Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan

Siapa Sangka, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Nyeri Punggung

Written By iqbal_editing on Selasa, 12 September 2017 | 05.44

Nyeri punggung bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya pada ibu hamil, nyeri terjadi akibat perut yang membesar dan memberikan beban tambahan pada punggung.

Namun tahukah Anda jika mengendarai motor sport juga bisa membuat punggung terasa nyeri? Lalu, apakah olahraga sit-up benar-benar baik untuk tubuh?

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Senin (14/3/2016), berikut 4 hal tak diduga yang bisa menyebabkan nyeri punggung.


1. Motor sport

dr Lutfi Gatam, SpOT (K), FICS, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) mengatakan bahwa seorang pengendara sepeda motor sport hampir bisa dipastikan akan mengalami cedera tulang belakang. Tingkat cederanya bisa mulai dari yang ringan sampai berat.

Cedera ringan menurut dr Lutfi gejala yang muncul biasanya nyeri punggung dan masih bisa diatasi dengan istirahat yang cukup dua sampai tiga hari. Akan tetapi ketika cedera yang terjadi berat dan rasa sakit tak tertahankan, maka tindakan operasi perlu dilakukan.

"Kita naik motor kalau dalam jangka waktu sebentar aman. Tapi problemnya kita tuh kalau naik motor duduknya kan gini (condong ke depan -red) itu beban ke tulang belakang berat. Kalau orang yang duduk di belakang sih lebih aman karena dia duduknya lebih tegap. Itu paling aman," kata dr Lutfi.

2. Gadget

Penggunaan gadget secara berlebihan membuat orang lebih sering duduk membungkuk dengan posisi kepala menunduk. Hal ini menurut pakar bisa meningkatkan risiko nyeri punggung dan leher.

Hal itu disampaikan Chetan Khanna, terapis okupasi dan konsultan ergonomis di Dynamic Occupational Health. Ia mengatakan rasa nyeri yang muncul merupakan indikator bagi tubuh untuk segera mengubah posisi sehingga menghilangkan tekanan yang dialami tulang belakang.

"Apalagi pemakaian gadget sering membuat anak menghabiskan waktunya dalam posisi duduk dan kepala yang menunduk. Maka itu, penting bagi orang tua meminta anak berdiri dan bergerak tiap 30 sampai 40 menit sekali. Coba lakukan peregangan dengan meletakkan tangan di pinggul dan menarik-dorong tubuh ke atas dan ke bawah beberapa kali. Lalu memiringkan badan ke kiri dan ke kanan dengan kaki tetap menapak," terangnya.

3. Sit-up

Pada zamannya, sit up pernah menjadi olahraga andalan untuk meratakan perut. Kini gerakan tersebut semakin ditinggalkan, dianggap ketinggalan zaman dan bahkan dilabeli 'dosa' sebagai penyebab cedera tulang belakang.

Sebuah editorial di NavyTimes menyebut sit up sebagai penyebab utama cedera punggung bagian bawah. Sit up, yang dalam artikel tersebut disebutkan sebagai 'outdated exercise' alias olahraga yang ketinggalan zaman, perlu dihilangkan dari tes fisik angkatan laut Amerika Serikat (AS).

Menurut Prof Stuart McGill, seorang profesor biomekanika tulang belakang dari University of Waterlo di Kanada, kombinasi antara tekanan yang tinggi dengan gerakan menekuk sangat membebani bantalan pada ruas tulang belakang. Lama kelamaan, bantalan tersebut bisa bengkak dan menyebabkan nyeri tulang belakang karena sarafnya terjepit.

4. Datang bulan

Datang bulan atau haid disebut pakar bisa mendatangkan rasa nyeri di bagian punggung. Meski begitu, tak perlu panik. Pakar mengatakan nyeri akibat datang bulan bukan termasuk nyeri berat dan bisa dihilangkan dengan obat.

dr Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan 90 persen wanita yang mengalami nyeri punggung saat datang bulan dapat sembuh hanya dengan mengkonsumsi paracetamol. Biasanya, wanita yang memiliki nyeri punggung  saat datang bulan memiliki kelainan pada organ reproduksinya seperti endometriosis

"Nyeri saat datang bulan termasuk nyeri ringan. Maka cukup dengan memberikan paracetamol yang aman digunakaan siapapun," ujar dr Mahdian.(mrs/vit)
05.44 | 0 komentar | Read More

Bobot yang Naik Drastis Saat Puber Bisa Bahayakan Jantung

Written By iqbal_editing on Sabtu, 09 September 2017 | 22.08

Apa yang terjadi di masa puber ternyata menentukan kondisi kesehatan seseorang di kemudian hari, utamanya pada anak laki-laki. Sebuah penelitian terbaru mengatakan, bobot yang naik drastis di masa puber menambah risiko penyakit jantung bagi mereka.

Fakta ini diungkap setelah peneliti dari University of Gothenburg, Swedia melakukan pengamatan terhadap lebih dari 37.600 pria yang lahir dalam kurun tahun 1945-1961.

Perubahan BMI (indeks massa tubuh) mereka selama puber juga dihitung dengan menggunakan indikator tinggi dan berat badan saat menginjak usia 8 dan 20 tahun.

Ternyata mereka yang mengalami kenaikan BMI hingga tujuh unit selama masa puber dianggap yang paling rentan.

Sebab setelah kenaikan drastis ini, mereka dihadapkan pada risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke hingga sebesar 22 persen untuk tiap unit tambahan.

Namun peneliti menekankan, risiko semacam ini hanya dihadapi oleh anak laki-laki, tetapi tidak pada anak perempuan. "Risiko yang sama tidak ditemukan pada anak laki-laki berusia 8 tahun yang BMI-nya sudah tinggi atau tidak mengalami perubahan signifikan selama pubertas," ungkap peneliti, Jenny Kindblom seperti dilaporkan Science Daily.

Kendati demikian, peneliti meminta agar BMI pada anak dipantau dengan seksama untuk mencegah munculnya risiko penyakit jantung di masa yang akan datang.


Di sisi lain, sebuah riset dari University of Cambridge menyebut, ada beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan cepat tidaknya seseorang menginjak masa puber, yaitu sedikitnya ada 48 kondisi.

Namun dari sekian banyak kondisi tersebut, penyakit yang paling kuat kaitannya dengan pubertas dini adalah diabetes tipe 2. Bahkan data menunjukkan ada peningkatan risiko diabetes hingga 50 persen pada mereka yang mengalami pubertas dini.

Padahal Anda perlu tahu bahwa obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan satu dari serangkaian faktor risiko utama dari penyakit jantung dan stroke, di samping tekanan darah dan kolesterol tinggi, konsumsi rokok, serta kurangnya aktivitas fisik.
22.08 | 0 komentar | Read More

Kecepatan Seseorang Berjalan Kaki Tunjukkan Seberapa Sehat Jantungnya

Written By iqbal_editing on Senin, 04 September 2017 | 18.15

Saat berjalan kaki santai, ada mereka yang biasa berjalan cepat dan ada juga yang sebaliknya. Dari cara berjalan ini, sebuah penelitian terbaru menemukan kaitannya dengan kebugaran seseorang dan risikonya terhadap penyakit jantung.

