Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah umum. Tampilkan semua postingan

karena stress ,pria potong hernia dengan pisau mentega

Written By iqbal_editing on Minggu, 07 Mei 2017 | 17.50

Melakukan operasi pada diri sendiri tanpa bantuan medis sangatlah berisiko. Tapi karena merasa putus asa dengan penderitaanya, seorang pria di California mencoba memotong hernia sendiri dengan menggunakan pisau dapur.

Pria 63 tahun asal Glendale, California yang tidak disebutkan namanya, sekarang sedang dalam tahap pemulihan di Los Angeles County-USC Medical Center setelah ia mencoba mengoperasi hernia yang mengembung pada tubuhnya sendiri dengan menggunakan pisau mentega.

Saat itu, polisi yang tiba di tempat kejadian menemukan dirinya tengah telanjang dan duduk bersandar di kursi terasnya, dengan pisau mentega sepanjang 6 inci (15,24 cm) mencuat dari perutnya sembari merokok.

"Ketika pria itu mengeluarkan pisau dan ketika dia menunggu pertolongan paramedis, rokok jatuh ke dalam lukanya. Itu mungkin membakarnya," jelas Tom Lorenz dari Departemen Kepolisian Glendale, seperti dilansir ABC News, Selasa (2/8/2011).

Dr. Jonathan Yunis, yang telah melakukan lebih dari 500 operasi hernia setiap tahun, mengatakan bahwa pria tersebut bisa serius melukai dirinya sendiri.

"Ada beberapa ketidakpahaman, orang berpikir untuk memotong hernia padahal seharusnya tidak demikian. Anda harus memperbaiki hernia (bukan memotongnya)," jelas Dr. Yunis.

Perlu diketahui, hernia merupakan penyakit akibat defek anatomi yang menyebabkan kemungkinan adanya usus yang keluar melalui suatu celah dan menyebabkan usus terjepit.

Karena kesalahpahaman ini, pria yang tidak disebutkan namanya itu telah mencoba memotong ususnya sendiri, yang bisa berakibat fatal.

Kejadian ini adalah contoh terbaru dari serangkaian kasus putus asa dengan mengoperasi tubuh sendiri.

"Secara umum, orang yang melakukan prosedur bedah pada diri sendiri sangat berisiko. Mereka menderita putus asa dan kemungkinan karena penyakit jiwa besar," kata Dr Andrew Leuchter, seorang profesor di departemen psikiatri dan biobehavioral scienes di UCLA.

Hernia adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak.

Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.

Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif.

Pengobatan medis untuk hernia masih dengan melakukan pembedahan. Seringkali hernia (tonjolan usus) dapat didorong kembali ke dalam rongga perut.
17.50 | 0 komentar | Read More

HERNIA KARENA STANG MOTOR

Hernia adalah kondisi di mana organ tubuh timbul mencuat dari jaringan di sekitarnya. Hal ini biasanya terjadi karena ada pelemahan otot yang disebabkan oleh berbagai macam hal.

Pada satu orang anak berusia delapan tahun dari Kamerun misalnya, ia dilaporkan terkena hernia langka setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Sang anak sedang melintas jalan ketika dirinya tertabrak sepeda motor dan tertimpa setang pada bagian perut.

Dengan bobot motor yang mencapai 125 kilogram, tekanan pada otot perut sang bocah membuat usus menyembul keluar dari rongganya. Dari foto dapat jelas terlihat ada bagian di sebelah kiri perut sang bocah yang membengkak.


dr Valirie Ndip Agbor dari rumah sakit di daerah Oku yang menangani kasus mengatakan ini adalah kasus hernia jenis langka. Dilaporkan jurnal Medical Case Reports, dr Valirie mengatakan dalam 30 tahun terakhir hanya ada 29 kasus hernia karena tertimpa setang motor yang diketahui.

Menurut dr Valirie hernia setang motor harus ditangani dengan baik karena bila tidak dapat berujung pada komplikasi fatal. Pada kasus sang bocah, tim dokter melakukan operasi untuk mengembalikan ususnya ke posisi semula.

