Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label syaraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syaraf. Tampilkan semua postingan

Rahasia Sarapan agar Otak Anak Seha

Written By iqbal_editing on Senin, 11 September 2017 | 10.11

Hai Bunda, menyiapkan sarapan anak merupakan aktivitas menyenangkan yang rutin Bunda lakukan setiap pagi. Meskipun begitu, tak jarang Bunda hanya menyiapkan menu-menu simpel yang minim kandungan gizi dan nutrisinya.
Faktanya, Bunda harus memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan si kecil untuk proses tumbuh kembangnya, serta menunjang aktivitasnya. Dengan menu sarapan yang tepat, si kecil bisa mengoptimalkan konsentrasinya untuk menerima pelajaran di sekolah.

Jangan bingung, memilih menu sarapan untuk si kecil. Bunda bisa menjadikan telur sebagai menu dasar untuk setiap olahan makanan si kecil. Selain mudah diolah dan divariasikan untuk berbagai menu masakan, telur juga memiliki kandungan protein yang tinggi.

Saat ini banyak orang mengandalkan putih telur untuk membantu membentuk masa otot mereka. Manfaat lainnya, telur mampu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga si kecil bisa terhindar untuk mengonsumsi makanan yang berlebihan.

Tidak hanya itu, kandungan protein di dalam telur juga bermanfaat untuk regenerasi dan pembentukan sel-sel tubuh. Kandungan kolin pada kuning telur juga bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak si kecil.

Masih ragu untuk memilih telur sebagai menu sarapan si kecil? Untuk memudahkan Bunda menyediakan sarapan sehat untuk si kecil, Blue Band hadir memberikan resep istimewa yang berbahan dasar telur.

Salah satu resep simpel yang bisa Bunda coba yaitu Roti Panggang Telur Bayam. Bisa dibilang itu merupakan menu andalan yang seimbang kandungan gizi dan nutrisinya dan sangat mudah dibuat. Untuk semakin melengkapi gizi dan nutrisi si kecil, jangan lupa untuk menggunakan satu sendok Blue Band Serba Guna untuk menumis bayam dan memanggang rotinya.

Karena Blue Band mengandung protein, vitamin A, B1, B2, D, E, dan Niasin, serta omega 3 dan 6 yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil. Jadi selalu siapkan Blue Band di dapur Bunda.

Ingin mencoba sendiri resep Roti Panggang Telur Bayam di rumah? Yuk segera praktikan resepnya untuk sarapan dan bekal sehat si kecil. Berikut ini resep lengkapnya.
Ayo dukung terus proses pertumbuhan dan perkembangan si kecil dengan memenuhi nutrisi penting yang dibutuhkan tubuhnya. Jangan takut kehabisan ide untuk menyiapkan sarapan sehat setiap hari, cari tahu resep-resep simpel lainnya di video berikut ini.
10.11 | 0 komentar | Read More

Dapatkan Otak Lebih Tajam dengan Meditasi 10 Menit Tiap Hari

Written By iqbal_editing on Minggu, 10 September 2017 | 07.38

Jika Anda sering kehilangan konsentrasi, mudah lupa, atau membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil keputusan, Anda mungkin perlu melakukan meditasi. Duduk dengan tenang dan merasakan napas sendiri diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Meditasi yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan densitas otak, meningkatkan hubungan antar neuron, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, mempertajam daya pikir otak dan meningkatkan hormon endorfin yang membangkitkan mood positif, seperti dilansir rodale, Sabtu (5/1/2013).

Penelitian yang juga menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan fungsi fisik dengan menurunkan risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Studi ini menunjukkan bahwa meditasi secara teratur efektif dalam mendukung kesehatan mental, emosional, dan fisik.

Baru-baru ini, ahli saraf dari UCLA telah menunjukkan manfaat menarik dari meditasi yang dilakukan secara teratur yaitu meningkatkan kemampuan otak untuk memproses informasi dengan cepat. Meditasi dapat meningkatkan fungsi otak hingga ke lapisan korteks yang bertanggungjawab dalam mengendalikan memori, kesadaran, pola pikir, pengambilan keputusan, dan perhatian.

Peneliti membandingkan orang-orang yang rajin bermeditasi dengan orang yang tidak pernah meditasi sama sekali. Hasilnya, peneliti melihat peningkatan yang signifikan terhadap pelipatan kortikal di wilayah yang luas dari otak, dan bukan hanya di korteks, yang bertanggung jawab untuk kesehatan emosional dan mental.

Meditasi akan sangat efektif bila dilakukan secara teratur. Meditasi setiap 10 menit sehari dapat memberikan manfaat yang signifikan dan perubahannya dapat Anda rasakan dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Yang perlu Anda lakukan adalah duduk di tempat yang tenang dan dalam posisi yang nyaman. Kemudian tarik napas perlahan-lahan dan tahan hingga beberapa detik kemudian lepaskan. Inti dari gerakan meditasi adalah merasakan napas Anda sendiri.

Lakukan hal ini dengan teratur untuk mendapatkan manfaat yang besar bagi kesehatan otak Anda.
07.38 | 0 komentar | Read More

Studi Sebut Konsumsi Minyak Zaitun Bisa Tingkatkan Kecerdasan

Nutrisi yang ditemukan dalam makanan kaya asam lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acids (MUFA) seperti minyak zaitun, kacang-kacangan dan alpukat dapat meningkatkan kecerdasan umum seseorang.

Para peneliti menemukan bahwa kecerdasan umum dikaitkan dengan jaringan perhatian dorsal otak. Hal ini memainkan peran sentral yang bertugas dalam menuntut perhatian dan pemecahan masalah sehari-hari. Secara khusus, kecerdasan umum terkait dengan seberapa efisien jaringan perhatian dorsal berfungsi secara optimal

Studi ini menemukan bahwa hubungan ini didorong oleh korelasi antara monounsaturated fatty acids (MUFA) dan jaringan-jaringan perhatian otak.

"Temuan kami memberikan bukti baru bahwa MUFA terkait dengan jaringan otak yang sangat spesifik, jaringan atensi dorsal, dan seberapa optimal jaringan ini diatur secara fungsional," kata Aron Barbey, profesor di University of Illinois-Urbana-Champaign, seperti dilansir dari laman The Indian Express.


"Ini penting karena jika kita ingin mengembangkan intervensi nutrisi yang efektif dalam meningkatkan kinerja kognitif, kita perlu memahami cara nutrisi ini mempengaruhi fungsi otak," Barbey menambahkan.

Untuk penelitian yang dipublikasikan di jurnal NeuroImage, tim meneliti hubungan antara kelompok asam lemak dan jaringan otak yang mendasari kecerdasan umum. Dengan melakukan hal tersebut, peneliti berusaha memahami apakah organisasi jaringan otak memediasi hubungan antara asam lemak dan kecerdasan umum.

