Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label darah. Tampilkan semua postingan

kisah orang memiliki darah yang bernilai 1 miliyar

Written By iqbal_editing on Minggu, 11 Juni 2017 | 00.22

Karena ada mutasi genetik atau kebetulan, beberapa orang di dunia bisa memiliki sel darah yang spesial. Demi kepentingan penelitian sampel darah tersebut pun banyak dicari sehingga membuat harganya jadi mahal.

Salah satu contoh kasus ini terjadi pada pria bernama Ted Slavin di tahun 1950-an yang lahir dengan kondisi bawaan hemofilia. Darahnya tidak bisa membeku sehingga ia seumur hidup harus mengandalkan faktor pembeku darah dari donor yang ketika itu tak dicek keamanannya.

Nah tanpa sadar Ted ternyata terpapar oleh virus hepatitis B dari para donor. Seiring berjalannya waktu karena paparan yang terus berulang tubuh Ted secara unik membentuk kekebalan.


Dokter menemukan bahwa antibodi dalam darah Ted kaya akan protein khusus yang efektif dalam melawan virus hepatitis B. Pada saat itu hepatitis B belum ada obat atau vaksinnya sehingga potensi darah Ted sangat besar.

Memanfaatkan fakta tersebut Ted pun mulai menjual sampel darahnya sekitar Rp 130 ribu untuk tiap mililiter. Perusahaan obat membeli darah secara borongan sementara untuk instansi tertentu Ted memberikannya secara gratis hingga ditemukan vaksin hepatitis B.

"Kami akan mengingat Ted Slavin sebagai orang dermawan yang mencintai hidup dan berkontribusi besar dalam usaha penelitian," ungkap dr Baruch Blumberg dari Fox Chase Cancer Center seperti dikutip dari Live Science, Jumat (5/5/2017).

Peneliti Anna O'Connell dari Fox Chase memiliki pengalaman serupa dengan Ted. Ia didiagnosis dengan kanker tiroid di umur 28 tahun dan setelah menjalani pemeriksaan ternyata darahnya memiliki antibodi yang bahkan jauh lebih kuat dari Ted.

Hanya saja pada kasus Anna ia memberikan sampel darahnya secara cuma-cuma untuk diteliti oleh para peneliti lain.

Namun tidak semua pemilik darah spesial ini punya pengalaman cerita yang indah. Seorang pria bernama John Moore misalnya pada tahun 1970-an mengunjungi pusat kanker di UCLA untuk mengobati leukimia dan tidak tahu bahwa ternyata sampel darahnya diam-diam diambil.

Sel di dalam cairan tubuh John diketahui memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lini sel riset yang kini nilainya mencapai sekitar Rp 400 triliun.

Setelah tahu hal ini John menggugat namun kalah di pengadilan.
00.22 | 0 komentar | Read More

tips tidak lemas pas donor darah saat berpuasa

Selama bulan Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) bisa kesulitan menghadapi menghadapi masalah stok darah yang menipis. Hal ini terjadi karena berkurangnya minat orang mendonor saat sedang berpuasa.

Beberapa mungkin beralasan karena takut lemas bila harus mendonorkan darah sambil berpuasa, padahal menurut para ahli hal tersebut bukan alasan. Dengan persiapan yang tepat maka donor darah tidak akan mengganggu ibadah puasa.

"Orang yang berpuasa tetap boleh melakukan donor darah dan tidak membatalkan puasanya, karena MUI sudah mengeluarkan fatwanya," ujar dr Salimar Salim, Kepala Unit Transfusi Darah Daerah Jakarta beberapa waktu lalu.

=

Apa saja tips untuk mendonorkan darah saat berpuasa? Simak infografis berikut:


Tiap bulan puasa, PMI sering mengalami kelangkaan stok darahTiap bulan puasa, PMI sering mengalami kelangkaan stok darah
00.19 | 0 komentar | Read More

contoh kisah penderita thalesmia sukses buat kedai kopi

Written By iqbal_editing on Selasa, 09 Mei 2017 | 15.23

Menjadi pengidap thalassemia tak membuat Adhitya Putra Masir putus asa mengejar cita-cita. Di usianya yang menginjak 26 tahun, Adit, begitu ia biasa disapa, sedang mengejar impiannya untuk sukses berbisnis.

Ya, pemuda kelahiran tahun 1991 ini memiliki usaha kedai kopi yang terletak di daerah Blok S, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kedai kopi dengan nama Stomping Grounds Coffee ini merupakan bukti bahwa pengidap thalassemia bisa sukses dan tak berbeda dengan orang lain.

"Awalnya sih cita-cita mau jadi dokter. Karena pas kecil kan sering bolak-balik rumah sakit dan pengennya ya membantu orang lain yang punya penyakit kayak saya," ujar Adit memulai obrolan dengan detikHealth, usai temu media di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Cita-cita awal menjadi dokter ternyata tak bertahan hingga dewasa. Memasuki masa kuliah, Adit tertarik untuk berbisnis. Lulusan Binus University ini mengembangkan minatnya di bidang bisnis dengan membuat kedai kopi.

Hal ini didasari oleh pengalamannya berinteraksi dengan pasien thalasemia lain yang beranjak dewasa. Pasien thalassemia sulit mendapat pekerjaan karena harus izin tiap satu bulan sekali untuk menjalani transfusi darah.

"Karena kita kan harus izin sebulan sekali untuk transfusi darah dan itu masih dianggap nggak normal, nggak produktif sama perusahaan jadinya pengidap thalassemia susah dapat kerja. Daripada bingung cari kerja mending bisnis saja," tandasnya lagi.

Baca juga: Cegah Thalassemia dengan Skrining Sebelum Menikah

Selain mengisi hari dengan menjalankan kedai kopi, Adit juga merupakan co-founder sekaligus Ketua Thalassemia Movement. Thalasemia movement adalah gerakan anak muda yang perhatian dan peduli terhadap langkah-langkah upaya pencegahan thalassemia.

