Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label bedah mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedah mulut. Tampilkan semua postingan

bibir dan langit sumbing

Written By iqbal_editing on Sabtu, 26 November 2016 | 07.17


Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing?

Bibir sumbing dan langit mulut sumbing adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang meliputi “celah” pada wajah pasien, yang dikenal secara teknis sebagai celah orofasial. Pasien dapat menderita bibir sumbing atau langit mulut sumbing, atau keduanya pada saat yang bersamaan. Pada kasus bibir sumbing, pasien memiliki celah yang jelas terlihat pada bibir atasnya, yang dapat berlanjut sampai ke hidungnya. Berapapun jumlah atau di manapun letak celah di bibir atas – pasien dapat memiliki satu celah pada salah satu sisi bibir atau tepat di tengah bibir, atau memiliki dua celah pada kedua sisi – kondisi ini masih tetap dikenal sebagai bibir sumbing.
Sedangkan langit mulut sumbing tidak dapat langsung terlihat dengan melihat pasien saat mulutnya tertutup. Pada bagian atas mulut pasien terdapat celah yang langsung mengarah ke hidungnya. Bibir dan langit mulut sumbing meliputi celah pada bibir atas dan langit-langit mulut yang terjadi pada saat yang bersamaan. Pasien bisa saja hanya menderita salah satu dari kedua kondisi ini, atau keduanya. Hal ini dapat terjadi karena langit-langit mulut dan bibir dari seorang janin tumbuh secara terpisah. Kedua kondisi dikenal sebagai kelainan bawaan, dan dalam sebagian besar kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Jenis penyakit ini dapat menyebabkan banyak masalah bagi bayi serta orangtuanya, seperti kesulitan makan dan berbicara. Beberapa pasien juga mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga yang sering muncul.
Satu dari 700 bayi yang lahir setiap tahunnya menderita bibir sumbing dan langit mulut sumbing, dan penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak bayi Amerika Asli, Latin, atau Asia yang dilahirkan dengan kelainan ini. Ada lebih banyak bayi laki-laki yang terkena bibir sumbing sedangkan bayi perempuan cenderung memiliki celah pada langit-langit mulut tanpa celah pada bibir yang lebih terlihat.
Pengobatan utama untuk penyakit ini adalah operasi, yang harus dilakukan saat pasien masih berusia muda.

Penyebab Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Sebagian besar kasus bibir sumbing dan langit mulut sumbing penyebabnya tidak diketahui, yang berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Celah pada bibir dan langit-langit mulut janin dapat didiagnosis sejak dini saat kehamilan, namun kondisi ini tidak dapat disembuhkan saat janin masih berada di dalam kandungan.
Penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik. Tumbuhnya wajah janin di dalam kandungan dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan, sehingga besar kemungkinan terjadi kelainan pada fitur wajah. Apabila jaringan dari kedua sisi bibir dan pipi tidak bertemu di tengah, maka akan menyebabkan timbulnya celah. Pada beberapa janin, bibir atas dapat bertemu dan menyatu, namun terdapat celah pada langit-langit mulut. Jaringan pada bibir atas dapat memiliki celah yang jelas terlihat tanpa kelainan apapun pada langit-langit mulut. Selain itu, kelainan dapat terjadi pada bibir atas dan langit-langit mulut.
Dalam beberapa studi, peneliti menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik – mereka menemukan bahwa bibir dan langit-langit sumbing menurun dalam keluarga, dengan adanya beberapa anak yang terkena kelainan ini apabila orangtua atau saudara dekat mereka juga memiliki kelainan ini. Para peneliti juga telah mengidentifikasi beberapa gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan bagian wajah.
Menurut beberapa penelitian genetik tentang celah pada tubuh, ada beberapa sindrom yang dapat menyebabkan kelainan wajah pada bayi. Sebagai contoh, Sindrom Stickler dapat menyebabkan bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut, serta rabun jauh dan nyeri sendi Sindrom Van der Woude dan Sindrom Loeys-Dietz juga merupakan penyebab genetik yang umum.
Faktor lingkungan juga dapat dianggap sebagai kemungkinan penyebab bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut. Hipoksia maternal, atau kekurangan oksigen pada beberapa bagian tubuh (atau seluruh bagian tubuh), dapat dikaitkan dengan kondisi ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan saat ibu sedang hamil juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan menjalani perawatan untuk tekanan darah tinggi Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap pestisida, beberapa bahan dari makanan yang dimakan ibu, konsumsi vitamin, obat antikonvulsan, penggunaan obat terlarang, paparan terhadap bahan kimia seperti timah, dan faktor serupa dapat mengganggu pertumbuhan fitur wajah janin yang normal.