"Operasinya sukses, anak itu bisa kembali pulang pada hari ke-9 setelah operasi tanpa komplikasi," ungkap dr Valirie seperti dikutip dari LiveScience, Minggu (7/4/2017).

dr Michael Grosso dari Huntington Hospital mengomentari kasus ini sebagai pengingat bahwa hernia bisa muncul karena kecelakaan. Oleh karena itu ia menyarankan agar orang-orang selalu memerhatikan keselamatan di jalan terutama pemakaian perlengkapan pelindung.
17.35 | 0 komentar | Read More

perlengketan usus

Written By iqbal_editing on Sabtu, 29 Oktober 2016 | 16.14

Salah satu gangguan kesehatan pada organ pencernaan yang sering terjadi adalah perlengketan usus. Mungkin ada juga kerabat atau keluarga Anda yang pernah mengalami hal tersebut. Namun sebagai orang awam, banyak yang belum mengetahui apa itu sebenarnya perlengketan usus. Dengan mengetahui seluk beluknya, Anda dapat mencegah dan lebih waspada terhadap gangguan kesehatan yang satu ini.
Menurut Parlindungan Siregar, dokter spesialis penyakit dalam, Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Tangerang perlengketan usus disebabkan oleh adanya jaringat parut yang muncul akibat adanya infeksi. Tapi jaringan parut ini sering terbentuk karena proses penyembuhan yang normal pada organ di sekitar usus. Karena itulah, perlengketan usus umumnya terjadi setelah dilakukan tindakan operasi pada organ yang ada di dalam perut. Sementara, infeksi yang memungkinkan terjadinya perlengketan usus adalah adanya usus buntu yang pecah, radang usus, atau kanker yang menyerang organ di dalam perut.
Mengingat proses operasi pembedahan yang berisiko menyebabkan terjadinya perlengketan usus, dokter bedah akan mengantisipasi hal tersebut dengan pemberian obat dan pemantauan secara berkala. “Tetapi semakin besar wilayah operasi maka akan semakin besar juga risiko terjadinya perlengketan usus,” ucap Parlindungan.
Saat didiagnosa adanya perlengketan usus maka pasien harus segera melakukan tindakan operasi. Apabila tidak ditangani maka perlengketan usus akan semakin parah dan merusak saluran pencernaan. Pada kasus perlengketan usus yang parah, pasien bahkan tidak bisa buang air besar melalui anus sehingga dibutuhkan kantong pembuangan di sekitar perut.
Sementara bagi pasien yang memiliki riwayat perlengketan usus, setiap kali menjalani operasi, dokter yang menangani akan melakukan perlakuan khusus agar risiko terjadinya perlengketan usus semakin kecil. “Dokter bedah tentu akan memberikan obat-obatan khusus, agar perlengketan usus tidak terulang kembali,” kata Parlindungan.
Pada perlengketan usus yang masih ringan, biasanya pasien tidak akan merasakan keluhan atau gejala yang mengganggu. Sehingga banyak pasien yang baru memeriksakan ke dokter setelah terjadi perlengketan usus yang parah. Untuk mendiagnosanya, Anda perlu melakukan beberapa tindakan seperti CT Scan atau MRI. Dengan pemeriksaan yang seksama akan diketahui tindakan apa yang tepat untuk mengatasi keluhan Anda. Semakin cepat Anda memeriksakan diri ke dokter, maka akan semakin cepat pula gangguan pada organ pencernaan Anda dapat diatasi. 
16.14 | 0 komentar | Read More

mitos mengenai usus buntu

HarianSehat.Com – Ada beragam mitos penyebab penyakit radang usus buntu, salahsatunya adalah ketika Anda menyantap jambu atau cabai seringkali ada orang yang mengatakan Jangan makan jambu bersama bijinya, bisa menyebabkan usus buntu! Namun apakah benar ketika menyantap buah yang mengandung biji-bijian seperti jambu ataupun cabai dapat menyebabkan usus buntu? Apakah menelan biji jambu dapat menimbulkan peradangan pada bagian usus buntu? Pertanyaan ini tak pelak menjadi sesuatu yang dikhawatirkan oleh seseorang yang suka menyantap buah jambu ataupun penggemar pedas. Selain itu masih ada penyebab lain yang diyakini dapat menyebabkan peradangan pada usus buntu, seperti langsung berbaring setelah makan, seringkali mengkonsumsi mie instan, berlari setelah selesai makan, sering mengkonsumsi makanan pedas sampai menahan buang air besar.

