Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan

Pesan Dokter Agar Pemakaian Lensa Kontak Tetap Aman bagi Mata

Written By iqbal_editing on Rabu, 13 September 2017 | 17.59

Softlens lensa kontak merupakan salah satu alat bantu melihat layakanya kacamata. Dalam penggunaannya softlens bersifat praktis karena hanya diletakan di kornea mata.

"Pada prinsipnya softlens memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemakaian kacamata. Sebab softlens menempel langsung pada mata," kata dr Zeiras Eka Djamal, SpM ketika dihubungi detikHealth baru-baru ini.

Karena hal itu, pengguna softlens diminta untuk selalu rajin menjaga kesehatan mata dan softlensnya. Misalnya dengan mencuci tangan sesaat sebelum dan sesudah menggunakan softlens.

"Kebersihan itu penting. Ada orang pakai softlens selama 10 tahun nggak kenapa-kenapa tapi ada orang dua minggu pakai softlens malah terinfeksi karena nggak rajin menjaga kesehatan mata," sambung dokter yang praktik di Jakarta Eye Center (JEC) ini.

Baca juga: Oran

Dihubungi terpisah, dr Endang Johani SpM dari RS Siloam Lippo Village Karawaci mengatakan pemakaian softlens untuk kebutuhan kondisi mata maupun keperluan kecantikan sah-sah saja. Namun, sama halnya dengan dr Zeiras bahwa ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

"Sebaiknya pastikan tangan steril, kuku tidak panjang, disiplin dan komitmen untuk merawat softlens sesuai aturan. Misalnya saat memakai, melepas, merendam dan meneteskan obat mata saat menggunakan lensa kontak," imbuh dr Endang.

dr Endang menjelaskan pada prinsipnya, softlens digunakan untuk pasien yang memiliki indikasi kelainan refraksi. Seperti mata miopia dengan lensa kontak minus, mata astigmatisma dengan lensa silinder, mata hipermetropia dengan lensa plus, atau kombinasi.
17.59 | 0 komentar | Read More

Orang yang Cocok dan Tidak Cocok Pakai Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak tidak boleh sembarangan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Untuk itu ketahui tipe orang seperti apa yang cocok dan tidak cocok pakai lensa kontak.

Soft lens atau lensa kontak saat ini tidak hanya digunakan untuk membantu penglihatan, tapi juga untuk gaya-gayaan atau fashion. Padahal beberapa orang tertentu tidak bisa atau tidak cocok pakai lensa kontak.

Jika ingin menggunakan lensa kontak sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu, karena dokter akan mempeberitahu apakah dirinya cocok menggunakan lensa kontak atau tidak serta memilihkan jenis lensa kontak mana yang pas, seperti dikutip dari icarehospital.org, Senin (9/4/2012).

Selain itu diperlukan pemeriksaan secara rutin setelah penggunaan awal lensa kontak. Hal ini karena memakai lensa kontak yang tidak tepat bisa menimbulkan infeksi mata, reaksi alergi, perubahan bentuk kornea dan struktur serta pembuluh darah abnormal yang tumbuh di kornea.

Berikut ini tipe orang yang cocok dan tidak cocok menggunakan lensa kontak yaitu:

Orang yang tidak cocok pakai lensa kontak
1. Orang yang tidak telaten, hal ini karena memakai lensa kontak membutuhkan perhatian khusus seperti rutin dibersihkan dengan cairan khusus, disimpan ditempat yang tepat serta melepasnya ketika akan tidur.
2. Memiliki pekerjaan dengan lingkungan yang sangat berdebu atau bekerja dengan asap kimia yang bisa mengiritasi lensa kontak.
3. Orang yang tidak bisa menjaga kebersihan, karena sebelum menggunakan lensa kontak pastikan tangan sudah dicuci untuk menghilangkan bakteri yang ada di tangan sehingga tidak menimbulkan iritasi atau infeksi di mata.
4. Orang yang memiliki kebiasaan mengucek mata, hal ini berisiko membuat mata iritasi seta merobek lensa kontak.
5. Orang yang memiliki gangguan mata kering, jika masih dalam taraf ringan biasanya diperbolehkan namun dengan pengawasan ketat. Tapi jika kondisinya sudah berat maka disarankan tidak menggunakan lensa kontak.
6. Orang dengan mata yang mengalami gangguan perabaan seperti sensitivitas kornea yang berkurang, karena orang ini tidak akan merasa apa-apa kalau ada sesuatu yang tidak nyaman dengan korneanya.

Orang yang cocok pakai lensa kontak
1. Orang yang bisa menjaga kebersihan dengan baik, sehingga mengurangi risiko terkena infeksi pada mata.
2. Orang yang telaten serta memiliki kepatuhan yang tinggi terutama saat memakai dan merawat lensa kontak yang digunakan, karena jika ia tidak patuh ada kemungkinan ia merawat lensa kontak tidak sesuai dengan petunjuk yang ada.
3. Orang yang bisa bertahan dan sabar dalam melalui masa penyesuaian, karena saat awal-awal menggunakan lensa kontak biasanya akan timbul rasa tidak nyaman. Lamanya masa penyesuaian ini tergantung dari jenis lensa kontak yang digunakan.
4. Orang dengan produksi air mata yang tinggi sehingga tidak membuat mata cepat kering yang bisa memicu komplikasi.

Selain itu selama pemakaian lensa kontak pengguna disarankan melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali, dan jika muncul keluhan sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter.
17.58 | 0 komentar | Read More

Gemar Pakai Softlens, Ashanty Kerap Kesulitan Temukan yang Nyaman di Mata

Penyanyi Ashanty mengaku sangat suka memakai lensa kontak atau softlens meski matanya normal. Saking sukanya, Ashanty bahkan memproduksi softlens dengan mereknya sendiri.

Berbicara di kanal Youtube Hijau Musik, Ashanty mengaku memproduksi softlensnya sendiri karena kesulitan memperoleh softlens yang cocok di pasaran. Beberapa jenis softlens bisa terlalu kering sehingga berisiko mengiritasi mata.


"Aku pencinta soflens banget, jadi aku bisa enggak dandan tapi cuma pakai softlens. Kenapa aku produksi sendiri? Karena aku udah coba berbagai macam softlens dari puluhan (merek) cuma satu dua yang nyaman dipakai, artinya kadar airnya tinggi dan warnanya cocok di aku dan Aurel," kata Ashanty seperti dikutip pada Rabu (13/7/2017).

"Kita berpikir memproduksi sendiri supaya kita memakai softlens yang bermutu, berkualitas, dipake enak, enggak bikin merah belekan atau yang gitu-gitu lah," lanjutnya.