Ada alasan khusus mengapa anak muda yang menjadi target gerakan ini. Dikatakan Adit, pemahaman dan informasi yang dimiliki anak muda saat ini soal thalassemia masih sangat rendah. Padahal untuk bisa mencegah thalassemia, yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk melakukan skrining.

"Salah satu kampanye kita memang skrining sebelum nikah. Saya sangat terbuka soal kondisi dan penyakit saya kepada teman-teman saya. Namun dari semua teman, baru satu yang tergugah untuk melakukan skrining, dan akhirnya benar ketahuan dia pembawa sifat," papar Adit.

Perjuangan Adit bersama Thalassemia Movement memang masih panjang. Oleh karena itu, Adit berpesan bagi anak muda yang peduli dan ingin terlibat langsung dalam komunitas thalassemia untuk mencari informasi atau langsung bergabung dengan gerakannya.

Ke depannya, Adit merencanakan kerja sama antara kedai kopi miliknya dengan Thalassemia Movement untuk memberikan pelatihan menjadi barista bagi pengidap thalassemia. Dengan begitu, pengidap thalassemia memiliki skill yang bisa digunakan untuk usaha maupun bekerja di kedai kopi.

"Jangan patah semangat, jangan merasa diri kita berbeda dengan orang lain. Kalau kita punya cita-cita kejar terus jangan putus asa," pesan Adit.
15.23 | 0 komentar | Read More

alasan thalesmia butuh donor darah

Thalassemia merupakan penyakit langka yang menyebabkan kelainan pada darah. Hal ini membuat pengidapnya anemia parah dan berisiko mengalami pembesaran limpa dan hati. Mereka harus mendapat transfusi darah seumur hidup.

dr Pustika Amalia Wahidayat, SpA(K), dari Divisi Hematologi-Onkologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan pasien thalassemia tidak bisa memproduksi sel darah merah yang baik. Karena itu, mereka harus mendapatkan transfusi darah dari orang lain.

"Normalnya sel darah merah itu pecah 120 hari. Tapi pada orang thalassemia, pecahnya kurang dari 30 hari. Makanya mereka mengalami anemia parah," tutur dr Amalia, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, baru-baru ini.



Dikatakan dr Amalia, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan thalassemia. Karena itu untuk mencukupi kebutuhan sel darah merah, pasien thalassemia harus mendapatkan tranfusi darah setiap bulan.

Namun transfusi darah ini bukannya tak memiliki efek samping. Sering kali pasien thalassemia yang melakukan transfusi darah satu bulan sekali mengalami kelebihan zat besi. Jika dibiarkan, penumpukan zat besi ini bisa berakibat fatal.

"Makanya kulit pasien thalassemia itu hitam karena kelebihan zat besi. Zat besi juga bisa menempel pada endokrin sehingga tidak bisa membentuk hormon, menyebabkan pengeroposan tulang hingga gangguan irama jantung," tutur dr Amalia lagi.

Karena itu pengobatan thalassemia mutakhir saat ini juga disertai dengan terapi kelasi besi. Terapi kelasi besi merupakan metode di mana zat besi yang berlebih dalam darah dibuang dengan menggunakan obat deferiprone, deferasirox, atau desferrioxamine.

"Makanya dulu pasien thalassemia banyak yang tidak sampai dewasa karena tidak mendapat transfusi. Dan pengobatan terbaru saat ini dengan transfusi dan kelasi besi mampu meningkatkan harapan hidup pasien thalassemia secara signifikan," tutup dr Amalia.
15.18 | 0 komentar | Read More

skema penurunan penyakit thalesmia

, Kurangnya informasi soal thalassemia membuat masih ada masyarakat yang mengganggap thalassemia penyakit menular. Padahal thalassemia merupakan penyakit langka akibat kelainan genetik dan bukan penyakit menular.

"Thalassemia bukan penyakit menular. Penyakit ini adalah kelainan darah langka yang bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya," tutur dr Pustika Amalia Wahidayat, SpA(K), dari Divisi Hematologi-Onkologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo.

Dikatakan dr Amalia, penurunan thalassemia mengikuti hukum Mendel. Sehingga tidak ada pengaruh gender atau jenis kelamin dalam mekanisme penurunan dari orang tua ke anak.

Meski begitu, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah. Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan skrining untuk mengetahui kondisi stasusnya.

Untuk skema penurunan penyakit yang lebih jelas, simak infografis di bawah ini ya:


infografis thalassemiainfografis thalassemia Foto: Infografis
(mrs/vit)

 
15.17 | 0 komentar | Read More

DONOR DARAH DI ACEH BANTU PASIEN THALESMIA

Written By iqbal_editing on Senin, 08 Mei 2017 | 10.15

Pasien thalassemia membutuhkan transfusi darah secara rutin setiap bulan. Menjawab kebutuhan donor darah, seorang perempuan asal Banda Aceh menggagas gerakan 'Darah untuk Aceh' dan telah merangkul sedikitnya 1.000 donor.

Nurjannah Husein, pendiri gerakan Darah untuk Aceh menjelaskan bahwa 1 pasien thalassemia mendapatkan 10 donor tetap, umumnya terdiri dari 4 donor perempuan dan 6 donor laki-laki. Secara bergantian, donor tetap yang diistilahkan sebagai 'blooders' tersebut akan menyumbangkan darahnya kepada pasien yang dijuluki 'thallers'.

Dengan adanya donor tetap seperti ini, menurut Nurjannah ketersediaan darah akan lebih terjamin. Begitu pula kualitasnya, sebab kebanyakan donor yang tergabung dalam gerakan ini adalah kaum muda dan tidak merokok. Donor termuda yang pernah tercatat masih berusia 17 tahun saat bergabung.

Bukan itu saja, donor tetap juga lebih memungkinkan terbentuknya ikatan persaudaraan antara para blooders dengan thallers-nya. Dalam gerakan ini, para blooders disebut juga dengan istilah kakak asuh. Sekali waktu, mereka mengadakan gathering untuk saling mengakrabkan diri.

Ditemui di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Nurjannah mengaku memulai gerakan ini sejak 2 tahun yang lalu. Dengan memanfaatkan jejaring twitter di akun @DarahUntukAceh, ia memopulerkan gerakan ini dengan tanda pagar (tagar atau hashtag) #10for1Thalassemia.