Gejala Utama Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Bibir sumbing seringkali lebih terlihat dibandingkan langit mulut sumbing. Gejala utama dari bibir sumbing adalah celah atau sayatan pada bibir atas. Celah ini dapat ditemukan pada satu sisi dari bibir atas atau di bagian tengah, serta di kedua sisi bibir atas.
Sementara itu, celah pada langit-langit mulut kemungkinan tidak mudah ditemukan saat pemeriksaan rutin pada wajah anak. Gejalanya meliputi suara yang sengau (karena langit-langit mulut anak tidak sempurna sehingga tidak dapat mengucapkan kata dengan baik), tidak mampu menghirup atau menghembuskan udara, dan susu yang keluar dari hidung saat bayi menyusui.
Bayi yang memiliki celah pada langit-langit mulutnya juga lebih berisiko terkena infeksi telinga karena kondisi mereka menyebabkan kemungkinan terjadinya penimbunan cairan pada bagian tengah telinga.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ada banyak ahli medis yang dapat mengobati bibir sumbing atau celah pada langit-langit mulut. Dokter bedah plastik dapat mengevaluasi serta melakukan operasi untuk mengobati kondisi ini. Apabila bayi mengalami komplikasi pada telinga, dokter THT atau ahli audiologi dapat membantu.
Dokter bedah mulut, dokter gigi, dan dokter ahli ortodonti juga dapat membantu pengobatan pasien. Dokter bedah mulut memenuhi kualifikasi untuk mengubah posisi rahang atas untuk meningkatkan fungsi dan penampilan dari bagian wajah tersebut. Pada tahap akhir, seorang ahli terapi wicara dapat membantu memperbaiki cara berbicara pasien, apabila operasi dilakukan setelah anak dapat berbicara.

bing: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing?

Bibir sumbing dan langit mulut sumbing adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang meliputi “celah” pada wajah pasien, yang dikenal secara teknis sebagai celah orofasial. Pasien dapat menderita bibir sumbing atau langit mulut sumbing, atau keduanya pada saat yang bersamaan. Pada kasus bibir sumbing, pasien memiliki celah yang jelas terlihat pada bibir atasnya, yang dapat berlanjut sampai ke hidungnya. Berapapun jumlah atau di manapun letak celah di bibir atas – pasien dapat memiliki satu celah pada salah satu sisi bibir atau tepat di tengah bibir, atau memiliki dua celah pada kedua sisi – kondisi ini masih tetap dikenal sebagai bibir sumbing.
Sedangkan langit mulut sumbing tidak dapat langsung terlihat dengan melihat pasien saat mulutnya tertutup. Pada bagian atas mulut pasien terdapat celah yang langsung mengarah ke hidungnya. Bibir dan langit mulut sumbing meliputi celah pada bibir atas dan langit-langit mulut yang terjadi pada saat yang bersamaan. Pasien bisa saja hanya menderita salah satu dari kedua kondisi ini, atau keduanya. Hal ini dapat terjadi karena langit-langit mulut dan bibir dari seorang janin tumbuh secara terpisah. Kedua kondisi dikenal sebagai kelainan bawaan, dan dalam sebagian besar kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Jenis penyakit ini dapat menyebabkan banyak masalah bagi bayi serta orangtuanya, seperti kesulitan makan dan berbicara. Beberapa pasien juga mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga yang sering muncul.
Satu dari 700 bayi yang lahir setiap tahunnya menderita bibir sumbing dan langit mulut sumbing, dan penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak bayi Amerika Asli, Latin, atau Asia yang dilahirkan dengan kelainan ini. Ada lebih banyak bayi laki-laki yang terkena bibir sumbing sedangkan bayi perempuan cenderung memiliki celah pada langit-langit mulut tanpa celah pada bibir yang lebih terlihat.
Pengobatan utama untuk penyakit ini adalah operasi, yang harus dilakukan saat pasien masih berusia muda.