Berbicara terpisah, spesialis mata dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) mengatakan bahwa memang softlens harus lebih hati-hati dipakainya daripada kacamata karena bersentuhan langsung dengan permukaan mata. Ketika pemakaian softlens tidak terjaga maka bisa ada risiko iritasi hingga infeksi.

"Sebaiknya pastikan tangan steril, kuku tidak panjang, disiplin dan komitmen untuk merawat softlens sesuai aturan. Misalnya saat memakai, melepas, merendam dan meneteskan obat mata saat menggunakan lensa kontak," kata dr Endang.

Untuk Ashanty sendiri ia mengaku memakai softlens dengan warna yang mencolok serinnya ketika sedang dandan saja.

"Kalau dandan baru kita pakai yang warnanya agak mencolok karena kan sesuai dengan makeup,"
17.57 | 0 komentar | Read More

contoh orang yang sukses tapi buta warna

Written By iqbal_editing on Minggu, 10 September 2017 | 07.41

Tidak bisa dipungkiri bahwasanya kita sebagai manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing . Tinggal bagaimana kemudian kita menyikapi kekurangan tersebut. Sebagian orang mungkin memilih untuk fokus pada kekurangan yang dimilikinya. Kerjanya dari hari ke hari hanya terus mengeluhkah kekurangan yang ada di dalam dirinya. Lupa untuk bersyukur bahwa nikmat yang diberikan ALLAH pada dirinya masih sangat banyak dari kekurangan nya tersebut. Hidupnya pun terasa terbebani dan tidak bisa dinikmati sedikitpun.

Namun, ada sebagian lagi yang kemudian memilih untuk menerima kekurangan yang ada di dalam dirinya. Betapapun hal itu sangat mengganggunya, ia tetap berusaha untuk mencintai dirinya sendiri. Orang ini pun banyak bersyukur karena dia menyadari masih banyak hal-hal lain yang bisa dikembangkan dan menjadi kekuatan sekaligus pembeda dirinya dengan orang lain. Dengan kata lain, ia fokus pada solusi bukan pada masalahnya.

Menerima semua kekurangan yang ada di dalam diri kita sendiri adalah langkah awalnya. Berhenti untuk terus mempertanyakan dan mengkritisi apa yang terjadi pada diri kita sendiri. Karena selama kita belum bisa menerima, maka fokus dan perhatian kita hanya berkutat pada masalah itu dan itu lagi. Anda jadi tidak bisa melihat sisi lain yang menonjol dalam diri anda. Mulailah melihat dunia ini dari sudut pandang yang berbeda agar Anda tidak melulu dihinggapi perasaan pesimis dan perasaan negatif lainnya. Dibawah ini ada dua contoh tokoh dunia yang menerima kekurangan mereka yaitu buta warna dan meraka masih bisa tetap sukses: 


  1. John Dalton

dave9/people/batch6/2John dalton adalah seorang ilmuwan Inggris yang menemukan berat atom. Ia dilahirkan tahun 1766 di desa Eaglesfield di Inggris Utara. Latar belakang pendidikannya tidaklah membanggakan, bahkan bisa dibilang mengecewakan karena pendidikan formalnya berakhir tatkala umurnya baru 7 tahun. Selanjutnya hampir sepenuhnya dia belajar sendiri. Apa yang membuat dia bisa berhasil? Ternyata John Dalton menderita sejenis penyakit buta warna. Keadaannya yang seperti itu tidak menjadikannya patah semangat. Justru keadaan itulah membuat dia bertambah semangat untuk mempelajari hal-hal yang menjadi rasa ingin tahunya. Dia pun melakukan penelitian mendalam atas hal itu dan hasilnya ia kemukakan dalam teori yang menyatakan bahwa buta warna diakibatkan oleh tidak berwarnanya medium cair di bola mata. Teori itu kemudian menjadi landasan bagi para ilmuwan di dunia dalam memahami masalah buta warna hingga Dr Shinobu Ishihara dari Jepang membuat BUKU ISHIHARA pada tahun 1917 sebagai alat untuk mendeteksi apakah seseorang buta warna atau tidak. Semangat ini pula yang menjadikan John Dalton berhasil merumuskan teori atom dan menyiapkan daftar berat atom pada tahun 1804. Buku utamanya yang berjudul “A New System of Chemical Philosophy”, baru terbit pada tahun 1804. Buku inilah yang membuat namanya masyur. John Dalton menjadi guru pribadi hampir sepanjang hidupnya. Sejarah mencatat dengan tinta emas, ” John Dalton, seorang yang menderita penyakit buta warna adalah penemu berat atom”.

 Apa yang membuat John Dalton  sukses dalam hidupnya? Dia tidak melihat kekurangan yang ia miliki sebagai benteng yang menghalangi jalan hidupnya Justru hal tersebut dijadikan sebagai batu loncatan yang akan membawanya ketingkat yang lebih tinggi bahkan dia bangga terhadap kelemahannya, Karena dia percaya dibalik kekurangan Butawarna ini Pasti Tuhan memberikan Kelebihan disisi yang lain dan kelebihan tersebut lah yang harus dia temukan.

   2.  Mark Zuckerberg

mark zuckerbergTokoh dunia lain yang menderita buta warna adalah Pemilik situs Facebook yaitu mark Zuckerberg. Siapa yang tidak tahu dia?, Seorang Billionaire muda yang terancam menjadi orang terkaya di dunia, setiap waktu orang-orang di dunia menggunakan karya dari mark zuckerberg yaitu Facebook.  Facebook adalah suatu alat sosial yang membantu orang berko­munikasi lebih efisien  dengan rekan, keluarga, atau rekan kerja.  Pada tahun 2007, Majalah Forbes memberikan penghargaan kepada mark zuckerberg sebagai “The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet”. Majalah tersebut menyebutkan kekayaan Zackerberg mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Jangankan untuk anak seusia Zackerberg, untuk orang dewasa pun harta sebanyak itu tentu jumlah yang luar biasa besar. Dari semua kekayaan dan prestasinya tesebut mark zuckerberg memiliki banyak kekurangan yang salah satu kekurangan nya adalah menderita buta warna. Hal tesebutlah yang mendasari kenapa facebook berwarna biru. Oleh karena itu, dia beranggapan bahwa biru adalah warna yang dinamis dan dapat diaplikasikan hampir dengan semua warna. Selain itu, warna biru adalah warna yang paling disukai baik  wanita atau pria. Sebagai penderita buta warna kita ikut bangga  karena mark zuckerberg telah membuktikan bahwa ketidakmampuan melihat semua warna bukan lah sebuah alasan sebagai penghalang orang untuk menjadi orang terkaya di dunia.