"Awalnya dulu karena ibu saya sakit. Selama ibu sakit, saya dengar keluhan susahnya mendapat darah dari PMI. Lalu lahirlah gerakan ini," tutur Nurjannah, Kamis (16/10/2014).

Dalam perkembangannya, Nurjannah mempersempit fokus gerakannya ke pasien thalassemia. Menurutnya, pasien dengan penyakit ini sangat membutuhkan donor tetap karena butuh transfusi darah secara rutin. Terlebih dengan masih terbatasnya informasi, keberadaan penyakit ini masih banyak terabaikan.

"Di RSU Dr Zainoel Abidin Banda Aceh, terdaftar ada 255 pasien. Tapi perkiraan saya ada lebih dari 500, hanya saja mereka tidak ke rumah sakit," kata Nurjannah.
10.15 | 0 komentar | Read More

CEGAH TALESMIA DENGAN SKRIINING

Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari orang tua ke anak. Meski bersifat genetik, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah.

dr Pustika Amalia Wahidayat, SpA(K), dari Divisi Hematologi-Onkologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan thalassemia bukanlah merupakan penyakit menular. Sehingga menikah dengan pasangan yang mengidap thalassemia tidak akan membuat seseorang menjadi pasien thalassemia.

"Lalu kenapa harus skrining? Skrining ini untuk menghindari penurunan penyakit ke anaknya. Karena penurunan penyakit thalassemia ini mengikuti Hukum Mendel jadi tidak terpengaruh jenis kelamin," tutur dr Amalia, dalam temu media di Kemenkes, Jakarta Selatan.

Secara ringkas, pola penurunan thalassemia membuat anak berisiko minimal 25 persen menjadi pembawa sifat (carrier) penyakit. Jika kedua orang tua merupakan pembawa sifat, potensi anak lahir menjadi thalassemia mayor menjadi 25 persen, anak lahir normal 25 persen dan anak sebagai pembawa sifat 50 persen.



Namun jika hanya salah satu orang tua saja yang menjadi pembawa sifat, maka risiko anak lahir normal meningkat menjadi 50 persen dan menghilangkan risiko anak mengalami thalassemia mayor. Pun demikian jika hanya salah orang tua pengidap thalassemia mayor, risiko anak mengalami hal yang sama hilang, meskipun anak tetap berisiko menjadi pembawa sifat.

"Karena itu sangat penting skrining sebelum menikah untuk mengetahui status penyakit. Apalagi jika anggota keluarganya ada yang mengidap thalassemia. Kita cegah bertambahnya jumlah pengidap baru dengan skrining," tuturnya lagi.

Ruswandi, Ketua Yayasan Thalassemia Indonesia punya cerita soal bagaimana skrining mengubah hidup pasien. Salah satu keluarganya yang merupakan pembawa sifat gagal menikah setelah hasil skrining menyebutkan pasangannya ternyata juga merupakan sesama pembawa sifat.

"Ini yang sudah hampir menikah, undangan sudah disebar saja bisa batal. Makanya lebih baik skrining dari awal, kelas 1 SMA misalnya. Jadi sebelum pacaran sudah tahu masing-masing statusnya," ungkapnya.
10.14 | 0 komentar | Read More

elektroforesis

Written By iqbal_editing on Kamis, 27 April 2017 | 23.38

Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik .[1] Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. [2] Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. [2] Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. [2] Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya.[2] Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:
{\displaystyle {\bar {F}}_{e}\ =q{\bar {E}}\ }
F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik.
Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA. [3]

Jenis elektroforesis

Perangkat elektroforesis gel
Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. [4] Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. [4] Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut. [5]
Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. [6] Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. [6] Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media. [6]
23.38 | 0 komentar | Read More

hubungan darah manis dan sering digigit nyamuk menurut dokter

Written By iqbal_editing on Selasa, 18 April 2017 | 16.20

Ada anggapan yang menyebut seseorang sering digigit nyamuk karena memiliki darah yang manis. Padahal menurut dokter kulit, anggapan tersebut tidak benar.

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre Denpasar, mengatakan tidak ada hubungannya antara memiliki darah manis dengan kecenderungan untuk digigit nyamuk. Semua orang menurutnya memiliki kesempatan yang sama mengalami gigitan nyamuk.

"Untuk kemungkinan digigit nyamuk setiap orang sama. Cuma reaksi yang timbul akibat gigitan nyamuk yang berbeda," tutur pria yang akrab disapa dr Darma ini kepada detikHealth.


Dr Karl Kruszelnicki, seorang pakar sains, mengatakan nyamuk menggigit manusia bukan karena memiliki darah manis. Nyamuk tertarik pada manusia karena dua hal, yakni kadar karbon dioksida dan panas yang dikeluarkan oleh tubuh.

Ketika nyamuk semakin dekat, akan ada beragam senyawa di kulit dan ini kemudian menjadi penentu apakah ia menjadi semakin tertarik atau malah menjauh.

Bila memang nyamuk tertarik ia kemudian akan hinggap dan mulai menusukkan mulutnya yang berbentuk jarum menembus kulit. Air liur nyamuk akan keluar agar proses pengambilan darah semakin lancar.

"Senyawa-senyawa kimia ini bisa datang dari makanan, bakteri di kulit, dan juga genetik. Bidang ini kompleks dan belum banyak dipahami sehingga masih terlalu awal untuk tahu senyawa apa saja yang bisa Anda keluarkan," kata Dr Karl, dikutip dari ABC Australia.
16.20 | 0 komentar | Read More

anemia juga bisa mnyerang anak-anak

Written By iqbal_editing on Rabu, 29 Maret 2017 | 05.47

Di usia 6 bulan, anak sudah bisa mengalami anemia. Untuk mencegah terjadinya anemia pada anak, pemenuhan zat besi sejak ibu mengandung penting dilakukan.

Seperti penuturan ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Prof Dr Endang L Achadi, di usia 6 bulan anak sudah bisa anemia dan jika sampai usia 2 tahun kondisinya tidak segera ditangani, berbagai risiko bisa dialami anak. Normalnya, kadar Hb pada balita yakni 11 gram/dl.