Penyebab Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Sebagian besar kasus bibir sumbing dan langit mulut sumbing penyebabnya tidak diketahui, yang berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Celah pada bibir dan langit-langit mulut janin dapat didiagnosis sejak dini saat kehamilan, namun kondisi ini tidak dapat disembuhkan saat janin masih berada di dalam kandungan.
Penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik. Tumbuhnya wajah janin di dalam kandungan dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan, sehingga besar kemungkinan terjadi kelainan pada fitur wajah. Apabila jaringan dari kedua sisi bibir dan pipi tidak bertemu di tengah, maka akan menyebabkan timbulnya celah. Pada beberapa janin, bibir atas dapat bertemu dan menyatu, namun terdapat celah pada langit-langit mulut. Jaringan pada bibir atas dapat memiliki celah yang jelas terlihat tanpa kelainan apapun pada langit-langit mulut. Selain itu, kelainan dapat terjadi pada bibir atas dan langit-langit mulut.
Dalam beberapa studi, peneliti menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik – mereka menemukan bahwa bibir dan langit-langit sumbing menurun dalam keluarga, dengan adanya beberapa anak yang terkena kelainan ini apabila orangtua atau saudara dekat mereka juga memiliki kelainan ini. Para peneliti juga telah mengidentifikasi beberapa gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan bagian wajah.
Menurut beberapa penelitian genetik tentang celah pada tubuh, ada beberapa sindrom yang dapat menyebabkan kelainan wajah pada bayi. Sebagai contoh, Sindrom Stickler dapat menyebabkan bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut, serta rabun jauh dan nyeri sendi Sindrom Van der Woude dan Sindrom Loeys-Dietz juga merupakan penyebab genetik yang umum.
Faktor lingkungan juga dapat dianggap sebagai kemungkinan penyebab bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut. Hipoksia maternal, atau kekurangan oksigen pada beberapa bagian tubuh (atau seluruh bagian tubuh), dapat dikaitkan dengan kondisi ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan saat ibu sedang hamil juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan menjalani perawatan untuk tekanan darah tinggi Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap pestisida, beberapa bahan dari makanan yang dimakan ibu, konsumsi vitamin, obat antikonvulsan, penggunaan obat terlarang, paparan terhadap bahan kimia seperti timah, dan faktor serupa dapat mengganggu pertumbuhan fitur wajah janin yang normal.