Beragam Mitos Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu

Seperti yang telah diketahui radang usus buntu merupakan salahsatu penyakit yang mungkin tidak mematikan dan dapat disembuhkan apabila dalam ketegori yang masih awal usus buntu bahkan dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik dengan mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Jika usus buntu sudah dalam tingkat yang parah bahkan akut pilihan untuk menyembuhkannya yaitu dengan operasi untuk mengangkat usus buntu. Namun tentu saja Anda tak boleh meremehkan penyakit sekecil apapun, karena dalam tingkat yang masih tingkat awal dan belum parah sebuah penyakit dapat dengan mudah untuk disembuhkan kembali.
Perbedaan Usus Buntu Normal dan Radang usus buntu
Gambar Ilustrasi Artikel : Inilah Beragam Mitos Penyebab Penyakit Usus Buntu
Namun ternyata ada berbagai mitos dan fakta sebenarnya dan juga hal yang diyakini banyak orang menjadi penyebab terjadinya radang usus buntu. Dibawah ini HarianSehat.Com akan mengulas beberapa mitos dan fakta seputar penyebab peradangan pada usus buntu :
1.) Menelan Biji Jambu dan Biji Cabai
Banyak orang yang khawatir tentang konsumsi biji pada jambu dan cabai. Mereka meyakini bahwa jika biji jambu dan juga biji cabai tidak mampu dicerna dengan baik oleh pencernaan dan khawatir jika biji yang masuk ke pencernaan tersebut akan masuk pada organ usus buntu (sekum) dan dapat menyebabkan peradangan. Namun, pada kenyataannya biji jambu dan juga biji cabai yang masuk kedalam pencernaan tidak ada kaitannya dengan munculnya peradangan pada usus buntu.
Itu sebenarnya hanyalah mitos, namun apakah biji jambu atau cabai bisa tersangkut di pencernaan? Bisa saja, akan tetapi biji tersebut biasanya akan keluar kembali berbarengan dengan kotoran atau feses.
2.) Berlari Setelah Makan
Banyak orang yang percaya bahwa lari setelah makan dapat menyebabkan peradangan pada usus buntu, pada kenyataanya memang berlari setelah makan akan menyebabkan rasa sakit pada bagian perut, sehingga banyak orang yang menyimpulkan bahwa berlari setelah makan dapat menjadi penyebab radang usus buntu. Anggapan tersebut kurang tepat, ini dikarenakan perasaan sakit yang mucul diakibatkan oleh sirkulasi darah yang menuju bagian usus dialihkan pada otot. Inilah yang menjadi salahsatu alasan mengapa sebelum melakukan olahraga tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang berat.


3.) Sering Mengkonsumsi Mie Instan
Ada juga orang yang beranggapan bahwa bumbu yang terdapat pada mie instan dapat menjadi pemicu munculnya peradangan pada usus buntu, namun sebenarnya tidak ada hubungannya antara radang yang muncul pada bagian sekum. Penyabab usus buntu seringkaldi dipicu karena terjadinya pembengkakan pada jaringan limfoid, kinking yang berada pada usus buntu dan juga kotoran yang membatu pada bagian usus buntu. Sehingga untuk meminimalisir resiko terkena radang usus buntu disarankan untuk sering mengkonsumsi sayuran.
4.) Tiduran Setalah Makan
Seringkali setelah makan dan perut terasa kenyang seseorang ingin sekali merebakan badan. Sehingga mungkin ada orang yang akan menegur ketika melakukan kebiasaan ini karena dianggap bisa menimbulkan penyakit pada usus buntu. Namun, hal sebenarnya yang akan terjadi jika seseorang merebahkan diri setelah makan yaitu naiknya asam lambung (baca : gejala asam lambung) dan tidak menimbulkan peradangan pada usus buntu.
5.) Mengkonsumsi Makanan Pedas
Anggapan bahwa mengkonsumsi makanan pedas dapat mengakibatkan usus buntu sebenarnya hanyalah mitos, karena secara langsung tidak ada kaitannya antara mengkonsumsi makanan pedas dengan munculnya peradangan pada bagian usus buntu. Ini dikarenakan yang menjadi penyebab munculnya usus buntu adalah terjadinya radang atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
6. ) Menahan BAB
Banyak juga orang yang beranggapan bahwa menahan BAB merupakan hal yang berkaitan dengan terjadinya peradangan pada usus buntu, namun ternyata pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar karena antara BAB dengan peradangan pada usus buntu tidak ada kaitannya secara langsung. Meskipun begitu, penyebab radang usus buntu diakbiatkan oleh feses atau kotoran yang membatu dalam sekum. Sehingga untuk menjaga agar tetap sehat maka sangat dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi sayuran sehingga feses (kotoran) yang ada dalam pencernaan dapat keluar dengan lancar dan tak membatu dalam usus buntu.
Beberapa Mitos Penyebab Usus Buntu diatas semoga bisa menjadi referensi seputar informasi kesehatan Anda. Meskipun mitos, namun ada beberapa kebiasaan yang sangat tidak disarankan seperti merebahkan badan setelah makan, sering mengkonsumsi mie instan, menahan BAB dan kebiasaan tak sehat lainnya karena meskipun bukan menjadi penyabab usus buntu namun menjadi pemicu penyakit lainnya. Maka dari itu penting untuk Anda mengetahui tentang informasi seputar gaya hidup sehat yang tentu saja akan bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Mitos Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu

Selain mitos seputar usus buntu Anda bisa mengetahui lebih banyak seputar informasi tentang usus buntu diantaranya Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu. Sehingga dengan mengatahui usus buntu lebih awal seseorang diharapkan bisa melakukan penyembuhan lebih cepat dengan langsung memeriksa-kan diri kedokter dan mengkonsultasikan masalahnya secara langsung.
Selain mitos tentang penyebab radang usus buntu Anda juga dapat membaca artikel lainnya seputar kesehatan setiap harinya di situs Harian Sehat. Mari mulai peduli dengan kesehatan!

16.12 | 0 komentar | Read More

lapraskopi

Laparaskopi pada Appendiksitis ( Usus Buntu)

Tindakan Laparaskopi sering digunakan untuk mengangkat Usus buntu yang meradang (Appendikditis), biasanya pengangkatan usus buntu dilakukan dengan sayatan manual, dengan adanya alat/instrumen Laparaskopi ahli bedah tidak perlu menyayat perut terlalu lebar, cukup memasukan alat(trokar) dan melihat melalui monitor/televisi.

Laparoskopi disebut juga dengan operasi minimal invasif, dimana kegiatan operasional di perut dilakukan melalui sayatan kecil (biasanya 0,5-1,5 cm) sehingga tidak merusak jaringan perut dan tidak perlu menyayat terlalu panjang.
Gambar disamping kiri adalah Instrument Laparaskopi, yaitu alat yang akan dimasukan melalui dinding perut dengan sayatan 0,5-1,5 cm. Ujung dari Instrument Laparaskopi tersebut dilengkapi dengan optik untuk menyalurkan gambar yang ada dalam perut ke monitor/televisi dan ujungnya juga berfungsi untuk memotong usus buntu dan menghentikan perdarahan (Kauterisasi).

Gambar samping kanan adalah lokasi sayatan, untuk jalan masuk Trokar ( instrument laparaskopi) dan Gambar kiri bawah adalah Usus buntu yang akan dipotong/ diangkat.





Mamfaat tindakan Laparaskopi bagi pasien
Mamfaat Laparoskopi Appendiktomi dibanding prosedur tindakan bedah terbuka adalah dapat mengurangi rasa sakit, sebab sayatan lebih kecil dan pendarahan sedikit dan waktu pemulihan lebih cepat.
Semoga penjelasan singkat diatas bisa di pahami .
16.08 | 0 komentar | Read More

usus buntu

Penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu.  Sedangkan usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Hingga saat ini, alasan kenapa kita memiliki usus buntu masih belum diketahui.
alodokter-usus-buntu
Pengangkatannya pun tidak memengaruhi kondisi kesehatan. Namun penyakit usus buntu atau apendisitis berpotensi memicu komplikasi yang serius.
Apendisitis merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Tetapi, kalangan muda yang berusia 10 sampai 30 tahun adalah kelompok orang yang paling sering mengalami kondisi ini.

