Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label patologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patologi. Tampilkan semua postingan

SXFR

Written By iqbal_editing on Rabu, 18 Januari 2017 | 06.36

Mast / batang faktor pertumbuhan sel reseptor (SCFR), juga dikenal sebagai proto-onkogen c-Kit atau tirosin-protein kinase Kit atau CD117, adalah kinase reseptor tirosin protein yang pada manusia dikodekan oleh KIT gen . [4] Beberapa varian transkrip encoding isoform yang berbeda telah ditemukan untuk gen ini. [5] [6] KIT pertama kali dijelaskan oleh ahli biokimia Jerman Axel Ullrich pada tahun 1987 sebagai homolog selular dari kucing sarcoma virus onkogen v-kit. [7]

Permukaan sel penanda

Cluster diferensiasi (CD) molekul penanda pada permukaan sel, seperti yang diakui oleh set spesifik antibodi , digunakan untuk mengidentifikasi jenis sel, tahap diferensiasi dan aktivitas sel. CD117 adalah penanda permukaan sel penting yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis tertentu hematopoietic (darah) progenitor di sumsum tulang . Untuk lebih spesifik, sel-sel hematopoietik stem (HSC), nenek moyang multipoten (MPP), dan progenitor myeloid umum (CMP) mengungkapkan tingkat tinggi CD117. Progenitor limfoid umum (CLP) mengungkapkan tingkat permukaan rendah CD117. CD117 juga mengidentifikasi awal thymocyte nenek moyang di timus . Untuk lebih spesifik, nenek moyang awal T keturunan (ETP / DN1) dan DN2 thymocytes mengekspresikan tingkat tinggi c-Kit. Ini juga merupakan penanda untuk mouse prostat sel induk . [8] Selain itu, sel mast , melanosit di kulit, dan sel-sel interstitial dari Cajal di saluran pencernaan mengungkapkan CD117.

Fungsi

CD117 adalah reseptor sitokin diekspresikan pada permukaan sel induk hematopoietik serta tipe sel lainnya. Bentuk diubah dari reseptor ini mungkin berhubungan dengan beberapa jenis kanker . [9] CD117 adalah reseptor tirosin kinase tipe III, yang mengikat batang faktor sel (zat yang menyebabkan beberapa jenis sel untuk tumbuh), juga dikenal sebagai "faktor baja" atau "c-kit ligand". Ketika reseptor ini mengikat batang faktor sel (SCF) itu membentuk dimer yang mengaktifkan aktivitas tirosin kinase intrinsik, yang pada gilirannya memfosforilasi dan mengaktifkan molekul transduksi sinyal yang merambat sinyal dalam sel. Signalling melalui CD117 berperan dalam kelangsungan hidup sel, proliferasi, dan diferensiasi.

Mobilisasi

Sel-sel progenitor hematopoietik biasanya hadir dalam darah pada tingkat yang rendah. Mobilisasi adalah proses dimana nenek moyang yang dibuat untuk bermigrasi dari sumsum tulang ke dalam aliran darah, sehingga meningkatkan jumlah mereka dalam darah. Mobilisasi digunakan secara klinis sebagai sumber sel induk hematopoietik untuk transplantasi sel induk hematopoietik (HSCT). Sinyal melalui CD117 telah terlibat dalam mobilisasi. Pada waktu saat ini, G-CSF adalah obat utama yang digunakan untuk mobilisasi; secara tidak langsung mengaktifkan CD117. Plerixafor (antagonis dari CXCR4-SDF1 ) dalam kombinasi dengan G-CSF, juga digunakan untuk mobilisasi sel progenitor hematopoietik. CD117 langsung agonis saat ini sedang dikembangkan sebagai agen mobilisasi.