Gejala Utama Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Bibir sumbing seringkali lebih terlihat dibandingkan langit mulut sumbing. Gejala utama dari bibir sumbing adalah celah atau sayatan pada bibir atas. Celah ini dapat ditemukan pada satu sisi dari bibir atas atau di bagian tengah, serta di kedua sisi bibir atas.
Sementara itu, celah pada langit-langit mulut kemungkinan tidak mudah ditemukan saat pemeriksaan rutin pada wajah anak. Gejalanya meliputi suara yang sengau (karena langit-langit mulut anak tidak sempurna sehingga tidak dapat mengucapkan kata dengan baik), tidak mampu menghirup atau menghembuskan udara, dan susu yang keluar dari hidung saat bayi menyusui.
Bayi yang memiliki celah pada langit-langit mulutnya juga lebih berisiko terkena infeksi telinga karena kondisi mereka menyebabkan kemungkinan terjadinya penimbunan cairan pada bagian tengah telinga.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ada banyak ahli medis yang dapat mengobati bibir sumbing atau celah pada langit-langit mulut. Dokter bedah plastik dapat mengevaluasi serta melakukan operasi untuk mengobati kondisi ini. Apabila bayi mengalami komplikasi pada telinga, dokter THT atau ahli audiologi dapat membantu.
Dokter bedah mulut, dokter gigi, dan dokter ahli ortodonti juga dapat membantu pengobatan pasien. Dokter bedah mulut memenuhi kualifikasi untuk mengubah posisi rahang atas untuk meningkatkan fungsi dan penampilan dari bagian wajah tersebut. Pada tahap akhir, seorang ahli terapi wicara dapat membantu memperbaiki cara berbicara pasien, apabila operasi dilakukan setelah anak dapat berbicara.

Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing?

Bibir sumbing dan langit mulut sumbing adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang meliputi “celah” pada wajah pasien, yang dikenal secara teknis sebagai celah orofasial. Pasien dapat menderita bibir sumbing atau langit mulut sumbing, atau keduanya pada saat yang bersamaan. Pada kasus bibir sumbing, pasien memiliki celah yang jelas terlihat pada bibir atasnya, yang dapat berlanjut sampai ke hidungnya. Berapapun jumlah atau di manapun letak celah di bibir atas – pasien dapat memiliki satu celah pada salah satu sisi bibir atau tepat di tengah bibir, atau memiliki dua celah pada kedua sisi – kondisi ini masih tetap dikenal sebagai bibir sumbing.
Sedangkan langit mulut sumbing tidak dapat langsung terlihat dengan melihat pasien saat mulutnya tertutup. Pada bagian atas mulut pasien terdapat celah yang langsung mengarah ke hidungnya. Bibir dan langit mulut sumbing meliputi celah pada bibir atas dan langit-langit mulut yang terjadi pada saat yang bersamaan. Pasien bisa saja hanya menderita salah satu dari kedua kondisi ini, atau keduanya. Hal ini dapat terjadi karena langit-langit mulut dan bibir dari seorang janin tumbuh secara terpisah. Kedua kondisi dikenal sebagai kelainan bawaan, dan dalam sebagian besar kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Jenis penyakit ini dapat menyebabkan banyak masalah bagi bayi serta orangtuanya, seperti kesulitan makan dan berbicara. Beberapa pasien juga mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga yang sering muncul.
Satu dari 700 bayi yang lahir setiap tahunnya menderita bibir sumbing dan langit mulut sumbing, dan penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak bayi Amerika Asli, Latin, atau Asia yang dilahirkan dengan kelainan ini. Ada lebih banyak bayi laki-laki yang terkena bibir sumbing sedangkan bayi perempuan cenderung memiliki celah pada langit-langit mulut tanpa celah pada bibir yang lebih terlihat.
Pengobatan utama untuk penyakit ini adalah operasi, yang harus dilakukan saat pasien masih berusia muda.