Gejala-gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah sakit perut. Meski demikian, tidak semua jenis sakit perut akan berujung pada apendisitis.Sakit perut yang mengindikasikan penyakit ini biasanya berawal di perut bagian tengah. Pada awalnya, rasa sakit itu akan datang dan pergi. Beberapa jam kemudian, rasa sakit akan berpindah ke perut kanan bawah (tempat usus buntu berada) sebelum akhirnya bertambah parah dan terus menerus terasa sakit.
Rasa sakit juga akan bertambah parah ketika terjadi penekanan pada bagian perut tersebut. Begitu juga pada saat Anda batuk atau berjalan. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai sakit perut itu antara lain:
Penyakit usus buntu juga sering dikira sebagai penyakit lain, seperti keracunan makanan, sindrom iritasi usus yang parah, konstipasi biasa, dan infeksi saluran kemih. Wanita muda juga sering mengira gejala penyakit ini sehubungan dengan kandungan, seperti kehamilan ektopik atau nyeri menstruasi.Konsultasikan kepada dokter apabila Anda mengalami sakit perut yang perlahan-lahan makin parah. Segera panggil ambulans jika sakit perut Anda  bertambah parah secara mendadak dan menyebar ke seluruh perut. Ini mengindikasikan kemungkinan pecahnya usus buntu yang dapat memicu peritonitis (infeksi serius pada lapisan perut bagian dalam).

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian besar apendisitis diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya ‘pintu masuk’ menuju usus buntu oleh: Penyumbatan tersebut akan menyebabkan terjadinya inflamasi dan pembengkakan. Tekanan akibat pembengkakan akan memicu pecahnya usus buntu.

Proses Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Gejala-gejala yang identik dengan peradangan usus buntu terkadang hanya ditemukan pada sebagian penderita. Gejala tersebut juga cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis.Letak usus buntu pada tiap orang berbeda-beda. Hal ini juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada rongga panggul, di belakang usus besar atau di bawah organ hati.
Dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala Anda sebelum mengadakan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa:
  • Pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi rasa sakit pada perut. Bagian di sekitar usus buntu (perut kanan bawah) akan ditekan secara perlahan-lahan. Ketika tekanan dilepaskan oleh dokter, sakit perut akibat apendisitis umumnya akan bertambah parah.
  • Tes darah guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi.
  • Tes urine untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
  • CT scan atau USG agar kondisi usus buntu bisa diperiksa. Misalnya, membengkak atau tidak.
  • Pemeriksaan organ intim dan tes kehamilan bagi wanita yang belum menopause. Prosedur ini berfungsi menghapus kemungkinan adanya penyakit yang berhubungan dengan organ kewanitaan.

Langkah Pengobatan Penyakit Usus Buntu

Langkah pengobatan utama untuk penyakit usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah apendektomi. Usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh manusia dan pengangkatannya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.Menjalani operasi jauh lebih aman daripada menunggu hasil konfirmasi adanya peradangan usus buntu. Makin lama menunggu, risiko pecahnya usus buntu akan makin meningkat.
Sama seperti semua operasi, apendektomi tetap memiliki risiko seperti munculnya infeksi pada luka operasi serta pendarahan. Tetapi, operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan jarang menyebabkan komplikasi jangka panjang.
Terdapat dua jenis apendektomi yang dapat dilakukan, yaitu operasi laparoskopi atau ‘lubang kunci’ dan bedah sayatan terbuka. Keduanya dilakukan dengan pembiusan total.
Operasi pengangkatan usus buntu melalui prosedur ‘lubang kunci’ (laparoskopi) lebih banyak dipilih, terutama bagi pasien manula atau yang mengalami obesitas. Laparoskopi hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil pada perut untuk mengangkat usus buntu sehingga masa pemulihan pasien akan jauh lebih cepat. Pasien biasanya akan diizinkan pulang setelah beberapa hari atau bahkan 24 jam.
Namun, tidak semua penderita penyakit usus buntu dapat menjalani operasi laparoskopi, misalnya karena usus buntu sudah pecah atau infeksinya yang sudah menyebar. Apabila ini terjadi, penderita membutuhkan prosedur bedah sayatan terbuka untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga perut.
Proses operasi ini biasanya membutuhkan masa pemulihan selama satu minggu sebelum pasien diizinkan pulang. Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas secara normal dalam 2 hingga 3 minggu. Tapi aktivitas berat disarankan untuk dihindari selama 1 sampai 2 bulan setelah operasi.
Pemantauan masa pemulihan juga sangat penting. Segera hubungi dokter atau rumah sakit tempat Anda dioperasi jika Anda mengalami gejala-gejala infeksi seperti muntah-muntah, rasa nyeri dan pembengkakan yang semakin parah, demam, luka operasi terasa panas, atau ada cairan yang keluar dari luka operasi.
Penyakit usus buntu juga bisa menyebabkan gumpalan atau benjolan pada usus buntu yang terdiri dari jaringan usus buntu dan lemak. Benjolan tersebut terbentuk karena upaya alami tubuh untuk mengatasi radang usus buntu ini. Dokter biasanya tidak menganjurkan Anda untuk segera menjalani operasi. Anda akan diberikan antibiotik selama beberapa minggu agar infeksi gumpalan usus buntu berkurang sebelum dioperasi.