Temuan ini menunjukkan di mana MUFA mempengaruhi kemampuan kongnitif seseorang. Peneliti menyebut mereka dengan kadar MUFA yang lebih tinggi dalam darah mereka memiliki kecerdasan lebih besar di jaringan perhatian dorsal.

"Hasil kami menunjukkan bahwa jika kita ingin memahami hubungan antara MUFA dan kecerdasan umum, kita perlu memperhatikan jaringan perhatian dorsal. Ini adalah bagian dari mekanisme mendasar yang berkontribusi terhadap hubungan mereka," kata Barbey.
07.36 | 0 komentar | Read More

Makin Cepat Wanita Puber, Makin Tinggi Risiko Terserang Stroke

Written By iqbal_editing on Sabtu, 09 September 2017 | 22.06

Umumnya pubertas terjadi ketika seorang anak memasuki usia rata-rata 12-13 tahun. Namun penelitian mengungkap, pubertas sebelum usia ini dapat memicu persoalan baru di masa depan.

Sebuah studi yang dilakukan di Tohoku University, Jepang mengungkap pubertas dini membuat seseorang berpeluang dua kali lipat untuk terserang stroke saat dewasa kelak.

Peneliti memperoleh kesimpulan ini setelah mengamati 1.142 wanita yang telah memasuki masa post-menopause dalam kurun tahun 1998-2010. Kemudian peneliti melacak kapan mereka pertama kali menstruasi dan menopause, lalu apakah mereka pernah mengalami stroke atau tidak.

Faktor lain yang dipertimbangkan peneliti adalah tinggi dan berat badan, riwayat penyakit jantung serta hipertensi.

Baca

Hasilnya, mereka yang mulai menstruasi sebelum usianya 13 tahun berpeluang 1,8 kali lebih besar untuk terserang stroke dibandingkan mereka yang mulai haid di usia 15 tahun.

Mereka juga cenderung mengalami apa yang disebut dengan 'cerebral infarction', atau terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak sehingga memicu kematian jaringan otak.

'Cerebral infarction' juga terjadi pada partisipan yang berhenti haid di usia 45 atau kurang dari itu.

"Kami menyimpulkan bahwa menstruasi dini bisa dijadikan alat prediksi adanya risiko stroke," kata sang peneliti, Prof Takayoshi Ohkubo seperti dilaporkan Science Daily.

Menurut peneliti, risiko stroke ini muncul karena ketika seorang anak gadis telah mengalami pubertas sebelum usianya genap 13 tahun, aliran darah ke otaknya akan rentan berkurang dari waktu ke waktu.

Bila ini dibiarkan, akibatnya asupan oksigen ke otak ikut berkurang sehingga lama-kelamaan dapat memicu kematian jaringan otak maupun stroke yang berpotensi mematikan.
22.06 | 0 komentar | Read More

Studi: Wanita yang Rajin Olahraga Jarang Terserang Stroke

Rutin olahraga bisa menyelamatkan wanita dari bahaya stroke. Hal ini dibuktikan oleh penelitian terbaru dari Amerika Serikat.

dr Joshua Willey dari Columbia University Medical Center, New York, melakukan penelitian kepada 61.000 wanita. Para partisipan dicek kebiasaan olahraganya pada tahun 1995-1996 dan 2005-2006.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Stroke pada Wanita
Secara keseluruhan, 987 partisipan meninggal akibat stroke di akhir program penelitian. Hasil penelitian menyebut para partisipan yang berolahraga minimal 150 menit per minggu memiliki risiko 30 persen lebih rendah terserang stroke.

"Ada yang rajin olahraga sejak muda, ada juga yang menjadi tidak aktif ketika beranjak dewasa. Namun studi kami membuktikan bahwa anjuran olahraga minimal 150 menit per minggu benar-benar bisa menyelamatkan nyawa Anda dari serangan stroke," tutur dr Willey, dikutip dari Reuters.

Lebih lanjut, mereka yang rutin melakukan olahraga berkurang risiko meninggal akibat stroke sebesar 35 persen. Olahraga dalam intensitas ringan juga diketahui bermanfaat, meskipun persentasenya lebih kecil yakni hanya 12 persen.

Joe Northey dari university of Canberra, Australia, mengatakan bahwa wanita secara umum lebih jarang berolahraga daripada laki-laki. Di sisi lain, risiko mereka mengalami serangan jantung dan stroke justru lebih besar.

"Karena itu olahraga rutin dan teratur menjadi penting. Olahraga membuat aliran darah ke otak menjadi lebih lancar dan lebih baik, yang juga sekaligus menjaga fungsi dan kesehatan otak," tutupnya.
22.03 | 0 komentar | Read More

Keren! Idap Autisme Tak Halangi Mimpi Brittany Jadi Atlet Tenis

Written By iqbal_editing on Jumat, 08 September 2017 | 03.07

Sekilas tak ada yang berbeda dari Brittany Tagliareni. Namun siapa sangka, petenis cantik ini ternyata seorang pengidap autisme.

Sehari-harinya, Brittany membutuhkan bantuan untuk menguncir rambut hingga mengikat tali sepatu. Namun begitu ia masuk ke lapangan tenis, Brittany berubah menjadi seorang atlet tenis yang handal.

"Orang-orang menerimaku apa adanya, dan tenis adalah sesuatu hal yang bisa aku lakukan dengan baik, dan aku menyukainya, terlebih ketika aku bisa mengalahkan pria," ujar gadis 26 tahun ini, dikutip dari CNN.

Baca juga: 7 Kisah Sukses Penyandang Autis Paling Terkenal di Dunia


Brittany Tagliareni adalah petenis profesional yang mengidap autisme.Brittany Tagliareni adalah petenis profesional yang mengidap autisme. Foto: BrittanyTagliareni.com


Sang ibu, Catherine Tagliareni, mengaku memang saat bayi, Brittany sudah menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan. Brittany tidak pernah belajar merangkak dan berbicara.

Kata pertamanya baru diucapkan saat ia berumur 6 tahun. Di usia 9 tahun, ia positif didiagnosis mengidap autisme sekaligus apraksia dan dyspraksia, gangguan yang membuatnya sulit mengontrol gerakan tubuh dan menangkap kata lewat telinga.

Namun sang ibu tak pernah putus asa. Bahkan ia mencoba mengenalkan Brittany kepada berbagai macam jenis kegiatan, termasuk tenis. Keinginan bermain tenis Brittany muncul setelah melihat sang kakak, A.J, bermain tenis.


"Aku senang bermain tenis karena ini sangat menyenangkan. Aku bisa bertemu dengan banyak orang dan mendapat hadiah jika memenangi turnamen," tutur Brittany.

Sang pelatih, Vladimir Obradovic, mengatakan autisme yang diidap Brittany tak menghalanginya untuk tampil memukau di lapangan. Sederet turnamen sudah pernah dimenangkannya, mulai dari Atheltes Without Limits, International Federation for Intellectual Disability Sport World Tennis Championships hingga Special Olympics.