Dari dua cerita tokoh dunia yaitu John Dalton dan Mark zuckerberg banyak hal yang bisa kita petik. Seringkali yang membuat kita gagal adalah karena kita melihat kekurangan kita sebagai penghalang utama. Seakan-akan kekurangan itu adalah beban yang menghalangi lagkah kita untuk maju. Itu pikiran yang keliru. Kita harus sadar bahwa setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing, tetapi bedanya antara yang satu dengan yang lain adalah cara menyikapi  kekurangan tersebut. Orang yang menghadapi kekurangannya dengan pesimis, akan gagal dalam hidupnya. Tetapi, orang yang menghadapi kekurangannya dengan optimis, akan lebih banyak membawa hasil. Ini seperti kutipan yang menyatakan perbedaan mendasar antara orang sukses dengan orang gagal ”Orang sukses punya SERIBU SOLUSI untuk menyelesaikan masalah  sedangkan orang gagal punya SERIBU ALASAN”  Oleh sebab itu, marilah kita menerima segala kekurangan kita dan menjadikan pemacu semangat juang kita dalam hidup ini dan nantikanlah saat-saat keberhasilan itu! 

07.41 | 0 komentar | Read More

Pasca Gerhana Matahari Total, Keluhan Sakit Mata di AS Meningkat

Written By iqbal_editing on Kamis, 24 Agustus 2017 | 18.08

Sebuah laporan menyebut keluhan soal rasa nyeri dan gangguan penglihatan di Amerika Serikat meningkat pasca terjadinya gerhana matahari total beberapa waktu lalu. Apa penyebabnya?

Dilansir CNN, pencarian di situs pencari google soal sakit mata, mata nyeri karena gerhana, dan gangguan penglihatan akibat gerhana meningkat drastis. Hal senada juga dikatakan oleh dr Avnish Deobhakta, pakar kesehatan mata dari Mount Sinai Hospital, New York.

"Di poliklinik kami, banyak pasien datang dengan keluhan sakit kepala hingga penglihatan memudar pasca melihat gerhana. Sebagian besar memang tidak mengalami keluhan permanen, namun ada beberapa yang mengalami gangguan di retina sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," tutur dr Avnish.


Dikatakan dr Avnish, keluhan paling umum yang dirasakan seseorang pasca melihat gerhana matahari adalah pusing, sakit kepala, mual hingga penglihatan yang kabur. Menurutnya hal ini tidak berbahaya jika tidak berlangsung lama, alias tidak lebih dari 1 atau 2 hari.

Di sisi lain, dr Angie Wen, seorang opthalmologis juga dari Mount Sinai Hospital, mengatakan keluhan lebih dari 2 hari disertai dengan adanya sensitivitas terhadap cahaya bisa menandakan adanya kerusakan pada kornea mata. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika mengalami hal-hal tersebut.

"Jika mata terasa tidak nyaman, mual dan nyeri saat membaca, tandanya ada masalah pada kornea yang merujuk pada sensitivitas terhadap cahaya. Jangan ditunda, segera periksakan mata Anda ke dokter,"
18.08 | 0 komentar | Read More

bDokter Angkat 27 Lensa Kontak dari Mata Wanita Ini

Written By iqbal_editing on Selasa, 18 Juli 2017 | 21.50

Dalam laporan terbaru yang dipublikasi di British Medical Journal, ada peristiwa langka terjadi pada seorang pasien wanita berusia 67 tahun. Dari matanya dokter berhasil mengangkat sebanyak 27 lensa kontak yang telah menumpuk menjadi satu.

Wanita tersebut diketahui awalnya datang untuk melakukan operasi katarak. Ia mengaku memang selama 35 tahun menggunakan lensa kontak namun tidak pernah mengalami masalah iritasi.


Pada pemeriksaan awal dokter menemukan ada 17 lensa kontak yang sudah lama tertutup oleh lendir mata. Pemeriksaan lebih lanjut kemudian menemukan lagi 10 lensa kontak sehingga secara total ada 27 lensa kontak yang diangkat dari mata sang wanita.

"Bendanya sangat besar. Ada 17 lensa kontak yang sudah menempel jadi satu. Kami sangat terkejut pasien tidak sadar karena seharusnya hal ini menimbulkan keluhan iritasi besar," ungkap salah seorang dokter, Rupal Morjaria, seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/7/2017).

Dalam laporan disebutkan kemungkinan sang wanita tidak merasakan keluhan sama sekali karena memiliki struktur mata yang dalam sehingga ada ruang ekstra untuk lensa kontak bersembunyi.

Ceri Smith-Jaynes dari Association of Optometrists mengatakan kejadian lensa kontak hilang di mata memang bisa terjadi namun biasanya lensa kontak tidak akan bersembunyi jauh. Pada kebanyakan kasus lensa kontak ini bisa hilang tersembunyi di balik kelopak mata.

"Tidak bisa lebih jauh dari situ karena ada kantong yang menghalangi. Sama halnya untuk kelopak bagian bawah. Lensa yang hilang kemungkinannya cuma ada di dua tempat itu," kata Ceri.

Pada kasus sang wanita, setelah dokter mengangkat 27 lensa kontak dari matanya ia mengaku merasa lebih nyaman.
21.50 | 0 komentar | Read More

Demi menunjang penampilan, ekstensi bulu mata saat ini tengah populer dan banyak dilakukan para wanita. Namun dari segi kesehatan, amankah prosedur ini? Dikutip dari Health, Roshini Raj, MD dari New York University Medical Center lebih menganjurkan para wanita untuk menggunakan maskara dibandingkan melakukan ekstensi bulu mata. "Kebanyakan ekstensi dilakukan dengan menggunakan lem khusus dan merekatkan bulu mata sintetis ke mata. Jika dilakukan sembarangan, prosedur ini bisa merusak bulu mata sebenarnya atau bahkan mengakibatkan hilangnya bulu mata secara permanen," imbuh Raj. Baca juga: Risiko Jika Mata Kena Bara Api Rokok: Infeksi Kornea Hingga Buta Selain itu, ekstensi bulu mata juga dapat menyebabkan infeksi pada kornea atau kelopak mata. Apalagi jika dilakukan dengan menggunakan bahan yang tidak aman, serta oleh orang yang tidak ahli di bidangnya, maka reaksi negatif seperti reaksi alergi atau bengkak pada kelopak mata juga bisa terjadi. "Bulu mata sintetis ini umumnya juga akan rontok setelah beberapa minggu, jadi Anda harus melakukannya berulang-ulang kali," ujarnya. Jika Anda tetap memutuskan untuk melakukan ekstensi bulu mata, maka Raj menganjurkan Anda untuk benar-benar memilih tempat yang tepat. Kunjungi tempat yang bisa dipercaya dan cari tahu apakah orang yang akan melakukan tindakan tersebut memang memahami prosedur tersebut secara keseluruhan. "Yang terpenting, jika ada iritasi mata jangan ragu untuk segera ke dokter mata," pesan Raj.