Para periset di Universitas Leicester mengikuti lebih dari 420.000 orang selama enam tahun untuk memeriksa kecepatan berjalan normal mereka dan risiko mereka menghadapi kematian dini akibat penyakit jantung.

Dilansir dari EliteDaily, Senin (4/9/2017), peneliti menemukan bahwa mereka yang diidentifikasi sebagai pejalan kaki lambat berisiko 1,8 dan 2,4 kali lipat meninggal karena penyakit jantung selama periode enam tahun penelitian dibandingkan dengan pejalan kaki yang cepat.


Tapi mengapa bisa demikian? Menurut hipotesis mereka, orang yang cenderung berjalan dengan kecepatan lebih memiliki tingkat kebugaran lebih dan cenderung suka olahraga daripada pejalan kaki yang lambat.

Dengan hipotesis demikian, pejalan kaki cepat lebih terlindungi dari penyakit-penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Sementara bagi mereka yang biasa berjalan kaki lambat bisa memotivasi diri mereka untuk bergerak lebih cepat. Motivasi seperti itu bisa dilakukan juga dengan banyak berjalan kaki, seperti menghindari naik kendaraan untuk menjangkau lokasi yang dekat atau memilih menggunakan tangga daripada lift.
18.15 | 0 komentar | Read More

Hebat! Tim Mahasiswa di Surabaya Bisa Bikin Pembuluh Darah Buatan

Written By iqbal_editing on Kamis, 31 Agustus 2017 | 20.31

Di tahun 2014, WHO menyatakan bahwa penyakit pembuluh darah dan jantung menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, yaitu mencapai 46 persen. Sedangkan di Indonesia, keduanya menyebabkan 37 persen dari total kematian akibat penyakit tidak menular.

Salah satu penyakit yang perlu mendapatkan sorotan adalah atherosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Bila tidak tertangani, atherosklerosis dapat memicu kondisi yang lebih buruk seperti stroke, angina, dan penyakit jantung koroner.

Kondisi ini sebenarnya dapat diatasi dengan prosedur operasi bernama vascular bypass. Di Indonesia sendiri tercatat ada tiga juta prosedur vascular bypass tiap tahun yang menggunakan graft atau donor pembuluh darah.

"Dengan teknik bypass, pasien dibikinkan jalur baru mengitari sumbatan endapan darahnya, jadi darah akan bisa mengalir lewat jalur tersebut," terang Iffa Aulia Fiqrianti selaku ketua tim peneliti.

Sayangnya, empat jenis graft yang dipergunakan dalam prosedur ini dianggap kurang berkualitas. Pertama, graft dari tubuh pasien sendiri yang sudah terkontaminasi oleh atherosklerosis, yang sama artinya membuat tim dokter bekerja dua kali.

Sedangkan graft dari donor dan hewan perlahan mulai ditinggalkan karena keduanya rentan mengakibatkan reaksi penolakan dari tubuh pasien. "VG (vascular graft) sintetis yang terbuat dari Dacron sehingga rentan mengalami kalsifikasi (pengapuran, red) yang artinya sulit terurai di dalam tubuh," lanjut Iffa.

Kondisi ini kemudian mendorong Iffa dan timnya dari jurusan Teknobiomedik Universitas Airlangga Surabaya, antara lain Claudia Yolanda Savira, Muhammad Abdul Manaf, Fitria Renata Bella dan Nadia Rifqi Cahyani di bawah bimbingan Dr drg Prihartini Widiyanti, M.Kes., untuk mengembangkan alternatif graft atau pembuluh darah buatan dari bahan yang aman.

Meskipun sintetis, Iffa memastikan pembuluh darah buatannya dapat terurai dalam tubuh serta bersifat biodegradable.


Kepada detikHealth, Iffa menjelaskan bahwa agar bisa terurai dalam tubuh, maka bahan yang dipergunakan untuk membuat graft ini adalah PLLA (poly-L lactic acid), kitosan dan kolagen.

PLLA disebut Iffa aman bagi tubuh karena akan terurai menjadi asam laktat yang dapat diserap tubuh. Sedangkan kombinasi antara kitosan dan kolagen dapat membantu perlekatan sel, sehingga ke depannya ketika graft terurai dan akan tergantikan oleh sel tubuh pasien sendiri.

"Kita membuat VG atau pembuluh darah buatan yang prinsipnya seperti "jembatan" untuk sel pembentuk pembuluh darah. Harapannya dalam jangka waktu lama, ketika VG tersebut terurai lama-lama akan tergantikan oleh sel-sel pembentuk pembuluh darah dari pasiennya sendiri," paparnya.


Hebat! Tim Mahasiswa di Surabaya Bisa Bikin Pembuluh Darah BuatanTim dari Unair sukses menciptakan pembuluh darah buatan (Foto: Iffa Aulia Fiqrianti/UNAIR)


Diakui Iffa, apa yang dilakukan timnya sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam dunia teknologi medis, namun mereka mencoba mengembangkan graft alternatif yang dibuat dengan electrospinning.


Lantas bagaimana proses pembuatan pembuluh darah buatan ini? PLLA, kitosan, kolagen yang berbentuk serbuk dilarutkan kemudian dimasukkan ke alat elektrospinning yang kemudian akan menjadikannya fiber atau serat

"Prinsipnya dengan tegangan listrik tinggi, larutan itu akan tertarik ke kolektor, yang kemudian menguapkan pelarut lalu jadilah serat atau fiber," jelas Iffa.

Proses pembuatan graft ini sendiri hanya berlangsung beberapa bulan, yaitu dimulai sejak Maret 2017. Namun graft ini telah berhasil diujicobakan pada kelinci dan terbukti dapat diterima oleh tubuh hewan tersebut.

Tak hanya itu, inovasi ini juga mendapatkan respons positif dari salah satu dokter bedah di Surabaya, yaitu dr Herry Wibowo, SpB, M.Kes., yang berpraktik di RS Wijaya Wiyung. Menurutnya, graft ini memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam operasi karena sel endotel dapat tumbuh di permukaan rongga graft-nya, dengan begitu darah bisa mengalir dengan lancar dan mengurangi kemungkinan thrombosis (penggumpalan darah).

"Untuk tahap penerapan klinis tentu prosesnya masih panjang, tapi ini awal yang bagus," tutur dr Henry memberikan testimoninya.
20.31 | 0 komentar | Read More

Sering Pingsan Pertanda Ada Masalah Jantung?

Pasti Anda mengenal orang yang sering sekali jatuh pingsan. Sebagian orang akan menduga bahwa ada yang salah dari jantung seseorang. Tapi apakah memang pingsan bisa secara otomatis dikaitkan secara langsung dengan penyakit jantung?

Ternyata tidak selalu begitu. Menurut dr Reynold Agustinus Manullang, SpJP, dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, sering pingsan harus dicari tahu dahulu penyebabnya.

"Biasanya orang ke dokter saraf, kalo bingung ga ketemu penyebabnya dioper ke dokter jantung," ujar dokter yang akrab di sapa dr Reynold ini.

Pingsan terlalu sering terjadi karena kurangnya suplai oksigen dalam darah yang masuk ke otak. Akibatnya, tubuh menjadi terasa lemah dan diikuti dengan rasa sesak. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan orang yang pingsan?