Mengidap autisme tidak membuat Brittany Tagliareni putus asa. Ia bahkan berprestasi di kejuaraan tenis dunia.Mengidap autisme tidak membuat Brittany Tagliareni putus asa. Ia bahkan berprestasi di kejuaraan tenis dunia. Foto: BrittanyTagliareni.com


Apa yang berhasil dilakukan Brittany adalah bukti bahwa semua orang bisa menggapai mimpinya jika mereka berusaha. Itulah pesan yang selalu disampaikan Catherine ketika orang-orang bertanya soal anaknya.

"Ketika ia masih muda, banyak yang mencemoohnya, mengatakan ia tidak akan sukses di tenis. Tapi aku bersyukur hingga saat ini ia bisa melakukannya lebih baik daripada sebagian besar orang normal," urainya.

"Tenis tidak hanya memberi Brittany semangat untuk hidup, namun juga dorongan bagi dirinya untuk menjadi lebih terbuka dan lebih sosial terhadap orang lain dan lingkungan sekitar," tutup Catherine.
03.07 | 0 komentar | Read More

Kisah Sedih Ketika Ketika Ibu Lupakan Anaknya Akibat Demensia

Written By iqbal_editing on Kamis, 07 September 2017 | 03.26

Di YouTube seorang pria dari Ohio, Amerika Serikat, bernama Joey melakukan dokumentasi perjalanan keparahan kondisi demensia (pikun) ibunya. Ia ingin menunjukkan bagaimana pikun berdampak pada seorang pasien dan orang sekitarnya.

Dalam beberapa episode tampak bahwa semakin lama kondisi sang ibu yang diketahui berusia 67 tahun tersebut semakin parah. Hingga pada akhirnya tiba ketika mereka tengah makan di suatu restoran dan sang ibu melupakan Joey yang sedang berada di depannya.


"Jadi kamu tidak tahu siapa ayah saya, apa kamu tahu siapa ibu saya?" kata Joey dalam kanal YouTube-nya Joe Joe.

"Saya tidak tahu...," balas sang ibu setelah terpaku diam beberapa detik.

Joey kembali bertanya tentang hubungan mereka pada sang ibu yang kemudian juga dibalas dengan kekosongan dan jawaban 'tidak tahu'. Padahal di dalam video beberapa jam lalu keduanya masih menghabiskan waktu bersama dan sang ibu masih mengenalinya.

"Hari ini sebetulnya berjalan dengan baik sampai saya mulai memberikannya beberapa pertanyan. Satu pertanyaan lanjut ke pertanyaan lain hingga akhirnya saya mendengar kata-kata yang tak pernah ingin didengar oleh seorang anak," ungkap Joey.

Video Joey berdurasi sekitar 20 menit dan kumpulan videonya pertama kali diunggah 17 Januari 2017. Di dalam video terakhir ia mendeskripsikan bagaimana rasanya ketika sang ibu kini sudah tak lagi mengenalinya.

"Ini hari terberat sepanjang hidup ku. Ketika ibu tak lagi mengenali mu. Dia tahu nama saya, tapi dia tidak tahu siapa saya," ujar Joey sambil menangis.

Demensia sendiri adalah kondisi degeneratif di mana otak perlahan-lahan kehilangan kemampuannya akibat terjadi kematian sel. Pada kasus Joey, sang ibu diketahui terkena Lewy Body Dementia (LBD).
03.26 | 0 komentar | Read More

Menyentuh! Supir Bus Ini Jaga Lansia Pengidap Pikun yang Tersesat

Irlandia, Apa yang akan Anda lakukan jika bertemu dengan seorang pengidap demensia yang tersesat? Seorang supir bus di Irlandia rela trayeknya terlambat demi menjaga lansia pengidap demensia dijemput oleh keluarganya.

Fiona Carolan kaget bukan main saat menerima telepon dari nomor yang tak dikenalnya. Sang penelepon yang mengaku bernama Gabor mengatakan saat ini ia sedang bersama ayah Fiona.

"Ayahku berasal dari bagian utara kota Cork, dan ia mengidap demensia. Tentunya ia merasa sedih dan kesal berada di tempat asing yang tidak ia ketahui dan jauh dari rumah," tutur Fiona dikutip dari laman Facebooknya.


Sesampainya di sana, Fiona mengaku terharu setelah mengetahui bahwa Gabor yang menjaga ayahnya adalah seorang supir bus. Gabor rela harus terlambat mengikuti jadwal trayek busnya demi menjaga ayah Fiona yang saat itu sedang kebingungan.

Rasa terima kasih Fiona pun ia sampaikan ke laman Facebook Bus Eireann, tempat Gabor bekerja. Menurutnya, apa yang dilakukan Gabor patut diapresiasi karena tidak semua orang mau melakukannya.

"Aku ingin berterima kasih pada Gabor, pengemudi bus Eireann rute 220 yang telah sabar menunggui ayahku," ungkapnya lagi.

Dikatakan Gabor, ia mengetahui ada yang salah dengan lansia ini setelah mendengarnya bicara tak jelas. Beruntung, ayah Fiona memiliki identitas yang berisikan nama dan kontak Fiona yang bisa dihubungi.

Postingan Fiona sudah dibagikan lebih dari 3.400 kali dan dikomentari oleh hampir 2.000 orang. Banyak respons positif datang dari netizen. Sebagian besar mengaku terharu dan bangga masih ada orang yang memiliki empati besar dan mau menunggui pasien demensia, meskipun ia orang asing.

Demensia sendiri adalah kondisi ketidakmampuan seseorang untuk mengenali keadaan sekelilingnya akibat penurunan fungsi otak. Lazim disebut penyakit pikun, demensia dapat membuat seseorang lupa terhadap lingkungannya, keluarga, hingga dirinya sendiri.

Demensia juga ditandasi dengan adanya perubahan kepribadian dan emosi yang naik turun. Penelitian menyebut demensia memiliki kaitan erat dengan penyakit Alzheimer.
03.13 | 0 komentar | Read More

Pasien Pembuluh Darah Ppembuluh darah pecah di Otak Pantang Makan Nasi, Apa Hubungannya?

Written By iqbal_editing on Kamis, 31 Agustus 2017 | 20.35

Kondisi Hamdan ATT semakin membaik. Bahkan pedangdut berusia 71 tahun itu itu sudah boleh dipindah ke ruang perawatan. Saat sebelum dipindahkan ke ruang perawatan, putri pedangdut senior yang lainnya, Aza, mengatakan ada pantangan yaitu Hamdan tak boleh makan nasi.

"Pantangan sekarang sih tadi terakhir dengar dari mama, katanya cuma nggak boleh makan nasi aja sih. Udah itu aja. (Alasannya mengapa) kurang ngerti saya karena nggak sempat tanya-tanya sama mama," kata Aza seperti dikutip dari detikHot.