Written By iqbal_editing on Rabu, 05 Juli 2017 | 10.03

Demi menunjang penampilan, ekstensi bulu mata saat ini tengah populer dan banyak dilakukan para wanita. Namun dari segi kesehatan, amankah prosedur ini?

Dikutip dari Health, Roshini Raj, MD dari New York University Medical Center lebih menganjurkan para wanita untuk menggunakan maskara dibandingkan melakukan ekstensi bulu mata.

"Kebanyakan ekstensi dilakukan dengan menggunakan lem khusus dan merekatkan bulu mata sintetis ke mata. Jika dilakukan sembarangan, prosedur ini bisa merusak bulu mata sebenarnya atau bahkan mengakibatkan hilangnya bulu mata secara permanen," imbuh Raj.


Selain itu, ekstensi bulu mata juga dapat menyebabkan infeksi pada kornea atau kelopak mata. Apalagi jika dilakukan dengan menggunakan bahan yang tidak aman, serta oleh orang yang tidak ahli di bidangnya, maka reaksi negatif seperti reaksi alergi atau bengkak pada kelopak mata juga bisa terjadi.

"Bulu mata sintetis ini umumnya juga akan rontok setelah beberapa minggu, jadi Anda harus melakukannya berulang-ulang kali," ujarnya.

Jika Anda tetap memutuskan untuk melakukan ekstensi bulu mata, maka Raj menganjurkan Anda untuk benar-benar memilih tempat yang tepat. Kunjungi tempat yang bisa dipercaya dan cari tahu apakah orang yang akan melakukan tindakan tersebut memang memahami prosedur tersebut secara keseluruhan.

"Yang terpenting, jika ada iritasi mata jangan ragu untuk segera ke dokter mata," pesan Raj.
10.03 | 0 komentar | Read More

mata kanan buta karena nyalakan petasan dekat mata

Written By iqbal_editing on Jumat, 30 Juni 2017 | 03.26

Main petasan lumrah dilakukan sebagai salah satu bentuk merayakan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Tetapi kehati-hatian harus tetap dikedepankan lho.

Mengapa demikian? Sebuah kasus di India mengingatkan akan bahaya petasan bagi manusia. Seorang pria dikabarkan mengalami cedera mata serius setelah ia menyalakan petasan di dekat wajahnya lalu meledak pada September 2015 lalu.

Ia pun segera dilarikan ke IGD. Dari hasil pemeriksaan dilaporkan bahwa akibat insiden tersebut, mata kanan pria yang hanya diketahui berusia 44 tahun tersebut tak lagi bisa menerima cahaya dari luar dan penglihatan di mata kirinya menjadi kabur.

Tetapi yang menjadi perhatian adalah fragmen atau pecahan petasan yang dinyalakan pria ini sebelumnya ternyata masuk ke dalam matanya.

Untungnya, tim dokter dapat membersihkan pecahan petasan dari mata kiri pria ini. Dr Jagat Ram, profesor optalmologi dari Postgraduate Institute of Medical Education and Research, India yang menangani pria ini mengatakan, butuh waktu agak lama untuk mengangkat pecahan petasan yang ada di mata kanan pasiennya ini.

"Sulit untuk mengangkat pecahan yang di mata kanan karena benda-benda asing ini terlanjur melekat terlalu dalam di permukaan kornea pria ini," kata Ram kepada Live Science dan dikutip Jumat (30/6/2017).

Nyalakan Petasan Dekat Wajah, Mata Kanan Pria Ini ButaFoto pecahan petasan di permukaan kornea seorang pria asal India. (Foto: The New England Journal of Medicine)


Setelah berhasil membersihkan pecahan-pecahan petasan tersebut, Ram kemudian memberikan antibiotik dan obat tetes mata untuk pria ini. Dan penglihatannya kembali membaik setelah tiga bulan berlalu.

Sayangnya, kerusakan di mata kanan pria itu terlalu buruk sebab pecahan petasan tadi telah memecah bola matanya. Kondisi semacam ini sebenarnya dapat diperbaiki jika penanganannya segera dilakukan pasca insiden.

"Tetapi pada kasus pria ini, bola matanya mengalami kerusakan yang sangat buruk dan cairan di dalam bola matanya juga terlanjur bocor," lanjut Ram.

Tim dokter memutuskan tak dapat memperbaiki kerusakan di mata kanan pria itu, sehingga ia mengalami sebuah kondisi yang disebut 'phthisis bulbi' yang berarti bola matanya mengkerut dan tak lagi berfungsi.

"Ketika seseorang mengalami phthisis bulbi, mata yang terserang kondisi itu akan benar-benar buta," imbuh Ram.

Ram mengaku beberapa kali menemui kasus serupa dengan pemicu yang beragam. Sebagai pelajaran, ia meminta agar siapapun yang menyalakan petasan untuk menggunakan alat pelindung mata yang tepat.
03.26 | 0 komentar | Read More

keluhan mata gatal ternyata ada cacing di matanya

Written By iqbal_editing on Rabu, 14 Juni 2017 | 01.28

, Seorang perempuan di India mengalami gatal-gatal di matanya. Ia datang ke dokter untuk periksa, dan mendapati hasil yang sama sekali tidak terduga. Ada cacing 7 cm di matanya.

Perempuan 59 tahun bernama Lalitha ini datang ke rumah sakit untuk mencari pertolongan. Tim dokter di Ernakulam melakukan serangkaian investigasi untuk menentukan penyebab keluhan pasien.

Dikutip dari The Indian Express, hasil pemeriksaan menunjukkan ada cacing sepanjang 7 cm di mata pasien. Dokter memutuskan untuk mengoperasi, dan akhirnya cacing tersebut bisa dikeluarkan dalam waktu 10 menit.



Jenis cacing yang ditemukan di mata pasien tersebut adalah dirofilaria. Cacing penyebab infeksi dirofilariasis ini bisa ditularkan oleh nyamuk maupun kutu. Dikutip dari cdc.gov, ada 3 spesies yang sering ditemukan pada manusia yakni D.immitis, D.repens, dan D.tenuis.