Komplikasi Pecahnya Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko untuk pecah dan dapat berakibat fatal. Segera hubungi rumah sakit jika sakit perut Anda mendadak makin parah dan menyebar ke seluruh perut. Ini mengindikasikan kemungkinan pecahnya usus buntu yang dapat memicu sejumlah komplikasi seperti:
  • Peritonitis. Ini adalah peradangan peritoneum, yaitu jaringan tipis yang melapisi dinding perut bagian dalam dan organ-organ di dalam rongga perut. Peradangan ini disebabkan oleh bakteri dari dalam usus buntu yang pecah. Gejalanya meliputi sakit perut yang parah dan terus-menerus, muntah, detak jantung cepat, demam, daerah perut yang membengkak, serta napas pendek dan terengah-engah. Komplikasi ini biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik dan operasi pengangkatan usus buntu
  • Abses, yaitu kantong kumpulan nanah yang terasa sakit. Komplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang pecah. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau terkadang dengan antibiotik. Jika ditemukan dalam operasi, abses dan bagian di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.
 
15.08 | 0 komentar | Read More

aneurisma aorta abdenominalis

Written By iqbal_editing on Kamis, 28 Juli 2016 | 15.43

Aneurisma Aorta Abdominalis adalah kondisi medis yang ditandai dengan pelemahan dan penonjolan pada daerah aorta abdominalis. Aorta adalah arteri yang paling besar yang berasal dari jantung melewati daerah dada dan perut yang membawa darah teroksigenasi ke seluruh tubuh. Bagian dari aorta yang melalui perut dikenal sebagai aorta abnominalis. Pada AAA, dinding aorta di daerah perut melemah dan membesar secara bertahap dalam beberapa periode waktu tertentu. Hal ini sering tidak bergejala dan terlihat sewaktu pemeriksaan bagian tubuh yang lain. AAA terjadi lebih sering pada orang-orang di atas usia 60 tahun dan biasanya ditemukan pada bagian aorta yang terletak tepat di bawah daerah ginjal. Orang dengan AAA kecil atau sedang disarankan untuk melakukan pemeriksaan teratur setiap 6-12 bulan untuk memantau kondisi ini. Hal ini dapat juga menjadi penyakit yang mengancam jiwa, terutama ketika pelebaran dinding aorta membesar dan dapat pecah sehingga menyebabkan perdarahan organ dalam yang hebat, yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Aneurisma ini biasanya diperbaiki dengan cara operasi guna mencegah pecahnya dinding aorta tersebut.
15.43 | 0 komentar | Read More