Menanggapi hal ini, dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS atau akrab disapa dr Andra dari RS Medistra menjelaskan sebenarnya tidak spesifik bahwa nasi menjadi pantangan. Namun untuk mencegah stroke maka harus menghilangkan dan meminimalkan faktor-faktor risikonya.nimal

Lanjut dr Andra, nasi yang dikonsumsi mengandung karbohidrat kompleks tak jenuh yang sangat mudah meningkatkan kadar gula darah dalam darah dan juga mudah diubah menjadi lemak. Karena itu, stroke rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki diabetes, obesitas, hipertensi serta hiperkolesterol.

"Ini nantinya yang akan meningkatkan kejadian penyakit diabetes dan hiperkolesterol dan obesitas. Yang pada akhirnya rentan menjadi stroke," jelas dr Andra.

"Jadi sebenarnya bukan hanya nasi saja yang harus hati-hati kita konsumsi. Tapi makanan-makanan lainnya yang tinggi kadar lemak dan karbohidrat tidak baik," tambahnya.


Lain cerita jika pasien masih belum sadar, sebab pasien yang tidak sadar rentan tersedak sehingga pemberian makanan apapun harus hati-hati.

"Kalau memang sadar penuh maka sebaiknya makan secara biasa. Namun harus dinilai juga kemampuan menelannya harus baik,"

Sependapat dengan dr Andra, dr Frandy Susatia, SpS, dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk pun mengatakan pasien tidak boleh makan nasi lantaran kesadarannya belum total sehingga pasien dipasangkan selang nasogastric tube (NGT) agar tidak tersedak.
20.35 | 0 komentar | Read More

Video Game Bisa Pengaruhi Memori di Otak dan Meningkatkan Risiko Alzheimer

Written By iqbal_editing on Kamis, 17 Agustus 2017 | 17.52

Video game bisa dimainkan oleh siapa saja, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak. Bermain video game juga disebut sebagai sarana melampiaskan stres dan membunuh kejenuhan.

Namun, dikutip dari laman Indian Express, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pelaku permainan aksi video game akan mengalami penurunan materi abu-abu di area otak. Mereka yang kecanduan bermain video game tersebut bisa berisiko gangguan otak seperti depresi, skizofrenia, alzheimer dan parkinson.

Penemuan ini menantang penelitian sebelumnya yang terbukti bahwa video game bermanfaat bagi beberapa aspek yakni meningkatkan kekuatan otak, mengurangi stres dan membantu memperbaiki gejala depresi.

"Video games telah terbukti bermanfaat bagi sistem kognitif tertentu di otak, terutama terkait dengan perhatian visual dan memori jangka pendek," kata Greg West, associate professor di Universite de Montreal (UdeM), Kanada.


Alih-alih hippocampus, 85 persen pemain cenderung memanfaatkan bagian lain otak yang disebut striatum untuk menavigasi jalan melalui sebuah permainan. Striatum ini memiliki area yang dikenal sebagai inti kaudatus yang bertindak semacam 'autopilot' dan 'penghargaan sistem' yang membantu membentuk kebiasaan dan mengingat, seperti mengendarai sepeda, makan serta minum.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry ini juga mengungkapkan bahwa semakin banyak pemain yang mengandalkan inti kaudatus semakin sedikit mereka menggunakan hippocampus, sebagai akibatnya hippocampus kehilangan sel-sel dan mengalami atrofi atau penyusutan.

"Jika permainan video menyebabkan penurunan materi abu-abu di hippocampus (orang dewasa muda), kehati-hatian harus diberikan pada anak-anak, orang dewasa muda dan orang dewasa yang lebih tua untuk mempromosikan keterampilan kognitif seperti ingatan visual jangka pendek dan perhatian visual," usul West.

Pasien dengan penyakit Parkinson yang dikombinasikan dengan demensia dan juga penyakit alzheimer, skizofrenia, depresi atau PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) yang memiliki masalah abu-abu di hippocampus tidak disarankan untuk mengikuti tindakan permainan video.
17.52 | 0 komentar | Read More

Musisi Ini Bisa Kembali Main Gitar Setelah Otaknya Dibedah

Written By iqbal_editing on Selasa, 15 Agustus 2017 | 20.11

Di usia 34 tahun, seorang pria yang hanya diketahui bernama Li ini terpaksa menyudahi karirnya sebagai gitaris profesional dan mencari pekerjaan lain. Li dipaksa melakukannya karena jari-jarinya tak lagi bisa digerakkan.

Namun Li tak pernah tahu mengapa fungsi jari-jarinya menurun. Selama 20 tahun belakangan, ia telah mendatangi berbagai rumah sakit, akan tetapi diagnosis yang diberikan dokter selalu berbeda-beda. Ada yang mengatakan Li terserang Parkinson, ada juga yang mendiagnosis Li dengan masalah psikis.

Li juga sempat diberi obat-obatan oleh berbagai dokter yang menanganinya. Tapi tak ada satupun yang berhasil mengembalikan fungsi tangannya. Alih-alih sembuh, ia malah merasakan munculnya beragam efek samping.



Hingga akhirnya Li bertemu dengan Dr Cai Xiaodong yang berpraktik di Shenzhen No 2 Hospital. Dr Cai mendiagnosis pria yang saat ini berumur 57 tahun itu dengan FHD atau focal hand disorder.

FHD mengakibatkan hilangnya kendali seseorang terhadap otot-otot tertentu di tubuhnya. Kondisi ini lazim ditemukan pada musisi dan atlet.

Setelah berdiskusi panjang dengan Dr Cai, Li kemudian memutuskan bersedia menjalani operasi yang disebut dengan 'deep brain stimulation'. Operasi itu sendiri baru dilaksanakan beberapa waktu lalu di Shenzhen No 2 Hospital.


Suasana saat operasi Li berlangsung (Foto: Imaginechina/Splash News)

Menariknya, selama operasi berlangsung, pria yang tinggal Provinsi Jilin itu dibiarkan tetap sadar, bahkan diminta memainkan gitar. Tak disangka, saat operasi itulah, kemampuan jari Li untuk memetik gitar kembali lagi. Ia bahkan membawakan lagu klasik karya Beethoven yang bertajuk Fur Elise di hadapan tim medis yang membedahnya.

Menurut Dr Cai, dengan membiarkan pasien bermain gitar, mereka dapat menentukan bagian otak mana yang harus distimulasi dengan aliran listrik agar kinerjanya kembali seperti semula.

"Kami menemukan lokasi yang tepat untuk diberikan stimulasi, sehingga operasinya berjalan sukses," kata Dr Cai kepada wartawan, seperti dilaporkan Shenzhen Daily.