Peran dalam kanker

Mengaktifkan mutasi pada gen ini berhubungan dengan tumor gastrointestinal stromal , testis seminoma , penyakit sel mast, melanoma , leukemia myeloid akut , sementara mutasi menonaktifkan berhubungan dengan cacat genetik piebaldism . [5]

Terapi anti-KIT

CD117 adalah proto-onkogen , yang berarti bahwa berlebih atau mutasi dari protein ini dapat menyebabkan kanker. [10] Seminoma, subtipe dari testis tumor sel benih , sering memiliki mengaktifkan mutasi pada ekson 17 dari CD117. Selain itu, gen yang mengkode CD117 sering diekspresikan dan diperkuat dalam jenis tumor ini, yang paling sering terjadi sebagai amplikon gen tunggal . [11] Mutasi CD117 juga telah terlibat dalam leukemia , kanker progenitor hematopoietik, melanoma , penyakit sel mast, dan tumor stroma gastrointestinal (GISTs). Khasiat imatinib (Gleevec nama dagang), inhibitor CD117, ditentukan oleh status mutasi CD117:
Ketika mutasi terjadi di ekson 11 (seperti yang terjadi berkali-kali di GISTs), tumor yang responsif terhadap imatinib . Namun, jika mutasi terjadi pada ekson 17 (seperti yang sering terjadi di seminoma dan leukemia), reseptor tersebut tidak dihambat oleh imatinib . Dalam kasus-kasus inhibitor lain seperti dasatinib dan nilotinib dapat digunakan. Peneliti menyelidiki perilaku dinamis dari jenis liar dan mutan D816H KIT reseptor, dan menekankan diperpanjang A loop (EAL) wilayah (805-850) dengan melakukan analisis komputasi. [12] penyelidikan atom mereka dari reseptor KIT mutan yang menekankan pada wilayah EAL memberikan wawasan yang lebih baik pemahaman mekanisme resistensi sunitinib dari reseptor KIT dan dapat membantu untuk menemukan terapi baru untuk sel-sel tumor resisten berbasis KIT dalam terapi GIST. [12]
Agen praklinis, KTN0182A , adalah anti-KIT, Pyrrolobenzodiazepine (PBD) -mengandung konjugat antibodi-obat yang menunjukkan aktivitas anti-tumor in vitro dan in vivo terhadap berbagai jenis tumor. [13]

Diagnostik relevansi

Antibodi untuk CD117 yang banyak digunakan dalam imunohistokimia untuk membantu membedakan jenis tertentu dari tumor di histologis bagian jaringan. Hal ini digunakan terutama dalam diagnosis GISTs, yang positif bagi CD117, tetapi negatif untuk penanda seperti desmin dan S-100 , yang positif di otot polos dan saraf tumor, yang memiliki penampilan yang sama. Dalam GISTs, CD117 pewarnaan biasanya sitoplasma , dengan aksentuasi kuat sepanjang membran sel . Antibodi CD117 juga dapat digunakan dalam diagnosis tumor sel mast dan dalam membedakan seminoma dari karsinoma embrional . [14]