Penyebab Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Sebagian besar kasus bibir sumbing dan langit mulut sumbing penyebabnya tidak diketahui, yang berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Celah pada bibir dan langit-langit mulut janin dapat didiagnosis sejak dini saat kehamilan, namun kondisi ini tidak dapat disembuhkan saat janin masih berada di dalam kandungan.
Penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik. Tumbuhnya wajah janin di dalam kandungan dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan, sehingga besar kemungkinan terjadi kelainan pada fitur wajah. Apabila jaringan dari kedua sisi bibir dan pipi tidak bertemu di tengah, maka akan menyebabkan timbulnya celah. Pada beberapa janin, bibir atas dapat bertemu dan menyatu, namun terdapat celah pada langit-langit mulut. Jaringan pada bibir atas dapat memiliki celah yang jelas terlihat tanpa kelainan apapun pada langit-langit mulut. Selain itu, kelainan dapat terjadi pada bibir atas dan langit-langit mulut.
Dalam beberapa studi, peneliti menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik – mereka menemukan bahwa bibir dan langit-langit sumbing menurun dalam keluarga, dengan adanya beberapa anak yang terkena kelainan ini apabila orangtua atau saudara dekat mereka juga memiliki kelainan ini. Para peneliti juga telah mengidentifikasi beberapa gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan bagian wajah.
Menurut beberapa penelitian genetik tentang celah pada tubuh, ada beberapa sindrom yang dapat menyebabkan kelainan wajah pada bayi. Sebagai contoh, Sindrom Stickler dapat menyebabkan bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut, serta rabun jauh dan nyeri sendi Sindrom Van der Woude dan Sindrom Loeys-Dietz juga merupakan penyebab genetik yang umum.
Faktor lingkungan juga dapat dianggap sebagai kemungkinan penyebab bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut. Hipoksia maternal, atau kekurangan oksigen pada beberapa bagian tubuh (atau seluruh bagian tubuh), dapat dikaitkan dengan kondisi ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan saat ibu sedang hamil juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan menjalani perawatan untuk tekanan darah tinggi Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap pestisida, beberapa bahan dari makanan yang dimakan ibu, konsumsi vitamin, obat antikonvulsan, penggunaan obat terlarang, paparan terhadap bahan kimia seperti timah, dan faktor serupa dapat mengganggu pertumbuhan fitur wajah janin yang normal.

Gejala Utama Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Bibir sumbing seringkali lebih terlihat dibandingkan langit mulut sumbing. Gejala utama dari bibir sumbing adalah celah atau sayatan pada bibir atas. Celah ini dapat ditemukan pada satu sisi dari bibir atas atau di bagian tengah, serta di kedua sisi bibir atas.
Sementara itu, celah pada langit-langit mulut kemungkinan tidak mudah ditemukan saat pemeriksaan rutin pada wajah anak. Gejalanya meliputi suara yang sengau (karena langit-langit mulut anak tidak sempurna sehingga tidak dapat mengucapkan kata dengan baik), tidak mampu menghirup atau menghembuskan udara, dan susu yang keluar dari hidung saat bayi menyusui.
Bayi yang memiliki celah pada langit-langit mulutnya juga lebih berisiko terkena infeksi telinga karena kondisi mereka menyebabkan kemungkinan terjadinya penimbunan cairan pada bagian tengah telinga.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ada banyak ahli medis yang dapat mengobati bibir sumbing atau celah pada langit-langit mulut. Dokter bedah plastik dapat mengevaluasi serta melakukan operasi untuk mengobati kondisi ini. Apabila bayi mengalami komplikasi pada telinga, dokter THT atau ahli audiologi dapat membantu.
Dokter bedah mulut, dokter gigi, dan dokter ahli ortodonti juga dapat membantu pengobatan pasien. Dokter bedah mulut memenuhi kualifikasi untuk mengubah posisi rahang atas untuk meningkatkan fungsi dan penampilan dari bagian wajah tersebut. Pada tahap akhir, seorang ahli terapi wicara dapat membantu memperbaiki cara berbicara pasien, apabila operasi dilakukan setelah anak dapat berbicara.
07.17 | 0 komentar | Read More

odontokmi


Definisi Menurut Archer: Odontektomi adalah pengambilan gigi dengan prosedur bedah dengan pengangkatan mukoperiosteal flap dan membuang tulang yang ada diatas gigi dan juga tulang disekitar akar bukal dengan chisel, bur, atau rongeurs. 

Sistem klasifikasi untuk impaksi gigi M3 maksila pada dasarnya sama dengan impaksi gigi M3 mandibula. Meskipun demikian beberapa perbedaan dan penambahan harus dibuat untuk menjadikannya lebih akurat dalam prosedur perawatan.

