Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label tulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulang. Tampilkan semua postingan

kisah anak dengan Arthrogryposis Multiplex Congenita

Written By iqbal_editing on Senin, 01 Mei 2017 | 19.45

Endang (35) melahirkan prematur di usia kehamilan 33 minggu. Saat itu ia terpaksa melakukan tindakan operasi caesar karena air ketubannya sudah habis. Saat itu ia juga menyadari bahwa ada yang tidak biasa dengan fisik bayinya.

Ini merupakan kelahiran pertama Endang. Sebagai orang tua Endang merasa bingung karena dokter belum mengetahui secara pasti apa yang dialami anaknya itu. Ditambah rumah sakit tempat ia bersalin tidak memiliki dokter spesialis orthopedi.

"Pasti ya, namanya orang tua, anak pertama, pasti kita bingung lah, udah gitu diagnosisnya kan belum jelas. Waktu itu dokter belum ada yang tahu, karena yang tahu itu dokter orthopedi, sementara rumah sakit itu kebetulan dokter orthopedinya nggak ada," tutur Endang saat ditemui detikHealth.

Sampai sang bayi berusia 3 minggu, lanjut Endang, dokter belum juga mendapat diagnosisnya. Kemudian begitu bertemu dengan dokter orthopedi, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sang buah hati mengidap kondisi sangat langka yang disebut Arthrogryposis Multiplex Congenita atau AMC. Ini baru diketahui setelah dilakukan pemasangan gips dan rekontruksi tulang.


Kisah Perjuangan Endang, Ibu dengan Anak Arthrogryposis Multiplex CongenitaKiki usai lari bareng pelari IndoRunners/Foto: Suherni Sulaeman
Arthrogryposis multiplex congenita atau AMC merupakan suatu kondisi yang menyerang sendi atau otot. Efek yang ditimbulkan adalah sendi yang kaku atau keabnormalan pada otot. Seseorang dengan AMC memiliki tangan, kaki, atau anggota badan lain yang tidak bisa ditekuk.

"Ini Arthrogryposis Multiplex Congenita. Jadi dia kaku sendi, bahasa sederhananya itu terjadi kontraktur pada sendinya. Jadi dia lebih banyak tumbuh jaringan ikat. Kalau kita kan daging, tebal, kalau dia nggak," kata Endang.

"Jadi pertumbuhan ototnya agak terlambat. Ada, tapi tipis banget, jadi agak lama dia dan dengan kontraktur itu kan bikin pergerakannya jadi terhambat," sambungnya lagi.

Ia menambahkan, perawatan anak dengan AMC tidak menggunakan obat-obatan. Cukup lakukan stretching, splitting, surgery dan memaksimalkan kualitas hidup sang anak, di mana ia mengajari sang anak untuk terus bergerak.

"Konsulnya ke dokter orthopedi. Paling treatment-nya dia operasi, gips, operasi, gips. Cuma ya itu karena bergeraknya susah kan, terus terapi seminggu 2 kali ke terapis. Ke dokternya hanya koreksi sendi-sendi, oh ini yang masih bisa ditekuk, di-release gitu aja," tutup Endang.
19.45 | 0 komentar | Read More

CARA SEMBUHKAN CEDERA PUNDAK DENGAN SUNTIKAN ATAU TERAPI

Written By iqbal_editing on Minggu, 23 April 2017 | 22.42

Salah posisi saat olahraga dan terlalu banyak membawa beban merupakan salah satu faktor penyebab pundak terasa nyeri. Meski terkesan tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan cedera yang berbahaya, seperti demam dan bahkan otot menjadi sobek. Meski begitu, ada dua cara yang dapat menyembuhkan rasa nyeri ini.

Suntik kortikosteroid dan fisioterapi adalah cara yang dapat menyembuhkan cedera pada pundak. Meski begitu, sebagian besar orang, terutama dokter, lebih banyak menyarankan para pasiennya untuk melakukan fisioterapi dibandingkan pemberian suntik atau injeksi.

"Karena rasa sakit dan radang yang terkadang muncul pada cedera pundak, suntik kortikosteroid juga merupakan pengobatan yang biasa digunakan oleh dokter umum, orthopedis, dan rheumatologis," jelas Daniel I. Rhon, fisioterapis dari Center for the Intrepid di Brooke Army Medical Center, Fort Sam Houston, Texas.

Melihat adanya dua pilihan penyembuhan ini, terkadang pasien bingung untuk menentukan pilihan penyembuhan tersebut. Untuk itu, Rhon dan timnya meneliti 104 pasien yang mengalami penyakit tersebut dan membaginya pada dua pilihan penyembuhan itu.

Grup yang pertama mendapatkan pengobatan dengan cara terapi setiap dua kali dalam sepekan selama tiga pekan. Sedangkan grup kedua mendapatkan pengobatan suntik kortikosteroid sebanyak tiga kali selama setahun. Jika pasien fisioterapi dibantu dengan ahli pengobatan, pasien yang disuntik juga mendapatkan latihan olahraga di rumah.

Setelah satu bulan masa percobaan, kedua grup ini memberikan hasil yang cukup signifikan. Setahun menjalani pengobatan, penyakit pada pundak tersebut berkurang setengah dengan dua cara pengobatan tersebut.

"Hanya setengah dari cedera pundak ini benar-benar sembuh setelah enam bulan, menandakan bahwa ini merupakan penyakit yang serius," imbuh Brooke K. Coombes yang juga belajar fisioterapi di University of Queensland, Brisbane, Australia, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/8/2014).

Sebagai seorang yang pernah belajar fisioterapi, Coombes tak kaget bahwa kedua penyembuhan ini sama-sama dapat menyembuhkan cedera. Meski begitu, ada beberapa alasan mengapa dokter memilih salah satu pengobatan tersebut.

Suntik kortikosteroid tentunya akan lebih hemat dibandingkan dengan perawatan terapi. Karena pasien hanya bertemu dokter sekali dibandingkan dengan terapi yang harus bertemu berkali-kali. Tentunya setiap orang berbeda-beda, untuk itu ada beberapa orang yang akan lebih cepat sembuh dengan pemberian suntik dibandingkan terapi.
22.42 | 0 komentar | Read More

kudapan terbaik untuk latihan otot

Written By iqbal_editing on Senin, 17 April 2017 | 19.18

Otot-otot yang Anda latih setiap hari memerlukan nutrisi agar bisa berkembang sempurna. Bila tidak, tubuh akan membakar mereka untuk menghasilkan tenaga. Akibatnya latihan Anda menjadi sia-sia.
Sementara memberi makanan berupa cheeseburger juga bukan hal yang tepat, karena kelebihan kalorinya akan ditimbun sebagai lemak. Nah, agar mendapatkan otot yang kuat sekaligus bentuk tubuh yang bagus, berikut adalah daftar kudapan yang bisa dikonsumsi untuk hasil maksimal.
Untuk Mengatasi Rasa Lapar
Kacang almond(thinkstock)
Makan tanpa pertimbangan adalah musuh utama setiap diet. Penelitian di AS menunjukkan bahwa kita mengkonsumsi sebanyak 40 persen dari asupan kalori harian kita dari makanan ringan. Namun sering kali asupan itu tidak kita hitung karena menyantap biskuit atau kue kita anggap sebagai sesuatu yang sepele dan tidak mempengaruhi diet kita. Padahal kalori yang masuk mungkin lebih dari 200 kcal sekali makan. Untuk mengatasi kebiasaan ngemil yang “autopilot” itu, sediakan kacang almond di meja Anda dan makanlah 10 butir di pagi menjelang siang, dan 10 biji lagi di sore hari. Kacang almond mengandung banyak protein dan lemak sehat yang bisa menekan rasa lapar. Dengan camilan almond, Anda mungkin tidak akan tertarik lagi bila seseorang menawari cake cokelat.
Untuk Membakar Lemak
Capsaicin dalam cabai memperlancar metabolisme(thinkstock)
Panas akan melelehkan lemak. Dari mana panas didapatkan? Senyawa dalam cabai yang disebut capsaicin, selain menciptakan api di mulut Anda, juga membakar lemak di tubuh Anda. Pedasnya meningkatkan metabolisme tubuh, dan menurut penelitian di jurnal yang diterbitkan oleh Public Library of Science, meningkatkan oksidasi lemak. Sebuah penelitian lain di jurnal Appetite oleh Departemen Pangan di AS juga menemukan bahwa menambahkan cabai dalam makanan akan mengurangi asupan kalori.
Yang perlu diperhatikan adalah, cabai seringkali membuat orang makan lebih lahap dan banyak. Bagian ini harus dihindari.
Untuk Membangun Otot
Makanan sumber protein(a_namenko)
Jika tujuan Anda adalah membesarkan otot, Anda perlu mengimbangi latihan dengan makanan tinggi protein. Bisa jadi pelatih Anda menyarankan asupan 3.500 kcal sehari, dengan setidaknya 150 g protein. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dada ayam tiga kali sehari akan membuat otot Anda berkembang. Bila tidak ada ayam, kudapan tinngi protein juga bisa menggantikannya, atau dendeng daging yang lebih mudah dibawa. Dengan kudapan seperti itu, Anda tidak perlu menyantap setengah lusin telur mentah setiap hari.
Untuk Memberi Tenaga Saat Latihan
Roti dan selai kacang(aaboikis)
Banyak orang menyarankan untuk menghindari karbohidrat. Namun karbohidrat dalam jumlah tertentu bukanlah musuh, melainkan sumber tenaga. Bayangkan bagaimana Anda menyelesaikan squat atau bench press tanpa karbohidrat. Meski begitu Anda harus pandai memilih jenis karbohidrat. Karbohidrat sederhana seperti roti putih sebaiknya dihindari karena tubuh akan membakarnya sangat cepat, sehingga Anda akan kelaparan sebelum menyelesaikan latihan.
Agar bisa tetap bertenaga, makanlah roti gandum dengan selai kacang 30 menit sebelum memulai latihan. Otot Anda akan memiliki bahan bakar cukup untuk menyelesaikan tugasnya, dan Anda tidak akan kebingungan mencari camilan untuk mengganjal perut.
Untuk Pemulihan Otot Setelah Latihan
Yoghurt dengan potongan buah(Nataliya Piatrovich)
Untuk menjaga agar otot dalam kondisi prima dan tidak mengalami kelelahan perkepanjangan, penting untuk memulihkannya dengan nutrisi yang tepat. Pilihan paling mudah adalah protein shake yang mudah diserap dan langsung dimanfaatkan otot. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan yoghurt dengan potongan buah segar untuk menjaga level energi Anda tidak terlalu turun.
Untuk Tidur yang Nyenyak
Buah kiwi(Amarita)
Tubuh akan membangun otot dan memperbaiki kerusakan di malam hari, sehingga semakin cepat Anda tidur semakin banyak kesempatan untuk memulihkan otot yang dipakai latihan. Jika Anda termasuk sulit tidur, cobalah dua buah kiwi sebelum tidur. Penelitian dari University of Taipei menemukan bahwa kandungan serotonin yang tinggi pada kiwi dapat membantu Anda tertidur 35 persen lebih cepat dan mendapatkan tidur lebih pulas.
19.18 | 0 komentar | Read More