Interaksi

CD117 telah terbukti berinteraksi dengan:
06.36 | 0 komentar | Read More

persiapan labotarium oleh dr patologi

LABORATORIUM
Untuk mendapatkan hasil laboratorium yang ideal, maka ada beberapa tahapan yang harus kita lalui, yaitu :  Tahap Pra Analitik, Tahap Analitik, dan Tahap Post Analitik.
TAHAP PRA ANALITIK :
Tahap ini dimulai dari adanya permintaan akan pemeriksaan laboratorium hingga sample yang akan diperiksa memasuki laboratorium.
Dalam tahap ini, diperlukan kerja sama dengan petugas medis yang lai berada di luar laboratorium seperti perawat ruangan. Tahap ini meliputi 2 aspek, yaitu :PERSIAPAN PENDERITA & PENGAMBILAN SAMPLE.
Persiapan penderita, misalnya : puasa, obat-obatan yang harus dan tidak boleh dimunim, serta persiapan-persiapan khusus lainnya jika ada.
Pengambilan sample yang akan kita bahas dalam kuliah ini meliputi sample darah, urine, veses, sputum dan secret vagina dan uretra. Sedangkan untuk pengambilan sample cairan tubuh lainya, biasanya dilakukan sendiri oleh para dokter spesialisnya masing-masing, seperti cairan bronkus, cairan lambung, cairan otak, dsb.
Tahap analitik :
Tahap ini dimulai dari datangnya sample ke laboratorium kemudian diproses dan dilakukan pemeriksaan sample sampai mengeluarkan hasil. Tahap ini selalu menjadi perhatian, dan memerlukan biaya yang mahal, terutama dengan adanya upaya otomatisai peralatan yang ada. Dalam tahap ini termasuk kalibrasi alat, pengguanaan larutan control, larutan standard dan dilakukannya quality control baik external maupun internal.
Tahap Post  Analitik :
Tahap ini meliputi pelaporan hasil dari alat ke dalam lembaran hasil, dan interpretasi hasil oleh dokter yang berwenang.
DARAH
Pengambilan sample darah dapat dilakukan :
1.      Bila volume darah yang dibutuhkan kurang dari 0,5 cc maka pengambilan dilakukan pada darah kapiler, yaitu dengan melakukan penusukan pada : ujung jari tangan ke dua,tiga dan empat, atau pada cuping teinga dengan memakai lancet steril yang disposible (sekali pakai)
2.      Bila volume darah yang dibutuhkan lebih dari 0,5 cc, maka pengambilan dilakukan dari darah vena yang dekat dengan kulit. Setelah dilakukan pembendungan pada lengan sebelah atas, kemudian dilakukan proses disinfeksi pada daerah lipatan siku di bawah bendungan selanjutnya darah diambil dari vena yang ada di daerah tersebut. Apabila penderita dalam keadaan terinfus, pengambilan darah dilakukan pada lengan yang contra lateral.
Jmlah volume darah yang dapat diambil pada bayi/anak adalah:
Volume darah bayi/anak berkisar lebih kyrang 70 cc/kg BB, dan pengambilan maksimum adalah 5% dari vol darah yang ada. Misalnya bayi dengan berat 10 kilogram, maka perkiraan volume darahnya: 700cc, maka pengambilan maksimum yang dapat dilakukan adalah 35cc.
ANTIKOAGULANT:
Untuk mencegah supaya darah tidak membeku dapat diberikan anticoagulant pada sample darah yang kita ambil. Macam anticoagulant yang paling sering kita jumpai adalah:
1.      Na EDTA:
Biasanya dipakai apabila akan dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Inipun sebaiknya tidak lebih dari 2 jam setelah pengambilan, supaya sel darah tidak berubah bentuk. Perbandingan pemberian anticoagulant adalah:1mg Na EDTA untuk 1 cc darah.
2.      Na F
Biasanya anyicoagulant jenis ini dipakai untuk mengawetkan kadar glukosa darah.
3.      Heparin :
Dipakai bila darah yang diambil akan dilakukan pemeriksaan gas darah atau hematokrit(HST/PCV).
4.      Na sitras : 3,8 %