"Itu akan bersifat permanen, diikuti penurunan IQ 10-12 poin. Maka, kalau anak anemia harus segera diatasi. Gejala anemia sama saja pada anak. Dia mudah letih, lemas, lesu, kalau pucat itu berarti sudah berat anemianya," tutur Prof Endang di sela-sela Konferensi Pers 'Indonesia Bebas Anemia' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

Untuk mencegah anak anemia, Prof Endang menekankan bahwa ibu hamil tidak boleh mengalami defisiensi zat besi. Pasalnya, ketika ibu hamil mengalami defisiensi zat besi, maka si bayi juga akan mengalami kondisi serupa. Nah, ketika bayi lahir dalam kondisi kekurangan zat besi, kata Prof Endang, dia akan mudah terkena anemia.

Agar ibu tidak kekurangan zat besi, maka perlu mengonsumsi makanan kaya zat besi, pastinya dengan prinsip asupan gizi seimbang. Jika hendak melakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) untuk menentukan anemia atau tidak menurut Prof Endang boleh-boleh saja.

Baca juga: Tak Cuma Anemia, Kurang Zat Besi Saja Tubuh Mudah Lesu

"Atau kalau mau konsumsi tablet tambah darah (TTD). Program pemerintah kan sudah ada juga, ibu hamil diberi TTD setiap hari. Ini nggak bahaya. Sebab, tubuh punya autoregulasi. Kalau sudah cukup zat besinya dan ada asupan, akan dibuang. Tapi kalau kurang, akan diserap," tutur Prof Endang.

Selain itu, lanjut Prof Endang, anemia pada anak juga bisa terjadi karena faktor genetik. Misalnya, yang bersangkutan mengidap thalassemia sehingga memperbesar risiko pecahnya sel darah merah.

Mencegah kekurangan zat besi pada ibu hamil bisa dilakukan sejak remaja putri. Di mana tiap satu bulan sekali ia diberi suplemen zat besi. Memang, bisa ada efek berupa rasa tidak nyaman di perut, sakit, mual, atau feses berwarna hitam.

"Tapi ini tidak bahaya ya. Bisa diakali dengan mengonsumsi suplemennya malam sebelum tidur jadi kan nggak terasa efeknya," kata Prof Endang.

Bac
Dikutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala yang paling sering ditemukan jika anak kekurangan asupan zat besi yakni pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi seperti lemas, mudah lelah, mudah infeksi, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.

"Sudah telat sebenarnya jika anak sudah tampak pucat. Segera bawa ke dokter, cek darah sambil tetap evaluasi sumber zat besi yang biasa diberikan pada anak. Berikan sumber zat besi seperti hati dan daging sapi misalnya 2-3 kali dalam seminggu, dengan porsi masing-masing minimal 75-100 gram," kata dr Yoga Devaera, SpA(K) dari RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Fungsi zat besi bagi tubuh yang paling penting adalah dalam perkembangan sistem saraf. Oleh sebab itu, kekurangan zat besi sangat memengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi.

Pada anak usia 1 hingga 2 tahun, defisiensi zat besi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Selain karena tidak mendapat makanan tambahan yang memadai, kekurangan zat besi juga bisa muncul karena anak minum susu murni berlebih, obesitas dan memang kebutuhannya yang kian meningkat karena adanya infeksi berulang.
05.47 | 0 komentar | Read More

kondisi lansia boleh donor darah

Written By iqbal_editing on Minggu, 19 Februari 2017 | 17.03

Donor darah merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang membutuhkan darah Anda. Pakar mengatakan siapa saja sejatinya boleh melakukan donor darah, meskipun usianya sudah tergolong tua.

Dr Steven Kleinman dari The American Association of Blood Banks mengatakan memang dulu ada peraturan internasional yang melarang orang-orang dengan usia di atas 65 tahun untuk mendonorkan darah mereka. Namun peraturan tersebut sudah dicabut pada tahun 1978 setelah ditemukan bukti tidak ada perbedaan antara darah orang tua yang sehat dengan orang yang lebih muda.

"Tidak ada perbedaan, orang tua maupun yang lebih muda bisa mendonorkan darah mereka, kecuali jika memang mereka memiliki kondisi-kondisi medis yang membuat mereka tidak bisa mendonorkan darahnya," tutur Dr Kleinman, dikutip dari NY Times.


Meski begitu, tetap ada persyaratan umum yang harus dipenuhi sebelum seseorang boleh mendonorkan darahnya. Misalnya seperti bebas dari penyakit infeksi seperti hepatitis, HIV serta gangguan irama jantung. Pasien penyakit kronis lain seperti kanker, jantung dan demensia juga tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya.

Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi adalah memiliki berat badan minimal 49 kilogram, tidak menggunakan narkotika serta pengobatan seperti anticoagulant dan infus.

Jika ingin mendonorkan darah dalam waktu dekat, yang pertama tak boleh terlupakan adalah perhatikan asupan gizi Anda terlebih dahulu. Ini penting sebab kualitas dan kuantitas sel-sel darah, serta kondisi tubuh secara keseluruhan, dipengaruhi oleh asupan Anda.

Dikutip dari Red Cross Blood, jika Anda berniat untuk donor darah sebaiknya konsumsi asupan-asupan kaya zat besi seperti daging merah, ikan, daging ayam, bayam, serta sereal yang diperkaya zat besi dan kismis. Sebaliknya, hindari mengonsumsi asupan tinggi lemak seperti gorengan sebelum pergi donor darah.

Jangan lupa juga untuk istirahat cukup dan tidak bergadang pada malam sebelumnya. Istirahat yang cukup tentu berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh yang baik.
17.03 | 0 komentar | Read More

kondisis yang terjadi ketika kehilangan darah

Darah adalah cairan penting yang memegang peran kunci dalam transportasi nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan juga sistem imun. Oleh sebab itu ketika melihat darah seseorang dapat alami reaksi stres secara natural karena jadi tanda bahwa ada yang salah.