FHD sebenarnya bukan kondisi langka, namun bisa dikatakan mengatasi FHD dengan menggunakan operasi deep brain stimulation sangat jarang dilakukan. Dr Cai menambahkan, ini adalah ketujuh kalinya operasi ini digelar di rumah sakit mereka.

Untuk saat ini, fungsi tangan Li sudah kembali 80 persen. Sisanya diharapkan bisa kembali lewat rehabilitasi.(lll/vit)
20.11 | 0 komentar | Read More

Pria Ini Main Gitar Saat Otaknya Dibedah, Ternyata Ada Maksudnya

Selama 20 bulan, Abhishek Prasad menderita sebuah penyakit saraf yang disebut 'musical dystonia'. Menurut penjelasan dokter, gangguan inilah yang menghambat pergerakannya.

Menariknya, kondisi ini baru muncul saat penderitanya memainkan instrumen yang biasa ia mainkan. Dalam hal ini gitar, sebab Abhishek adalah seorang pemain gitar.

"Pada kasusnya, terjadi kram di tiga jarinya, jari tengah, jari manis dan kelingking kirinya karena ada gangguan dengan sirkuit di otaknya," terang Dr Sharan Srinivasan, kepala bedah saraf di Bhagwayn Mahaveer Jain Hospital, Bangalore, yang menangani Abhishek.

Ditambahkan Srinivasan, banyak penderita 'musical dystonia' yang tidak menyadari jika ini sebenarnya dipicu oleh gangguan otak.


 

Untuk mengatasinya, Srinivasan melakukan prosedur yang disebut 'radio-frequency ablation'. Dalam prosedur ini, pasien dibuat terjaga dalam keadaan otaknya dibuka. Ini dilakukan agar tim bedah dapat melihat reaksi pasien ketika otaknya dibedah.

Kemudian otak pasien dipapari gelombang frekuensi radio yang berfungsi untuk menghancurkan bagian dari sirkuit otak yang memicu tremor di jari-jari Abhishek.

"Makanya pasien harus dalam keadaan benar-benar sadar selama operasi, karena dia harus memberikan feedback saat itu juga," tutur Srinivasan seperti dilaporkan CNN.

Saat sirkuit otak yang memicu penyakit pada Abhishek 'dibakar' oleh Srinivasan, pria ini diminta memainkan gitar. Dan saat itu pula Abhishek melihat jari-jarinya tak lagi kram.

Abhishek Prasad bersama dokter yang mengoperasinya. (Foto: CNN)Abhishek Prasad bersama dokter yang mengoperasinya. (Foto: CNN)


Apakah tidak terasa menyakitkan? Srinivasan telah memastikan bahwa pasiennya tidak akan merasakan apa-apa. "Otak sendiri itu tidak merasakan sakit sama sekali, hanya kulit atau bagian atas tengkorak atas saja yang bisa merasakannya," imbuhnya.

Musical dystonia sendiri terjadi pada 1 persen musisi dan tak jarang mempengaruhi performa mereka. Namun setelah dioperasi, Abhishek hanya butuh diopname selama tiga hari dan setelah itu kondisinya membaik.
20.08 | 0 komentar | Read More

Terbiasa Tidur Setelah Belajar, Ini yang Terjadi Pada Otak

Bagi sebagian orang, belajar merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan, terutama pada saat masih sekolah. Tapi tahukah Anda bahwa belajar juga dapat dilakukan ketika kita sedang tidur?

Saat menghadapi ujian, pelajaran yang sudah dipelajari biasanya akan terngiang-ngiang di dalam pikiran. Hal ini terjadi karena pada malam hari otak kita sibuk memproses dan menggabungkan ingatan-ingatan yang masuk sebelumnya.

Hal ini pernah terjadi pada seorang anak lelaki yang sedang belajar bahasa Inggris. Ketika sedang diberikan pelajaran, ia tak sengaja tertidur. Namun ternyata, ia dapat menghapal pelajaran yang baru saja ia dengar saat sedang tertidur.

Meski begitu, bagi sebagian ilmuwan cara seperti ini sangat tidak mungkin terjadi. Para peneliti seperti Charles Simon dan William Emmons menguji cara yang sama seperti itu. Mereka menempelkan elektroda pada kepala seseorang ketika mereka sedang tidur sambil memberikan materi. Seperti yang mereka duga, orang tersebut tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Namun faktanya tidur memang dapat membantu menyatukan apa yang kita pelajari, serta memberikan kita fleksibilitas untuk mengaplikasikan kemampuan pada situasi yang baru. Meskipun Anda tidak dapat menyerap materi baru, Anda justru dapat memperkuat fakta atau keterampilan yang dipelajari sepanjang hari.

Tidur membantu menstabilkan memori dan menggabungkannya ke dalam jaringan dari memori jangka panjang," imbuh Susanne Diekelmann seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/7/2014).

Di abad 19, Marquis d'Hervey de Saint-Denys meneliti hal yang sama. Menurutnya ada tiga faktor yang dapat memengaruhi kerja otak saat sedang tidur. Pertama adalah bau, rasa, dan suara yang sesuai. Menurutnya, dengan ketiga faktor ini dapat memicu otak untuk memunculkan kembali memori yang sama seperti ketika ia belum tidur.

Secara ilmiah Diekelmann menjelaskan bahwa ketika tidur, bau yang kita hirup akan diproses dalam otak. Setelah itu, otak akan meningkatkan penggabungan memori yang mengakibatkan seseorang akan ingat setelah bangun. Begitu juga dengan suara.

Menurutnya, suara yang pelan dapat membantu seseorang untuk mengingat kembali apa yang ia dapat ketika tidur. Meski begitu, cara-cara ini tentunya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
19.59 | 0 komentar | Read More

Bukan Sekadar Menutup Mata, Tidur Juga Bantu Menjaga Fungsi Otak

Mengingat hal baru biasanya harus dilakukan dengan serius. Namun, ternyata saat tertidur pun Anda juga bisa mengingat hal baru. Kok bisa?

Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications menemukan bahwa otak mampu membentuk kenangan baru saat tertidur. Peneliti memainkan pola suara yang kompleks saat partisipan tertidur dan menemukan bahwa mereka dapat mengenali berbagai suara tersebut saat mereka bangun.

Dalam studinya, peneliti melibatkan 20 partisipan yang kepalanya dihubungkan dengan mesin untuk mengukur aktivitas listrik pada otaknya. Sehingga peneliti dapat memonitori setiap kegiatan yang terjadi pada partisipan saat tidur sepanjang malam.


Sebelum partisipan tertidur, peneliti memainkan white noise yang diselingi oleh suara ding dan suara lainnya. Kemudian, mereka diminta untuk menyebutkan kapan mereka mendengar pola yang berbeda pada suara tersebut.

Setelah mereka tidur, peneliti pun melanjutkan memainkan pola suara yang sama dengan frekuensi yang lebih sering selama fase tidur mereka.