Berdasarkan angulasinya, tiga tipe impaksi untuk M3 maksila adalah (gbr. 9-39) :
  1. vertical impaksi 
  2. distoangular impaksi 
  3. mesioangular impaksi


Teknik Odontektomi Kedokteran Gigi

Vertikal impaksi terjadi pada hampir 63% kasus, distoangular impaksi terjadi 25%, mesioangular impaksi terjadi pada 12% kasus. Posisi yang lain namun terjadi hanya kurang dari 1% seperti : transverse, inverted, dan horizontal. Impaksi vertikal dan distoangular lebih mudah diekstraksi sementara mesioangular lebih sulit. Mesioangular impaksi lebih sulit karena tulang yang diatas gigi imnpaksi yang harus dibuang atau diekspansi terletak di posterior dari gigi (lebih sulit dibandingkan distoangular atau vertikal impaksi). 

Posisi M3 maksila dalam arah bukopalatal juga menentukan tingkat kesulitan ekstraksi. Kebanyakan M3 maksila menyudut ke bukal aspek dari alveolar prosesus, yang membuat tulang diatas area tersebut tipis dan menjadikannya mudah untuk diekstraksi atau diekspansi. Terkadang impaksi gigi M3 maksila menyudut ke aspek palatal dari prosesus alveolar. Hal ini membuat gigi lebih sulit untuk diekstraksi, karena sejumlah besar tulang harus dihilangkan untuk mendapatkan akses ke gigi. 

The Pell dan Gregory mengklasifikasikan impaksi berdasarkan hubungannya dengan oklusal plane menjadi A, B, dan C. (gbr 9-40). 
Kelas A  permukaan oklusal M3 sejajar dengan permukaan oklusal M2. 
Kelas B  permukaan oklusal dari M3 terletak diantara oklusal plane dan cervikal line M2. 
Kelas C  permukaan oklusal M3 dibawah cervikal line M2. 

Teknik Odontektomi Kedokteran Gigi


Faktor yang mempersulit ekstraksi gigi M3 maksila diantaranya adalah bentuk individual akar dari M3. akar yang fusi lebih mudah diekstraksi dibandingkan akar yang erratic (menyebar). Folikel yang mengelilingi gigi impaksi juga mempersulit ekstraksi. Jika folikel luas gigi lebih mudah diekstraksi dibandingkan jika polikel tipis atau idak ada. Densitas tulang juga mempersulit ekstraksi gigi M3. pasien muda lebih dense dan elastik. Hubungan dengan M2 juga mempengaruhi kesulitan ekstraksi gigi M3.

Faktor lain yang mempengaruhi kesulitan ekstraksi M3 maksila dibandingkan mandibula adalah kehadiran sinus maksilaris. Jika akar M3 berkontak dengan maksilari sinus, ekstraksi gigi M3 akan menghasilkan komplikasi sinus maksilari seperti sinusitis atau oroantral fistula. Terakhir, ekstraksi dari gigi M3 maksila dapat membuat tuberositas maksila menjadi fraktur.  


Klasifikasi Untuk Gigi Impaksi Mandibula

a. Menurut Winter (1926)
·Vertikal                       
·Horizontal                  
·Inverted                     
·Unusual                      
·Mesioangular
·Distoangular
·Buccoangular
·Linguoangular


b. Menurut  Pell & Gregory (1933)

Teknik Odontektomi Kedokteran Gigi

- Berdasarkan ruang antara ramus dan sisi distal M2 : à 3 klas
1.    Klas I à ruang cukup
2.    Klas II à ruang kurang
3.    Klas III à tdk ada ruang/M3 dalam ramus mandibula.

