Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

pengaruh perkembangan psikologi anak ibu yang kerja

Written By iqbal_editing on Minggu, 29 Januari 2017 | 21.17

erkembangan zaman yang semakin kompleks seperti saat ini nampaknya menuntut tumbuhnya suatu perubahan dalam pribadi seseorang. Begitu pula dengan bertambahnya sebuah profesi baru yang dinamakan “surrogate mother” atau ibu pendamping. Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa peluang pekerjaan yang diperuntukkan bagi wanita semakin hingga kesulitan untuk mengatur waktunya bagi buah hatinya di rumah. Maka menuntut pula keberadaan seorang ibu pendamping untuk mengganti perannya mengurus anak. Nah, tugas utama ibu pendamping adalah mengasuh anak selama ditinggal ibu bekerja.
Sudah menjadi rahasia umum dan tak perlu diperdebatkan lagi bahwa tanggung jawab mengasuh anak sesungguhnya terletak di bahu seorang ibu, walaupun tanggung jawab tersebut juga harus dipikul oleh seorang bapak. Kewajiban ini harus dilaksanakan sebab proses tumbuh kembang anak memerlukan pendamping, pengawasan dan suri taudanan dari orang tuanya.
Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Di dalam pola asuh tersebut, interaksi (hubungan timbal balik) antara anak dengan orang tua akan tertata dengan baik. Disamping tersampainya keinginan anak kepada orang tua, interaksi yang kondusif juga akan membentuk akhlak dan moral sang anak melalui didikan yang positif, seperti anjuran, larangan maupun pengendalian aktivitas anak.
Setiap orang tua pastilah menyadari akan kewajiban ini, membina dan mendidik anaknya supaya bertanggung jawab dan menghormati nilai-nilai di masyarakat dan  memenuhi kebutuhan sang anak, mulai dari kebutuhan akan makanan dan pakaian yang merupakan kebutuhan yang bersifat fisik-biologis sampai pada pendidikan, pemberian rasa aman dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang merupakan kebutuhan yang bersifat psikologis-sosial. Maka lama-lama orang tua secara langsung ataupun tidak langsung berusaha memenuhi kebutuhan anaknya.
Namun tidak semua kebutuhan sang anak dapat dipenuhi oleh ibu kandungnya disebabkan sang ibu sedang bekerja, walaupun keberadaannya di samping anak tidak tergantikan. Maka disinilah peran penting seorang ibu pendamping dalam menggantikan posisinya sebagai ibu sejati. Berikut ini beberapa kriteria seorang ibu pendamping yang ideal bagi anak:
  1. Memiliki watak yang baik dan kepribadian yang sehat.
  2. Mempunyai minat untuk merawat dan mendidik, walaupun yang dirawat dan dididik itu adalah anak orang lain.
  3. Memiliki latar belakang pendidikan umum yang cukup memadai dan telah memperoleh pendidikan khusus membina anak dalam keluarga.
  4. Beberapa ilmu yang dikuasainya antara lain mengenai: kesehatan anak, pendidikan anak dalam keluarga, dan psikologi perkembangan yang meliputi tentang proses tumbuh kembang anak hingga etika sopan santun agama.
  5. Pandai berkomunikasi dengan anak dan keluarganya, berani mengutarakan pendapat dan mampu bermusyawarah dengan orang tua mengenai hal-hal yang pelu disepakati bersama atau dicarikan jalan keluarnya bersama. Dalam kata lain, ia mampu menjalin hubungan baik dengan seluruh anggota keluarganya.
  6. Sadar akan posisinya sebagai seorang pendamping anak yang profesional sehingga tidak dianggap sebagai baby sitter biasa apalagi pembantu rumah tangga.
Dengan begitu, sang ibu sedapat mungkin tetap menjalankan tugasnya dalam mengasuh anak kandungnya dan tidak membiarkan ibu pendamping mengambil seluruh kasih sayang anak hingga mengurangi kualitas hubungan anak dengan ibu kandungnya.
21.17 | 0 komentar | Read More

abses pada anus

bses anal merupakan kondisi yang nyeri ketika adanya kumpulan nanah yang terjadi di dekat anus. Kebanyakan abses anal merupakan hasil dari infeksi kelenjar kecil anus.doktersehat-Gonore-Kencing-Nanah-keputihan-celana-dalam