Nah ketika terjadi pendarahan (hemorrhage), kadang luka bisa sembuh dengan cepat tapi kadang bisa juga berakhir fatal. Apa yang terjadi pada tubuh dijelaskan oleh dr Joe Alton dari American College of Surgeons (ACS) akan sangat tergantung dari seberapa besar darah yang hilang dan seberapa cepat penanganannya.

Setidaknya menurut ACS ada empat kategori pendarahan. Kelas pertama yaitu bila darah hilang kurang atau sama dengan 15 persen dari total darah, kelas kedua bila darah hilang 15-30 persen, kelas ketiga bila darah hilang 30-40 persen, dan terakhir kelas empat bila darah hilang lebih atau sama dengan 40 persen.

Baca juga: Baca juga: Bakar Kalori Hingga Cegah Kanker, Ini 4 Manfaat Donor Darah Bagi Tubuh

Pada pendarahan kelas pertama tidak ada gejala yang akan terlihat sehingga aman dan takaran ini yang biasanya dipakai ketika mendonor. Tapi beberapa orang yang tak biasa mungkin tetap akan merasa ingin pingsan.

Berikutnya ketika terjadi pendarahan kelas dua, beberapa tanda bahaya baru mulai muncul. "Tubuh akan mencoba mengkompensasi dengan cara memacu jantung agar oksigen bisa lebih cepat diantar. Pasien mungkin akan merasa lemah, pucat, dan kulitnya dingin," kata dr Joe seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (16/1/2017).

Lanjut pada pendarahan kelas tiga menurut dr Joe adalah saat di mana seseorang membutuhkan bantuan transfusi darah. Denyut jantung makin cepat dan pembuluh darah juga mengecil untuk mengimbangi tekanan darah yang terus turun.

Terakhir pada pendarahan kelas empat sistem sirkulasi tubuh tidak mampu lagi mengimbangi tekanan darah. Organ-organ akan mulai gagal berfungsi dan pasien masuk ke dalam kondisi koma hingga akhirnya meninggal.Darah adalah cairan penting yang memegang peran kunci dalam transportasi nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan juga sistem imun. Oleh sebab itu ketika melihat darah seseorang dapat alami reaksi stres secara natural karena jadi tanda bahwa ada yang salah.

Nah ketika terjadi pendarahan (hemorrhage), kadang luka bisa sembuh dengan cepat tapi kadang bisa juga berakhir fatal. Apa yang terjadi pada tubuh dijelaskan oleh dr Joe Alton dari American College of Surgeons (ACS) akan sangat tergantung dari seberapa besar darah yang hilang dan seberapa cepat penanganannya.

Setidaknya menurut ACS ada empat kategori pendarahan. Kelas pertama yaitu bila darah hilang kurang atau sama dengan 15 persen dari total darah, kelas kedua bila darah hilang 15-30 persen, kelas ketiga bila darah hilang 30-40 persen, dan terakhir kelas empat bila darah hilang lebih atau sama dengan 40 persen.

Pada pendarahan kelas pertama tidak ada gejala yang akan terlihat sehingga aman dan takaran ini yang biasanya dipakai ketika mendonor. Tapi beberapa orang yang tak biasa mungkin tetap akan merasa ingin pingsan.

Berikutnya ketika terjadi pendarahan kelas dua, beberapa tanda bahaya baru mulai muncul. "Tubuh akan mencoba mengkompensasi dengan cara memacu jantung agar oksigen bisa lebih cepat diantar. Pasien mungkin akan merasa lemah, pucat, dan kulitnya dingin," kata dr Joe seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (16/1/2017).

Lanjut pada pendarahan kelas tiga menurut dr Joe adalah saat di mana seseorang membutuhkan bantuan transfusi darah. Denyut jantung makin cepat dan pembuluh darah juga mengecil untuk mengimbangi tekanan darah yang terus turun.

Terakhir pada pendarahan kelas empat sistem sirkulasi tubuh tidak mampu lagi mengimbangi tekanan darah. Organ-organ akan mulai gagal berfungsi dan pasien masuk ke dalam kondisi koma hingga akhirnya meninggal.
17.01 | 0 komentar | Read More

hubungan sering pusing dan lemas dan kelebihan sel darah

Sering merasa pusing dan lemas meskipun istirahat dan makan sudah cukup? Hati-hati, bisa saja Anda mengalami kelebihan sel darah merah.

dr Gina Aghnia Huda dari Palang Merah Indonesia Sukabumi, Jawa Barat, mengatakan sering pusing dan lemas merupakan tanda utama kelebihan sel darah merah. Kelebihan sel darah merah dapat membuat darah menjadi kental, sehingga peredarannya pun tidak optimal.

Darah yang kental berjalan lambat di pembuluh darah, yang juga menyebabkan jantung harus bekerja memompa darah lebih kuat. Peredaran darah yang lambat juga membuat suplai oksigen ke otak serta penyebaran nutrisi ke sel-sel tubuh terganggu.

"Karena itu donor darah bisa membantu. Kenapa? Karena donor darah akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, donor akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali mendonorkan darah," tutur dr Gina, ditemu di sela-sela acara Love Donation 2017 di Mal Ciputra, Jl Letjen S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (19/2/2017).

Selain dapat meredakan pusing dan lemas karena kelebihan sel darah merah, donor darah juga memiliki ragam manfaat lain seperti membuat tubuh lebih fit, tekanan darah lebih stabil hingga merasa lebih bugar. Untuk itu, tidak ada salahnya rutin melakukan donor darah tiap 3 bulan sekali.

Dijelaskan dr Gina, manusia memiliki jumlah darah kurang lebih 6-9 liter di dalam tubuhnya. Sementara saat donor darah, yang diambil hanya sekitar 200 hingga 300 cc saja.

"Salah satu komponen darah adalah zat besi. Kadar zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil," tambahnya lagi.