Pada pagi harinya, peneliti memainkan white noise dan pola suara kepada para partisipan untuk terakhir kalinya. Saat itulah peneliti melakukan observasi terhadap hal yang menarik, di mana partisipan dapat mengenali pola suara lebih baik yang dimainkan saat mereka tertidur. Lebih dari itu, partisipan juga tidak ingat bahwa pola tersebut dimainkan saat mereka tertidur.

Hasilnya tidak hanya menyebutkan bahwa Anda dapat mempelajari sesuatu saat tertidur, tapi pada tahap tertentu bisa terjadi sebaliknya. "Ingatan bisa terbentuk atau hilang saat tidur, itu tergantung pada fase tidurnya," ucap peneliti dikutip dari Huffingtonpost.

Peneliti berteori bahwa proses ini bisa terjadi karena cara otak memilah ingatan, informasi dan hal yang diprioritaskan. Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek penuh dari hal tersebut untuk mengetahui apakah ingatan dapat meluas ke hal lain seperti kosakata atau bahasa baru.
19.22 | 0 komentar | Read More

Waduh! 'The Mountain' GOT Ternyata Pernah Kena Bell's Palsy

Palsy terjadi karena adanya infeksi virus herpes atau virus varicella zoster yang tinggal di saraf dan aktif ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah.

Virus ini memicu peradangan di saraf wajah sehingga menyebabkan terjadi kompresi yang pada gilirannya membuat otot jadi lumpuh serta wajah jadi terkulai.

Seperti itu lah yang dialami oleh Julius Bjornsson, atau yang dikenal sebagai karakter The Mountain di film series Game of Thrones. Dari akun @thorbjorsson instagram resminya, Bjornsson menyampaikan pengumuman kepada para penggemarnya satu hari sebelum pengumuman gelar 2017 Europe's Strongest Man yang akhirnya ia menangkan.


"Kepada seluruh penggemarku, aku punya sedikit pengumuman. Minggu lalu aku sakit. Saat Selasa, aku terbangun dengan bagian kanan wajah yang terasa kaku. Ini terasa semakin parah dan sampai akhirnya benar-benar kaku," tulisnya di salah satu unggahannya.


Unggahan 'The Mountain' soal Bell's Palsy yang ia alami.Unggahan 'The Mountain' soal Bell's Palsy yang ia alami. Foto: instagram/@thorbjorsson

Teman-teman Bjornsson memaksanya untuk memeriksakan diri ke dokter karena takut dikira mengalami stroke. Namun, ternyata setelah diperiksa ia dinyatakan terkena Bell's Palsy.

Biasanya, saat terkena Bell's Palsy gejala yang muncul meliputi rasa sakit yang parah, kehilangan kemampuan mengecap atau sensasi di lidah, serta kesulitan makan dan berbicara. Gejala ini berkembang dengan cepat dan memucak setelah 72 jam. Penyakit ini bisa bertahan hingga beberapa minggu atau mungkin berbulan-bulan.

"Jadi ketika kalian memfoto dan aku tidak tersenyum, itu bukan karena aku sedang bad mood, tapi karena separuh wajahku kaku. Haha," tutupnya.
05.52 | 0 komentar | Read More

kkisah perjuangan anak penderita cerebral palsy

Written By iqbal_editing on Minggu, 13 Agustus 2017 | 18.14

Usia Zimaam sudah 20 bulan, namun sehari-hari bayi asal Cianjur ini hanya bisa berbaring. Zimaam mengidap cerebral palsy yang membuat tubuhnya terlalu lemah untuk bisa berguling, apalagi duduk.

"Lehernya terlalu lemah, jadi saat ini hanya bisa baring," kata Ririn Saprina, ibu Zimaam saat dihubungi detikHealth, Minggu (13/8/2017).

Ketika berusia 1,5 bulan, Zimaam mengalami demam dan kejang. Oleh Ririn, Zimaam dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD Cianjur. Pemeriksaan menunjukkan, Zimaam mengalami perdarahan intrakranial di otak.

Perdarahan tersebut menyebabkan Zimaam mengalami koma dan harus dioperasi. Ririn menuturkan, proses penyembuhan luka operasi tidak berjalan mulus. Zimaam mengalami infeksi, dan belakangan didiagnosis Cerebral Palsy Quadriphlegi Spastis.

Di usianya yang hampir 2 tahun saat ini, Zimaam mengalami hambatan pada perkembangan motorik. Sehari-hari ia hanya mampu berbaring, dan harus menjalani fisioterapi yang intensif di Bandung.


"Zimaam harus fisioterapi seminggu sekali. Saya ngekost di Bandung sekarang," kata Ririn yang berprofesi sebagai freelance designer tersebut.

Yang menjadi kekhawatiran Ririn, dokter tidak bisa memperkirakan berapa lama buah hatinya akan butuh fisioterapi. Dari cerita para orang tua dengan penyakit serupa, proses fisioterapi untuk anak dengan cerebral palsy bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dokter hanya menjanjikan untuk terus memantau perkembangannya.

"Kalau Zimaam bisa duduk, maka ada harapan kelak dia bisa berjalan," pungkas Ririn yang akhirnya membuka penggalangan dana untuk menutup biaya pengobatan Zimaam sejak operasi hingga kelak selesai fisioterapi.
18.14 | 0 komentar | Read More

Foto Suasana Ketika Mahasiswi Jalani Bedah Otak dalam Kondisi Sadar

Written By iqbal_editing on Jumat, 28 Juli 2017 | 21.14

Foto Suasana Ketika Mahasiswi Jalani Bedah Otak dalam Kondisi Sadar

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu,29/07/2017 07:36 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Baru-baru ini seorang mahasiswi asal Yogyakarta menjalani operasi tumor di otak. Menariknya, otak gadis ini 'diutak-atik' saat dirinya sadar.
 