HAL MEMPERSULIT PEMBENTUKAN TULANG

Written By iqbal_editing on Jumat, 03 Maret 2017 | 06.22

- Beberapa orang mungkin ingin memiliki tubuh dengan otot-otot yang kekar oleh karena itu rutin melakukan olahraga beban. Namun demikian meski sudah rutin olahraga kadang ada saja orang yang tampak kesulitan membentuk otot.

Mengapa demikian? Menurut ahli ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab dan kebanyakan di antaranya masih bisa dikontrol. Seperti contoh cara latihan yang salah, kurang istirahat, dan lain sebagainya.

Dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut 5 hal yang dapat menghambat pembentukkan otot seseorang:

1. Salah jenis olahraga

Olahraga bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu aerobik dan anaerobik. Aerobik adalah olahraga yang menguji ketahanan paru dan jantung sementara olahraga anaerobik menguji kemampuan otot-otot tubuh.

Bila seseorang sudah rutin olahraga namun ototnya masih sulit juga terbentuk bisa jadi dirinya salah melakukan jenis olahraga. Olahraga aerobik contohnya seperti jalan kaki, renang, sprint, atau latihan kardio lain. Sementara olahraga anaerobik contohnya seperti sit up, push up, dan latihan beban lain.

"Olahraga kardio cenderung lebih untuk membakar kalori sehingga membuat tubuh Anda dalam kondisi defisit. Oleh karena itu ia bagus untuk menguruskan badan tapi tidak untuk meningkatkan massa otot," ungkap Michelle Lovitt, fisiologis dari Los Angeles.

2. Kurang beban
Ketika baru akan memulai olahraga, beban awal yang digunakan masih bisa ringan karena memang baru segitu saja kemampuan tubuh. Stimulus beban pada otot akan membuatnya berkembang sehingga lama-lama akan tidak terasa lagi berat.

Bila sudah demikian maka saatnya semakin menambah berat beban. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh seseorang adalah terus menerus menggunakan beban yang sama saat berolahraga sehingga otot juga tidak mendapatkan stimulus yang dibutuhkan untuk semakin berkembang

3. Kurang tidur

Sehabis melakukan olahraga tubuh akan terasa ngilu dan nyeri yang menurut ahli hal itu terjadi karena ada penumpukan asam laktat dan juga sobekan mikro pada otot. Meski terdengar negatif namun sebetulnya merupakan tanda bagus karena saat proses pemulihan otot akan dibentuk tubuh menjadi lebih besar agar sanggup menghadapi beban.

Profesor ahli ilmu olahraga Michele Olson dari Auburn University Montgomery mengatakan proses pemulihan dan pembentukkan otot tersebut terjadi ketika seseorang tidur.

"Oleh karena itu anda harus istirahat dan membiarkan otot-otot Anda 'makan' antara jadwal olahraga. Bila tidak Anda hanya akan semakin merobek otot-otot membuatnya menjadi semakin lemah," kata Olsen.

4. Tidak konsisten
Bila seseorang ingin membentuk otot maka dirinya harus serius menerapkan program latihan. "Anda harus konsisten menerapkan program latihan. Melatih setidaknya setiap grup otot dua kali dalam seminggu untuk bisa membentuk otot," ungkap Lovitt.

Ketika olahraga tidak dilakukan secara konsisten maka stimulus dan pembantukan otot yang terjadi juga tidak akan jadi maksimal


5. Genetik

Genetik bisa berperan juga dalam kecenderungan seseorang dalam membentuk otot. Secara detail ada dua jenis serat otot yang bisa dimiliki seseorang, tipe satu yang bergerak lambat dan tipe dua yang bergerak cepat.

Tipe satu yang lambat bagus untuk ketahanan ketika melakukan sesuatu dalam jangka panjang seperti mengayuh sepeda atau berlari maraton namun bentuknya tipis. Sementara itu tipe dua bagus untuk melakukan gerakan cepat seperti menangkap bola atau sprint dan bentuknya tebal.

"Otot yang bergerak cepat ketebalannya bisa dua kali lipat dari otot yang bergerak lambat, oleh karena itu serat otot tipe dua bisa menambah besar otot secara keseluruhan tanpa olahraga," ungkap Lovitt.

Ada orang yang lahir dengan lebih banyak serat tipe satu dan ada juga orang yang lahir dengan lebih banyak serat tipe dua.


06.22 | 0 komentar | Read More

hindari asupan makanan bergoreng ketika pengapuran sendi

Written By iqbal_editing on Kamis, 02 Maret 2017 | 21.03



Asupan makanan ternyata ikut mempengaruhi masalah persendian. Ahli gizi Mirza Hapsari Sakti mengungkapkan, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari ketika sedang mengalami nyeri sendi.
"Hindari makanan dengan minyak cukup tinggi, yang tinggi lemak trans. Makanan seperti ini bisa menyebabkan inflamasi (peradangan)," terang Mirza acara peluncuran program Sayangi Sendi oleh PT Kalbe Farma di Kantor PB IDI, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Mirza menjelaskan makanan berminyak dapat meningkatkan Kolesterol, sehingga terjadi kekakuan aliran darah. Akibatnya, suplai oksigen yang dibawa dalam darah ke otot akan berkurang dan terjadilah inflamasi.
Mirza mengatakan, makanan yang memicu peradangan tentu dapat memperburuk masalah persendian. Peradangan harusnya dihentikan karena jika tidak, akan terjadi nyeri berulang.
Sendi adalah bagian yang menghubungkan dua tulang. Persendian mudah mengalami radang atau nyeri karena berbagai hal. Bisa disebabkan oleh cedera saat olahraga, adanya kerusakan tulang rawan, atau akibat pergerakan yang salah pada tubuh.
Selain itu, makanan berminyak seperti gorengan juga memicu kegemukan. Nah, kegemukan itu sendiri nantinya dapat meningkatkan risiko nyeri sendi, terutama bagian lutut yang selalu terbebani.
Masalahnya, junk food, gorengan, dan makanan tinggi lemak lainnya itu kerap menjadi makanan sehari-hari. Mulailah mengurangi makanan berminyak tersebut karena tak hanya menjadi masalah persendian, tetapi juga kesehatan di seluruh tubuh.



21.03 | 0 komentar | Read More

hubungan celiac dan tulang

Written By iqbal_editing on Minggu, 19 Februari 2017 | 16.55

Patah tulang bisa terjadi pada anak-anak. Tetapi anak asal Portugal ini terlalu sering mengalami patah tulang.

Orang tua bocah ini akhirnya membawanya ke dokter setelah ia mengalami patah tulang lengan tiga kali dalam dua tahun. Menariknya, ketiga insiden ini disebabkan oleh tekanan ringan hingga sedang pada tulang si bocah, bukannya cedera olahraga yang buruk.

Dokter kebingungan, apalagi si bocah tidak terlihat memiliki riwayat penyakit yang membuatnya rentan terhadap patah tulang. Anak ini juga rajin latihan sepakbola, tiga kali sepekan dan rutin mengonsumsi susu, sehingga tak ada alasan untuknya mengalami patah tulang.

Hasil tes darahnya juga menunjukkan, kadar mineral seperti kalsium, magnesium dan fosfor di tubuhnya normal-normal saja. Artinya memang tak ada masalah dengan kesehatan tulangnya.

Akan tetapi kemudian dari hasil tes darah yang sama juga ditemukan petunjuk lain: di tubuh bocah ini terlihat adanya peningkatan kadar sebuah antibodi yang selama ini sering dikaitkan dengan gejala penyakit celiac. Demikian seperti dilaporkan Livescience.

Penyakit celiac tergolong sebagai penyakit autoimun, di mana sel-sel tubuh menyerang dirinya sendiri. Celiac bukanlah sekadar alergi atau intoleransi makanan semata karena dampaknya bisa sangat buruk bila pasien penyakit ini dibiarkan mengonsumsi makanan yang menjadi pantangannya, yaitu gluten. Dampak yang dimaksud adalah kerusakan usus.

Bocah itu pun dirujuk ke ahli pencernaan dan ia terbukti mengidap celiac. Belakangan diketahui bahwa celiac juga dapat mengakibatkan rendahnya kepadatan tulang. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology mengungkap, hampir seperempat anak yang didiagnosis dengan celiac rata-rata mengalami patah tulang sebelum ditemukan penyakitnya.
 

Celiac diketahui dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang melalui beberapa cara. Pertama, penyakit ini dapat merusak usus kecil sehingga usus kehilangan kemampuan untuk menyerap nutrisi penting, salah satunya yang berperan untuk kepadatan tulang.

Kedua, celiac dapat memicu peradangan pada usus secara terus-menerus sehingga mengganggu keseimbangan jumlah sel pembuat tulang (bone-making) dan sel penyerap tulang (bone-absorbing) sehingga menurunkan kepadatan tulang.

Untungnya, setelah diminta menjalankan diet bebas gluten selama 3,5 tahun, dokter melihat bocah itu tak lagi mengalami patah tulang.