"Gampang aja, tinggal diminumin pasti dia nggak lama langsung bangun," saran dr Reynold.


Air putih memegang peranan penting karena dapat membantu membawa oksigen untuk tubuh. Karenanya bagi orang yang melakukan aktivitas fisik tinggi misalnya bagi orang-orang yang berangkat haji selalu diimbau untuk banyak minum.

Apabila ibadah di tanah suci tanpa diimbangi konsumsi air mineral yang cukup, risiko untuk pingsan pun bisa menjadi lebih besar.

Namun tetap, bagi orang dengan riwayat jantung, ada baiknya untuk selalu waspada. Ketika Anda terlampau sering pingsan, ini adalah pertanda bahwa perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut mengenai masalah kesehatan jantung Anda.
20.30 | 0 komentar | Read More

ppenanganan angin duduk yang terlambat

Written By iqbal_editing on Selasa, 22 Agustus 2017 | 18.50

, Gejala penyakit jantung koroner seperti nyeri di dada kiri, di ulu hati, bahkan merambat sampai ke punggung kerap diabaikan. Akibatnya, saat mendapat penanganan terlambat, pasien pun sudah tidak bisa diselamatkan.

Pada dasarnya, dikatakan Dr dr Iwan Dakota SpJP(K), MARS, penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah yang bertugas 'memberi makan' jantung. Maka dari itu, timbul gejala seperti nyeri dada kiri, di ulu hati lalu merambat ke belakang. Nyeri timbul saat beraktivitas di mana makin aktif maka makin terasa nyeri.

"Lamanya maksimal 5 menit. Tapi kalau serangan berat lebih dari 30 menit dan sesak napas, keringat dingin. Dulu disebut angin duduk," kata dr Iwan ditemui di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta, seperti ditulis Sabtu (29/11/2014).

"Jika memang serangan jantung berat lebih dari 30 menit sakitnya, keringat dingin sebesar jagung, mual, muntah, itu bisa meninggal mendadak jika penyempitan terjadi di pembuluh utama karena otot jantung tidak bisa bergerak," lanjut dr Iwan.

Untuk itu, dr Iwan menyarankan lakukanlah skrining guna mencegah timbulnya gejala jantung koroner yang sudah parah. Sebab, semakin dini terdeteksi adanya penyumbatan pembuluh darah, akan lebih mudah dilakukan penatalaksanaan. Terutama, skrining diperlukan lebih awal bagi mereka yang punya riwayat keluarga dengan sakit jantung.

"Pria 50% berisiko lebih tinggi kalau ada keturunan sakit jantung. Selain skrining, kalau ada gejala-gejala yang mencurigakan, segera datang ke puskesmas. Di Jabodetabek sudah ada kan yang namanya Jakarta Cardivascular Networking System," kata dr Iwan.

Dalam sistem ini, RSJPD Harapan Kita bekerja sama dengan 48 puskesmas di Jabodetabek dan 5 RSUD. Sejak beberapa tahun lalu RSJPD Harapan Kita menyediakan layanan 24 jam dalam 7 hari bagi puskesmas atau RSUD yang berkonsultasi saat ada pasien yang diduga mengalami serangan jantung.

"5 menit kita pelajari datanya. Kalau memang indikasi jantung kita sarankan rujuk ke RSUD atau justru harus dibawa ke sini. Atau kalau bukan jantung cukup diberi obat saja," kata dr Iwan.

RSJPD Harapan Kita juga berfungsi sebagai pusat pelatihan, pendidikan, dan penelitian terkait bidang kardiovaskular. Kini, tengah diadakan penelitian yang diharapkan bisa membuat Indonesia mampu membuat stent jantung sendiri.

"Dengan begitu biaya akan lebih murah. Sekarang saja untuk pasang stent paling murah 8 juta, kalau butuh satu orang beberapa stent kan sudah berapa biayanya," ucap dr Iwan.
18.50 | 0 komentar | Read More

pertolongan pertama angin duduk

Angina atau lebih dikenal dengan istilah 'angin duduk' adalah salah satu gangguan jantung dengan rasa sesak, nyeri, hingga terbakar pada dada. Sering juga diikuti rasa sakit menjalar hingga tenggorokan, lengan hingga punggung.

Dikutip dari St John Ambulance, ketika menemui orang dengan gejala serupa, dianjurkan untuk tetap tenang dan segera hubungi dokter. Kemudian, lakukan beberapa langkah pertolongan pertama berikut:

1. Bantu pasien mendapatkan posisi yang nyaman

Posisi yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan duduk dan menyenderkan punggung pasien pada bantal. Kemudian lipat kaki dan ganjal sela-sela betis dan paha dengan bantal.


2. Berikan obat

Tanyakan apakah ia memiliki obat khusus untuk angina yang ia miliki. Jika ia memilikinya, tanyakan mengenai obat tersebut dan bantu dia untuk mengonsumsinya. Jika tidak, berikan dia satu butir aspirin namun pastikan juga ia tidak memiliki alergi.

3. Beristirahat

Ajak pasien untuk beristirahat selama menunggu bantuan medis. Namun ingat, selalu pantau respons dari orang yang terkena angin duduk. Jika level responsnya menurun, lakukan CPR (Cardiopulmonary Resusication) dengan langkah-langkah ini:

- Tekan dada dengan posisi dua tangan menumpuk
- Lakukan sebanyak 30 kali tanpa mengangkat tangan dari dada. Tekan dada sedalam 5-6 cm setiap kali melakukan kompresi.
- Jika tidak mendapat respon, lakukan napas buatan.
17.48 | 0 komentar | Read More

Riset: Ganja Tingkatkan Risiko Kematian akibat Hipertensi

Written By iqbal_editing on Minggu, 13 Agustus 2017 | 18.39

Seperti halnya narkoba yang lain, ganja dikenal memiliki efek yang dapat merugikan bagi tubuh. Nah, ternyata menggunakan ganja seperti kasus yang menyandung penyanyi berisiko lebih tinggi mengalami kematian akibat hipertensi. Sebelumnya, penyanyi bernama asli Marcello Tahitoe ini berurusan dengan hukum karena ganja.

Barbara Yanken, seorang mahasiswa PhD dari School of Public Health, Georgia State University, Atlanta, Amerika Serikat menyebut ganja berisiko tiga kali lipat menyebabkan kematian akibat hipertensi. Hal ini tidak mengejutkan lagi sebab ganja memang dikenal memiliki efek terhadap sistem kardiovaskular.

"Kami menemukan bahwa pengguna ganja memiliki risiko kematian dari hipertensi dan risiko meningkat setiap tahun pemakaian," ucap Yanken dikutip dari Indian Express.


Dalam penelitiannya, Yanken merancang sebuah studi berkelanjutan yang melibatkan partisipan dari US National Health dan Nutrition Examinated Survey yang berusia 20 tahun ke atas. Pada tahun 2005-2006, para partisipan didata mengenai riwayat penggunaan ganja.