Biasanya dipakai untuk pemeriksaan faal hemostasis (faal koagulasi) dan pembuatan plasma darah. Perbandinganya ialah 1 volum sitras dicampur dengan 9 volum darah.
Darah setelah diambil kemudian di tamping dalam tempat yang bersih, kering, dan jangan lupa diberi table tentang nama, nomer register dan pemeriksaan yang di minta. Pengiriman ke laboratorium bila memerlukan waktu lama hendaknya diberi es batu untuk pendinginan.
URINE
Urine sesaat :
            Urine yang ditampung sewaktu-waktu tanpa ada persiapan apapun. Misalnya pada pemeriksaan narkoba.
Urine pagi :
            Urine yang ditampung pada pagi hari ketika penderita kencing untuk yang pertama kalinya. Biasanya penderita tidur sekitar pukul 10 malam setelah minum segelas air putih, kemudian besok pagi ketika bangun kencing sekitar pukul 4 pagi urine di tamping.
Urine porsi tengah(midstream urine):
Setelah lubang sekitar kemaluan dibersihkan,penderita disuruh kencing, tahan sebentar dan selanjutnya kencing lagi dan ditampung sedikit, kemudian sebelum berhenti kencing yang penghabisan dibuang jangan ikut ditampung.
Urine 24 jam :
            Penderita kita tampung urinenya selama 24 jam.
            Misalnya: mulai hari ini jam 7 pagi penderita disuruh kencing kemudian dibuang, setelah itu setiap dia kencing ditampung  jangan lupa member pengawet yaitu asam borat, atau dimasukkan dilemari es.
Tempat penampungan urine harus bersih dan kering. Jangan lupa member label tentang : nama penderita, nomer register, dan pemeriksaan yang akan ditampung. Bila hendak dilakukan kultur harus ditampung dalam wadah yang steril.
TINJA :
Ambil sebesar ujung jari dan ambil pada bagian tengah / mencurigakan , dan dan ditampung dalam wadah yang bermulut lebar, bertutup uliran, bersih dan kering. Jangan lupa member label tentang nama pasien, nomer register, tanggal pengambilan, dan jenis pemeriksaan yang dikehendaki. Tinja juga diambil jangan dibungkus dengan kertas tissue, dan penderita jangan di beri obat urus-urus. Kalau tidak bias buang air besar diapakan??????
SPUTUM :
Wadah penampungan : bermulut lebar, bersih, kering, dan berlabel steril????
Cara penampungan : penderita kumur, kemudian berdiri / duduk condong kedepan, dan tarik nafas dalamkemudian batuk yang kuat. Bila perlu rangsang batang tenggorok dengan lidi kapas. Tamping sebanyak 35cc.
Setelah ditampung buat sediaan :
Oose pijar didinginkan, kemudian ambil bagian yang dicurigai, dan dioleskan pada obyek glass lebih kurang 2-3 cm.
Keringkan pada suatu kamar, kemudian difiksasi dengan cara melewati 3 kali, setiap 3 kali 3-5 detik diatas api pengecatan secara ZIEHL NIELSON, kemudian kirim dalam kotak es.
SEKRET URETHRA / VAGINA
Persiapan penderita :
                                    #Berhenti minum obat H-1.
                                    #Dilakukan pada pagi hari sebelum kencing.
                                    #Untuk wanita dilakukan sebelum atau selesai haid.
URETHRA : Bersihkan lubang kemaluan dengan lidi kapas yang dibasahi saline.
Urut jenis dari pangkal ke ujung, secret yang keluar dioleskan pada obyek glass, kemudian diratakan dengan oose.
VAGINA : Dalam posisi gynaecologis, speculum dibuka, dan diambil dengan lidi kapas pada daerah endocervix, kemudian di oleskan pada obyek glass.
Fiksasi : Lewatkan diatas api selama 3-5 detik, di ulang 3 kali.
Kemudian dicat dengan gram dan dikirim ke laboratorium.
Kuman Genorrhea : berbentuk biji kopi, warna merah, terdapat pada intra/ekstra sel.
06.23 | 0 komentar | Read More