Diet bebas gluten juga dilaporkan mampu 'mengembalikan massa tulang pada anak-anak dan remaja yang mengidap celiac dengan cepat'.
16.55 | 0 komentar | Read More

pengaruh alkohol pada otot

Written By iqbal_editing on Selasa, 03 Januari 2017 | 07.30

ALKOHOL mengganggu pembentukan otot. Jadi, jika sedang berusaha menambah volume otot, ada baiknya lebih memperhatikan asupan alkohol Anda. Bagaimana alkohol memengaruhi proses pembentukan otot? Berikut uraiannya untuk Anda.


Alkohol dan hormon pertumbuhan
Konsumsi alkohol mempunyai efek terhadap pelepasan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan merupakan substansi dalam tubuh yang berperan penting dalam pembentukan otot, menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan sel serta mendukung pertumbuhan tulang optimal. Jika kadar hormon ini rendah, perkembangan otot juga akan menurun. Sebagian besar hormon pertumbuhan dilepaskan pada jam-jam awal tidur malam. Namun karena alkohol cenderung mengganggu ritme tidur, akan mengurangi jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan. Penurunan ini, menurut data dari situs askmen.com, bisa mencapai 70 persen. Jadi, alkohol benar-benar mengganggu upaya Anda membangun otot.
Alkohol dan testosteron
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah pengaruh alkohol terhadap testosteron. Testosteron merupakan salah satu hormon yang berkaitan dengan pertumbuhan otot. Testosteron merupakan alasan mengapa laki-laki mempunyai massa otot lebih banyak dibandingkan perempuan (tubuh laki-laki mempunyai lebih banyak testosteron). Akan tetapi, saat Anda mengonsumsi alkohol, sebuah substansi bersifat racun akan dihasilkan di hati. Komponen ini menurunkan konsentrasi testosteron dalam tubuh. Akibatnya, massa otot akan menurun. Jadi, selain mempertimbangkan kerja keras di gym, jangan lupa memperhatikan efek alkohol terhadap upaya Anda membangun otot.
Alkohol dan pemulihan otot
Alkohol juga memengaruhi kemampuan pemulihan otot. Alkohol merupakan racun bagi tubuh. Karena itu tubuh akan melepaskan lebih banyak energi untuk mengangkat alkohol dari sistem dan memulihkan efek negatif yang ditimbulkan terhadap jaringan. Karena proses ini memerlukan waktu dan energi, maka kebutuhan energi untuk memulihkan otot setelah olahraga akan berkurang. Akibatnya, Anda tidak akan merasa segar saat kembali ke gym di sesi selanjutnya.
Alkohol dan dehidrasi
Alkohol bertindak sebagai diuretik dalam tubuh, membuat Anda sering buang air seni. Jika tidak mengganti air seni dengan air putih, keseimbangan cairan alami tubuh akan terganggu. Dehidrasi akan menimbulkan berbagai efek negatif, mulai dari perasaan lelah, kurang energi, merasa lebih lapar, dan mengganggu sel-sel otot memproduksi ATP (sumber utama energi otot).
Alkohol dan lemak tubuh
Alkohol juga mengandung kalori. Bir, anggur atau minuman keras mengandung sekitar tujuh kalori per gram. Setelah minum tiga atau empat takar, jumlah kalorinya setara dengan satu porsi makan ukuran sedang. Jika tidak membatasi asupan, alkohol bisa memicu penimbunan lemak.
07.30 | 0 komentar | Read More

cedera pada kaki

Written By iqbal_editing on Jumat, 30 Desember 2016 | 00.27

Apa itu Cedera Kaki: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Cedera Kaki?

Kaki adalah bagian tubuh yang paling rentan mengalami tegang otot, dan nantinya tegang otot ini dapat menyebabkan cedera kaki, yang dapat terjadi pada semua bagian kaki, misalnya jari kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki. Walaupun sebagian besar cedera kaki akan menyebabkan nyeri dan pembengkakan, serta dapat sembuh dengan sendirinya, beberapa cedera dapat berkembang atau memburuk dan menyebabkan gejala lain, seperti pendarahan atau infeksi. Oleh karena itu, setiap cedera kaki akan ditangani dengan metode yang berbeda, tergantung pada penyebab, gejala, dan tingkat keparahannya.

Penyebab Cedera Kaki

Cedera kaki dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya:
  • Kecelakaan
  • Kelelahan
  • Pemakaian berlebihan
  • Pemakaian jenis alas kaki yang salah
  • Sepatu yang tidak pas
  • Olahraga
  • Aktivitas kerja
  • Usia tua
Kebanyakan atlet, terutama atlet senam, pemain basket, pemain bola, dan penari adalah yang paling berisiko terkena cedera kaki, diikuti dengan orang tua yang kekuatan tulang dan massa ototnya telah berkurang.

Gejala Utama Cedera Kaki

Cedera kaki dapat memberikan efek yang berbeda pada setiap orang dan menyebabkan gejala yang beragam. Gejala cedera kaki cenderung beragam, tergantung pada jenis cedera, akut atau kronis.
Cedera akut dapat menyebabkan:
  • Memar atau lebam
  • Cedera ligamen
  • Cedera tendon atau kerusakan tendon Achilles
  • Keseleo atau cedera sendi
  • Ketegangan otot atau otot yang tertarik
  • Patah tulang
  • Dislokasi atau saat tulang berpindah posisi
  • Luka tusuk – Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam seperti paku, pisau, jarum, dan lain-lain. Luka ini dikategorikan sebagai cedera yang lebih serius karena berisiko menyebabkan infeksi, terutama bila disebabkan oleh benda tajam yang kotor atau berkarat. Luka yang terbuka juga menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke tubuh.
  • Sindrom kompartemen akibat cedera yang meningkatkan tekanan dalam tubuh.
Cedera kronis atau cedera yang terjadi seiring berjalannya waktu akibat penggunaan kaki yang berlebihan atau penggunaan kaki hingga kelelahan dapat menyebabkan kondisi berikut:
  • Plantar fasciitis atau ketika plantar fascia, ligamen datar yang ada di bagian bawah kaki, mengalami peradangan dan menyebabkan nyeri di lengkungan kaki
  • Metatarsalgia atau ketika bagian depan kaki terasa sakit
  • Patah tulang akibat tekanan atau keretakan tulang
  • Achilles tendinitis atau ketika ada kerusakan pada jaringan halus di sekitar tendon Achilles
  • Tendinosis atau tendinopati
  • Retrocalcaneal bursitis atau ketika bursa mengalami peradangan, menyebabkan nyeri pada pergelangan kaki dan bagian belakang tumit, terutama saat digunakan melakukan aktivitas tertentu

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Cedera ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan dari dokter. Biasanya, metode pengobatan rumah saja sudah dapat menghentikan gejala cedera dan mempercepat proses penyembuhan alami tubuh. Namun, perbedaan cedera kaki yang dapat sembuh tanpa pengobatan dan cedera kaki yang membutuhkan pertolongan medis sangatlah tipis. Pasien harus mengetahui kapan mereka harus melakukan pengobatan di rumah dan kapan mereka harus menemui dokter. Apabila cedera terlihat parah, sebaiknya dilakukan pertolongan pertama kemudian menemui dokter.
Pengobatan cedera kaki yang terbaik sangat bergantung pada keparahan cedera, namun juga dipengaruhi oleh letak cedera, penyebab dan kapan cedera terjadi, usia dan kondisi pasien, dan aktivitasnya.
Cedera ringan dapat ditangani dengan tindakan pertolongan pertama, seperti memasang brace (alat penguat kaki), gips, atau splint (bidai) agar kaki tetap kuat dan cedera tidak bertambah parah, sedangkan cedera kaki yang serius kemungkinan akan membutuhkan alat bantu tiruan, terapi fisik, obat penghilang rasa sakit, atau operasi. Pengobatan tersebut akan dilakukan oleh ahli kesehatan yang memiliki keahlian khusus dalam ortopedi dan terapi fisik.
Tindakan pertolongan pertama meliputi:
  • Mengendalikan pendarahan
  • Melepas semua perhiasan sebelum pembengkakan memburuk
  • Melepaskan kaki yang terjepit
  • Memasang perban pada bagian tubuh yang terkena cedera
  • Menggunakan metode rest, ice, compression, elevation atau R.I.C.E untuk menyembuhkan nyeri dan pembengkakan
  • Melindungi kulit dengan bantalan yang empuk seperti flanel atau busa
  • Membersihkan luka pada kulit
  • Melancarkan peredaran darah dengan memijat secara perlahan bagian kaki yang cedera. Lakukan hal ini apabila pemijatan tidak menimbulkan rasa sakit
Saat sedang dalam masa pemulihan cedera kaki, sebaiknya Anda tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk pembengkakan, seperti mandi air panas, mengompres dengan hot pack (kantong panas) atau alkohol. Ketika pembengkakan sudah hilang, menggerakkan kaki secara perlahan dapat membantu mengembalikan kekuatan dan kelenturan kaki. Latihan kaki yang dilakukan harus sesuai dengan proses MSA, yaitu movement (pergerakan), strength (kekuatan), dan alternate (alternatif).
  • Latihan pergerakan dapat membantu mengembalikan kemampuan pergerakan kaki sepenuhnya secepat mungkin dan mempersingkat waktu istirahat akibat cedera.
  • Latihan kekuatan dapat memperkuat bagian kaki yang mengalami cedera, namun latihan ini hanya boleh dilakukan ketika kaki sudah tidak bengkak dan dapat bergerak dengan normal.
  • Latihan alternatif berarti melakukan latihan, aktivitas, atau olahraga biasa tanpa menarik bagian kaki yang cedera. Saat nyeri sudah sembuh sepenuhnya, latihan keseimbangan dan pengendalian dapat ditambahkan ke rangkaian pelatihan.
Jenis latihan lainnya meliputi:
  • Latihan range-of-motion – Latihan ini dapat langsung dilakukan setelah kaki Anda mengalami cedera dan masih dikompres dengan es. Bahkan hanya dengan meletakkan kaki Anda di lantai dan menggerakkan lutut ke kanan dan kiri secara perlahan dapat membantu.
  • Latihan peregangan – Latihan ini harus dilakukan dalam waktu 72 jam setelah cedera, dan harus dipusatkan pada tendon Achilles. Latihan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti peregangan handuk atau betis. Peregangan dengan handuk adalah latihan yang sesuai bagi pasien yang tidak dapat berdiri; latihan ini dilakukan dengan melilitkan handuk di sekitar bagian depan kaki dan menarik handuk ke atas selama 30 detik sampai betis mulai meregang. Sedangkan peregangan betis hanya boleh dilakukan ketika pasien sudah dapat berdiri tanpa bantuan. Dalam latihan ini, Anda akan berdiri menghadap ke tembok dan meletakkan tangan di tembok sejajar dengan bahu Anda, kemudian meletakkan kaki Anda yang cedera di belakang kaki yang satunya sembari meletakkan tumit di lantai. Kemudian, pasien harus menekuk lutut depan sampai betis kaki yang belakang mulai tertarik. Kedua latihan peregangan ini harus dilakukan beberapa kali setiap hari sampai cedera benar-benar sembuh.
Apabila cedera kaki tidak membaik dengan perawatan rumah atau tidak ada peningkatan yang terlihat, sebaiknya Anda mencari pertolongan medis. Saat mempersiapkan diri menemui dokter, pasien harus mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tentang gejala, penyebab cedera, gangguan akibat cedera, dan pengobatan awal yang telah dilakukan.
Seperti cedera lainnya, cedera kaki lebih baik dicegah daripada ditangani. Beberapa cara untuk mencegah cedera kaki antara lain adalah:
  • Menggunakan alas kaki yang paling sesuai dan paling nyaman
  • Sering mengganti sepatu lari
  • Menggunakan alat bantu penguat kaki atau melindungi kaki dan pergelangan kaki ketika melakukan aktivitas yang berat
  • Sering menggerakkan kaki
00.27 | 0 komentar | Read More