21.14 | 0 komentar | Read More

Operasi pengangkatan tumor dalam keadaan pasien sadar sudah lazim dilakukan di luar negeri. Namun di Indonesia, prosedur ini masih tergolong baru. Salah satunya yang dilaksanakan di Surabaya baru-baru ini. Adalah seorang mahasiswi asal Yogyakarta yang kedapatan memiliki tumor di otaknya pada pertengahan 2017. Akibat sering mengalami nyeri kepala, ia, sebut saja DA, pun memutuskan untuk memeriksakan diri. Oleh dokter yang merawatnya, DA dirujuk untuk mendapatkan penanganan dari seorang ahli bedah saraf di Surabaya. Operasi pun digelar pada tanggal 11 Juli lalu di RSI Jemursari, di bawah penanganan tim yang dipimpin oleh dr Irwan Barlian, SpBS (K). Ditemui baru-baru ini, dr Irwan mengatakan alasan memilih metode awake brain surgery adalah karena gambaran tumor yang dilihatnya dari hasil scan MRI pasien. "Kami curiganya itu glioma. Dia tumbuh batasnya dengan otak ndak jelas. Jadi ndak bisa dibedakan ini antara otak sehat ataupun jaringan tumor," jelasnya kepada detikHealth. Namun dengan metode awake brain surgery, di mana pasien disadarkan selama operasi berlangsung, maka ia dan timnya dapat menemukan batas itu sekaligus mengangkat tumor semaksimal mungkin. Baca juga: Jalani Operasi Otak Sambil Main Gitar? Orang-orang Ini Pernah Mengalaminya Bagaimana memastikan tim dokter mengambil tumor yang tepat? "Kita pake alat namanya intraoperative nerve monitoring (IONM). Ini untuk merekam gelombang otaknya, termasuk . Dari situ kita bisa lihat gelombang otak dari fungsi motorik seperti tangan dan kaki. Kalau terjadi penurunan gelombang, berarti itu sudah mulai terjadi gangguan," terangnya. Akan tetapi dr Irwan memastikan justru dengan cara seperti ini, kesalahan atau komplikasi yang mungkin terjadi pada saat operasi dapat diminimalisir bahkan dihindari. Artinya metode ini jauh lebih aman daripada prosedur operasi pengangkatan tumor biasa. Selepas operasi yang menghabiskan waktu selama 5-6 jam itu, dr Irwan mengaku dapat mengangkat 80-90 persen tumor dari otak si pasien. "Susah untuk mengambil 100 persen karena nanti pasti muncul gangguan. Sisanya akan dilakukan kemoterapi atau radiasi, tapi ini juga tergantung nanti hasil patologi," lanjutnya. DA dites membaca cerita dari ponsel saat operasi berlangsung. (Foto: Tim dr Irwan Barlian, SpBK (K)DA dites membaca cerita dari ponsel saat operasi berlangsung. (Foto: Tim dr Irwan Barlian, SpBK (K) Dokter yang berpraktik di RSUD Dr Soetomo dan RSI Jemursari ini menambahkan timnya menggunakan teknik pembiusan khusus agar DA tidak merasakan nyeri sama sekali saat operasi. Ia menyebutnya dengan teknik 'sleep awake sleep'. "Pertama dia harus tidur untuk membuka kulit dan tulang kepalanya, itu kan butuh waktu dan sangat nyeri. Nanti setelah kita ketemu tumor, baru kita bangunkan. Dari 5-6 jam itu krusialnya sekitar 3-4 jam, itu dia bangun. Pada saat selesai mengambil tumor, pasien itu ditidurkan lagi, jadi dia nggak merasakan sakit waktu dijahit," paparnya. Pada saat bangun itulah, gelombang otak DA dievaluasi dengan cara diajak bicara dan diberi beragam pertanyaan. Kebetulan kakak DA juga seorang dokter. Sang kakak diminta membantu tim dokter untuk masuk ke ruang operasi dan mengajak adiknya ngobrol. "Kita tanya berapa 5x5, kita suruh cerita, kita suruh baca di handphone, dia jawab bagus terus," ungkap dr Irwan. Namun pada satu titik, terutama saat timnya berhasil mengambil tumor dalam volume yang cukup banyak, tiba-tiba gelombang otak DA mulai melemah. "Waktu itu dia dikasih pertanyaan jawabannya agak lambat, berarti dia kita sudah harus berhenti. Itu kalau kita lanjutkan, setelah operasi dia nggak akan bisa ngomong lagi," tambahnya. Baca juga: Jalani Operasi Otak Sambil Main Gitar? Orang-orang Ini Pernah Mengalaminya (2) dr Irwan mengakui meski awake brain surgery merupakan prosedur rutin di luar negeri, namun di Indonesia prosedur ini masih terbilang langka. Pertama karena belum banyak dokter bedah yang menguasainya, begitu juga dengan teknik pembiusannya. Selain itu, peralatan yang dipergunakan juga mahal. Untuk itu, menurut dr Irwan, prosedur ini mungkin baru bisa dilaksanakan di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, itupun di rumah sakit tertentu. "Biasanya kalau yang pake awake itu kasus-kasus Parkinson. Cuma untuk kasus tumor sangat jarang, di Surabaya ini yang kedua. Yang pertama di Soetomo tahun 2014," pungkasnya.(lll/up)

Written By iqbal_editing on Kamis, 27 Juli 2017 | 23.57

Operasi pengangkatan tumor dalam keadaan pasien sadar sudah lazim dilakukan di luar negeri. Namun di Indonesia, prosedur ini masih tergolong baru. Salah satunya yang dilaksanakan di Surabaya baru-baru ini.

Adalah seorang mahasiswi asal Yogyakarta yang kedapatan memiliki tumor di otaknya pada pertengahan 2017. Akibat sering mengalami nyeri kepala, ia, sebut saja DA, pun memutuskan untuk memeriksakan diri.

Oleh dokter yang merawatnya, DA dirujuk untuk mendapatkan penanganan dari seorang ahli bedah saraf di Surabaya. Operasi pun digelar pada tanggal 11 Juli lalu di RSI Jemursari, di bawah penanganan tim yang dipimpin oleh dr Irwan Barlian, SpBS (K).

Ditemui baru-baru ini, dr Irwan mengatakan alasan memilih metode awake brain surgery adalah karena gambaran tumor yang dilihatnya dari hasil scan MRI pasien.

"Kami curiganya itu glioma. Dia tumbuh batasnya dengan otak ndak jelas. Jadi ndak bisa dibedakan ini antara otak sehat ataupun jaringan tumor," jelasnya kepada detikHealth.Baca juga: Jalani Operasi
Bagaimana memastikan tim dokter mengambil tumor yang tepat? "Kita pake alat namanya intraoperative nerve monitoring (IONM). Ini untuk merekam gelombang otaknya, termasuk . Dari situ kita bisa lihat gelombang otak dari fungsi motorik seperti tangan dan kaki. Kalau terjadi penurunan gelombang, berarti itu sudah mulai terjadi gangguan," terangnya.

Akan tetapi dr Irwan memastikan justru dengan cara seperti ini, kesalahan atau komplikasi yang mungkin terjadi pada saat operasi dapat diminimalisir bahkan dihindari. Artinya metode ini jauh lebih aman daripada prosedur operasi pengangkatan tumor biasa.

Selepas operasi yang menghabiskan waktu selama 5-6 jam itu, dr Irwan mengaku dapat mengangkat 80-90 persen tumor dari otak si pasien. "Susah untuk mengambil 100 persen karena nanti pasti muncul gangguan. Sisanya akan dilakukan kemoterapi atau radiasi, tapi ini juga tergantung nanti hasil patologi," lanjutnya.