Kemudian partisipan melaporkan usia saat pertama kali menggunakan ganja dan dikurangi usia mereka saat ini untuk menghitung berapa lama pemakaian ganja tersebut. Selanjutnya, informasi penggunaan ganja digabung dengan data kematian pada tahun 2011 dari National Centre for Health Statistics.

Hasilnya, dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengonsumsi ganja, pengguna ganja memiliki risiko kematian akibat hipertensi sebesar 3,42 kali lebih tinggi. Studi ini juga diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology.
18.39 | 0 komentar | Read More

Bukan Cuma Jantung Berdebar, Detak Jantung yang Melambat Juga Tidak Normal

Aritmia adalah salah satu gangguan pada jantung dikarenakan abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. Gejala yang sering timbul adalah debaran pada jantung. Tapi jangan salah, detak jantung yang melambat juga bisa jadi salah satu gejala penyakit serius ini.

Seperti yang dijelaskan oleh dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K), Jumat (11/8/2017), di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, pasien aritmia di kelompok umur tua (di atas 60 tahun) biasanya akan mengalami gejala yakni pelambatan detak jantung.

Berbeda dengan kelompok usia remaja hingga dewasa muda, biasanya yang timbul adalah debaran pada dada yang terasa tidak nyaman.


Untuk pengobatan, menurut dr Hanafy sebetulnya juga harus dilakukan secara individu. Sebab, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda dan tidak disamaratakan antara satu pasien dengan pasien lainnya.

"Memang kalau terlalu lambat, butuh alat pacu yang ditanam di bawah kulit kalau ga bisa pengobatan lewat obat-obatan. Jika tidak berhasil, pakai teknik ablasi. Tergantung," jelas dr Hanafy.

Ablasi itu sendiri merupakan suatu tindakan operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung. Kateter itu kemudian dihubungkan dengan mesin khusus yang memberikan energi listrik.

Selain debaran dan penurunan irama jantung, gejala yang bisa muncul dari aritmia itu sendiri bisa dengan adanya rasa pusing, pingsan, stroke hingga kematian mendadak.
18.28 | 0 komentar | Read More

Kisah si Kecil Pemberani, Ikut Triathlon Setelah 3 Kali Bedah Jantung

Written By iqbal_editing on Selasa, 25 Juli 2017 | 06.47

Sejak masih dalam kandungan, dokter menemukan jantung Jack Foley tidak berkembang dengan sempurna. "Dia bilang tidak bisa melihat sisi kiri bayi kami," ujar ibu Jack, Lauren Kiefer-Foley menirukan perkataan dokternya.

Dari hasil pemeriksaan belakangan diketahui bahwa Jack mengalami 'hypoplastic left heart syndrome', cacat lahir langka yang mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dokter kemudian menyarankan agar janin Lauren diaborsi saja, sebab biasanya anak dengan kondisi ini tidak bisa bertahan saat dilahirkan.

Namun Lauren dan suaminya, Rob menolak. Setelah dilahirkan lewat operasi caesar, tim dokter segera membawa Jack ke unit perawatan intensif, sekaligus mempersiapkannya untuk menjalani operasi jantung terbuka (open heart surgery).

Sampai operasinya selesai, barulah Lauren dan Rob bisa memeluk bayi mereka untuk pertama kali. "Saya tak bisa melihat apalagi memeluknya sampai usianya 9 hari," kenang Lauren.

Operasi pertama Jack dilakukan saat usianya baru empat hari. Saat itu dokter memasang alat khusus agar jantung Jack tetap terbuka agar aliran darah dalam tubuhnya berjalan lancar. Operasi kedua dilakukan saat usia Jack memasuki 4,5 bulan untuk memperbaiki rute aliran darahnya. Kesemua prosedur itu pun dilengkapi dengan operasi ketiga, yaitu untuk memperlancar aliran darah Jack seperti anak-anak normal lainnya.

"Prosedurnya sendiri semuanya berisiko," tandas Dr Emile Bacha, kepala bedah anak di Morgan Stanley Children's Hospital, New York-Presbyterian/Columbia University Medical Center.


Walau berkali-kali menjalani operasi, Jack tetap sanggup menjalani triathlonWalau berkali-kali menjalani operasi, Jack tetap sanggup menjalani triathlon Foto: Facebook/Lauren Kiefer-Foley



Target tim dokter adalah membuat Jack bertahan hidup hanya dengan jantung yang berfungsi separuh. Namun salah satu perawat NICU di mana Jack dirawat mengabarkan kepada Lauren dan Rob bahwa putra mereka mengalami kemajuan yang luar biasa.

"Anda tahu, anak dengan kondisi seperti ini biasanya tidak mengalami kemajuan sebaik ini. Mungkin putra Anda adalah seorang Superman kecil, katanya saat itu. Dan ketika saya melihatnya, saya pun mengatakan ya, kamulah Super Jack-ku," tutur Lauren seperti dilaporkan CNN.

Meski jantungnya hanya berfungsi sebagian, Jack justru tumbuh menjadi sosok yang sangat gemar bermain roller dan hoki es. Bahkan baru-baru ini bocah yang baru genap berumur 6 tahun itu berhasil menyelesaikan triathlon pertamanya, di Long Beach, New York, 17 Juni silam.

Triathlon khusus anak-anak ini pun berhasil diselesaikan Jack walaupun tak mudah seperti berenang satu putaran di kolam, bersepeda memutari taman dan berlari di lapangan baseball sembari mengenakan kaos kebanggaannya yang bertuliskan 'half the heart, twice the fight' di punggungnya.

Pada dasarnya, dokter Jack memang membebaskan bocah ini untuk melakukan beragam aktivitas. "Toh saya

Kisah si 

selalu berkonsultasi dengan dokternya sebelum memperbolehkan Jack melakukan sesuatu. Tetapi mereka selalu menginginkan agar Jack tetap aktif," tandas Lauren.

"Dia memang tidak bisa pulih sepenuhnya, tetapi bukan berarti dia tidak bisa hidup normal," imbuh Bach
06.47 | 0 komentar | Read More

Kisah Dyah Ayu, Merawat Anak Tanpa Pembuluh Darah Jantung

Dyah Ayu (27) terlihat banyak tersenyum ketika berbincang dengan detikHealth di RS Jatung Harapan Kita, meskipun tetap nampak kecemasan di wajahnya. Bagaimana tidak, sang putri Zulfa Inayah Nurul Fatihah, yang saat itu berusia 17 bulan baru saja didiagnosis dokter tidak memiliki pembuluh darah jantung.

Ketika seseorang tidak memiliki pembuluh darah di jantung, ia akan mudah lelah, aktivitas sehari-hari juga akan terasa lebih berat. Hal ini dikarenakan fungsi jantung yakni sebagai pemompa darah dan oksigen keseluruh tubuh mengalami gangguan.

Padahal jika melihat kesehariannya, kita mungkin tidak akan menyadari hal itu. Inayah adalah gadis yang ceria. Ia suka bermain, tertawa, dan aktif bergerak.

"Kalo mau suruh dia berhenti main susah, dia suka main," turur Dyah dengan mata berbinar.Baca juga:

Awal mula kisah ini dimulai ketika Dyah mulai curiga karena Inayah selalu mengalami batuk berdahak. Dalam sebulan pasti ada saja kunjungan ke dokter. Selain itu, beranjak satu tahun Inayah juga mulai terlihat berbeda. Bibirnya sering membiru ketika ia mulai kelelahan saat bermain.