mengenal cedera bahu dan cara mencegahnya

Bahu merupakan bagian tubuh yang rawan terkena cedera akibat ketegangan otot, salah posisi hingga salah urat. Cedera bahu biasanya sering menimpa para olahragawan, terbukti 20 persen cedera karena olahraga terjadi pada bahu. Latihan beban dan olahraga seperti tenis, bulu tangkis, voli, sepak bola, rugby, hingga renang terbilang kegiatan yang rentan cedera bahu. Beban atau aktivitas berlebih dan gerakan yang salah di daerah tersebut sering kali mencederai tendon (urat).
Meskipun demikian, cedera bahu juga dapat terjadi dari kebiasaan mengangkat benda-benda berat. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari kita juga sering memberi beban berlebih pada bahu. Para kuli angkut barang misalnya, mereka sering membawa barang-barang berat pada bahunya. Para backpacker, para petualang atau para pendaki gunung juga sering membawa tas ransel selama berjam-jam dengan beban yang cukup berat. Bagi para wanita, cedera bahu juga dapat menimpa mereka yang mempunyai kebiasaan membawa segala kebutuhannya secara bersamaan dalam satu tas, yang diselempangkan di bahu dan dibawa kemana-mana.
Sendi bahu terdiri dari tiga tulang, yakni tulang atas, tulang belikat dan tulang selangka, yang bersamaan dengan kombinasi otot dan tendon, yang disebut manset rotator. Ada beberapa penyebab utama nyeri bahu. Yaitu cedera manset rotator, cedera labum (jaringan fibrosa yang mengelilingi sendi bahu) dan dislokasi bahu yang umumnya disebabkan cedera bahu, dan bahu yang membeku.
dr Roland Chong MBBS, ahli bedah ortopedi Gleneagles Hospital Singapore menjelaskan, "Tulang sendi bahu merupakan salah satu tulang yang paling sering digerakkan dan rentan terhadap cedera, karena penggunaan yang berat dari lengan dan bahu". 
Seseorang yang mengalami peradangan, robekan manset sebagian, hingga robek secara penuh, bisa dikategorikan menderita cedera manset rotator. Cedera ini bisa timbul karena keausan. Penderita manset rotator, merasakan dampak paling besar ketika mereka harus terus menerus mengangkat lengan lebih dari 90 derajat. Adapun robekan yang besar, biasanya disebabkan luka yang berat. Misalnya karena kecelakaan saat berolahraga, atau ketika menggunakan tangan untuk berlindung saat jatuh.
Jika yang dialami peradangan atau robekan yang lebih kecil, kadang bisa sembuh sendiri tanpa perlu operasi. Hanya perlu melakukan pengobatan seperti memberi anti-inflamasi non-steroid, untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Pengobatan biasanya juga bisa dibarengi dengan fisioterapi untuk memperkuat otot-otot manset rotator lainnya. Pengobatan lainnya, suntikan kombinasi steroid dan anestesi ke dalam area manset rotator, yang fungsinya sebagai penghilang rasa sakit dan mengurangi peradangan hingga enam bulan.
Perubahan aktivitas juga penting dalam pengobatan dan pencegahan, termasuk latihan fisik untuk memperkuat manset rotator, dan tidak lupa, mengubah postur tubuh selama berkegiatan sehari-hari. Siklus pengobatan non-operasi ini biasanya berlangsung antara tiga hingga enam bulan.

Ketika yang terjadi robekan serius, atau ketika terapi non-operasi tidak efektif, barulah dilakukan pembedahan. Ini dilakukan untuk memperbaiki manset rotator agar sempurna, sehingga pasien bisa kembali melakukan olahraga atau beraktivitas dalam waktu enam hingga tujuh bulan.

Dislokasi Bahu

Ketika tulang lengan atas muncul keluar dari persendian bahu yang seharusnya masuk ke dalam, ini merupakan dislokasi bahu. Dislokasi bahu terjadi pada saat bonggol tulang lengan atas bergeser dari tempatnya di tulang belikat. Dislokasi bahu sering terjadi pada atlet atau orang yang sering berolahraga kontak fisik. Misalnya pencak silat, gulat, judo, atau olahraga dengan resiko jatuh tinggi seperti balap motor dan panjat tebing.

Penderita dislokasi bahu akan mengalami rasa sakit dan tidak bisa menggerakkan lengan. Rasa sakit yang langsung terasa nyeri pada bahu. Sendi bahu pun akan terlihat bengkak. Posisi lengan setelah trauma yang terjadi, bisa ditandai untuk membedakan arah pergeseran sendi bahu. Bila dalam keadaan rileks lengan menjadi terputar ke arah luar (sehingga lipat siku menghadap ke depan), maka yang terjadi adalah pergeseran sendi ke arah depan. Sedangkan lengan yang terputar ke arah dalam (lipat siku menghadap ke belakang), dan terdapat nyeri saat lengan diputar ke arah luar, ini adalah pergeseran sendi ke belakang.

Langkah pertama untuk melakukan diagnosis dislokasi bahu adalah menjalani x-ray dan scan untuk mengetahui penyebab cedera. Selain itu juga dilakukan tes untuk mengetahui seberapa longgar sendinya untuk mengetahui kemungkinan cedera lainnya. Jika dislokasi bahu tidak diobati dengan baik, tulang yang tersisa dari sendi bisa merusak tulang rawan di sekitarnya. Akan terjadi pengeroposan tulang karena gesekan antara sendi dan tulang di sekitarnya.

Selain dislokasi bahu, cedera bahu lainnya yaitu bahu membeku. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak bisa menggerakkan bahunya ke segala arah. Ini disebabkan penebalan kapsul jaringan ikat yang mengelilingi sendi bahu. Rasa sakit dan ketidakmampuan bergerak yang sangat parah, menyebabkan penderitanya sulit melakukan kegiatan sehari-hari. Bahu beku juga dikenal sebagai adhesive capsulitis.

Ada tiga fase bahu yang membeku, yakni pembekuan, membeku dan pelunakan. Tahap pertama adalah ketika berbagai gerakan bahu menjadi terbatas, dan muncul rasa nyeri ketika coba digerakkan. Pada tahap membeku, bahu menjadi lebih kaku tetapi rasa sakitnya berkurang. Sedangkan tahap pelunakan adalah ketika penderita perlahan-lahan mendapatkan kembali jangkauan pergerakannya. Proses pelunakan ini bisa berlangsung lebih dari setahun, sehingga menyulitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pilihan pengobatannya, bisa melalui fisioterapi, suntikan steroid dan anestesi ke dalam sendi, untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan, serta pembedahan untuk mengeluarkan kapsul yang menebal.

Kondisi bahu yang tidak normal akan berdampak besar dalam kegiatan sehari-hari. Untuk itu, jika sudah merasakan nyeri bahu, apalagi jika sudah berlangsung hingga dua minggu, jangan abaikan. Berhentilah melakukan kegiatan atau olahraga tertentu, sebab hal itu dapat menyebabkan kerusakan bahu. Dan jangan lupa untuk mengurangi beban pada bahu kita.

Dilema Olahragawan

Cedera bahu adalah dilema yang selalu menghantui para olahragawan. Dalam berolahraga, gerakan sempurna sendi bahu memang sangat diperlukan, karena hampir semua gerakan olahraga memerlukan keleluasaan fungsi sendi tersebut. Atlet voli profesional merupakan salah satu dari sekian banyak olahragawan yang sering mengalami cedera bahu. Mereka biasanya mengalami gejala cedera arteri atau pembuluh darah pada bahu. Cedera itu membuat mereka menderita penipisan dinding pembuluh darah atau aneurisma arteri di bahu.

Menurut peneliti Universitas Amsterdam dr Mario Maas, biasanya tanda-tanda gejala utama cedera arteri di bahu muncul selama atau sesudah atlet bola voli bermain secara intens. Cedera itu disebabkan adanya tekanan tinggi atau kompresi yang dialami tiap atlet voli saat melakukan smash atau servis. Entakan yang kuat membuat pembuluh darah pada bahu mengalami penciutan.