Di sisi lain, tidak ada efek samping negatif dari melakukan donor darah. Sedikit lemas dan pusing memang akan terjadi namun kondisi tubuh akan kembali normal dalam waktu 24 jam. "Makanya yuk donor darah. Yang diambil kan cuma sedikit darahnya. Boleh juga cari tahu informasi dulu dengan mengunjungi PMI terdekat," pungkasnya.
(mrs/up)
16.58 | 0 komentar | Read More

HEMOGLOBIN TINGGI

Written By iqbal_editing on Minggu, 22 Januari 2017 | 06.53

2 Faktor Penyebab Hemoglobin Tinggi Dalam Darah Hemoglobin merupakan sel darah merah yang bertugas mendistribusikan oksigen serta menghantarkan nutrisi ke dalam tubuh dan nantinya akan disharing kembali melalui organ seperti ginjal, jantung, otak dan paru-paru.
ilustrasi hemoglobin tinggi
ilustrasi hemoglobin tinggi
Apakah hemoglobin rendah itu berbahaya? Seperti yang sudah diulas pada artikel sebelumnya, banyak bahaya dari hemoglobin rendah baik anak-anak, bayi dan dewasa pada umumnya. Untuk mengetahui hemoglobin rendah pada umumnya dapat dilihat dari raut wajah dan lesu.
Bagaimana dengan hemoglobin tinggi? Untuk mengetahui kadar hemoglobin tinggi maupun rendah sudah dapat diketahui dengan pemeriksaan tes darah. Ada 2 beberapa pendapat dokter konsultan yang berbeda,
yang pertama
selama penderita kadar hemoglobin tinggi tidak mengalami gejala-gejala signifikan atau gejala yang dapat membuat si penderita mengalami gangguan aktifitas, maka tidak perlu di khawatirkan.
yang kedua
kadar hemoglobin tinggi perlu dilakukan pencegahan dengan mempertahankan kadar hematokrit dengan menjalani flebotomi guna mencegah timbulnya hiperviskositas. Flebotomi adalah suatu tindakan untuk menurunkan volume darah atau bisa disebut dengan donor darah. Seseorang yang memiliki hemoglobin tinggi pada umumnya meski melakukan donor darah, tetapi darahnya tidak dapat dipakai melainkan dibuang.

Dari dua pendapat tersebut memang ada benarnya, karena menurut data WHO kadar hemoglobin seseorang memang berbeda – beda yang dipengaruhi jenis kelamin dan bangsa, meski data WHO merupakan ketetapan rata-rata kadar hemoglobin, akan tetapi beberapa orang yang tinggal di pegunungan tinggi memiliki kadar hemoglobin tinggi dan orang tersebut tetap sehat meski melampui data normal WHO. Tabel data WHO dapat dilihat disini.

Gejala Hemoglobin Tinggi

Disebut sebagai hemoglobin tinggi bila kadar melebihi 18 gram/dl hal ini biasa terjadi pada gagal jantung, diare, dehidrasi dan penduduk yang bertempat tinggal di dataran tinggi (pegunungan). Selama tes darah juga dilakukan pengukuran hematokrit guna mengetahui tingkat keketalan darah anda sebagai tingkat penyakit yang diderita.
HT Normal (Gandasoebrata,2007):
  • Pria memiliki 40-48% VOL
  • Wanita memiliki 37-43% VOL
Kasus penyebab hematokrit tinggi lebih dari 55% adalah diare, diabetes mellitus dan ambang bahaya terjadi ketika Hematokrit mencapai > 60%
Beberapa gejala hemoglobin tinggi antara lain :
  1. Sesak napas
  2. Sakit kepala
  3. Pendarahan, trombosis (pendarahan kecil bisa jadi dibagian yang tidak dapat anda duga, seperti bibir biasa pada penderita gagal ginjal yang selalu cuci darah dan darahnya tersebut tidak dapat membeku/ mengental.
  4. Perubahan warna kulit
  5. Dizzines (kepala merasa ringan, tidak stabil dan bergoyang-goyang)
  6. Telinga berdenging
  7. Tanpa gejala


2 Faktor Penyebab Hemoglobin Tinggi

1. Polisitemia
Peningkatan kadar hemoglobin (peningkatan jumlah sel darah merah) melampui 18 gr/dl, solusi yang biasa di ambil penderita harus menjalani flebotomi (phlebotomies) atau mengurangi darah.
2. Faktor Ekternal
Penyebab hemoglobin tinggi pada faktor ini memang sulit di analisa, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai keadaan yang mempengaruhinya seperti :
  • Apakah penderita memiliki penyakit ginjal?
  • Perokok
  • Memiliki tekanan darah tinggi (normal 110-160 mmHg dan diastole 70-100 mmHg)
  • Penyakit paru-paru
  • Denyut nadi teratur
  • Apakah penderita pecandu narkoba ?
  • Apakah penderita terkena rabies, HIV, malari, hepatitis ?

Cara menangani penyebab faktor ekternal adalah dilakukan perbaikan dari permasalahan yang dihadapi dan membutuhkan waktu yang sangat lama
06.53 | 0 komentar | Read More

pembentukan sel darah merah dari embrio hingga lahir

Written By iqbal_editing on Minggu, 08 Januari 2017 | 15.07

Pembentukan sel – sel darah in utero, bayi dan anak


Pembentukan Eritrosit (Sel Darah Merah) pada Manusia

Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun.

Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati.
Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.
15.07 | 0 komentar | Read More

tips puasa penderita anemia

Written By iqbal_editing on Jumat, 06 Januari 2017 | 06.23

BANYAK penderita anemia tetap berpuasa, tapi tidak bisa mengatur menu. Bahkan terkadang asal kenyang. Kondisi seperti ini bisa memerparah penyakit dan membahayakan tubuhnya.

Anemia, kata dr. Deby Vinski, AAMS, specialis anti-aging, adalah keadaan di mana tubuh kekurangan hemoglobin (protein yang mengandung zat besi) dan enitrosit (sel darah paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah), sehingga nutrisi dan oksigen tidak dapat didistribusikan secara optimal ke seluruh tubuh.”Yang paling sering dialami, terutama oleh wanita, adalah karena kekurangan zat besi,”katanya.

