berat badan, ada baiknya segera cek ke dokter. Krishnareddy mengatakan itu bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius. Sebab, diare dan turun berat badan adalah tanda malabsobrsi yang terkait dengan penyakit celiac, crohn's disease, atau insufiensi pankreas.

"Hati-hatilah karena penyakit itu menyebabkan malabsorbsi yang membuat makanan tidak tercerna dengan baik lantas sisanya bisa terlihat di feses. Ini bukan gejala spesifik dari penyakit tertentu maka dari itu perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan profesional," papar Krishnareddy.


21.15 | 0 komentar | Read More

kondisi tubuh ketika menahan BAB

Menahan Buang Air Besar (BAB) pastinya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Nah, ketika menahan BAB terpaksa dilakukan, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh?

Asisten profesor di Tuoro College of Osteopathic Medicine, New York, Niket Sonpal MD mengatakan ketika rasa ingin BAB muncul, saat itulah tinja sudah menyentuh rektum. Sinyal bahwa Anda harus segera ke kamar mandi pun diberikan.

Menurut Sonpal, tiap orang memang punya waktu dan frekuensi BAB berbeda. Namun, umumnya situasi ini terjadi setelah Anda makan atau minum secangkir kopi di pagi hari, mengingat kafein bisa menjadi stimulan usus.


"Dalam beberapa jam pertama menahan BAB, Anda akan merasakan tekanan di perut. Beberapa orang menggambarkannya seperti kram perut. Sementara, beberapa orang mengaku justru rasa ingin BAB makin parah," kata Sonpal kepada Women's Health.

Jika Anda menahan BAB sampai enam jam, tubuh mulai terdampak pada tinja yang belum dikeluarkan. Di sini, Anda bisa merasa keinginan BAB mulai reda. Tapi ingat, itu bukan karena tinja sudah hilang tapi justru mulai mengeras dan memicu terjadinya sembelit.

Dalam waktu 12 jam menahan BAB, menurut Sonpal perut bisa terlihat buncit dan ketika Anda memegangnya, perut tidak akan rata. Saat itu pula, tinja makin mengeras di usus dan risiko sulit BAB makin besar. Sehingga, bisa saja ketika Anda BAB kemudian, feses akan sulit dikeluarkan bahkan terjadi perdarahan atau robekan kecil.

"Memang, saya belum pernah mendengar orang meninggal akibat menahan BAB. Khususnya pada orang dewasa, menahan BAB bisa membuat tinja mengeras hingga ketika Anda hendak BAB, bisa saja dibutuhkan pencahar," kata Sonpal.

"Intinya, ketika Anda ingin BAB, sebisa mungkin segeralah BAB. Tapi jika tidak memungkinkan, setidaknya jadikan itu sebagai prioritas yang mesti dituntaskan dalam beberapa jam ke depan," tutur Sonpal.
21.05 | 0 komentar | Read More
 
berita unik