Selain voli, sepak bola juga memiliki kemungkinan resiko timbulnya cedera bahu. Hal itu mungkin terjadi saat pemain bertabrakan dan mengenai bahu antar pemain ataupun ketika pemain menggunakan tangan untuk menopang tubuh saat terjatuh. Otomatis bahu akan tertekan lantaran menerima beban berat tubuh hingga akhirnya cedera tidak terhindarkan, apalagi jika posisi jatuhnya salah. 
Sementara cedera dislokasi bahu biasanya lebih banyak dialami oleh atlet yang sering berolahraga kontak fisik atau yang kerap menggunakan tangan. Selain itu, cedera dislokasi bahu juga banyak dialami oleh atlet olahraga dengan resiko jatuh tinggi seperti pembalap MotoGP, pemain rugby, tenis, atlet beladiri dan beberapa jenis olahraga lainnya. Juara Dunia MotoGP seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez juga pernah mengalami dislokasi sendi bahu. 
Tiga Langkah Pencegahan
Cedera pada bahu bisa menimpa siapa saja. Bukan hanya para olahragawan, saya dan anda bisa saja mengalaminya. Apabila saat beraktivitas anda merasakan denyutan di bahu ketika mengangkat lengan, atau mengalami kesulitan meregangkan lengan ke belakang, kemungkinan anda menderita cedera sendi bahu. Sendi bahu merupakan poros yang menghubungkan gerak tangan dengan tubuh, sehingga sebisa mungkin kita harus menghindari terjadinya cedera. Namun sayangnya, karena gerakannya yang sangat leluasa, sendi itu memiliki stabilitas yang rendah. Sendi bahu gampang cedera, mudah mengalami pergeseran dan berpotensi menimbulkan nyeri saat terjadi ketidaksesuaian gerak. 
Kita tentu tidak ingin aktivitas terganggu karena sendi bahu sering terkilir, terasa nyeri, atau bahkan cedera yang lebih parah hingga mengandaskan karir. Tips berikut ini perlu disimak agar terhindar dari cedera sendi bahu :

1. Upayakan Pencegahan: Kecuali memiliki ketidaknormalan fisik, kita sebenarnya selalu bisa menanggulangi munculnya rasa sakit di sendi bahu. Tubuh kita memiliki satu fungsi normal, termasuk di persendian dan organ-organ yang melekat di sekitarnya. Kenalilah bagian-bagian tersebut, lalu pelajari.

Beberapa kebiasaan fisik juga perlu diperhatikan, semisal posisi duduk atau tidur. Jangan pernah menyepelekan sikap duduk atau tidur, karena acapkali nyeri bahu berawal dari kebiasaan buruk dalam dua sikap tersebut. Duduk berlama-lama menonton televisi atau berada dalam posisi duduk yang sama berjam-jam saat menyelesaikan pekerjaan adalah dua hal yang barangkali sering dilakukan. Sikap itu kurang baik, terlebih jika dibarengi dengan kelelahan otak.

Jangan lupa tidur dengan bantal yang baik dan nyaman guna meminimalisasi resiko salah tidur. Jika bahu terasa lelah akibat aktivitas fisik berlebih, istirahatkan bagian tersebut dan hindarkan dari aktivitas berat selama beberapa hari.

2. Ketahui Kemampuan Fisik: Memahami batas ketahanan fisik penting untuk mengenali batas kemampuan. Misalnya dalam berolahraga, jangan terlalu memaksakan diri. Fungsi olahraga adalah menyegarkan diri dan memperoleh ketahanan fisik, bukan sebaliknya, membuat tubuh kesakitan. Ketahanan fisik dipupuk secara bertahap. Karena itu, olahraga pun harus dilakukan sesuai tingkatan yang benar.

Berolahraga melebihi kemampuan akan memperbesar potensi cedera. Tetap beraktivitas seperti bekerja lembur, saat tubuh sudah kelelahan juga akan berakibat buruk bagi tubuh. Maka, penting untuk mengatakan "cukup" saat tubuh sudah melambaikan tangan.

Yang tidak kalah penting, lakukanlah pemanasan. Pemanasan bukan hanya saat akan berolahraga. Gerakan-gerakan ringan sebelum beraktivitas juga termasuk pemanasan. Tujuannya, agar fisik lebih fleksibel saat bergerak, tidak kaku dan berfungsi dengan sempurna.

3. Lakukan Pertolongan pertama: Tidak jarang, meski telah berhati-hati dan melakukan beberapa pencegahan, nyeri atau cedera sendi bahu tidak terelakkan. Selain berkonsultasi ke dokter, upayakan pertolongan awal terlebih dahulu.

Segera istirahatkan sisi yang sakit. Jika sendi bahu terasa nyeri, jangan mengangkat beban menggunakan sisi tersebut. Istirahatkan selama beberapa hari hingga rasa sakit hilang. Kurangi aktivitas di daerah yang sakit. Kalau sudah membaik, perlahan latih kembali sisi tersebut agar tidak kaku.

Menurut neurologist Dr S Saunderajen SpS MSi Med, mengompres bagian yang terasa nyeri dengan air es selama 15 - 17 menit bisa membantu mengurangi rasa nyeri. Jangan menggunakan air panas, terutama di fase awal selama 2 - 3 hari.

Bila nyeri bahu disertai bengkak, berbaringlah sembari menggunakan bantal. Usahakan posisi tangan lebih tinggi dari jantung. Namun, kalau terjadi cedera yang lebih mengkhawatirkan, semisal dislokasi sendi bahu, pastikan agar sisi tersebut tidak bergerak, bisa dengan membebat tangan agar tidak terjadi pergeseran yang lebih parah, lalu segeralah dibawa ke rumah sakit atau dokter untuk penanganan lebih intensif.
00.25 | 0 komentar | Read More

spondyltosis

Written By iqbal_editing on Senin, 19 Desember 2016 | 20.25

Spondylosis, Waspadai Gejalanya, Cegah dari Sekarang!
19 Aug 2008

Spondylosis adalah sejenis penyakit rematik yang menyerang tulang belakang (spine osteoarthritis) yang disebabkan oleh proses degenerasi sehingga mengganggu fungsi dan struktur tulang belakang. Spondylosis dapat terjadi pada level leher (cervical), punggung tengah (thoracal), maupun punggung bawah (lumbal). Proses degenerasi dapat menyerang sendi antar ruas tulang belakang, tulang dan juga penyokongnya (ligament).
 
Gejala

Manifestasinya macam-macam. Bila degenerasi terjadi pada sendi antar ruas-ruas tulang belakang, maka dapat terjadi penipisan sendi dan ruas tulang merapat satu sama lain, sehingga tinggi badan bisa berkurang. Selain itu juga jaringan yang terdapat di dalam sendi antar ruas tersebut bisa menonjol ke luar yang disebut hernia discus. Bila terjadi seperti ini maka penderita spondylosis akan merasa nyeri di punggungnya akibat penekanan struktur tersebut ke jaringan sekitarnya. Selain itu hernia discus juga dapat menekan ke dalam sumsum tulang belakang sehingga menimbulkan gangguan saraf baik motorik, sensorik, maupun otonom sehingga bisa saja bermanifestasi menjadi kelumpuhan, gangguan sensori seperti kesemutan dan mati rasa, dan gangguan otonom seperti gangguan berkeringat, gangguan buang air besar maupun kecil.

Bukan hanya itu saja, proses degenerasi bisa menimbulkan penipisan rawan sendi dan penonjolan tulang yang disebut osteophyte atau awam biasa menyebutnya pengapuran. Akibatnya otot dan jaringan penunjang sekitarnya dapat teriritasi oleh tonjolan tulang tersebut dan penderita akan merasakan nyeri dan kaku.

Pemeriksaan

Apabila menemukan gejala tersebut dokter biasanya menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik seperti nyeri tekan dan jangkauan gerak. Setelah itu apabila dianggap perlu, dokter akan menyarankan penderita melakukan berbagai pemeriksaan misalnya X-ray, CT-scan atau MRI.
 
Terapi

Penanganan bervariasi tergantung penilaian dokter akan kondisi dan gejala pasiennya. Secara umum ada penanganan bedah dan non-bedah. Penanganan bedah baru disarankan apabila penderita menampilkan gejala gangguan neurologis yang mengganggu kualitas hidup penderita. Selain itu dokter juga memperhatikan riwayat kesehatan umum pasien dalam menyarankan tindakan bedah. Apabila tidak perlu, maka dokter akan menyarankan penanganan non bedah yang meliputi pemberian obat antiradang (NSAID), analgesik, dan obat pelemas otot. Selain itu apabila perlu dokter dapat menganjurkan pemasangan alat bantu seperti cervical collar yang tujuannya untuk meregangkan dan menstabilkan posisi. Fisioterapi berupa pemberian panas dan stimulasi listrik juga dapat membantu melemaskan otot. Dan yang tak kalah pentingnya adalah exercise. Dengan exercise maka otot-otot yang lemah dapat diperkuat, lebih lentur dan memperluas jangkauan gerak.
 
Penyebab

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan pada seseorang terjadi proses degenerasi pada sendi tersebut sedangkan orang lain tidak. Tapi ada beberapa faktor resiko yang dapat memperberat atau mencetuskan penyakit ini. Faktor usia dan jenis kelamin salah satunya, semakin tua semakin banyak penderita spondylosis. Dari temuan radiografik (Holt, 1966) kejadiannya 13% pada pria usia 30-an, dan 100% pada pria usia 70-an. Sedangkan pada wanita umur 40-an 5% dan umur 70-an 96%. Faktor lain yang turut meningkatkan kejadian spondylosis adalah faktor trauma, ’wear and tear’ alias pengausan, dan genetik. Perlu diingat bahwa tulang punggung adalah penahan berat, jadi tentunya berhubungan dengan pekerjaan dan obesitas. Misalnya orang yang mempunyai pekerjaan sering mengangkat beban berat maka kecenderungan terkena spondylosis lebih tinggi, dan orang yang gemuk dengan sendirinya juga memberi beban lebih pada sendi di ruas tulang punggung sehingga meningkatkan kemungkinan terkena spondylosis. Merokok juga dilaporkan merupakan faktor resiko penyakit ini.
 