Dikutip dari Dailymail, Jurnal of Prasitic Diseases mencatat kurang dari 900 kasus dirofilariasis di seluruh dunia sejak pertama kali terdokumentasi tahun 1885. Mayoritas ditemukan di Eropa timur, Sri Lanka, Italia, Prancis, Yunani, dan Spanyol.
01.28 | 0 komentar | Read More

6 kesalahan memakai kacamata

Written By iqbal_editing on Senin, 05 Juni 2017 | 03.35

Salah satu tujuan memakai kacamata hitam adalah untuk melindungi mata Anda dari paparan sinar matahari. Namun selain fungsinya, baik juga bila memakai kacamata hitam sesuai dengan gaya Anda.
Berikut enam kesalahan yang umum terjadi dalam memakai kacamata hitam.
1. Tidak sesuai dengan busana
Memakai kacamata hitam sebaiknya sesuai dengan busana dan wajah Anda. Namun tak sedikit yang memakai kacamata hitam tanpa memerhatikan aspek ini. Desainer asal Inggris, Oliver Spencer mengatakan memakai kacamata hitam bertujuan membuat penampilan terlihat lebih baik, sehingga penting untuk menggunakan kacamata hitam yang sesuai dengan busana.
Menyesuaikan busana dengan kacamata hitam(kieferpix)
“Kacamata hitam yang kita pakai saat mengenakan setelan jas berbeda dengan saat mengenakan celana renang. Ia sebaiknya menyesuaikan busana yang dikenakan,” kata Spencer. "Umumnya kacamata jenis aviator digunakan untuk kegiatan santai, wayfarer untuk perjalanan, dan jenis sport untuk olahraga seperti lari dan bersepeda." 2. Memakai di dalam ruangan
Anda perlu tahu bahwa video klip musik rap tidaklah nyata. Jadi, memakai kacamata hitam di dalam ruangan juga bukan bagian dari kehidupan nyata. "Kecuali Anda memiliki kondisi medis, atau menjadi pemeran utama dalam film The Matrix, Anda tak perlu mengenakan kacamata hitam di dalam rumah," kata editor Style.com, Rob Nowill.
3. Tidak menggunakan proteksi sinar matahari
Pemilihan lapisan pelindung matahari yang tepat bagi kacamata hitam bisa membuat Anda terhindari dari dampak paparan sinar matahari. Pimpinan Vision Express, Omar Hassan, mengatakan tak jarang mata bermasalah karena paparan sinar matahari yang berlebihan, maka lapisan pelindung yang tepat sangat penting bagi mata Anda.
Pastikan lapisan UV protection dengan kadar 100 persen atau label UV 400 ada pada di kacamata Anda agar terhindar radiasi UVA dan UVB.
4. Tak cocok di semua wajah
Sesuaikan kacamata hitam dengan kegiatan Anda(Digital Vision.)
Anda tak bisa menyamaratakan semua kacamata hitam dengan bentuk wajah Anda. Pendiri Ace & Tate, Mark de Lange, mengatakan bahwa kacamata hitam memiliki ukuran dan frame yang berbeda, sehingga Anda bisa berinovasi dan memilih yang paling terbaik. “Aturan pada umumya, wajah berbentuk bulat memiliki kecenderungan untuk memakai frame berbentuk persegi, sementara wajah berbentuk persegi, cenderung memakai frame berbentu bulat,” kata Lange.
5. Ukuran Kacamata yang Salah
Anda tidak akan membeli jas yang tidak sesuai, jadi jangan lakukan hal yang sama dengan kacamata Anda. Sebagian besar kacamata hitam ditandai denganukuran untuk memberi gambaran tentang seberapa nyaman mereka dipakai.
Pendiri Finlay & Co, David Lochead, mengatakan ukuran frame sangat penting karena masing-masing kepala memiliki dimensi yang berbeda. "Kebanyakan kacamata hitam akan memiliki tiga ukuran tersembunyi di dalam frame: yang pertama untuk lebar lensa, yang kedua untuk celah antara lensa dan lebar jembatan hidung, dan yang terakhir menawarkan panjang gagang,” kata Lochead.
6. Memilih kacamata Novelty
Kacamata hitam berjenis Novelty ini dipakai pada pesta, karena memiliki bentuk unik dan memiliki harga murah. Namun Anda perlu tahu bahwa kacamata hitam itu tak direkomendasikan.
Pilih kacamata yang tepat untuk kegiatan Anda(Ingram Publishing)
"Tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang akan memilih kacamata kacamata baru yang murah, tapi ini tidak melindungi mata Anda secara efektif," kata Joana Tandoc, ahli kacamata di Swiss spectacle outfit Acuitis. Tandoc menambahkan, kacamata jenis ini tidak hanya terlihat murah, juga tidak menawarkan perlindungan UV.
03.35 | 0 komentar | Read More

akibat terkena bara api rokok dan buta dan infeksi pada kormea mata

Written By iqbal_editing on Sabtu, 03 Juni 2017 | 02.34

Baru-baru ini halaman Facebook milik Rendhy Maulana menjadi viral setelah ia memaparkan kisah saat mata kanannya iritasi akibat bara rokok. Tak main-main, bara api tersebut diakibatkan oleh pemotor yang merokok di jalan.

"Terimakasih buat pengendara motor yg hobi ngerokok sambil bawa motor. bara api rokok lo bikin orang bahaya," tulis Rendhy menyindir dalam sebuah postingan yang sudah dishare lebih dari tiga ribu kali tersebut.

Kepada detikHealth, dokter spesialis mata dari Eka Hospital Pekanbaru, dr Surya Utama, SpM menyebutkan paparan bara api rokok terhadap mata memang bisa menimbulkan berbagai macam efek. Ini bergantung pada seberapa luas dan dalam kerusakan akibat paparan bara yang mengenai kornea mata.

Baca juga: Berbagai Alasan Orang Merokok Saat Berkendara


Foto: ilustrasi detikOtoSaat ini kebiasaan merokok sambil berkendara semakin marak, salah satu risikonya adalah bara api rokok bisa melukai mata pengendara lain. (Foto: Rangga Rahardiansyah)

"Efek mata terkena bara api rokok dapat menimbulkan kerusakan kornea mata yang disebut sebagai trauma thermis. Kondisi ini bisa berupa derajat yang ringan berupa pandangan mata kabur dan merah, hingga derajat berat berupa kebutaan," tutur dr Surya.

Derajat kerusakan pada kornea bergantung pada kedalaman luka pada kornea tersebut. Sebab seperti diketahui selain dari efek panas bara api, juga perlu diperhatikan efek kecepatan dari bara api tersebut, terutama jika dari pengendara yang naik sepeda motor.

Selain pada bola mata secara langsung, dr Surya menjelaskan bahwa efek dari paparan bara rokok juga bisa melukai kulit kelopak mata. Efek yang muncul yakni luka bakar.

Pada kasus yang dialami oleh Rendhy, ia menceritakan akibat dari paparan bara api rokok ini mata sebelah kanannya mengalami iritasi parah. Ia bahkan menjadi kesulitan untuk melihat. Pemeriksaan dokter menemukan ada bekas abu rokok pada mata Rendhy. Matanya mengalami iritasi parah namun masih bisa pulih.
02.34 | 0 komentar | Read More

pengaruh maskara palsu pada mata

Perhatikan tanggal kedaluwarsa kosmetik Anda, termasuk maskara. Nekat menggunakan maskara yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa bisa bikin mata infeksi, bahkan hingga buta.