DA dites membaca cerita dari ponsel saat operasi berlangsung. (Foto: Tim dr Irwan Barlian, SpBK (K)DA dites membaca cerita dari ponsel saat operasi berlangsung. (Foto: Tim dr Irwan Barlian, SpBK (K)

Dokter yang berpraktik di RSUD Dr Soetomo dan RSI Jemursari ini menambahkan timnya menggunakan teknik pembiusan khusus agar DA tidak merasakan nyeri sama sekali saat operasi. Ia menyebutnya dengan teknik 'sleep awake sleep'.

"Pertama dia harus tidur untuk membuka kulit dan tulang kepalanya, itu kan butuh waktu dan sangat nyeri. Nanti setelah kita ketemu tumor, baru kita bangunkan. Dari 5-6 jam itu krusialnya sekitar 3-4 jam, itu dia bangun. Pada saat selesai mengambil tumor, pasien itu ditidurkan lagi, jadi dia nggak merasakan sakit waktu dijahit," paparnya.

Pada saat bangun itulah, gelombang otak DA dievaluasi dengan cara diajak bicara dan diberi beragam pertanyaan. Kebetulan kakak DA juga seorang dokter. Sang kakak diminta membantu tim dokter untuk masuk ke ruang operasi dan mengajak adiknya ngobrol.

"Kita tanya berapa 5x5, kita suruh cerita, kita suruh baca di handphone, dia jawab bagus terus," ungkap dr Irwan.

Namun pada satu titik, terutama saat timnya berhasil mengambil tumor dalam volume yang cukup banyak, tiba-tiba gelombang otak DA mulai melemah. "Waktu itu dia dikasih pertanyaan jawabannya agak lambat, berarti dia kita sudah harus berhenti. Itu kalau kita lanjutkan, setelah operasi dia nggak akan bisa ngomong lagi," tambahnya.


dr Irwan mengakui meski awake brain surgery merupakan prosedur rutin di luar negeri, namun di Indonesia prosedur ini masih terbilang langka. Pertama karena belum banyak dokter bedah yang menguasainya, begitu juga dengan teknik pembiusannya. Selain itu, peralatan yang dipergunakan juga mahal.

Untuk itu, menurut dr Irwan, prosedur ini mungkin baru bisa dilaksanakan di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, itupun di rumah sakit tertentu.

"Biasanya kalau yang pake awake itu kasus-kasus Parkinson. Cuma untuk kasus tumor sangat jarang, di Surabaya ini yang kedua. Yang pertama di Soetomo tahun 2014," pungkasnya.(lll/up)

23.57 | 0 komentar | Read More

Analisa Otak, Peneliti Ungkap Mengapa Albert Einstein Jenius

Written By iqbal_editing on Selasa, 25 Juli 2017 | 06.38

Siapa tak tahu Albert Einstein? Ilmuwan fisika dan penemu teori relativitas ini dipandang sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Tahukah Anda seperti apa otak Einstein dan apa yang membuatnya begitu jenius? Melalui studi terbaru, para peneliti mengungkapkannya.

Dilansir News Max Health, Rabu (9/10/2013), dari otak Einstein yang diambil 7 jam setelah kematiannya pada tahun 1955, ditemukan bahwa belahan bagian kiri dan kanannya terhubung dengan sangat baik. Sesuai dengan temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, otak kedua sisi otak Einstein bersinergi dengan baik satu sama lain.

"Studi kali ini dilakukan lebih detail, kami benar-benar mencoba untuk meneliti bagian dalam otak Einstein. Penelitian ini menyediakan informasi baru untuk membantu kita memahami secara lengkap permukaan otak Einstein," ujar penulis studi, Dean Falk, seorang antropolog evolusi di Florida State University, AS.

Pemimpin peneliti, Weiwei Men, dari East China Normal University, juga mengungkapkan telah mengembangkan teknik analisis otak terbaru dalam studi ini. Ia mengatakan telah memeriksa bagian corpus callosum pada otak Einstein, yaitu bagian terbesar dari serat otak yang menghubungkan dua sisi belahan. Untuk penelitian ini, Weiwei menggunakan foto resolusi tinggi dari otak Einstein yang telah diterbitkan oleh Falk pada tahun 2012.

"Teknik ini tentu menarik bagi peneliti lain yang mempelajari konektivitas internal otak," ungkap Falk dalam sebuah rilis berita.

Teknik Weiwei mengungkapkan adanya variasi ketebalan dari bagian corpus callosum pada otak Einstein, di mana serabut saraf yang ada memungkinkan aktivitas otak 'menyeberang' secara sempurna dari satu belahan ke belahan otak yang lain. Ketebalan ini menunjukkan jumlah saraf yang melintas di daerah tertentu.

Para peneliti kemudian membandingkan otak Einstein dengan 15 pria tua dan 52 pria muda. Dari hasil perbandingan ini ditemukan bahwa Einstein memiliki hubungan yang lebih luas pada bagian-bagian tertentu dari belahan otaknya, jika dibandingkan dengan otak seluruh responden. Inilah sebabnya hingga saat ini Einstein masih dianggap sebagai seseorang yang jenius dan belum ada yang bisa menyamainya.
06.38 | 0 komentar | Read More

Penyebab Kenapa Otak Kadang Bisa Lupa Sesaat

Written By iqbal_editing on Kamis, 20 Juli 2017 | 00.28

Apa nama film yang baru saja ditonton? Di mana tadi kunci mobil ditaruh? Anda yakin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tapi entah mengapa mau seberapa keras berpikir otak kadang tak bisa mengingatnya.

Tenang hal tersebut bisa dialami oleh semua orang dan memang normal terjadi. Apa yang menyebabkannya? Menurut peneliti saraf dr Michelle Braun dari Harvard Medical School ini karena kecenderungan otak untuk melupakan informasi-informasi repetitif yang dianggap tidak penting.


"Hampir setiap saat pikiran kita multitasking dan saat melakukan tugas sehari-hari yang repetitif otak akan masuk mode otomatis," kata dr Michelle seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (19/7/2017).

Menurut dr Michelle kejadian lupa sesaat ini bisa dikurangi bila seseorang lebih menaruh perhatian pada aktivitas repetitifnya dan berusaha secara sadar mengingat informasi. Dengan demikian otak pun tidak akan melupakannya secara otomatis.

Hal yang perlu diwaspadai adalah bila kejadian lupa ini frekuensinya cukup tinggi. dr Michelle mengatakan kalau memang sering, semakin parah, dan tidak bisa dijelaskan maka bisa jadi itu adalah tanda untuk kondisi serius seperti risiko pikun (demensia).

"Lihat frekuensinya apakah sering terjadi, lebih sering dari sebelumnya? Apakah peningkatan kejadiannya tidak bisa dijelaskan oleh sebab lain seperti karena kurang tidur atau stres?" kata dr Michelle.

"Otak yang lupa sesaat dapat jadi tanda kondisi serius, maka dari itu penting untuk melakukan pengecekan," pungkasnya.
00.28 | 0 komentar | Read More
 
berita unik