Pencegahan
Mengingat beratnya gejala penyakit ini dan kita tidak pernah tahu seberapa cepat proses degenerasi terjadi pada tulang punggung kita, maka ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dari sekarang untuk mengurangi resiko terjadinya spondylosis. Data ini diambil dari website Mayo Clinic.
  1. Hindari aktivitas dengan benturan tinggi (high impact), misalnya berlari. Pilih jenis olah raga yang lebih lembut dan mengandalkan peregangan dan kelenturan.
  2. Lakukan exercise leher dan punggung yang dapat meningkatkan kekuatan otot, kelenturan, dan jangkauan gerak.
  3. Jangan melakukan aktivitas dalam posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Beristirahatlah sering-sering. Misalnya waktu menonton TV, bekerja di depan komputer, ataupun mengemudi.
  4. Pertahankan postur yang baik. Duduklah yang tegak. Jangan bertumpu pada satu kaki bila berdiri. Jangan membungkuk bila hendak mengangkat barang berat lebih baik tekuk tungkai dan tetap tegak.
  5. Lindungi diri dengan sabuk pengaman saat berkendara. Hal ini membantu mencegah terjadinya cedera bila ada trauma.
  6. Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya
20.25 | 0 komentar | Read More

berkurangnya cairan pada sendi

Written By iqbal_editing on Sabtu, 10 Desember 2016 | 08.42

Apa dampaknya bila cairan pelumas sendi berkurang?
Sendi akan sulit digerakkan akibat gesekan yang ditimbulkan antar kedua tulang yang membentuk sendi tersebut. Apabila disertai dengan adanya kerusakan tulang rawan sendi (pecah dan terkikis) akibat peradangan atau trauma, akan timbul rasa nyeri yang hebat.
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut?
Salah satu terapi non operatif yang menjadi pilhan saat ini adalah “Injeksi Pelumas Sendi”.
Apakah Injeksi Pelumas Sendi itu?
“Injeksi Pelumas Sendi” adalah salah satu terapi yang bersifat non operatif untuk mengatasi kelainan sendi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan sendi dan lainnya
Terapi ini dilakukan dengan menyuntikan sebuah zat yang berfungsi sebagai pelumas yaitu zat Hyaluronic acid. Secara normal, tubuh akan memproduksi sendiri zat pelumas tersebut, namun dengan adanya kerusakan sendi contoh seperti pada OA, maka jumlah zat yang diproduksi tidak mencukupi untuk menjaga elastisitas sendi tersebut.
Apakah Fungsi Hyaluronic Acid Injeksi?
•    Menjaga elastisitas sendi, sehingga dengan penambahan zat ini, diharapkan elastisitas sendi yang berkurang akibat kerusakan sendi dapat teratasi.
•    Sebagai Shock Absorber, yang akan melindungi sendi dari trauma berlebih
•    Memiliki efek anti inflamasi dan anti radikal bebas, sehingga membantu proses penyembuhan
•    Memperbaiki nutrisi pada sendi
•    Merangsang pembentukan cairan sendi oleh tubuh secara alami (merangsang pembentukan Hyaluronan atau Hyaluronic acid endogen).
Injeksi pelumas sendi akan mengurangi tingkat keparahan kerusakan sendi yang terjadi dan mengurangi keluhan nyeri sehingga penderita dapat beraktifitas kembali dengan optimal.
Amankah Injeksi Pelumas Sendi ini?
•    Sangat aman, karena merupakan terapi lokal, yaitu langsung diberikan pada sendinya dan tidak memiliki efek sistemik
•    Injeksi pelumas sendi bukan steroid atau anti inflamasi steroid, sehingga aman diberikan sampai beberapa kali dan tidak menimbulkan ketergantungan dan efek samping steroid (pengeroposan tulang)
•    Efek samping sangat ringan, dan akan hilang dalam beberapa hari, seperti nyeri pada tempat suntikan, terasa ada sesuatu yang mengganjal pada sendi dan sedikit pembengkakan akibat jumlah cairan sendi yang berlebih.
Pemberian injeksi ini dapat diulang beberapa kali sesuai dengan jenis zat yang diberikan (Berat molekul rendah dan berat molekul tinggi)
Injeksi pelumas sendi dengan USG
Pada kondisi-kondisi apa saja dapat diberikan injeksi pelumas?
  Injeksi pelumas sendi dapat diberikan kepada semua penderita OA selama tidak ada kontraindikasi seperti: infeksi, reaksi alergi terhadap hyaluronic acid atau  komponennya.
. Indikasi pemberian injeksi pelumas sendi  bukan berdasarkan hanya dari derajat  beratnya penyakit yang dilihat dari
  pemeriksaan foto rontgen tetapi juga harus dilihat secara klinis melalui pemeriksaan fisik oleh dokter.
Pada sendi mana saja yang dapat diberikan injeksi ini?
Pada prinsipnya semua sendi bisa diberikan injeksi pelumas sendi, seperti sendi bahu, lutut, tangan dan panggul. Saat ini efektifitas yang telah tebukti dari berbagai penelitian injeksi pelumas sendi adalah untuk sendi lutut.
 
08.42 | 0 komentar | Read More

saktrolitis

Written By iqbal_editing on Selasa, 06 Desember 2016 | 05.26

Ada banyak kondisi medis yang menyebabkan peradangan sendi yang mengakibatkan rasa sakit pada sendi yang terkena. Ketika peradangan ini terjadi pada sendi sacroiliac, maka kondisi ini dikenal dengan istilah sakroilitis. Pada artikel ini, akan dibahas secara mendasar tentang sakroilitis, mulai dari gejala, penyebab dan cara pengobatan.

Sakroilitis adalah sebuah kondisi di mana salah satu atau kedua sendi sacroiliac mengalami peradangan. sendi  sacroliak ini terletak pada kedua sisi bawah tulang belakang (sakrum) dan menghubungkan tulang punggung bagian bawah ke panggul. Sakroilitis dapat terjadi karena beberapa alasan termasuk luka trauma, arthritis umum (osteoarthritis), arthritis tulang belakang (ankylosing spondylitis), kehamilan dan infeksi. Sakroilitis umumnya dirasakan sebagai nyeri punggung atau bokong.

Gejala Penyakit Sakroilitis

Gejala yang paling umum dari adanya Sakroilitis adanya rasa nyeri di punggung bawah dan pantat, yang dapat meluas ke kaki, pinggul, paha dan kaki. Rasa sakit dapat diperburuk oleh lama duduk atau berdiri, berguling di tempat tidur, naik tangga, mengambil langkah panjang, berjalan, atau menempatkan berat badan Anda ke salah satu kaki. Anda juga mungkin mengalami kekakuan di punggung dan pinggul, terutama setelah tidur atau jangka waktu yang lama duduk. Selain itu, sacroiliitis dapat menyebabkan demam.

Penyebab Penyakit Sakroilitis

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya sakorilitis, salah satunya adalah trauma cedera yang diakibatkan oleh beberapa kecelakaan seperti jatuh dari motor atau jatuh dari pohon. Selain itu, hal ini juga dapat terjadi karena adanya radang sendi (osteoarthritis) yang dapat terjadi pada sendi scroiliak. Kondisi ini juga dapat terjadi karena seseorang sedang dalam masa kehamilan, karena meregangnya sendi sakroiliak. Penyebab sakroilitis juga dapat diakibatkan oleh infeksi .

Pengobatan Penyakit Sakroilitis

Hal utama yang dilakukan untuk mengatasi sakroilitis adalah menghentikan peradangan yang terjadi. Hal ini bisa dilakukan dengan mengkompres bagian yang mengalami peradangan dengan air es atau air panas. Beberapa obat medis seperti asetamenofen atau ibuprofen  dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit. Obat relaksan otot seperti Flekseril dapat diberikan untuk mengurangi kejang otot yang dapat menyakitkan. Jika seseorang terindikasi memiliki kondisi semacam ini, sebaiknya segera diobati. Karena jika terlambat mendapatkan pengobatan, makan akan mnyebabkan peradangan yang lebih besar yang dikenal dengan ankylosing spondylitis.
05.26 | 0 komentar | Read More