Dikutip dari Daily Mail, pakar kesehatan mata Luke Arundel menyebutkan bahwa di dalam sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Cosmetic Science, sebanyak 97,9 persen peserta melaporkan penggunaan kosmetik kedaluwarsa. Produk yang paling banyak digunakan adalah maskara.

Padahal berdasarkan analisis mikrobiologi dari 40 sampel maskara yang kedaluwarsa, ditemukan adanya bakteri jahat dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi mata.


Maka dari itu, saat memakai kosmetik Anda perlu memastikan bahwa produk tersebut masih aman dan belum melewati tanggal kedaluwarsa. Jika sudah, maka pikir dua kali untuk tetap menggunakannya.

Segera konsultasikan ke dokter jika kemudian Anda mengalami nyeri pada mata, mata berair, gatal-gatal setelah menggunakan maskara yang kedaluwarsa. Bisa jadi itu merupakan gejala dari infeksi akibat penggunaan produk kedaluwarsa.

"Banyak orang enggan cek ke dokter dan menahan rasa gatal di matanya selama berbulan-bulan. Padahal jika gejala seperti ini terus berlanjut, sebaiknya segera cek ke dokter mata," imbuh Arundel.

Meski Anda merasa penglihatan masih baik-baik saja dan tak terganggu, Arundel menegaskan bahwa satu-satunya hal yang bisa memastikan kondisi mata adalah dengan melakukan pemeriksaan mata komprehensif.

"Ini merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya kemungkinan yang lebih serius terjadi di mata, yang mungkin saja bisa menimbulkan kebutaan," pesan Arundel.
02.29 | 0 komentar | Read More

Tes Ini Diklaim Bisa Cegah Kebutaan Tiba-tiba Akibat Glaukoma

Written By iqbal_editing on Kamis, 27 April 2017 | 23.13

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang mengerikan karena tahu-tahu bisa menyebabkan hilangnya penglihatan tanpa disertai gejala atau peringatan terlebih dahulu.

Penemunya, tim peneliti dari University College London dan Western Eye Hospital menjelaskan, glaukoma disebabkan oleh perubahan tekanan di dalam mata sehingga mengakibatkan kematian sel-sel saraf pada retina.

Mereka kemudian menggunakan pewarna fluoresens khusus atau yang bisa berpendar dalam kegelapan, untuk disuntikkan ke dalam retina. Dengan pewarna ini, sel-sel saraf retina yang mati itu akan terlihat berpendar sebagai titik putih saat diperiksa.

Bila titik-titik ini ditemukan, maka itu berarti yang bersangkutan terserang glaukoma.
 

Pada tahapan awal percobaan, metode ini diklaim dapat membedakan mata sehat dengan mata pasien glaukoma, selain dianggap aman.

"Untuk pertama kalinya kita memiliki alat tes yang dapat mengidentifikasi tanda-tanda glaukoma sebelum penyakitnya benar-benar muncul ke permukaan," ungkap peneliti, Prof Francesca Cordeiro dari UCL Institute of Ophthalmology seperti dilaporkan ucl.ac.uk.

Padahal biasanya butuh waktu 5-10 tahun untuk mengidentifikasi penyakit ini. Hanya saja, pada percobaan tersebut, peneliti hanya melibatkan 16 partisipan sehingga mereka masih ingin memastikan efektivitasnya dengan menggelar percobaan yang skalanya lebih besar.

Peneliti menambahkan, tes baru yang mereka kembangkan juga berpotensi untuk melakukan deteksi dini pada sejumlah penyakit degeneratif seperti Alzheimer, Parkinson dan multiple sclerosis.

Oleh penemunya, teknik ini disebut dengan DARC atau kependekan dari 'Detection of Apoptosing Retinal Cells'.

Baca juga: Infografis: Fakta-fakta Tentang Glaukoma yang Wajib Anda Ketahui

dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya menegaskan, satu-satunya cara mencegah glaukoma hanyalah melakukan skrining mata secara rutin. "Deteksi dini. Nggak ada cara lain. Makanan atau aktivitas itu tidak berpengaruh terhadap glaukoma," tegasnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Selain itu, bila sudah telanjur terserang glaukoma, operasi sekalipun tidak akan mengembalikan penglihatan pasien seperti sedia kala.

"Kehilangan penglihatan akibat glaukoma tidak bisa direhabilitasi. Operasi sifatnya hanya membuat mata berada dalam tekanan yang dianggap normal dan mencegah glaukoma semakin parah. Jadinya supaya tidak buta," pungkasnya.(lll/vit)

 
23.13 | 0 komentar | Read More

penyebab timbul kotoran mta pada pagi hari

Written By iqbal_editing on Kamis, 23 Maret 2017 | 02.48

Berkaca di cermin selepas bangun tidur, Anda akan melihat ada sekumpulan kotoran di sudut mata. Lantas mengapa tiap pagi kotoran ini selalu ada?

Sebagian orang menyebutnya 'belek', namun secara medis kotoran mata ini sebetulnya disebut sebagai 'rheum'. Kotoran mata ini terbentuk dari banyak materi, seperti sel-sel mati, lendir, bakteri, sedikit minyak dari kelopak mata dan juga debu yang masuk ke mata.

Saat Anda terlelap, kelopak mata akan menutup dan ini mengakibatkan bahan-bahan yang tadi masuk tersebut menumpuk di permukaan mata.

"Kelopak mata kita itu ibarat resleting. Ketika menutup, air mata akan tertahan di dalam, berikut berbagai hal yang bisa masuk ke mata. Lama-kelamaan kesemuanya akan menumpuk di sudut mata atau kelopak bawah," jelas Dr Ivan Schwab, MD kepada Huffington Post.

Pada sebagian orang, kotoran matanya juga bisa menumpuk di kelopak bagian atas. Selain itu, pada orang-orang yang kelopak matanya tidak tertutup sempurna atau agak terbuka saat tidur, ini juga bisa mengakibatkan dry eyes atau mata kering karena terpapar udara, yang kemudian memicu munculnya kotoran mata.

Namun ahli mata dari dari University of California Davis School of Medicine tersebut meyakinkan bahwa itu adalah salah satu cara mata untuk membersihkan dirinya sendiri, seperti halnya kemunculan daki yang tak lain sel-sel kulit mati.

dr M Nurdin Zuhri, SpM dari RS Universitas Airlangga Surabaya menambahkan, saat tidur terjadi regenerasi pada sel-sel di mata, di mana sel-sel yang telah mati akan tergantikan sel-sel mata yang baru.