"Dulu waktu bayi belum keliatan karena belum seaktif sekarang. Sekarang kalau kelelahan bibirnya biru. Kalau bibir biru dua hal biasanya. Kalo ga paru ya jantung. Kami mikirnya flek paru, soalnya adek saya kena," tuturnya.

Dyah yang khawatir dengan kondisi anaknya pun membawa Inayah ke klinik dekat rumahnya yang berada dekat di klenteng Sam Poo Kong, Semarang. Namun, saat diperiksa, dokter merasa ada yang salah dengan suara jantung Inayah. Ia pun merujuk Dyah untuk ke RS Karyadi.

Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata ditemukan permasalahan pada jantung Inayah. Ia didiagnosis tidak memiliki pembuluh darah jantung. Dyah mengaku kaget sebab selama masa kehamilan ia selalu menjaga kandungannya.

"Pas hamil di USG, kata dokter baik-baik aja, sehat, lengkap (anggota tubuhnya)," terang Dyah.


Dokter yang menangani Inayah mengatakan pada Dyah bahwa gadis kecilnya harus dirujuk ke rumah sakit lain yang bisa melakukan tindakan operasi cangkok. Inayah akhirnya dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita.

Beruntung, selama di Jakarta, Dyah tinggal di rumah saudaranya yang berada di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Untuk urusan biaya pengobatan Inayah juga di tanggung oleh BPJS.


Dyah Ayu, orang tua dari anak pengidap kelainan jantung bawaanDyah Ayu, orang tua dari anak pengidap kelainan jantung bawaan Foto: Aisyah Kamaliah


Tapi memang, Dyah mengakui gaya hidupnya sebelum kehamilan memang kurang baik. Ia diketahui mengidap Diabetes Melitus di tahun 2013. Dulu, ia sangat jarang berolahraga. Makanan yang dikonsumsi pun juga tidak terlalu dijaga.

Saat mengandung Inayah, ia baru memperhatikan kembali kesehatannya. Berkaca juga dari pengalamannya saat mengandung anak pertamanya yang lahir prematur di usia 6 bulan dan hanya mampu bertahan hidup selama 4 jam, ia semakin semangat untuk menjaga sang jabang bayi.

Dyah yang semula menolak perawatan insulin mulai rutin melakukan injeksi untuk menjaga kesehatannya. Di usia kandung 38 minggu, Dyah pun melahirkan Inayah secara caecar.

Kini, Inayah sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di RS Jantung Harapan Kita. Dyah pun mengharapkan Inayah agar cepat sembuh dan ceria kembali. Semoga cepat sembuh ya, Inayah.
06.42 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Unair Ciptakan Inovasi Lem Operasi untuk Jantung Bocor Anak

Written By iqbal_editing on Selasa, 18 Juli 2017 | 00.16

a, Penyakit jantung bawaan atau yang lebih sering disebut jantung bocor memang lazim ditemukan pada anak-anak. Namun prosedur perbaikan yang dibutuhkan untuk kondisi ini seringkali menimbulkan permasalahan lain.

Diutarakan Juliani Nurazizah Setiadiputri, mahasiswi jurusan Teknobiomedik Fakultas Sains Teknologi Universitas Airlangga, permasalahan tersebut di antaranya proses pemulihan yang lama atau munculnya luka pada jaringan yang dibedah.

"Kan ada dua macam metode operasi, yaitu sutures (jahitan) atau staples. Tapi sayang dari dua proses tersebut seringkali menimbulkan permasalahan lain, entah karena proses penyembuhan yang lama, atau terdapat luka pada jaringan di sekitar dan ini biasanya tidak tahan air," paparnya saat berbincang dengan detikHealth, Senin (17/7/2017).

Kondisi ini kemudian mendorong Juliani dan keempat rekannya, Hana Zahra Aisyah, Putri Nurfiana Ramadhani, Putri Desyntasari dan Diana Fitri untuk menciptakan inovasi berupa 'surgical glue' alias lem operasi yang membantu proses pemulihan luka pada pasien jantung bocor anak.

"Dalam penggunaannya, dilakukan pembedahan dulu kemudian pada bagian dinding jantung yang robek diberikan surgical glue agar jaringannya menyatu kembali dan tidak ada cairan dari luar jantung yang masuk ke dalam jantung tersebut," ujarnya.



Lem operasi alias surgical glue dapat membantu proses pemulihan luka pada pasien jantung bocor anakLem operasi alias surgical glue dapat membantu proses pemulihan luka pada pasien jantung bocor anak (Foto: Marwah Zada Rahmatina)

Untuk bahan bakunya, tim yang dibimbing Dr Prihartini Widiyantim, drg, M.Kes.S.Bio.CCD ini memilih lendir siput atau bekicot (Achatina sp.) yang dikombinasikan dengan sejumlah bahan lain seperti Sebacic Acid, Gliserol, Akriloil Klorida dan Photoinisiator.

Mengapa lendir siput? "Kami menggunakan lendir siput karena sesuai dengan karakteristik yang dicari dan jika diaplikasikan sebagai lem itu aman bagi tubuh," terang Juliani.

Juliani menambahkan, lendir siput juga diakui memiliki banyak manfaat, utamanya dalam pembuatan produk kecantikan dan penanganan luka.

Mahasiswi angkatan 2015 tersebut menambahkan penelitian tentang lem operasi untuk pasien jantung bocor ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di AS namun hanya menghasilkan polimer saja.

Dari sini, Juliani dan timnya mencoba mengembangkan lem dari polimer tersebut dengBaca juga: Soa

Mahasiswa asal Universitas Airlangga berhasil menciptakan lem operasi untuk penyakit jantung bocor anakMahasiswa asal Universitas Airlangga berhasil menciptakan lem operasi untuk penyakit jantung bocor anak Foto: Marwah Zada Rahmatina

Diyakini Juliani, tingkat keberhasilan lemnya baru berkisar 90 persen. "Untuk mengaplikasikannya ke dalam tubuh manusia harus ada tahap ujicoba hewan dan uji klinis (manusia) terlebih dahulu," paparnya.

Untuk keperluan riset ini, Juliani dan rekan-rekannya mengaku menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp 12 juta. Sedangkan sejumlah kesulitan juga mereka hadapi selama proses percobaan, di antaranya pemesanan bahan kimia yang harus inden hingga 2-3 bulan serta peralatan laboratorium yang kurang lengkap sehingga menghambat tim ini untuk melakukan ujicoba sifat dari lem secepatnya.(lll/up)
00.16 | 0 komentar | Read More

Cerita Haru Pasien Transplantasi Jantung Meninggal Setelah Melahirkan

Written By iqbal_editing on Minggu, 02 Juli 2017 | 04.33

Megan Moss Johnson (31) dari Nashville, Amerika Serikat, sekitar tujuh tahun yang lalu menjadi seorang pasien transplantasi jantung. Megan sejak umur 15 tahun memang diketahui mengalami kondisi bernama myocarditis, jantungnya rentan mengalami peradangan berbahaya.