patologi klinik

Spesialis Patologi Klinik

Daftar isi

Pengertian




Uji laboratorium, diakses dari http://www.ochsner.org, OKtober 2014
Patologi berasal dari kata Yunani pathos berarti penyakit dan logos berarti ilmu. Secara harfiah patologi adalah ilmu mengenai penyakit. Spesialis patologi klinik adalah dokter dengan keahlian medis yang berkaitan dengan diagnosis penyakit berdasarkan perubahan pada fungsi fisiologi tubuh. [1]
Patologi klinik menganalisis cairan tubuh, seperti darah, urin, dan homogenat jaringan atau ekstrak menggunakan alat kimia, mikrobiologi, hematologi dan patologi molekuler.
Seorang spesialis patologi klinik berperan pada layanan primer seperti promosi kesehatan, medical check up, pra/pasca vaksinasi, identifikasi faktor risiko. Layanan sekunder termasuk diagnosis, pemantauan hasil terapi dan penentuan prognosis. Sedangkan layanan tersier merupakan upaya pengendalian faktor risiko agar tak mengalami serangan penyakit yang sama atau mencegah kekambuhan.
Istilah umum patologi juga digunakan untuk menggambarkan praktik patologi anatomi dan klinik.


Pendidikan



Pedidikan untuk mendapat gelar Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK) berlangsung selama 8 semester pendidikan lanjutan. Pendidikan lanjutan subspesialis patologi klinik mencakup beberapa bidang:
  • Hematologi
  • Mikrobiologi
  • Pengobatan transfusi
  • Sitogenetika
  • Kimia Klinik
  • Kedokteran Nuklir [2]
Selain itu, di beberapa negara dikembangkan subspesialis patologi klinik lain yaitu:
  • Biologi reproduksi termasuk teknologi reproduksi dengan bantuan, bank sperma dan sel telur serta analisis semen
  • Imunopatologi


Tugas



Spesialis patologi klinik bertanggungjawab menganalisis cairan tubuh atau jaringan yang telah diambil dari tubuh pasien. Prosedur analisis dilakukan di laboratorium medik dalam analisis patologi klinik, yaitu:
  1. Pemeriksaan makroskopik , berkaitan dengan visual cairan yang menjadi indikasi pertama bagi ahli patologi
  2. Analisis mikroskopis yang menggunakan berbagai pewarna (GRAM, MGG, Grocott, Ziehl Neelsen) serta metode (Imunofluoresensi, sitokimia, imunositokimia dan FISH) untuk diagnosis
  3. Analisis oleh robot dan spektrofotometri, memungkinkan hasil diagnosis lebih baik, terutama didukung perkembangan bidang biokimia medik dan hematologi.
  4. Analisis kultur dimaksudkan untuk mendeskripsikan satu atau beberapa agen infeksi yang bertanggung jawab dari tanda-tanda klinis.
  5. Nilai normal, yakni hal-hal yang dianggap sebagai ukuran normal pada individu yang sehat.
Dokter Speialis Patologi Klinik mempunyai peran medis meliputi pemberian saran jenis pemeriksaan laboratoriumyang sesuai untuk kepentingan klinik termasuk deteksi dini, diagnosis, pemantauan terapi maupun penentuan prognosis. Dokter spesialis patologi klinik juga berperan menjadi anggota tim medis yang bertugas dalam pengambilan keputusan klinik untuk seorang pasien. [3]

06.18 | 0 komentar | Read More

patologi anatomi

Patologi anatomi ialah spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis penyakit berdasarkan pada pemeriksaan kasar, mikroskopik, dan molekuler atas organ, jaringan, dan sel. Di banyak negeri, dokter yang berpraktik patologi dilatih dalam patologi anatomi dan patologi klinik, diagnosis penyakit melalui analisis laboratorium pada cairan tubuh.
Patolog anatomi mendiagnosis penyakit dan memperoleh informasi yang berguna secara klinis melalui pemeriksaan jaringan dan sel, yang umumnya melibatkan pemeriksaan visual kasar dan mikroskopik pada jaringan, dengan pengecatan khusus dan imunohistokimia yang dimanfaatkan untuk memvisualisasikan protein khusus dan zat lain pada dan di sekeliling sel. Kini, patolog anatomi mulai mempergunakan biologi molekuler untuk memperoleh informasi klinis tambahan dari spesimen yang sama.
Di Indonesia, jumlah dokter patologi anatomi belum banyak, hanya sekitar 220 orang.[1] Dokter spesialis ini diberi gelar SpPA.