              - Berdasarkan relasi antara ramus mandibula dan molar kedua meliputi.
1. Posisi A à bagian tertinggi dari gigi terletak lebih tinggi atau sejajar dengan garis oklusal gigi M2.
2. Posisi B à bagian tertinggi dari gigi terletak diantara garis oklusal dan garis servikal gigi M2.
3. Posisi C à bagian tertinggi dari gigi terletak dibawah servikal line gigi M2.


c. Menurut Archer (1975) à Gabungan antara Winter dengan Pell & Gregory


Teknik Odontektomi Kedokteran Gigi


d. Menurut Wright (1985) à bentuk akar gigi

– Akar lurus terpisah atau fusi
– Akar bengkok ke distal/mesial
– Kombinasi


Impaksi Gigi Lainnya 
Setelah M3 mandibula dan maksila, gigi lain yang terkadang impaksi adalah Canine. Jika gigi terletak diatas dalam kelas B atau C dan menyudut ke labial aspek. Penanganannya dapat dilakukan dengan prosedur flap dan orthodontic appliances. Teknik flap yang digunakan adalah dengan insisi anterior, inferior, dan posterior mukosa. Kemudian flap diangkat dan diretraksi ke apical (apically repositioned flap). Tulang yang ada dibersihkan dengan chisel atau bur dan flap di posisikan ke apikal lalu dijahit. Setelah itu diberikan periodontal pack sampai proses healing terjadi. Setelah 7-10 hari orthodontist dapat melakukan pemasangan bracket pada gigi untuk menariknya kearah yang diinginkan. 



Langkah-langkah dasar dalam merencanakan prosedur operasi : 

1. Pelajari hasil rontgen foto
  • Tidak ada penajaman atau pemendekan gambar
  • Bentuk gigi
  • Jumlah serta lenkung akar
  • Letak / posisi gigi


2. Klasifikasi gigi impaksi
3. Pelajari posisi gigi impaksi secara klinis
4. Lakukan palpasi disekeliling daerah operasi


Prosedur Operasi : 

1. Rencanakan outline flap yang akan digunakan , sehingga setelah operasi nanti diharapkan terjadi penyembuhan yang baik

2. Tentukan bagaimana cara mengeluarkan gigi
  • Dengan pembelahan gigi
  • Hanya dengan pengangkatan tulang
  • Kombinasi pemngangkatan tulang dan pembelahan gigi


3. Perkirakan pembukaan tulang sehingga dapat memberikan ruangan yang cukup untuk mengeluarkan gigi impaksi

4. Rencanakan dengan metode yang logis dan instrumen yang tepat.


Komplikasi pada waktu operasi M3  
  • Perdarahan
  • Fraktur akar gigi M3
  • Kerusakan gigi M2
  • Fraktur mandibula
  • Fraktur tuberositas maksila