Gejala-gejala yang sering muncul, antara lain, mudah lelah, pusing, dan kurang bersemangat. Dalam keadaan cukup berat, timbul rasa pusing disertai mata kunang-kunang. Sedangkan tanda-tanda yang mudah dikenali, antara lain, wajah menjadi pucat, terutama terlihat pada warna bibir, lidah, dan kelopak mata.

Konsumsi makanan sehari-hari yang kurang mengandung zat besi, banyak mengeluarkan zat besi akibat haid atau pendarahan, penyerapan yang kurang, adalah penyebab timbulnya anemia. Kondisi kekurangan darah ini bisa bertambah buruk jika penderita tetap berpuasa dan kurang memperhatikan menu makanannya. (Baca: Kematian sulit didata, upaya pemerintah?)

Anemia, sambungnya, tidak terjadi seketika, tetapi berasal dari proses yang berangsur –angsur dan lama. Untuk itu, penderita perlu berkonsultasi kepada dokter sebelum parah anemia yang diderita dan memungkinkan atau tidak jika ingin berpuasa. Apabila dokter memperbolehkan penderita berpuasa, penderita anemia harus memperhatikan asupan makan yang dibutuhkan. Jika diperlukan, bisa mengonsumsi vitamin dan obat penambah darah yang disarankan oleh dokter.

Jika dianalisis, penderita anemia sering tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori dari jadwal makan selama berpuasa. Sebab, penderitanya mengalami kekurangan sel darah merah dalam tubuh, padahal sel-sel darah merah bertugas mengalirkan nutrient ke setiap sel tubuh. Untuk itu, jika tetap ingin berpuasa, penderita perlu memperhatikan asupan makanan yang tepat yang bisa memperkuat kondisi tubuhnya. “Banyak makan yang mengandung zat besi,”ujarnya.

Menu untuk berbuka maupun sahur harus mengandung cukup zat besi. Sumber zat besi, antara lain, hati, daging, kuning telur, tempe, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran yang berwarna hijau tua. Minum juga susu yang diperkaya protein, vitamin, dan mineral sebelum tidur.

Makanan yang paling tepat dikonsumsi bagi penderita anemia pada bulan puasa ini, menurutnya, adalah makanan yang tinggi kalsium, vitamin, serta mineral. Para penderita dianjurkan mengonsumi makan yang mengandung nutrisi-nutrisi penting itu pada saat sahur dan berbuka.” Makanan yang banyak mengandung vitamin B perlu banyak dikonsumsi,”katanya.
(fik)
06.23 | 0 komentar | Read More

mitos mengenai thalesmia

ergantung pada jenis dan tingkat keparahan thalassemia, dokter akan memantau pasien untuk risiko komplikasi meliputi.
doktersehat-Polisitemia-Vera-sumsum-darah-thalassemia-hemofilia-B-bekuan-darah

Beberapa hal tersebut adalah:
  • pembesaran limpa (hipersplenisme)
  • masalah hormon, seperti pubertas yang tertunda dan pertumbuhan yang terbatas
  • masalah jantung, termasuk detak jantung yang tidak teratur dan gagal jantung
  • masalah hati, termasuk hepatitis, pembesaran hati (fibrosis) dan jaringan parut hati (sirosis)
  • masalah tulang, termasuk nyeri sendi, osteoporosis
Mitos Tentang Thalassaemia
Ada banyak mitos tentang thalassemia. Institusi NHS Sickle Cell dan Skrining Program Thalassaemia mencoba untuk menghilangkan banyak mitos tersebut:
Jika seseorang dan pasangannya tidak sakit thalasemia, anak-anak mereka tidak akan mewarisi thalasemia tersebut
Mitos: Meskipun sepasang suami istri tidak sakit thalasemia, tapi secara genetik mereka adalah pembawa thalassemia, sehingga dalam kehidupannya mungkin tidak memiliki gejala apapun, memiliki anak dapat menurunkan gen pembawa sehingga anak bisa terkena thalasemia.
Jika hanya salah satu (suami atau istri) yang merupakan pembawa thalassemia, gen yang diturunkan bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan
Anak mungkin tidak mewarisi gangguan itu sendiri; anak masih bisa mewarisi status carrier/pembawa, yang dapat mempengaruhi anak-anak mereka dan generasi berikutnya.
Tes darah rutin selama hidup seseorang akan menunjukkan mereka adalah pembawa
Hanya tes darah spesifik yang dapat mendeteksi carrier.
Jika bayi merupakan carrier, bayi dapat menjadi sakit di kemudian hari
Bayi dapat menjadi pembawa, tetapi tidak pernah mengembangkan gangguan, tetapi mereka masih bisa mewariskan gen yang rusak jika mereka memiliki anak sendiri di kemudian hari.
Jika kedua orang tua adalah pembawa, 25% kemungkinan anak memiliki gangguan yang berarti dari empat bayi orang tua, salah satu akan sakit.
Maksud dari 25%  adalah presentase yang dapat berlaku untuk setiap kehamilan secara terpisah. Keempat anak bisa menghindari kondisi atau keempat anak tersebut bisa memilikinya dengan potensi 25% kemungkinan.
Orang kulit putih tidak perlu khawatir tentang thalassemia
Meskipun thalassemia paling sering terjadi pada beberapa kelompok etnis, warna kulit tidak selalu menentukan.
06.15 | 0 komentar | Read More

sindrome aase

Written By iqbal_editing on Kamis, 05 Januari 2017 | 08.23

Sindrom Aase atau sindrom Aase-Smith adalah jenis kelainan genetika yang jarang terjadi. Sindrom ini ditandai dengan anemia, deformitas tulang dan sendi. Sindrom Aase diperkirakan adalah kelainan genetika jenis otosom dominan. Masih belum ditemukan di mana letak kesalahan gennya. Anemua yang terjadi merupakan akibat dari gangguan perkembangan sumsum tulang, yang merupakan tempat pembentukan sel darah. Sindrom ini dinamakan dari nama ahli ilmu kesehatan anak Amerika Serikat, Jon Morton Aase dan David Weyhe Smith.