Daftar isi

Keahlian dan prosedur

Prosedur yang digunakan dalam patologi anatomi termasuk:
  • Pemeriksaan kasar – pemeriksaan jaringan yang sakit dengan mata telanjang, yang khususnya penting untuk fragmen jaringan yang besar, karena penyakit itu sering dapat dikenali secara visual. Pada tingkat ini jualah patolog memilih daerah yang akan diproses untuk histopatologi. Kadang-kadang mata dapat diberi suryakanta atau mikroskop stereo, khususnya saat memeriksa organisme parasit.
  • Histopatologi – pemeriksaan mikroskopik pada salah satu bagian jaringan yang dicat menggunakan teknik histologis. Cat standar adalah hematoksilin dan eosin, namun lainnya juga ada. Pemakaian kaca mikroskop yang dicat dengan hematoksilin dan eosin untuk menyediakan diagnosis spesifik berdasarkan pada morfologi dianggap sebagai keahlian inti patologi anatomi. Ilmu yang mempelajari pengecatan bagian jaringan disebut histokimia.
  • Imunohistokimia – menggunakan antibodi untuk mendeteksi keberadaan, keberlimpahan, dan lokalisasi protein spesifik. Teknik ini penting untuk membedakan antara gangguan dengan morfologi yang mirip dan juga mencirikan sifat-sifat molekuler kanker tertentu.
  • Hibridisasi in situ – molekul DNA dan RNA spesifik dapat dikenali pada bagian yang menggunakan teknik ini. Bila probe dilabeli dengan celupan berpendar, teknik ini disebut FISH.
  • Sitopatologi – pemeriksaan sel-sel lepas yang dicat pada kaca menggunakan teknik sitologi.
  • Mikroskopi elektron – pemeriksaan jaringan dengan mikroskop elektron, yang memungkinkan pembesaran yang jauh lebih besar, memungkinkan visualisasi organel dalam sel. Penggunaannya telah banyak digantikan oleh imunohistokimia, tapi sering diumumkan untuk tugas tertentu, termasuk diagnosis penyakit ginjal dan pengenalan sindrom silia imotil di antara lainnya.
  • Sitogenetika jaringan - visualisasi kromosom untuk mengenali cacat genetik seperti translokasi kromosom.
  • Imunofenotipe arus - penentuan imunofenotipe sel menggunakan teknik sitometri arus. Amat berguna untuk mendiagnosis jenis-jenis leukemia dan limfoma yang berbeda.

Cabang ilmu

Segmen usus besar yang diangkat dengan bedah mengandung jaringan yang dicurigai terkena polip. Patolog anatomi akan mencari kanker invasif dan menentukan luas sebarannya.

Patologi bedah

Patologi bedah adalah daerah praktik terpenting dan memakan waktu bagi kebanyakan patolog anatomi. Patologi bedah melibatkan pemeriksaan kasar dan mikroskopik spesimen bedah, seperti biopsi yang dibawa oleh dokter bukan bedah seperti dokter penyakit dalam, kulit, dan radiolog intervensi.

Sitopatologi

Sitopatologi adalah cabang ilmu patologi anatomi yang berurusan dengan pemeriksaan mikroskopis atas sel seseorang secara keseluruhan yang diperoleh dari usapan atau aspirasi jarum tajam. Sitopatolog dilatih untuk melakukan aspirasi jarum tajam dari organ, massa, ataupun kista yang terletak di permukaan, dan sering bisa memuat diagnosis segera dalam kehadiran pasien dan dokter yang mengajukan konsul. Dalam kasus uji tapis seperti apus Papanicolaou, sitoteknolog yang bukan dokter sering diminta melakukan tinjauan awal, dengan kasus yang satu-satunya positif maupun tak pasti yang diuji oleh patolog.

Patologi molekuler

Patologi molekuler adalah cabang ilmu yang tumbuh dalam patologi anatomi yang berfokus pada penggunakan teknik berdasar asam nukleat seperti hibridisasi in situ, reaksi berantai polimerase transkriptase balik, dan mikroarray asam nukleat untuk studi penyakit khusus pada jaringan dan sel. Patologi molekuler menerima beberapa aspek praktis patologi anatomi dan klinik, dan kadang-kadang dianggap bidang "lintas ilmu".