Mengetahui penyakit dari jari kaki 2

Written By iqbal_editing on Sabtu, 03 Desember 2016 | 03.31

  1. yeri pada sendi jari kaki
    Apa artinya?
    Nyeri pada sendi-sendi jari kaki dapat merupakan pertanda Artritis Reumatoid. Nyeri sendi ini dapat terjadi pada sendi jari kaki dan tangan.
    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Artritis Reumatoid, Anda dapat membaca artikel : Apa Itu Penyakit Artritis Reumatoid?
    Petunjuk lain:
    Timbul rasa kaku dan bengkak biasanya muncul bersamaan ketika rasa sakit/nyeri sendi muncul. Nyeri yang timbul cenderung simetris, misalnya terjadi secara bersamaan di kedua jempol kaki atau di kedua jari telunjuk (tangan).
    Apa yang harus dilakukan?
    Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda mencurigai bahwa Anda mengalami Artritis Reumatoid. Pengobatan penyakit ini seringkali terlambat. Pasien biasanya baru memeriksakan diri ke dokter setelah keluhannya semakin parah. Perlu diketahui bahwa pada kasus yang cukup parah, penyakit Artritis Reumatoid (AR) dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Beberapa pengobatan dan terapi dapat mengurangi rasa sakit, dan diagnosa dini dapat mencegah terjadinya kecacatan dan kelumpuhan.
  2. Terdapat lubang-lubang kecil pada kuku kaki Apa artinya?
    Ada kemungkinan mengalami psoriasis, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan timbulnya lesi kemerahan disertai sisik. Hampir setengah dari penderita psoriasis memiliki ciri yaitu terdapat lubang-lubang kecil pada kuku kaki dan tangannya. Lubang-lubang kecil tersebut cukup bervariasi, bisa agak tipis atau dalam.
    Petunjuk lain:
    Kuku kaki menebal, dapat juga berubah kekuningan atau kecoklatan. Buku jari yang terdekat dengan kuku juga cenderung kering, merah, dan meradang.
    Apa yang harus dilakukan?
    Segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah memang benar terdapat penyakit psoriasis. Pemeriksaan yang dilakukan sejak dini memungkinkan penyakit tersebut bisa segera diobati sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
  3. Kaki tidak bisa diangkat dan sulit untuk berjinjit Apa artinya?
    Kesulitan untuk mengangkat kaki dan berjinjit dapat merupakan pertanda adanya gangguan/kerusakan pada otot dan saraf pada kaki. Selain itu, bila Anda menjalani kemoterapi, obat-obatan kemoterapi juga dapat menjadi penyebab mengapa Anda kesulitan mengangkat kaki dan berjinjit.
    Petunjuk lain:
    Mungkin juga timbul rasa sakit dan mati rasa. Kadang-kadang, nyeri juga dirasakan pada kaki bagian atas atau tulang punggung bagian bawah. Dalam banyak kasus, kaki juga bisa sangat lemah sehingga tidak bisa digunakan untuk berjalan.
    Apa yang harus dilakukan?
    Periksakan ke dokter, karena gangguan ini bisa permanen, tergantung pada penyebab dan perawatannya.
  4. Kulit kaki kering dan terkelupas Apa artinya?
    Dapat merupakan tanda adanya infeksi jamur pada kulit kaki. Infeksi tersebut membuat kulit kaki menjadi kering, gatal, kemudian lecet, meradang, dan terkelupas. Infeksi ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
    Petunjuk lain:
    Infeksi jamur ini biasanya muncul di antara sela-sela jari kaki. Bisa menimbulkan rasa yang sangat gatal sekaligus bau yang kurang sedap. Infeksi juga bisa muncul di bagian tubuh lain, karena ikut menyebar akibat digaruk.
    Apa yang harus dilakukan?
    Untuk kasus yang tidak terlalu berat bisa diatasi dan diobati sendiri dengan salep atau obat khusus antijamur. Biasakan untuk sering membasuh kaki, kemudian keringkan kaki secara menyeluruh. Jangan pernah membiarkan kaki dalam keadaan lembab karena dapat menjadi tempat subur bagi tumbuh kembang jamur. Jika dalam dua minggu tidak ada perbaikan, atau bahkan menjadi semakin parah, segeralah periksakan ke dokter.
  5. Terjadi perubahan warna pada kaki Apa artinya? Hal tersebut dapat merupakan pertanda adanya penyakit Raynaud. Penyakit Raynaud atau biasa juga dikenal dengan istilah fenomena Raynaud merupakan gangguan langka pada pembuluh darah (biasanya pembuluh darah pada jari kaki dan tangan), dimana terjadi penyempitan tiba-tiba pada pembuluh darah arteri yang disebut vasospasms. Penyempitan arteri tersebut terutama terjadi ketika si penderita mengalami stres atau sedang sakit. Ketika hal itu terjadi, darah tidak bisa sampai ke permukaan kulit, sehingga daerah yang terkena (daerah dimana terjadi penyempitan pembuluh darah) mengalami perubahan warna menjadi putih dan biru. Ketika pembuluh darah kembali ke kondisi normal, aliran darah menjadi semakin lancar dan kulit menjadi merah dan kembali ke warna semula. Dalam kasus yang cukup berat, kurangnya pasokan darah akibat menyempitnya pembuluh darah dapat menyebabkan timbulnya luka atau kematian jaringan. Penyebab pasti dari penyakit ini masih belum jelas diketahui.
    Petunjuk lain:
    Selain jari-jari kaki dan tangan, area lain yang juga sering terkena penyakit ini adalah hidung, bibir, dan telinga. Bagian kulit yang terkena akan terasa kaku. Wanita dan orang-orang yang tinggal di daerah dingin lebih sering terkena penyakit Raynaud tersebut. Penyakit ini biasanya muncul pada usia 30 tahun ke atas.
    Apa yang harus dilakukan?
    Ada hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri. Saat penyakit ini menyerang, segera rendam tangan dalam air hangat, pada saat cuaca dingin jagalah agar tangan dan kaki selalu hangat, dan hindari pemicunya seperti stres dan beberapa jenis obat tertentu.
    Untuk pengobatan penyakit ini, segera periksakan ke dokter. Penyakit Raynaud biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya, tetapi tidak berbahaya. Pada sebagian kecil orang, Raynaud adalah tanda penyakit autoimun yang bisa diobati. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan obat yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan meringankan keluhan yang dirasakan.
  6. Telapak kaki terasa amat sakit saat berjalan Apa artinya?
    Hal tersebut dapat merupakan tanda terjadi fraktur (patah tulang) pada kaki. Rasa sakit ini dapat dirasakan pada seluruh bagian telapak kaki. Rasa sakit ini dapat muncul berulang-ulang. Penyebabnya bisa karena pernah terjadi cedera pada kaki akibat terjatuh atau karena hal lain. Bisa juga disebabkan karena kurangnya kepadatan tulang (osteoporosis) akibat kekurangan kalsium -terutama terjadi pada perempuan yang berumur lebih dari 50 tahun-, atau karena kasus malnutrisi lainnya, termasuk kekurangan vitamin D, terjadi masalah pada penyerapan kalsium, atau karena anoreksia.
    Petunjuk lain:
    Kaki terasa sangat sakit terutama bila digunakan untuk berjalan. Meskipun begitu, Anda masih bisa berjalan.
    Apa yang harus dilakukan?
    Periksakan ke dokter tentang semua sakit yang dirasakan
  7. Terdapat benjolan pada ujung jempol kaki Apa artinya?
    Dapat merupakan pertanda ada masalah paru-paru, termasuk fibrosis dan kanker paru-paru. Penyakit jantung dan gangguan pada perut juga bisa terjadi.
    Petunjuk lain:
    Tak hanya jempol kaki, jari-jari kaki lainnya juga dapat mengalami benjolan.
    Apa yang harus dilakukan?
    Perawatan bergantung pada penyebab, jadi laporkan gejala serius ini kepada dokter.
  8. Rasa Sakit dan linu pada Tumit Apa artinya?
    Kemungkinan terjadi peradangan jaringan ikat pada kaki. Selain itu, nyeri dan linu pada tumit juga bisa disebabkan karena Artritis, olahraga berlebihan, dan penggunaan sepatu (alas kaki) yang buruk (tidak nyaman). Kemungkinan lainnya juga bisa disebabkan karena adanya infeksi tulang, tumor, atau fraktur (patah tulang).
    Petunjuk Lain:
    Rasa sakit muncul ketika Anda menapakkan kaki di pagi hari dan dapat bertambah parah sepanjang hari. Rasa sakit biasanya terpusat di tumit namun dapat juga dirasakan pada bagian kaki lainnya. Rasa sakit dan linu semakin terasa ketika kaki digunakan untuk berlari dan melompat. Selain itu, keluhan nyeri dan linu juga bertambah parah bila penderita tidak menggunakan alas kaki atau hanya menggunakan alas kaki tipis (sandal jepit) saat berjalan, berlari, atau melompat.
    Apa yang harus dilakukan?
    Hentikan penggunaan alas kaki (sepatu atau sandal) yang tidak nyaman di kaki. Bila selama ini Anda adalah pengguna High Heels atau sepatu bertumit tinggi, ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan penggunaan high heels tersebut. Penggunaan sandal yang terlalu tipis (seperti sandal jepit) sebaiknya juga dikurangi.
    Jika rasa sakit muncul lebih dari beberapa minggu dan terasa semakin buruk (semakin parah), segera periksakan ke dokter. Pastikan untuk meminta saran dalam menggunakan alas kaki yang tepat selama perawatan.
  9. Kaki bengkak Apa artinya?
    Kaki bengkak umum terjadi pada wanita yang sedang hamil, dan bukan merupakan pertanda adanya penyakit yang serius. Namun, bila Anda tidak sedang hamil, penyebab kaki bengkak mungkin disebabkan karena sirkulasi (peredaran darah) yang buruk (kurang lancar), adanya masalah pada sistem limfatik, atau terjadi pembekuan darah.
    Petunjuk lain:
    Penyebab lainnya juga dapat karena adanya gangguan ginjal atau kurang aktifnya kelenjar tiroid.
    Apa yang harus dilakukan?
    Keluhan kaki bengkak dapat diringankan dengan cara meluruskan kaki atau mengangkat kaki ke atas. Namun, jika bengkak di kaki terjadi secara terus-menerus, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
03.31 | 0 komentar | Read More

mengetahui penyakit dari jari dan kaki 1


Mendeteksi 17 Gangguan dan Penyakit Lewat Kaki

informasitips.com – Rabalah telapak kaki Anda, periksa dan perhatikan keluhan yang dirasakan pada kaki Anda. Dari kaki Anda, Anda bisa tahu seperti apa kondisi kesehatan Anda. Anda dapat mendeteksi penyakit apapun mulai dari diabetes hingga penyakit kekurangan gizi/nutrisi hanya dengan memeriksa kaki. Kaki bawah bagian kiri dan kanan menyediakan banyak data yang lengkap. Kedua kaki tersebut mengandung seperempat dari jumlah tulang di seluruh tubuh Anda, dan setiap kaki juga memiliki 33 sendi, 100 tendon, otot, dan ligamen, serta saraf dan pembuluh darah yang tak terhitung jumlahnya yang terhubung ke jantung, tulang belakang, dan otak.
Berikut 17 kondisi kesehatan yang bisa diketahui dari kondisi kaki:

