Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label saraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saraf. Tampilkan semua postingan

RAsa gatal yang menular karena pengaruh otak

Written By iqbal_editing on Senin, 13 Maret 2017 | 08.09

Tahukah Anda bahwa rasa gatal bisa menular pada seseorang bukan cuma karena ada penyakit saja tapi bisa karena pengaruh otak? Ketika orang lain menggaruk-garuk gatal, maka mereka yang menyaksikan bisa ikut merasa gatal karena otaknya sudah terprogram seperti itu.

Para peneliti dari Universitas Washington di St Louis dan Universitas Fourth Military Medical menyebut reaksi gatal yang menular tersebut sama seperti mengapa orang jadi ikut menguap saat melihat orang lain menguap.


Dipublikasi dalam jurnal Science, tes pada tikus menunjukkan ada bagian di dalam otak bernama suprachiasmatic nucleus (SCN) yang ketika melihat individu lain gatal melepaskan senyawa kimia bernama gastrin-releasing peptide (GRP). GRP sendiri diketahui merupakan sinyal penting pemicu rasa gatal antara kulit dan susunan saraf pusat.

Salah satu peneliti Dr Zhou-Feng Chen mengatakan hal tersebut terjadi kemungkinan karena sudah insting. Naluri yang sudah dimiliki suatu mahluk ketika lahir ke dunia sehingga tidak bisa dikontrol.

"Kadang-kadang menyebut gatal aja bisa membuat seseorang menggaruk-garuk," kata dr Chen seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (13/3/2017).

"Banyak orang mengiranya itu semua karena pengaruh pikiran saja. Tapi eksperimen kami menunjukkan bahwa perilaku tersebut merupakan sesuatu yang sudah dirancang dari sananya bukan suatu bentuk empati," lanjut dr Chen.

Di dalam eksperimen para peneliti menempatkan tikus-tikus di kandangnya berhadapan dengan layar komputer. Setelah itu diputarkan sebuah video tentang tikus yang menggaruk kegatalan sambil aktivitas otak mereka dipantau.

"Hanya dalam hitungan detik tikus-tikus yang ada di kandang juga mulai menggaruk-garuk," pungkas dr Chen.
08.09 | 0 komentar | Read More

tanda penderita alzheimer

Written By iqbal_editing on Selasa, 11 Oktober 2016 | 05.37

Kehilangan memori
Setiap orang mungkin saja melupakan suatu percakapan secara rinci, tapi orang dengan alzheimer akan melupakan apa yang baru saja terjadi atau apa yang baru diucapkannya. Hilangnya ingatan ini tidak konsisten. Orang dengan alzheimer mungkin saja lupa nama anjingnya satu hari dan mengingatnya kembali esok harinya.

Agitasi dan perubahan suasana hati
Orang dengan alzheimer akan tampak cemas dan gelisah, bisa saja ia bergerak terus menerus dan cepat, marah di tempat tertentu atau menjadi terpaku pada detail tertentu. Agitasi merupakan hasil dari rasa takut, bingung, kelelahan dan kewalahan untuk mencoba memahami dunia yang sudah tidak masuk akal menurutnya. Selain itu perubahan suasana hati yang cepat terjadi dan tidak beralasan bisa terjadi.

Gangguan dalam membuat keputusan dan menggunakan uang
Penderita alzheimer akan mulai membuat keputusan yang tampak konyol, tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak pantas. Kondisi ini bisa terjadi pada penggunaan pakaian yang salah atau berperilaku seperti masa lalu. Selain itu akan mengalami kesulitan dalam pemikiran abstrak misalnya menggunakan uang, membayar tagihan atau mengelola anggaran.

Kesulitan melakukan tugas-tugas ringan dan berkomunikasi
Penderita akan menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas ringan, yang mungkin dulu bisa dilakukannya berkali-kali. Terkadang penderita kesulitan untuk berkomunikasi, sehingga berhenti ditengah-tengah pembicaraan dan tidak tahu bagaimana melanjutkannya.

Sering lupa
Seringkali lupa dimana ia meletakkan barang seperti kunci mobil atau remote tv, dan secara rutin barang-barang ini ditemukan di tempat yang tidak biasa atau aneh. Selain itu juga mengalami disorientasi waktu dan tempat, seperti lupa tanggal atau bahkan tempat tinggalnya sendiri. Serta kadang lupa apakah dirinya sudah makan atau belum.

Sering mengulangi ucapan atau tindakannya
Sering terjadi pengulangan kata-kata, pernyataan, pertanyaan atau kegiatan merupakan ciri khas dari alzheimer. Terkadang perilaku ini dipicu oleh kecemasan, kebosanan atau takut pada lingkungan, sehingga berupaya untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan atau keakraban.

Menarik diri
Alzheimer bisa menajdi penyakit kesepian dan mengisolasi yang dapat mengakibatkan kurangnya minat terhadap kegiatan di sekitar keluarga atau teman-temannya. Hal ini kemungkinan karena penderita merasa malu terhadap perubahan yang terjadi, sehingga cenderung menghindari situasi sosial. Kondisi ini memungkinkannya untuk kehilangan motivasi yang dapat mengarah pada depresi.

Tidak dapat mengenali anggota keluarga dan teman
Orang dengan alzheimer lambat laun hanya akan mengenali nama satu orang saja dan melupakan orang lain, bahkan dirinya sendiri. Nama yang diingat biasanya berhubungan dengan memori masa lalunya.

Kehilangan kemampuan motorik dan sentuhannya
Kondisi ini akan mempengaruhi keterampilan motorik halusnya dan gejala sensoriknya, sehingga mengganggu kemampuan seseorang seperti memakai baju, memencet tombol atau menggunakan sendok garpu dan sering mengalami mati rasa.

Tidak memperhatikan kebersihan dan perawatan tubuh
Seiring berjalannya penyakit tersebut, maka seseorang akan sering lupa menyikat gigi, mandi, ganti pakaian, menggunakan toilet atau bahkan mungkin tidak ingat mengapa seseorang perlu mandi.

Delusi dan paranoia
Pada beberapa orang mungkin akan mengalami kecurigaan yang tampak irasional, misalnya mengalami halusinasi untuk melihat, mendengar, mencium atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Kecurigaan yang berlebihan ini bisa membuat seseorang menjadi agresif secara fisik atau verbal.

Bersifat kekanak-kanakan
Para ahli mengungkapkan ada kecenderungan orang dengan alzheimer akan menjadi ketergantungan pada individu tertentu dan akan terus menerus mengikuti orang tersebut seperti layaknya bayangan. Selain itu beberapa tingkah lakunya akan seperti anak-kecil yang tidak bisa sendiri atau minta selalu ditemani bahkan untuk ke kamar mandi.
05.37 | 0 komentar | Read More
 
berita unik