Patologi autopsi

Patolog anatomi umum dilatih melakukan autopsi, yang digunakan untuk menentukan berbagai faktor yang menyebabkan kematian seseorang. Otopsi penting dalam pendidikan medis para klinikus, dan dalam usaha untuk memperbaiki dan memverifikasi kualitas perawatan medis. Diener adalah tokoh bukan dokter yang membantu patolog pada porsi otopsi diseksi kasar. Otopsi mewakili kurang dari 10% beban kerja patolog di Amerika Serikat.[2] Namun, autopsi adalah pusat persepsi publik di bidang ini, khususnya karena penggambaran patolog di acara televisi seperti Quincy, M.E. dan Silent Witness.

Patologi forensik

Patolog forensik menerima pendidikan subspesialis dalam menentukan penyebab kematian dan informasi lain yang relevan secara hukum dari tubuh seseorang yang mati dalam keadaan non-medis maupun kemungkinan kejahatan. Autopsi mencakup kebanyakan, namun tak semua kerja patolog forensik yang berpraktik, dan patolog forensik adakalanya berkonsultasi untuk memeriksa yang selamat dari serangan kejahatan.

Latar praktik patologi anatomi

  • Patologi anatomi akademik dilakukan di pusat kesehatan universitas oleh seorang patolog yang juga pengajar universitas. Mereka juga memiliki tanggung jawab yang beragam yang termasuk mendidik residen patologi, mengajar, mahasiswa kedokteran, mengadakan penelitian dasar, klinik, ataupun penerjemahan, dan/atau menjalankan tugas administratif, di samping parktek patologi anatomi diagnostik. Patolog di latar akademik sering mengkhususkan diri di daerah tertentu patologi anatomi dan bisa bertindak sebagai konsultan bagi patolog lain yang menyangkut kasus di daerah keahlian khusus mereka.
  • Praktik kelompok adalah model praktik paling tua. Dalam susunan ini, sekelompok patolog senior akan mengendalikan kemitraan yang mempekerjakan patolog yunior dan mengadakan perjanjian independen dengan rumah sakit untuk menyediakan layanan diagnostik, juga menarik bisnis penyerahan dari klinikus setempat yang berpraktik di luar pasien. Kelompok ini sering memiliki laboratorium histologi dan uji jaringan tambahan, dan dapat memegang kontrak untuk menjalankan laboratorium yang dimiliki RS. Banyak patolog yang berpraktik dalam latar ini dididik dan mendapatkan sertifikat dalam patologi anatomi dan patologi klinik, yang memungkinkan mereka mengawasi bank darah, laboratorium kimia klinik, dan laboratorium mikrobiologi klinik juga.
  • Penyedia hukum layanan patologi anatomi besar telah muncul pada tahun-tahun terkini, paling terkenal AmeriPath di Amerika Serikat. Dalam model ini, patolog adalah pekerja, bukannya mitra independen. Model ini telah dikritik karena mengurangi kebebasan dokter, namun pembelanya menyatakan bahwa ukuran praktik tersebut yang besar memungkinkan ekonomi skala dan spesialisasi yang lebih luas, juga volume yang cukup untuk mendukung metode tes yang lebih khusus.
  • Kelompok multispesialis, yang terdiri atas dokter dari spesialisasi klinik seperti radiologi dan patologi, merupakan model praktik lain. Dalam beberapa kasus, semuanya bisa menjadi kelompok besar yang dikendalikan oleh HMO ataupun organisasi perawatan kesehatan besar lainnya. Di pihak lain, mereka sebenarnya adalah praktik kelompok klinikus yang mempekerjakan patolog untuk menyediakan layanan diagnostik untuk kelompok itu. Kelompok tersebut bisa memiliki laboratorium sendiri, atau, dalam beberapa kasus, bisa membuat susunan kontroversial dengan "pod lab" yang memungkinkan klinikus menyewa ruang, dengan kelompok klinikus yang menerima pembayaran asuransi langsung untuk layanan patologi.[3]
06.02 | 0 komentar | Read More
 
berita unik