Diceritakan dalam blog pribadinya, sejak menjadi seorang pasien transplantasi Megan mengerti betul bagaimana menjadi seorang donor bisa menyelamatkan banyak nyawa. Ia pun mendaftarkan diri untuk jadi donor dan aktif berkampanye.

"Saya tidak pernah memikirkan donor organ sampai membutuhkannya. Ini bisa menyelamatkan jiwa. Ini menyelamatkan jiwa saya. Seperti memberikan sebuah hadiah kehidupan," kata Megan seperti dikutip dari CNN, Minggu (2/7/2017).

Beberapa tahun setelah transplantasi Megan pun menikah dengan pria bernama Nathan dan mengandung anak pertamanya.

Pada Selasa (28/6) sekitar pukul tiga pagi waktu setempat Megan pun menjalani persalinan. Kedatangan sang anak yang kemudian dinamai Eilee sangat ditunggu-tunggu oleh para anggota keluarga.

"Selamat hari lahir Eilee Kate Johnson. Megan sangat profesional dan rasanya sangat luar biasa. Jantungnya bekerja sempurna sepanjang persalinan dan Eilee dengan cepat bisa menyesuaikan diri. Saya pria yang bahagia," kata Nathan di foto media sosial Instagram.

Namun hanya berselang beberapa jam setelah melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan membuat Eille tertidur tragedi pun datang. Jantung transplantasi Megan bermasalah hingga pada akhirnya ia meninggal pukul 11 pagi karena komplikasi.

Cerita tentang perjuangan Megan menyebar hingga beberapa artis menulis lagu untuknya berjudul "Meaning Machine". Sebuah situs penggalangan dana dibuat oleh sahabat untuk membantu Nathan dengan Eilee.

Megan sendiri karena sudah mendaftarkan diri untuk jadi donor beberapa organnya akan dipakai untuk memberikan kesempatan menyelamatkan nyawa orang lain.

"Organ-organnya akan dipakai untuk menyelamatkan lebih dari 50 nyawa. Dia akan mengubah hidup banyak orang," komentar salah satu sahabat Josh Wilson.
04.33 | 0 komentar | Read More

Peneliti Inggris: Air Liur Kutu Bisa Cegah Penyakit Jantung Mematikan

Written By iqbal_editing on Jumat, 30 Juni 2017 | 03.22

Selain menjijikkan, air liur kutu diketahui dapat menularkan infeksi dan mengandung protein yang dapat memicu reaksi alergi. Namun peneliti Inggris menemukan khasiat khusus di dalam air liur ini.

Adalah peneliti dari Oxford University yang menemukan bahwa air liur kutu mengandung protein yang luar biasa untuk menghentikan peradangan pada jantung. Peradangan pada jantung selama ini dikenal dapat mengakibatkan myocarditis, penyakit jantung mematikan yang umumnya menyerang anak muda.

Protein inilah yang menyebabkan kutu bisa menggigit manusia ataupun hewan tanpa kita sadari. Menurut peneliti, protein dalam air liur kutu tersebut mencegah peradangan dengan cara menetralisir senyawa kimia yang disebut 'chemokines' pada inang atau yang dihinggapi kutu.

Secara kebetulan, myocarditis terjadi karena chemokines dilepaskan di dalam jantung dan menyebabkan peradangan pada otot-otot organ vital ini.

Persoalannya, proses terjadinya pelepasan senyawa kimia hingga memicu peradangan pada pasien myocarditis sulit untuk dideteksi. Tahu-tahu yang bersangkutan mengalami gagal jantung, dan sebagian di antaranya membutuhkan transplantasi alias cangkok jantung.

Untuk itu, peneliti dari Oxford berharap protein yang terkandung dalam air liur kutu dapat dimanfaatkan untuk mencegah atau menghentikan efek chemokines ini.
 

Peneliti mencatat air liur kutu mengandung lebih dari 3.000 jenis protein, meski jumlah ini masih bergantung pada spesies kutu itu sendiri.

Proses ekstraksi air liurnya tidak dilakukan secara manual, melainkan hanya dengan mengambil proteinnya saja, kemudian ditumbuhkan di atas ragi. Dengan cara ini, peneliti mengaku dapat memperbanyak protein dari air liur kutu dalam jumlah besar.

"Myocarditis selain sulit terdeteksi, obatnya pun masih sangat sedikit. Jadi dengan temuan ini kami berharap bisa merancang terapi atau pengobatan untuk orang yang mengalaminya," tutur ketua tim peneliti, Prof Shoumo Bhattacharya seperti dilaporkan BBC.

Ke depan, peneliti juga mengatakan obat dari air liur kutu ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit lain yang sama-sama dipicu oleh peradangan organ semisal serangan jantung, stroke, pankreatitis (radang pankreas) dan arthritis (radang persendian).

Kendati demikian, peneliti masih membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan obat ini sampai akhirnya dapat dipergunakan pada manusia.
03.22 | 0 komentar | Read More

buerger syndrome

Beredar kabar bahwa dr Stefanus Taofik, dokter anestesi yang meninggal saat piket lebaran, mengidap brugada syndrome. Terlepas dari benar tidaknya kabar tersebut, banyak yang penasaran dengan kelainan tersebut.

Dikutip dari Mayo Clinic, brugada syndrome merupakan gangguan irama jantung yang bisa mengancam jiwa dan kadang-kadang diwariskan. Seseorang dengan brugada sindrom punya peningkatan risiko ketidaknormalan irama jantung dari bilik jantung (ventricularis arrhytmias).

Akibat dari ketidaknormalan ini, jantung tidak bisa efektif memompa darah ke seluruh tubuh. Dampaknya bisa menyebabkan pingsan jika gangguan berlangsung hanya sesaat, dan kematian akibat serangan jantung mendadak jika berlangsung lama.


Beberapa orang yang mengidap brugada syndrom tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadarinya. Kelainan yang lebih banyak dijumpai pada laki-laki ini bisa dideteksi dengan elektrokardiogram (ECG) dengan pola tertentu.

Brugada syndrome biasanya terdeteksi pada orang dewasa, dan kadang-kadang pada remaja. Sindrom ini jarang sekali didagnosis pada anak-anak.


Kabar bahwa dr Stefanus mengidap brugada syndrome beredar dari sebuah percakapan di sebuah grup instant messenger. Percakapan tersebut beredar luas alias viral di media sosial, namun belum ada pihak yang mengkonfirmasi kebenarannya.


Dugaan dr Stefanus mengidap brugada syndrome bermula dari percakapan di instant messenger yang menjadi viralDugaan dr Stefanus mengidap brugada syndrome bermula dari percakapan di instant messenger yang menjadi viral (Foto: viral)


"Saya menyampaikan sebatas surat yang disampaikan RSPI (RS Pondok Indah). Coba ditelusuri ke ayah kandungnya, karena ayahnya juga dokter," kata Kuntjoro Adi Purjanto, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).


Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi Dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Dr Andi Wahyuningsih Attas, SpAn, MKes, juga mengaku belum mendapat informasi tentang riwayat penyakit salah satu anggotanya tersebut. Soal dugaan mengidap brugada syndrome, ia tidak mendapat laporannya.