akalaksia

Akalasia adalah kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menyalurkan makanan pada pipa menelan (esofagus) ke dalam lambung. Esofagus terdiri dari 3 bagian: bagian paling atas di mana terdapat sfingter esofagus bagian atas (cincin otot yang berkontraksi sepanjang waktu untuk mencegah aliran balik makanan dari bagian bawah esofagus ke arah atas), corpus dan bagian bawah dimana terdapat sfingter esofagus bagian bawah (cincin otot yang secara normal berkontraksi untuk mencegah asam lambung dan makanan yang terdapat di dalam lambung mengalir kembali ke atas ke esofagus). Secara normal, sewaktu menelan, sfingter esofagus bagian atas berelaksasi sehingga makanan dapat masuk ke dalam esofagus. Kemudian diikuti dengan kontraksi dari otot-otot bagian atas esofagus tersebut sehingga mendorong makanan ke bawah esofagus sedangkan otot-otot bagian bawah berelaksasi untuk menerima makanan. Perubahan kontraksi dari otot-otot di dalam esofagus ini dikenal sebagai gerakan peristaltik, yang memindahkan makanan sepanjang esofagus ke dalam lambung. Akan tetapi, pada penderita akalasia, sfingter esofagus bagian bawah tidak berelaksasi untuk menyalurkan makanan memasuki lambung. Hal ini sering disebabkan oleh kerusakan saraf-saraf yang mempersarafi otot-otot esofagus. Oleh karena itu, penderita akalasia dapat menunjukkan gejala regurgitasi makanan, nyeri dada ketika menelan, dada seperti terbakar dan kesulitan sewaktu menelan. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia (ketika makanan memasuki saluran udara) atau robekan dari esofagus. Untungnya, kondisi ini merupakan penyakit yang jarang terjadi dan biasanya ditemukan pada usia pertengahan atau dewasa tua. Penanganan termasuk obat-obatan yang membantu merelaksasi otot-otot sfingter dan operasi untuk melebarkan esofagus.
15.33 | 0 komentar | Read More

abses anus

Abses Anus adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan terkumpulnya nanah di daerah anus yang disebabkan oleh infeksi bakteri dari lesi-lesi di kulit atau kelenjar yang tersumbat pada anus. Ada dua tipe dari abses anus: Abses Perirektal dan Abses Perianal. Abses perirektal adalah terkumpulnya nanah di jaringan dalam sekitar anus sedangkan abses perianal adalah terkumpulnya nanah secara langsung di bawah kulit sekitar anus. Abses anus umumnya terjadi pada penderita penyakit menular seksual, inflammatory bowel disease dan orang yang melakukan anal sex. Kondisi ini kadang-kadang dapat juga terjadi pada bayi dan balita yang masih menggunakan popok. Meskipun abses anus bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa, perawatan yang secepatnya diperlukan karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, seperti sepsis (darah yang keracunan akibat infeksi bakteri dalam darah). Untungnya, abses tersebut dapat dihilangkan melalui pembedahan untuk mengeluarkan nanah (drainase).
15.30 | 0 komentar | Read More

komplikasi usus buntu

Komplikasi

Radang usus buntu dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
1. Usus buntu pecah
Jika pecah, isi usus buntu yang penuh dengan organisme patogen bisa tumpah ke rongga perut sehingga menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis).
2. Abses usus
Saat usus buntu pecah, rembesan nanah dari usus buntu bisa membentuk abses di sekitar usus buntu.
Abses akibat radang usus buntu (appendicitis) memerlukan perawatan segera sebelum menyebabkan infeksi luas di rongga perut.[]
15.17 | 0 komentar | Read More

usus buntu

Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
Usus buntu dalam bahasa Latin disebut sebagai Appendix vermiformis, organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki/berisi kelenjar limfoid.

Penyakit Usus Buntu

Appendicitis merupakan nama penyakit yang menyerang usus buntu. Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dari usus buntu telah meradang dan membuatnya rentan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Operasi dilakukan untuk penyembuhan radang usus yang membengkak. Bila terjadi gejala usus buntu dalam waktu tiga hari berturut-turut, penderita harap segera menghubungi dokter atau datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sehingga bisa langsung dioperasi, akan tetapi jika gejala usus buntu dibiarkan lebih dari satu minggu, maka perawatan medis serius sangat diperlukan untuk meredakan radang usus yang terjadi sebelum penderita melakukan operasi penyembuhan.

Gejala Radang Usus Buntu

  • Sakit perut, terutama dimulai di sekitar pusar dan bergerak ke samping kanan bawah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Diare, konstipasi (sembelit), atau sering buang angin.
  • Demam rendah setelah gejala lain muncul.
  • Perut bengkak.
  • keram pada perut.
15.13 | 0 komentar | Read More
 
berita unik