Abses yang paling sering terjadi adalah abses perianal. Hal ini seringkali terjdi diawali dengan pembengkakan nyeri (bisul) di dekat anus. Abses anal berlokasi di jaringan yang lebih dalam dari perianal dan lebih jarang terjadi dan lebih tidak tampak.
Incisi dan drainase (irisan dan pengaliran nanah) merupakan tatalaksana umum pada semua tipe abses anal dan biasanya berhasil meredakan kondisi.
Sekitar 50% pasien dengan abses anak akan mengembangkan komplikasi yang disebut dengan fistula. Fistula adalah terowongan kecil yang membuat adanya hubungan yang tidak normal antara area abses dengan kulit.
Pada beberapa kasus, fistula menyebabkan drainase yang persisten (aliran nanah yang terus menerus). Pada kasus lain, di tempat terowongan terbuka ke kulit kemudian tertutup, maka akan menyebabkan abses anal berulang. Pembedahan dibutuhkan untuk mengobati fistula anal.
Penyebab Abses Anal
Abses anal dapat memiliki banyak penyebab, meliputi:
  • Infeksi fistula anal. Fistula anal memiliki luka di permukaan kulit lalu terinfeksi
  • Adanya infeksi menular seksual
  • Tersumbatnya kelenjar anal
Faktor risiko abses anal meliputi:
  • Kolitis
  • Penyakit usus inflamasi seperti penyakit Crohn’s atau kolitis ulseratif
  • Diabetes
  • Diverticulitis
  • Penyakit pelvis inflamasi
  • Menjadi “reseptor” dari tindakan seks anal
  • Penggunaan obat seperti prednison
Untuk orang dewasa, gunakan kondom selama melakukan kegiatan seksual, termasuk seks anal, sehingga dapat mencegah terjadinya abses anal. Untuk bayi dan balita, penggantian popok secara rutin dan sering serta membersihkan anal ketika mengganti popok dapat mencegah fistula anal dan abses perianal.
Gejala Abses Anal
Abses anal superfisial (di permukaan kulit) seringkali memiliki gejala:
  • Nyeri, biasanya diperburuk ketika duduk
  • Iritasi kulit sekitar anus, yang meliputi pembengkakan, kemerahan, dan nyeri
  • Pengeluaran nanah
  • Sembelit atau nyeri ketika terjadi pergerakan usus besar
Abses anal yang lebih dalam dapat bergejala:
  • Demam
  • Menggigil
  • Lemas
Penegakan diagnosis
Biasanya, evaluasi klinis, termasuk pemeriksaan jari ke rektal (rectal tousche), merupakan pemeriksaan yang cukup untuk mengetahui abses anal. Namun, beberapa pasien dapat membutuhkan tes tambahan untuk skrining:
  • Penyakit menular seksual
  • Penyakit inflamasi usus besar
  • Penyakit divertikular
  • Kanker rektum
Pada kasus yang jarang, pemeriksaan dilakukan di bawah pengaruh anestesi (obat bius). Dokter juga dapat meminta melakukan pemeriksaan USG, CT-scan, atau MRI.
Pengobatan Abses Anal
Pembedahan drainase penting dilakukan, dan sebaiknya sebelum abses pecah. Abses anal superfisial dapat dialirkan melalui operasi kecil dengan anestesi lokal. Abses anal yang lebih luas atau dalam membutuhkan rawat inap di rumah sakit dan pembedahan yang lebih serius.
Setelah prosedur pembedahan, pasien diberikan resep obat anti-nyeri. Pada orang sehat, antibiotik biasanya tidak digunakan. Antibiotik mungkin dibutuhkan pada orang-orang tertentu, misalnya orang dengan diabetes atau penurunan imunitas.
Kadang-kadang, operasi fistula dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan pembedahan abses. Namun, fistula seringkali terjadi 4 – 6 mminggu setelah abses dialirkan isinya (setelah drainase). Terkadang fistula tidak terjadi sampai beberapa bulan bahkan tahunan. Maka operasi fistula biasanya menjadi prosedur yang terpisah setelah pasien dipulangkan.
Setelah operasi abses atau fistula, pasien akan mengalami ketidaknyamanan dan dapat dikontrol dengan obat antinyeri.
Komplikasi operasi dapat meliputi: infeksi, fisura anal (robekan anus), kekambuhan nanah (abses), dan jaringan parut.
Setelah abses atau fistula anal benar-benar sembuh, kemungkinan kekambuhan bisa saja terjadi. Maka, untuk mencegah hal ini terjadi, penting untuk mengikuti saran dokter untuk perawatan kondisi Anda di kemudian hari
21.16 | 0 komentar | Read More