"Saya belum dengar soal itu," kata dr Andi.
03.14 | 0 komentar | Read More

transplantasi jantung bisa diawetkan bisakah sampai ke indonesia

Written By iqbal_editing on Jumat, 23 Juni 2017 | 20.21

Jika di Negeri Kanguru transplantasi dengan menggunakan jantung yang diawetkan sudah berhasil dilakukan pada tiga orang pasien. Maka mungkinkah teknologi ini bisa dilakukan di Indonesia?

Menurut dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, perkembangan teknologi kedokteran apapun termasuk teknologi seperti ini sangat mudah untuk diterapkan di Indonesia. Alasannya, Indonesia mempunyai Pusat Jantung Nasional (PJN). Tapi bukan berarti menerapkan program ini menjadi semudah membalikkan telapak tangan.

"Yang sulit adalah program ini tidak bisa dimulai dari institusi PJN saja namun harus dari pemerintah. Sebagai gambaran, program donor jantung itu tidak ada di Indonesia. Jika ada donor maka jantung diambil dari donor yang meninggal seperti akibat kecelakaan atau tahanan hukuman mati atau lainnya, tidak bisa pada donor yang meninggal karena suatu penyakit yang berat," ungkap dr Isman kepada detikHealth.

Kesulitan lainnya adalah faktor pengambilan organ donor. dr Isman menyebutkan bahwa transplantasi jantung berbeda dengan transplantasi organ lain seperti ginjal atau kornea. Transplantasi jantung dilakukan pada donor yang baru saja meninggal, sedangkan transplantasi ginjal bisa pada orang hidup.

"Dan yang terpenting adalah legalitas dari segi norma, hukum, etika, inform consent, dan sisi agama yang memerlukan pembahasan yang cukup matang hingga tercipta program transplantasi jantung di Indonesia," ujar ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita tersebut, seperti ditulis pada Senin (27/10/2014).

Meskipun belum ada teknik transplantasi jantung, namun bukan berarti pengobatan jantung di Indonesia kalah. Di RS Jantung Harapan Kita misalnya, dr Isman menyebutkan bahwa terdapat program tatalaksana gagal jantung buatan (Left Ventricular Assist Device/LVAD) bagi pasien-pasien yang mengalami gagal jantung terminal.

Pendapat serupa disampaikan oleh Prof Dr dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Dihubungi terpisah oleh detikHealth, ia menyebutkan bahwa kemampuan dokter untuk melakukan prosedur transplantasi bisa dibilang cukup mumpuni. Namun, teknologi yang ada di Indonesia menurutnya belum cukup siap.

"Ahli bedah jantung sudah siap, tapi kan untuk prosedur ini tetap butuh ahli-ahli di bidang lainnya," papar Prof Budhi.

(ajg/up)
20.21 | 0 komentar | Read More

kisah ayah bersepeda untuk mendengar detak jantung anaknya

Bill Conner dari Wisconsin, Amerika Serikat, memutuskan untuk bersepeda menempuh jarak 2.250 kilometer untuk menemui seorang pasien pria di Louisiana. Hal ini ia lakukan karena ingin mendapat kesempatan mendengar detak jantung mendiang anaknya yang kini berada di dada orang lain.

Sang anak yang diketahui bernama Abbey Conner (20) meninggal tak lama setelah ditemukan tak sadarkan diri di kolam renang bersama kakaknya ketika sedang berlibur di Mexico. Keduanya diterbangkan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis namun nyawa Abbey tak tertolong sementara sang kakak selamat.


Saat masih berusia 16 tahun Abey sempat menyetujui bahwa dirinya akan menjadi pendonor organ. Dokter pun akhirnya memutuskan untuk mentransplantasikan jantungnya yang masih bagus kepada seorang pasien serangan jantung.

Pertemuan antara Bill dengan pasien tersebut digambarkan oleh saksi mata sebagai sesuatu yang mengharukan. Sambil menggunakan stetoskop Bill terlihat meneteskan air mata ketika bisa mendengar jantung anaknya yang masih berdetak.


Pertama kali bertemu, Bill langsung memeluk erat pasien yang menerima jantung anaknya.Pertama kali bertemu, Bill langsung memeluk erat pasien yang menerima jantung anaknya. Foto: BBC


"Mengetahui bahwa dia hidup di sini berkat anak saya, anak saya hidup di dalam dirinya. Dia berdiri tegak di sini karena jantung anak saya," kata Bill sambil menahan isak tangis seperti dikutip dari BBC, Sabtu (24/6/2017).

Dengan menggunakan alat perekam, Bill pun merekam detak jantung Abbey yang telah berhasil menyelamatkan nyawa orang lain sebagai kenang-kenangan.

"Dia memang mendaftarkan diri jadi donor. Sesuatu yang sudah ia ketahui sejak dulu. Sayangnya hal tersebut menjadi kenyataan, tapi memang Abbey seperti itu," ungkap Bill.
20.15 | 0 komentar | Read More

aada drone khurus melakukan pertolongan pertama serangan jantung

Written By iqbal_editing on Selasa, 20 Juni 2017 | 02.45

Penggunaan drone untuk memotret atau mengambil video dari udara sudah biasa. Di Belanda, robot drone sedang diuji coba digunakan untuk menggantikan ambulans bagi pasien serangan jantung.

Penelitian mengungkap drone mampu mencapai pasien serangan jantung lebih cepat dari ambulans. Dalam ujicoba yang dilakukan pada 18 pasien serangan jantung, robot drone datang 17 menit lebih cepat daripada ambulans.

"Drone ini diluncurkan dari kantor pemadam kebakaran, dan hanya butuh waktu 5 menit untuk mencapai tujuan, jauh lebih cepat daripada ambulans yang menggunakan mobil," ungkap pencipta drone Alec Momont dari Delft Technical University, Belanda, dikutip dari AFP.


Drone khusus yang tengah dikembangkan di BelandaDrone khusus yang tengah dikembangkan di Belanda Foto: BAS CZERWINSKI/AFP/Getty Images

Baca juga: Tak Cuma Nyeri Dada, Ini Gejala Serangan Jantung yang Perlu Anda Tahu

Drone dengan warna kuning berbalut strip merah ini membawa alat pacu jantung atau defibrilator yang merupakan alat pertolongan pertama bagi pasien serangan jantung. Beratnya pun cukup ringan, hanya 4 kilogram, dan memiliki kecematan maksimal hingga 100 km/jam.

Meski begitu, adanya drone ini merupakan terobosan baru di dunia kesehatan. Semakin cepat pasien serangan jantung mendapat pertolongan pertama, semakin tinggi pula kemungkinannya terhindar dari risiko fatal dan kematian.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP, MD, mengatakan gejala utama serangan jantung adalah rasa nyeri di dada disertai dengan munculnya banyak keringat atau keringat dingin. Rasa nyeri ini juga disertai dengan penjalaran seperti ke rahang, punggung, ulu hati, dada kiri atau ke pundak.