  1. Kuku kaki dengan bentuk agak sedikit masuk ke dalam, lekukan berbentuk sendok Apa artinya?
    Hal tersebut dapat merupakan tanda anemia. Anemia (kekurangan zat besi) dapat menyebabkan bentuk kuku menjadi agak melengkung seperti sendok hingga ke pangkal kuku. Hal ini disebabkan karena kurangnya jumlah hemoglobin, protein yang kaya zat besi dalam sel darah yang mengangkut oksigen. Kemungkinan lainnya adalah dapat juga karena adanya penyakit paru-paru, jantung, hati, gangguan pencernaan, atau infeksi tertentu
    Deteksi penyakit lewat kaki
    Petunjuk lain:
    Jari kaki, kulit dan kuku juga terlihat pucat. Kuku juga bisa rapuh, dan kaki mungkin merasa dingin. Selain dari kaki, anemia juga dapat terlihat dari beberapa tanda seperti sering mengalami kelelahan, sesak napas, pusing saat berdiri, dan sakit kepala.
    Apa yang harus dilakukan?
    Lakukan pengecekan jumlah sel darah merah untuk memastikan dan mendiagnosa anemia. Bila memang positif mengalami anemia, atasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi, makan makanan yang kaya zat besi dan vitamin C, yaitu vitamin yang mampu mempercepat penyerapan zat besi. Pemeriksaan ke dokter juga dapat memastikan apakah Anda memang memiliki gangguan pada paru-paru, jantung, hati, gangguan pencernaan, atau infeksi tertentu.
  2. Sama sekali tidak ada bulu/rambut halus pada jari-jari kaki Apa artinya?
    Hal tersebut menandakan sirkulasi darah yang kurang baik (kurang lancar). Perlu diketahui bahwa pertumbuhan rambut sangat bergantung pada suplai zat yang dibawa dalam sirkulasi darah. Bila sirkulasi (peredaran darah) buruk, maka suplai zat-zat penting yang diperlukan rambut akan terhambat sehingga pertumbuhan rambut juga akan terhambat. Selain itu, dari kondisi tersebut dapat pula dilihat apakah ada gangguan fungsi pada jantung, dimana jantung tidak dapat bekerja dengan baik dalam memompa darah ke kaki sehingga membuat rambut/bulu pada kaki menjadi rontok.
    Petunjuk lain:
    Sirkulasi darah yang buruk membuat suplai darah ke kaki juga menjadi berkurang, sehingga menimbulkan kesulitan untuk merasakan denyut nadi di kaki. Untuk meraba denyut nadi di kaki, coba periksa bagian atas kaki atau bagian dalam pergelangan kaki. Selain itu, petunjuk lainnya adalah coba perhatikan ketika Anda berdiri, kaki Anda mungkin saja menjadi kemerahan atau bahkan kehitam-hitaman, namun bila tiba-tiba diangkat kaki terlihat pucat.
    Apa yang harus dilakukan?
    Segeralah periksa ke dokter untuk memastikan apakah memang terdapat masalah pada jantung Anda. Kondisi kaki seperti yang telah disebutkan di atas hanya merupakan petunjuk awal adanya suatu masalah pada kondisi kesehatan jantung dan peredaran darah di tubuh Anda. Untuk memastikannya, tentu saja Anda perlu memeriksakannya melalui pemeriksaan medis.
  3. Kaki sering kram dan kesemutan Apa artinya?
    Penyebab kram dan kesemutan pada kaki bisa karena berbagai macam hal. Namun, bila kram dan kesemutan pada kaki sangat sering terjadi, hal tersebut dapat menandakan bahwa peredaran darah tidak lancar, terjadi dehidrasi, atau ketidakseimbangan kalium, magnesium, kalsium, dan vitamin D dalam tubuh. Penyebab lainnya juga bisa karena terlalu banyak pekerjaan dan akibat kelelahan otot.
    Petunjuk lain:
    Kesemutan sering muncul, meskipun Anda hanya berbaring. Kesemutan bisa juga muncul pada bagian otot kaki, dan mungkin saja menjalar ke bagian otot lainnya. Rasa nyeri akibat kesemutan dapat berlangsung lama dan menetap.
    Apa yang harus dilakukan?
    Cobalah untuk memijat area yang sakit. Anda juga bisa merelaksasikan otot dengan mengompres kaki dengan kain dingin atau mengusapnya dengan alkohol. Untuk mencegah kram, selonjorkan kaki sebelum tidur. Kemudian minumlah segelas susu hangat, untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsiumnya.
  4. Sakit dan luka yang tidak sembuh-sembuh pada telapak kaki Apa artinya?
    Hal tersebut dapat merupakan pertanda diabetes. Peningkatan kadar glukosa darah dapat menyebabkan kerusakan saraf di kaki, mengganggu sirkulasi darah, dan menghambat proses penyembuhan luka, sehingga luka menjadi tidak sembuh-sembuh, bahkan meluas. Goresan kecil, luka ringan atau iritasi pada kaki sering kali tidak terasa (tidak diketahui) akibat rusaknya saraf di kaki. Bila tidak langsung diobati, luka-luka pada kaki dapat menyebabkan infeksi, makin melebar dan meluas, bahkan pada kasus yang cukup parah sampai perlu diamputasi.
    Petunjuk lain:
    Luka pada kaki selain tidak sembuh-sembuh juga dapat menimbulkan bau yang busuk (tidak sedap). Selain dari kaki, gejala diabetes lainnya yang bisa kita lihat adalah selalu merasa kehausan, sering buang air kecil, keseringan lelah, pandangan menjadi kabur, sering merasa kelaparan, dan terjadi penurunan berat badan secara drastis.
    Apa yang harus dilakukan?
    Rawat luka segera dan periksakan ke dokter untuk memastikan apakah memang ada penyakit diabetes. Penderita diabetes harus memerhatikan kaki mereka setiap hari, dan datanglah ke klinik kesehatan setiap tiga bulan.
  5. Kaki dingin Apa artinya?
    Kaki dingin dapat mengindikasikan adanya gangguan tiroid (hipotiroid). Wanita usia 40 tahun ke atas yang sering mengalami kaki dingin biasanya memiliki masalah gangguan fungsi tiroid, yaitu kelenjar yang mengatur suhu dan metabolisme tubuh. Selain kemungkinan adanya gangguan fungsi tiroid, kaki yang dingin juga dapat merupakan pertanda buruknya sirkulasi (peredaran) darah pada tubuh, anemia, dan terjadi kerusakan saraf di kaki akibat penyakit diabetes.
    Petunjuk lain:
    Gejala hipotiroid (gangguan fungsi tiroid) juga sering muncul dengan keluhan seperti kelelahan, depresi, naiknya berat badan, rambut rontok dan kulit kering
    Apa yang harus dilakukan?
    Anda dapat menggunakan kaus kaki tebal pada kaki untuk membantu menghangatkan kaki.
    Jika diperlukan, segeralah periksakan ke dokter. Bila setelah memeriksakan ke dokter ternyata memang terdapat masalah pada kelenjar tiroid, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan tertentu yang memang diperuntukkan untuk mengatasi gangguan hipotiroid.
  6. Kuku kaki yang tebal, kuning, dan terlihat sangat buruk Apa artinya?
    Hal tersebut dapat merupakan pertanda terjadinya infeksi jamur pada kaki, yang dapat menjalar sampai ke bawah permukaan kuku. Infeksi ini juga dapat menimbulkan rasa sakit yang bertahan cukup lama. Infeksi tersebut juga dapat semakin meningkat dan menyebar ke semua kuku kaki, hingga ke semua jari-jari kaki.
    Kuku kaki yang kuning dan menebal juga dapat merupakan pertanda adanya gangguan pada sistem limfatik, masalah paru-paru, psoriasis, atau Artritis Reumatoid.
    Petunjuk lain:
    Kuku mungkin juga menimbulkan bau busuk (tidak sedap) kemudian berubah menjadi kehitaman. Orang yang paling rentan terkena infeksi jamur pada kaki adalah para penderita diabetes, mereka yang memiliki masalah/gangguan pada sirkulasi darah, dan mereka yang mengalami Artritis Reumatoid. Kondisi ini juga relatif banyak terjadi pada orang tua, dan sering menyebabkan munculnya gangguan berjalan.
    Apa yang harus dilakukan?
    Anda dapat mengobat infeksi jamur pada kaki dengan menggunakan obat-obat khusus antijamur. Namun, pada kasus yang lebih serius lagi, alangkah lebih baik bila langsung diperiksakan ke dokter.
  7. Bengkak pada sendi jempol kaki Apa artinya?
    Hal tersebut dapat merupakan pertanda adanya penyakit gout (asam urat). Penyakit gout (asam urat) merupakan penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar asam urat dalam tubuh sehingga membentuk endapan kristal asam urat di dalam dan sekitar sendi yang disertai dengan peradangan dan nyeri yang cukup parah. Kristal asam urat tersebut dapat mengendap pada bagian kaki (terutama jempol kaki), sehingga membuat jempol kaki terlihat membengkak dan membesar.
    Petunjuk lain:
    Pada bagian yang bengkak, juga sering muncul warna kemerahan atau keunguan. Timbul rasa panas dan nyeri tak hanya pada seluruh bagian kaki, namun dapat juga menjalar ke lutut.
    Apa yang harus dilakukan?
    Periksakan ke dokter, lakukan pengobatan dengan obat-obatan anti-inflamasi dan kontrol konsumsi makanan yang dapat memicu asam urat. Kurangi konsumsi makanan jeroan dan makanan tinggi purin lainnya, seperti ikan tuna, makarel, sarden, ikan teri, otak, kerang, udang, kepiting, melinjo (emping), jamur kuping, dan lain-lain.
  8. Mati rasa di kedua kaki Apa artinya?
    Mati rasa pada kaki dapat merupakan tanda utama terjadinya kerusakan sistem saraf perifer (neuropati perifer). Kerusakan sistem saraf perifer dapat terjadi karena beberapa hal, namun yang paling sering adalah akibat diabetes dan kecanduan alkohol. Penyebab umum lainnya adalah kemoterapi.
    Petunjuk lain:
    Rasa terbakar, kesemutan dapat juga muncul dan secara bertahap bisa menyebar ke lengan. Sensasi seperti rasa terbakar pada kaki juga dapat merupakan tanda kurangnya vitamin B, penyakit ginjal kronis, sirkulasi yang buruk pada kaki, dan hipotiroidisme.
    Apa yang harus dilakukan?
    Periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Penggunaan obat antidepresan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri yang muncul.
03.28 | 0 komentar | Read More
 
berita unik