Daftar isi

Gejala

  • Pertumbuhan yang terhambat
  • Kulit pucat
  • Terlambatnya penutupan fontanel (bagian ubun-ubun yang belum tertutup pada tengkorak bayi)
  • Bahu lebar
  • Kelainan bentuk sendi
  • Deformitas telinga
  • Sumbing
  • Kelainan pada kelopak mata

Uji klinis

  • Hitung jenis darah lengkap untuk melihat kondisi anemia dan menurunnya leukosit.
  • Elektrokardiogram atau EKG untuk memeriksa adanya defek jantung.
  • Uji sinar-X untuk melihat kelainan pembentukan tulang
  • Biopsi sumsum tulang

Terapi

Pasien akan diberikan transfusi darah secara rutin pada tahun pertama untuk gejala anemua. Obat prednison dapat diberikan, walau memiliki efek samping tidak baik pda pertumbuhan dan perkembanganotak bayi. Transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan bila terapi sebelumnya tidak berhasil.

Prognosis

Biasanya gejala anemia dapat ditangani.

Komplikasi

  • Komplikasi berkaitan dengan anemia, sehingga pasien dapat merasa letih, lesu, dan menurunnya pengikatan oksigen dalam darah.
  • Penurunan leukosit dapat melemahkan pertahanan tubuh dari infeksi.
  • Jika terdapat defek jantung, maka dapat menyebabkan komplikasi berganda yang berkaitan.
  • Kasus parah dapat menuebabkan kematian setelah lahir.

Pencegahan

Sindrom ini merupakan kelainan genetika, maka tidak ada tindakan khusus untuk mencegah penyakit ini. Dengan pengenalan dan terapi dini, komplikasi pada leukosit dapat dibatasi.
08.23 | 0 komentar | Read More

pertolongan pertama DBD

Written By iqbal_editing on Rabu, 28 Desember 2016 | 13.40

Memasuki perubahan musim seperti yang sedang terjadi saat ini, banyak penyakit bisa mengancam kesehatan tubuh. Salah satu penyakit yang paling mengkhawatirkan, ialah demam berdarah dengue atau yang kita kenal dengan DBD.

Penyebaran penyakit ini dapat terbilang sangat pesat, sehingga diperlukan cara untuk mencegah penyebarannya. Selain mencegah, hal yang harus dilakukan ialah dengan melakukan pertolongan pertama pada korban DBD, agar gejalanya tidak semakin parah. Dari laman RSUD Dr Harjono S Ponorogo, kami rangkum beberapa cara yang dapat dijadikan langkah pertolongan pertama pada penderita DBD:

Minum air sebanyak-banyaknya

Penyakit DBD masuk ke dalam tubuh melalu aliran darah. Virus Dengue yang masuk lewat aliran darah tersebut kemudian menyerang sistem imun, dan menjalar ke sistem lain dalam tubuh yang ikut lemah. Untuk membantu membersihkan aliran darah yang tersemar virus, dianjurkan untuk memberi pasien terduga air putih sebanyak-banyaknya.

Menurunkan deman dengan kompres


Ketika gelaja DBD masuk ke tahap yang muali parah, penderita akan terserang demam tinggi. Untuk menghentikan gejalanya, berikanlah kompres pada anak yang terserang demam agar suhu tubuhnya turun. Selain mengompres, Anda juga bisa memberi obat penurun panas pada penderita DBD yang sedang demam. Dengan demam yang sedikit berkurang, maka gejala DBD juga dapat dikurangi dan pulih segera.

Periksakan ke dokter

Jika dalam waktu lebih dari 3 hari demam tidak turun, dan disertain dengan muntah-muntah, maka itu adalah tanda bahwa gejala DBD sudah memasuki tahap yang sudah parah. Segeralah periksakan diri Anda ke dokter agar penanganaannya dilakukan sesegera mungkin. Semakin cepat diagnosisnya, akan semakin baik penangananya, yang bisa menjauhkan Anda dari risiko paling buruk dari BDB, yaitu kematian.

Pertolongan pertama pada DBD ini adalah hal yang menentukan level DBD yang Anda derita. Untuk pencegahan yang lebih baik, pertolongan pertama ini dapat sangat menjadi panutan yang baik.
13.40 | 0 komentar | Read More

pertolongan pertama hemofilia

Written By iqbal_editing on Selasa, 27 Desember 2016 | 18.12

 
Ilustrasi mengobati tangan terluka

Berikut Pertolongan Pertama Saat Penyandang Hemofilia Alami Perdarahan

Ilustrasi mengobati tangan terluka (Istimewa)
Jakarta - Akibat darah yang tak mampu membeku dengan sendirinya secara normal, penyandang hemofilia harus menghindari benturan atau terkena benda tajam, yang bisa menyebabkan perdarahan. Namun bila hal itu terjadi, mereka harus segera mendapatkan pertolongan medis berupa pemberian faktor konsentrat dalam dua jam pertama.
"Bila tidak segera diberi faktor konsentrat, perdarahan yang terjadi akan sulit kering. Ini bisa berisiko menimbulkan kecacatan permanen," kata dokter spesialis anak dari RSCM Jakarta, Djajadiman Gatot, di Jakarta, baru-baru ini.
Sebelum mendapat pertolongan dari tim medis, orang-orang di sekitarnya juga dituntut bisa melakukan pertolongan untuk mencegah perdarahan semakin hebat.
"Bila mendapati penyandang hemofilia mengalami perdarahan atau bengkak, posisikan bagian yang terluka tersebut tidak banyak bergerak supaya tidak semakin banyak darah yang keluar," pesan Djajadiman.
Setelah itu, bagian yang mengalami perdarahan perlu dikompres dengan air dingin untuk menghilangkan rasa nyeri dan menciutkan pembuluh darah, supaya darah tidak banyak yang keluar.
"Bagian tubuh yang mengalami perdarahan juga harus segera dibebat, agar perdarahan tidak berlanjut. Pastikan posisi bagian yang terluka lebih tinggi dari posisi jantung," ujar jelas Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) tersebut.
Herman/FAB
18.12 | 0 komentar | Read More
 
berita unik