"Gejala tersebut di antaranya sakit dada atau dada terasa tidak nyaman dengan berbagai macam ungkapan. Misalnya rasanya seperti disayat, dada berat, dada seperti diikat, terbakar, ditusuk, atau sesak," ungkap dr Isman kepada detikHealth.
02.45 | 0 komentar | Read More

apakah aspirin melindungi jantung anda

Written By iqbal_editing on Kamis, 15 Juni 2017 | 10.02

Aspirin diyakini memiliki berbagai fungsi selain menghilangkan sakit kepala Anda. Pil ini dikaitkan dengan penurunan risiko kanker dan bisa membersihkan jerawat sekaligus.
Namun bagaimana dengan manfaat sebagai obat pelindung jantung seperti yang seringkali disampaikan? Ternyata fungsi aspirin untuk jantung masih di wilayah abu-abu alias belum dipastikan kebenarannya.
Dalam riset yang dipublikasikan di Clinical Cardiology, para peneliti melacak riwayat kesehatan 33.000 pasien yang menderita atherosclerosis, atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang memunculkan risiko serangan jantung dan stroke.
Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi aspirin dengan teratur memang lebih kecil kemungkinannya terkena serangan jantung atau stroke, namun hanya bila mereka sebelumnya pernah terkena serangan itu. Pada kelompok ini aspirin memotong risiko serangan jantung dan stroke hingga 19 persen.
Akan tetapi, menurut riset yang dipimpin Anthony Bavry, M.D itu, tidak ada pengurangan risiko serangan jantung atau stroke di antara mereka yang sebelumnya belum pernah mengalaminya.
Aspirin meningkatkan keselamatan mereka yang pernah terkena serangan jantung atau stroke dengan memperkecil kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah.
Meski demikian, karena ini adalah riset pengamatan, hasilnya belum bisa disebut sebagai sebab dan akibat. Percobaan klinis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kaitan aspirin dengan risiko-risiko di atas dan apakah ia bisa mencegahnya.
Selain itu perlu diketahui, seperti halnya obat-obatan lain, aspirin juga memiliki efek samping, seperti masalah pencernaan. Maka bila dokter Anda menyarankan mengkonsumsi aspirin, bicarakanlah hal ini pada mereka.
10.02 | 0 komentar | Read More

ccontoh orang meninggal muda karena serangan jantung

Written By iqbal_editing on Jumat, 09 Juni 2017 | 02.40

Tak melulu menyerang mereka yang sudah tua, serangan jantung juga 'menghantui' orang-orang yang masih muda. Ya, mereka yang berusia di bawah 30 tahun juga rentan mengalami serangan jantung.

Hal tersebut disampaikan oleh dr Julio Ulaan, SpJP dari RS Siloam Kebon Jeruk. Menurutnya, penyakit dan serangan jantung bisa terjadi pada orang muda, tidak hanya pada orang yang sudah tua.

Baca juga: Eks Gelandang Newcastle Cheick Tiote Kolaps, Serangan Jantung?

Serangan jantung pada orang muda, biasanya berhubungan dengan beberapa faktor risiko. Termasuk di antaranya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes atau sakit gula, serta kolesterol tinggi. Riwayat sakit jantung di keluarga juga termasuk faktor risiko yang harus diwaspadai.

"Beberapa faktor risiko yang bisa memicu serangan jantung dan harus diwaspadai di antaranya kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi," ujar dr Isman kepada detikHealth.

Pada beberapa figur publik, serangan jantung yang mendadak menyerang ini bahkan juga sampai langsung merenggut nyawa. Siapa saja yang mengalaminya? Berikut daftarnya, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber:

1. Cheick Tiote

Belum lama ini mantan gelandang Newcastle United, Cheick Tiote, dikabarkan kolaps dan meninggal dunia saat latihan. Juru bicara mengatakan, atlet berusia 30 tahun tersebut mengalami serangan jantung.

Dilansir oleh as.com, Selasa (6/6/2017), Tiote mengalami serangan jantung saat berlatih dengan klubnya yang sekarang, Beijing Enterprises. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian mendadak saat olahraga seperti yang dialami Cheick Tiote. Diperkirakan 90 persen di antaranya berhubungan dengan serangan jantung, heat stroke, cedera serius di kepala, dan penurunan aliran darah pada pengidap anemia sel sabit.

 2. Mike Mohede

Penyanyi bersuara merdu Mike Mohede tutup usia beberapa waktu lalu saat tertidur di kamarnya. Mike yang kala itu masih berusia 32 tahun diketahui tidak memberikan respons saat dipanggil di tengah tidurnya.

Menurut sang manajer, Indra Djamal, saat dibawa ke rumah sakit wajah dan badan Mike sudah tampak membiru. Dokter pun menyebutkan bahwa Mike meninggal akibat serangan jantung. Diakui Indra, Mike sebelumnya tidak diketahui memiliki riwayat sakit jantung.

Penyakit jantung seringkali tidak terdeteksi, dan karenanya bisa membunuh kapan saja. Namun praktisi kesehatan dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD mengigatkan bahwa kematian akibat serangan jantung sebenarnya bisa dicegah, yakni dengan melakukan check up rutin.

Check up rutin dianjurkan terutama bagi mereka yang punya faktor risiko, antara lain berusia di atas 40 tahun, mengalami obesitas, merokok, kolesterol dan tekanan darahnya tinggi, serta punya riwayat penyakit kronis dalam keluarganya. Dari sekian banyak faktor risiko, obesitas mendapat penekanan khusus dari dr Ari.


3. Irena Justine
Selain Mike Mohede, figur publik lainnya yang juga meninggal dunia akibat serangan jantung di usia muda adalah Irena Justine. Pada bulan Mei 2016, Irena yang saat itu berusia 22 tahun meninggal dunia.

Beberapa waktu sebelum kolaps dan dinyatakan meninggal, Irena diketahui sempat menjalani tapping sebuah acara di stasiun televisi swasta. Kala itu, Irena sempat terjatuh dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Irena sempat meminta maaf pada orang-orang di sekitarnya.

 4. Panji Hilmansyah
Putra Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, yang bernama Panji Hilmansyah meninggal dalam tidur pada bulan Januari 2016 silam. Diduga kuat ia meninggal akibat gangguan jantung.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Jantung Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, meninggal dalam tidur umumnya terjadi karena menurunnya asupan oksigen. Salah satunya bisa karena sleep apnea.

"Sleep apnea adalah ketika terjadi henti napas saat tidur. Pada kondisi itu, tidak ada napas selama kira-kira 20 detik. Sekitar 40 persen orang dengan gangguan jantung umumnya punya sleep apnea," ujar dr Isman saat berbincang dengan detikHealth.

Sleep apnea dibagi menjadi tiga yakni sleep apnea sentral, obstruktif dan kompleks. Sleep apnea sentral adalah ketika aliran udara pernapasan dan gerakan dada berhenti akibat gangguan saraf otonom. Kemudian sleep apnea obstruktif adalah saat ada sumbatan jalan napas, yang biasa terjadi di mulut atau kerongkongan. Sementara sleep apnea kompleks yaitu gabungan antara kedua kondisi tersebut.

Jika seseorang diketahui memiliki riwayat stroke atau gangguan jantung, maka sleep apnea menjadi salah satu risiko yang harus diwaspadai. Terutama jika orang tersebut sering mendengkur saat tidur.
02.40 | 0 komentar | Read More
 
berita unik