07.02 | 0 komentar | Read More

ganbarab mengenai bedah mulut

Bedah Mulut dan Maksilofasial: Pengertian dan Gambaran Umum

Apa Itu Bedah Mulut dan Maksilofasial

Bedah mulut dan maksilofasial adalah teknik bedah yang dilakukan pada mulut (oral) dan daerah maksilofasial (rahang, leher, dan wajah), dengan tujuan estetika atau medis dan keduanya. Meski diakui sebagai cabang kedokteran, bidang ini dianggap khusus dalam kedokteran gigi di Amerika Serikat dan negara-negara lain seperti Australia dan Kanada.
Spesialis yang melakukan jenis pembedahan ini disebut ahli bedah mulut dan maksilofasial. Pelatihan untuk profesi medis ini dimulai dengan empat tahun studi sarjana, diikuti empat tahun di kedokteran gigi atau ilmu kedokteran. Setelah lulus, mereka melanjutkan pelatihan dengan menjadi dokter muda di rumah sakit atau klinik gigi, yang bisa berlangsung paling lama lima tahun. Setelah itu, dapat memperoleh sertifikasi dengan melewati ujian.
Bidang pengobatan ini terhitung luas, mengakibatkan perlunya spesialisasi di beberapa area yang meliputi:
  • Koreksi deformitas wajah - Cacat bawaan, penyakit, dan cedera traumatis pada wajah, termasuk rahang, cacat. Diperlukan pembedahan, untuk mengembalikan penampilan normal wajah, atau membuatnya terlihat normal . Bedah kadang-kadang membantu pasien mendapatkan kembali fungsi bagian tubuh yang cedera.
  • Onkologi - Seorang ahli bedah juga dapat mengkhususkan diri dalam onkologi, yang berfokus pada pengobatan kanker. Dalam spesialisasi ini, dokter lebih banyak menangani tumor yang muncul di leher dan kepala, kelenjar ludah dan rahang. Sementara untuk kanker tenggorokan ditangani oleh spesialis lain, biasanya ahli bedah THT (telinga, hidung, tenggorokan).
  • Pengobatan Oral – Disebut juga sebagai kedokteran gigi atau stomatology, ini adalah spesialis gigi yang berhubungan dengan mulut dan bagian-bagian wajah yang dekat dengan itu, terutama yang ditemukan di bagian bawah wajah.
  • Bedah Trauma - Di bawah spesialisasi ini, ahli bedah fokus pada tindakan bedah yang dilakukan pada jaringan keras dan lunak di sekitar wajah yang telah rusak karena peristiwa traumatis seperti kecelakaan kendaraan, jatuh, atau bahkan kekerasan.
  • Bedah Kosmetik - Berdasarkan spesialisasi ini, ahli bedah melakukan tindakan bedah terutama untuk meningkatkan penampilan dari mulut, rahang, dan wajah. Meski pekerjaan dapat ditangani oleh ahli bedah kosmetik, namun ahli bedah mulut dan maksilofasial memiliki pelatihan lebih mendalam untuk menjalani bedah yang mempengaruhi mulut, bibir, atas dan bagian bawah wajah, dan rahang.

Kapan Harus Mendatangi Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial?

Pasien mungkin perlu mengunjungi ahli bedah maksilofasial mulut jika:
  • Telah dirujuk oleh dokter umum dan spesialis lainnya - Pasien yang menderita cacat wajah atau kondisi TMJ misalnya, biasanya akan diberi rujukan oleh dokter umum atau dokter gigi umum kepada ahli bedah mulut dan maksilofasial.
  • Mereka telah didiagnosa dengan kanker kepala dan leher - ahli bedah mulut dan maksilofasial dapat melakukan tindakan pembedahan untuk memotong tumor. Jika ada sel kanker yang tersisa, pasien melanjutkan perawatan lain seperti kemoterapi dan radioterapi.
  • Ada cacat di mulut dan wilayah maksilofasial - Tidak semua jenis cacat berbahaya atau mengurangi kualitas hidup. Tetapi banyak juga yang membahayakan, terutama jika cacat tidak diobati dalam jangka waktu lama. Misalnya, cedera atau dislokasi rahang yang dapat menghalangi mulut menggigit dan mengunyah dengan sempurna, yang kemudian mempengaruhi pencernaan seseorang. Bedah mulut dan maksilofasial dapat mengembalikan tampilan dan fungsi bagian tubuh serta meningkatkan rasa percaya diri pasien.
  • Pasien mengalami sakit - salah satu penyebab paling umum dari sakit yang ditangani oleh ahli bedah mulut dan maksilofasial adalah gangguan sendi temporomandibular, yang biasanya menyebabkan nyeri pada wajah yang dapat merambat ke arah bahu. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah pada telinga, seperti tinnitus (telinga berdenging) bahkan gangguan pendengaran.
  • Kebutuhan untuk menciptakan penopang yang tepat untuk mulut - Sangat penting bagi orang untuk memiliki gigitan yang baik. Namun penyakit yang mempengaruhi mulut dapat merusak fungsinya. Untuk memperbaiki, bedah mulut harus melakukan pemasangan perangkat seperti implan. Selanjutnya, untuk mendukung struktur mulut secara keseluruhan, pencangkokan tulang juga bisa dilakukan. Jenis tulang yang digunakan dan kerumitan operasi tergantung pada seberapa banyak tulang yang rusak atau telah hilang.
06.58 | 0 komentar | Read More
 
berita unik