"Sel-sel yang mati ini menumpuk dan mengalir bersama air mata, sehingga waktu bangun tidur akan terdapat kotoran pada sudut mata," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Selain untuk regenerasi dan membersihkan permukaan mata, dr Nurdin juga mengatakan kotoran mata sebenarnya juga berasal dari cairan yang berfungsi melindungi permukaan bola mata dari berbagai ancaman.

"Jika terjadi infeksi, peradangan atau alergi pada permukaan mata, sel-sel pada permukaan mata dan kelopak merespons dengan mengeluarkan cairan lebih banyak, lebih kental dengan warna yang bervariasi tergantung penyebabnya. Cairan yang kental ini dikenal dengan nama bele
02.48 | 0 komentar | Read More

penyebab kotoran mata kering dan basah

Saat ditanya apakah kotoran mata tiap orang sama, maka jawabannya pasti berbeda-beda. Nyatanya memang ada orang yang kotoran matanya basah, ada pula yang kering.

Basah atau keringnya kotoran mata juga bisa berbeda dari waktu ke waktu, baik dalam hitungan jam maupun hari.

Hal ini juga senada dengan pendapat sejumlah ahli mata tentang tekstur kotoran mata ini. Di satu waktu, kotoran ini bisa saja basah dan agak lengket, di lain waktu bisa kering dan kadang berpasir. Namun mengapa bisa begini?

Dr Sherleen Chen, direktur layanan katarak dan optalmologi dari Massachusetts Eye and Ear Infirmary, Boston menjelaskan, tekstur kotoran mata dipengaruhi oleh kelenjar air matanya.

"Kotoran yang kering ditemukan pada mereka yang matanya seringkali kering atau kurang cairan," terangnya kepada NBC News.

Nyatanya kondisi kesehatan seseorang juga berdampak pada tekstur kotoran mata. Semisal pada mereka yang mengidap alergi, tubuhnya akan menghasilkan lebih banyak mucus atau lendir, sehingga kotoran matanya lebih basah dan sedikit lengket.

Ditambahkan Dr Ivan Schwab, MD dari University of California Davis School of Medicine, alergen seperti serbuk sari atau debu juga bisa masuk ke mata yang kemudian memicu mata untuk memproduksi lebih banyak lendir.

"Lendir ini akan 'mengepung' serbuk sari tersebut kemudian menggiringnya ke sudut mata," timpalnya.

Selain itu pengguna lensa kontak biasanya menghasilkan kotoran mata lebih banyak karena lensa yang mereka kenakan memicu iritasi pada mata, sehingga kelenjar mata mereka juga harus menghasilkan lebih banyak lendir untuk memberikan perlindungan pada mata.

Jika lensanya pas di mata, mucus atau lendir yang dihasilkan mungkin takkan berlebihan. Namun lain halnya jika lensa kontaknya ternyata tidak begitu pas, sehingga 'memerangkap' lebih banyak debu atau materi lain yang bisa masuk ke mata, lalu memicu dihasilkannya lebih banyak lendir pelindung mata.

"Ini juga berlaku mereka yang mengidap alergi, atau pada orang-orang yang sering mengucek matanya seperti anak kecil, kotoran matanya menjadi lebih banyak," pungkas Sherleen.
02.40 | 0 komentar | Read More

fakta mengenai kebutaan mata karena telur busuk

Written By iqbal_editing on Selasa, 14 Maret 2017 | 20.05

Baru-baru ini beredar kabar seorang siswa buta setelah ia dilempari telur busuk oleh teman-temannya, saat dirinya berulang tahun. Lantas, benarkah telur busuk dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatannya?

"Mungkin bisa saja dapat menyebabkan kebutaan dari bakteri-bakteri yang ada di telur busuk tersebut. Tapi itu juga ada tahapan-tahapannya dari infeksi, nggak langsung buta," ucap dr Gitalisa Andayani, SpM(K) dari RS Cipto Mangunkusumo saat berbincang dengan detikHealth, Senin (6/3/2017).

Selain itu, dr Gita menjelaskan bahwa tidak semua kuman dapat menembus kornea. Tapi, ada kuman yang bisa menembus kornea misalnya Neisseria gonorrhoeae. dr Gita menambahkan, pada prinsipnya kondisi tubuh seseorang juga bisa memengaruhi berkembangnya kuman dalam mata.

"Kalau kondisi tubuh lagi lemah bisa saja kuman masuk dan menyerang mata. Tapi itu tetap ada tahapannya," sambung dr Gita.


Nah, untuk mengatasi mata yang terinfeksi, segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata agar bisa ditangani. Namun, ketika infeksi yang terjadi sampai menyebabkan retina bolong maka tindakan yang dilakukan adalah operasi.

"Kalau retina hampir bolong memang harus operasi. Dan untuk kemungkinan penglihatan tergantung kondisinya, kalau masih bagus maka bisa dilakukan cangkok kornea," imbuh dr Gita.

"Pada dasarnya janganlah surprise yang berisiko seperti itu. Atau kalau sudah seperti itu bisa langsung bersihkan sisa-sisa telur busuknya dengan air," pungkas dr Gita.
20.05 | 0 komentar | Read More

efek kacamata kotor dan kosmetik palsu

Untuk mencegah terjadinya iritasi mata, perhatikan lebih teliti kebersihan barang-barang yang Anda gunakan di sekitar mata. Termasuk kebersihan kacamata dan tanggal kedaluwarsa kosmetik.

Menurut dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center Kedoya, dr Florence M. Manurung, SpM, penggunaan kacamata kotor dapat memang tidak menyebabkan iritasi secara langsung, namun hal ini dapat mengganggu penglihatan yang bersangkutan.

"Penglihatan pasien bisa jadi buram. Nah kalau pakai make up yang sudah kedaluwarsa memang berbahaya, yakni dapat menyebabkan peradangan kelopak mata," ujar dr Florence kepada detikHealth, Senin (25/1/2016).

Pendapat serupa disampaikan oleh pakar kesehatan kulit dari Skinney Medspa, New York City, Hadley King, MD. Menurutnya, komposisi kosmetik yang sudah kedaluwarsa tentu mengalami perubahan konsistensi. Produk-produk ini biasanya akan mengering atau mengental. Namun yang pasti, efeknya sangat berbahaya bagi kulit, mata serta bibir.

"Semua molekul dalam produk ini dapat terurai menjadi sesuatu yang lain, dan area kulit yang terpapar oleh bahan ini tentu akan bereaksi negatif," papar King, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

Khusus di area mata dan sekitarnya, King menjelaskan bahwa kebiasaan tidak mengecek tanggal kedaluwarsa kosmetik dan menggunakannya dapat membuat terjadinya penumpukan bakteri. Kondisi ini kemudian berujung pada infeksi dan mata merah. "Ganti maskara setidaknya maksimal tiga bulan, serta eyeliner eye shadow setelah enam bulan," pesan King.

Dilanjutkan dr Florence, beberapa hal lain yang dapat mengganggu kesehatan mata di antaranya penggunaan lensa kontak yang tak bersih. Kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi mata seperti mata merah, perih dan gatal. Oleh sebab itu, pakar kesehatan mata dari Berkeley, Steven Shanbom, MD, menyarankan para pemakai lensa kontak untuk mencuci tangan sebelum memakai dan melepaskan lensa kontak.

Selain itu, sebisa mungkin hindari memakai lensa kontak terus-menerus sepanjang waktu, terutama saat mandi dan tidur. Kebiasaan ini biasanya muncul akibat malas dan nyatanya dapat menimbulkan risiko iritasi pada mata.

"Jangan lupa, iritasi mata juga bisa disebabkan oleh bakteri atau virus yg didapat dari orang sekitar melalui kontak," ujar dr Florence.
19.27 | 0 komentar | Read More

alasan mata gatal saat iritasi

Saat mata merah dan iritasi, sebagian orang kemudian akan menjadi risi karena sensasi gatal yang muncul. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Disampaikan oleh dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center Kedoya, dr Florence M. Manurung, SpM, bahwa mata gatal atau konjungtivitis alergi umumnya diawali ketika pasien memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

"Kemudian apabila ia terpapar oleh suatu alergen seperti debu, udara dingin, dan lain-lain, maka tubuh akan menghasilkan zat yang menyebabkan rasa gatal yaitu histamin. Ini sebabnya mata jadi gatal dan pasien menguceknya," ujar dr Florence kepada detikHealth, Senin (25/1/2016).

Seperti diketahui, padahal kebiasaan tersebut bukannya menyembuhkan tapi justru bisa membuat iritasi menjadi semakin parah. Salah satunya ketika mata menjadi merah akibat kelilipan debu.

Dikutip dari situs resmi University of Rochester Medical Center, mengucek mata terlalu keras dapat menarik debu ke kornea. Selain iritasi, debu juga dapat menggores kornea.

Nah, jika mata kelilipan debu atau benda asing, maka langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan banyak berkedip cepat. Cara ini sangat efektif untuk 'menyingkirkan' partikel tersebut.

Jika sudah banyak berkedip namun mata masih terasa gatal dan kelilipan, maka Anda bisa membersihkan mata dengan menggunakan kain atau tisu bersih. Jika benda yang membuat mata Anda adalah kotoran mata yang sudah mengering, maka sebaiknya Anda membersihkannya dengan menggunakan kain atau tisu yang dibasahkan dengan air.

"Kalau mata terkena benda asing atau kelilipan maka cara yang paling aman adalah dengan cara melakukan irigasi atau mengguyur benda asing di mata dengan air steril," pesan dr M. Nurdin Zuhri, SpM dari RS Universitas Airlangga.
15.57 | 0 komentar | Read More

cara tepat atasi rasa gatal pada mata

Rasa gatal bisa muncul pada setiap bagian tubuh, tak terkecuali pada mata. Nah, ketika mata terasa gatal, mengucek mata menjadi hal yang kerap dilakukan.

Menanggapi hal ini, dr Endang Johani SpM dari RS Siloam Lippo Village Karawaci mengatakan, ketika mata terasa gatal sebaiknya hindari mengucek mata. Sebab, sel pada kornea mata sangat halus sehingga bisa rentan mengalami kerusakan.

"Solusinya bisa dengan melakukan kompres dingin. Ambil dua lembar kapas kosmetik, celupkan pada air es, peras, lalu kompres selama 1-3 menit. Kemudian ulangi beberapa kali sampai mata terasa nyaman," kata dr Endang dalam perbincangan dengan detikHealth.

Baca juga: Mata Anda Merah? Jangan Kucek Kalau Tidak Mau Bahaya

Hal tersebut juga diamini oleh dr Zeiras Eka Djamal, SpM yang dihubungi terpisah. Ia mengatakan, mengucek mata saat ada rasa gatal akibat masuknya debu misalnya, justru dapat berisiko mencederai mata karena debu dapat menggores permukaan mata ketika mata dikucek.

"Jadi nggak disarankan mengucek mata. Solusinya, jika gatal kedipkan mata saja beberapa kali karena ini bisa jadi tanda iritasi," ucap dokter yang praktik di Jakarta Eye Center (JEC) ini.

Nah, saat rasa gatal tak kunjung berkurang, dr Zeiras menyarankan untuk menggunakan obat yang mengandung steroid untuk mengatasi mata iritasi. Namun jika rasa gatal tak kunjung sembuh, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Lantas, benarkah mengucek mata dapat menyebabkan mata minus? Menurut dr Endang, hal ini tidak ada hubungannya. Pasalnya, refraksi anomali atau mata minus, plus, silinder disebabkan oleh kelainan bentuk dan ukuran bola mata.
15.54 | 0 komentar | Read More

penyebab perasaan ada yang mengganjal di mata

Rasa mengganjal pada mata bisa terjadi pada semua orang dan membuat tidak nyaman sering diabaikan. Sebenarnya, apa ya yang menyebabkan timbulnya rasa mengganjal di mata?

dr Endang Johani SpM dari RS Siloam Lippo Village Karawaci mengatakan, rasa mengganjal pada mata paling sering disebabkan oleh mata kering atau dry eyes. Untuk mengatasinya, Anda bisa meneteskan air mata buatan.

"Diberikan air mata buatan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kekeringan mata. Sebab air mata buatan ada berbagai jenisnya," ucap dr Endang kepada detikHealth baru-baru ini.


Selain itu, penyebab lain rasa mengganjal pada mata adalah adanya lithiasis atau timbunan titik kalsium pada bagian dalam kelopak mata. Hal ini bisa terjadi akibat metabolisme kalsium yang tidak sempurna dalam tubuh.

"Itu (kalsium) dari makanan kita sehari-hari. Kalau nggak sempurna penyerapannya ke tulang bisa mengendap di tempat lain, misalnya pada selaput bening mata di dalam kelopak mata," sambung dr Endang.

Sementara itu, menurut dr Zeiras Eka Djamal, SpM dari Jakarta Eye Center, rasa mengganjal pada mata juga bisa diakibatkan bulu mata yang jatuh dan tertinggal di dalam mata. Ketika bulu mata jatuh dan tertinggal di mata, bisa timbul iritasi di permukaan mata dan muncul rasa tidak nyaman.

Nah, saat rasa mengganjal telah mengganggu aktivitas dan terjadi dalam beberapa hari, baik dr Endang maupun dr Zeiras menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.
15.51 | 0 komentar | Read More
 
berita unik