psikologi anak yatim

Psikologi Anak Yatim (Yang Miskin)
Secara umum, anak-anak yatim memiliki kondisi psikis seperti anak-anak lain. Mereka senang bermain, bergurau, dan cerita dalam banyak harinya. Hanya, pada titik tertentu mereka tidak memperoleh kasih sayang seorang ayah. Mereka tidak mendapati adanya pelindung dan tempat mengadu jika ada masalah dengan teman-temannya. Namun, akal mereka yang belum sempurna tidak mempedulikannya terlalu lama. Jika ada aktifitas lain yang mengalihkan perhatiannya, maka ingatnya akan perlunya seorang ayah segera lenyap. Sayangnya, peristiwa keseharian sering pula mengundangnya kepada kebutuhan akan figur seorang ayah.
Realitas lain di tengah masyarakat menunjukkan bahwa anak yatim yang tidak mendapatkan perhatian yang mestinya memiliki kepribadian yang labil dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka di paksa bersabar terhadap ‘ejekan’ teman-temannya. Atau menahan diri dari permainan tertentu dengan teman-teman sebayanya. Inilah diantara penyebab yang dapat menghambat kemajuan pada dirinya.
Saat melihat temannya membawa mainan baru, si yatim tentu ingin memiliki mainan serupa. Namun, ia bingung harus meminta kepada siapa. Sebab, hampir tidak mungkin ibunya yang tidak punya uang akan membelikannya untuknya. Minta kepada paman, takut di marahi. Akhirnya, ia berdiam diri memendam keinginnya. Tak ada yang tahu, bahwa sikapnya yang demikian dikarenakan ia menginginkan mobil-mobillan yang hanya seharga Rp 4.000.
Anak-anak yang tidak memungkinkan untuk berbangga-bangga dengan kekayaan orang tuanya, karena memang tidak ada yang bisa dibanggakan. Namun, bila diarahkan secara benar, rasa sadar diri terhadap kemahaagungan Allah akan lebih besar. Mereka memang tidak memiliki tempat mengadu yang lain dikala hati sedang dilanda pilu.Allah lah tempatnya melaporkan segala keluh kesah hatinya, gunda-gulananya. Bimbingan keagamaan akan lebih mudah diabsorbsi (diserap) oleh mereka dari pada anak-anak lain seusianya. Barang kali inilah rahasia kesuksesan Muhammad SAW dalam memaksimalkan potensi internalnya dalam berhubungan dengan Allah.
Namun, potensi kemandirian itupun bisa mengarah kepada kerusakan, bila tidak mendapatkan bimbingan yang benar. Anak-anak ini cenderung sulit diatur, bila diatur salah mendidiknya. Mereka merasa lepas dari pengawasan, karena kebiasaan. Alangkah sayang bila terjadi dalam hal-hal yang demikian, karena keburukan salah seorang anggoota masyarakat berarti ancaman bagi anggota yang lain. Oleh karena itu, jangan sampai kita terlambat berbuat yang menyebabkan asset itu berubah menjadi parasit dan sumber bencana.
Karena itulah, islam sangat menekankan pentingnya memperhatikan anak yatim secara khusus, lebih dari penekanannya untuk memperhatikan anak kandung sendiri. Islam memerintahkan untuk berusaha sebisa mungkin memenuhi semua kebutuhan materi dan jiwanya. Bahkan, jumlah ayat suci Al-Qur’an yang secara khusus membicarakan masalah anak yatim ini lebih banyak dari pada jumlah ayat yang membahas tentang anak kecil secara umum.
Berinteraksi dengan anak-anak yatim tidak sederhana seperti bergaul dengan anak-anak pada umumnya. Ada hal-hal khusus yang harus dijaga, dan harus dijauhi, dan tidak boleh kita ungkapkan kepada mereka. Dalam banyak hal, perasaan mereka sangat sensitif. Duka di tinggal ayah atau kemiskinan yang terus mendera membuat perasaan mereka amat peka terhadap segala sesuatu yang di anggap menyinggung dirinya.
Ketika usia memasuki masa wajib belajar, ibunya akan memilihkan sekolah yang murah biayanya dan dekat jaraknya. Tidak akan terbesit keinginan yang kuat untuk menyekolahkan di sekolah-sekolah favorit, karena tidak akan kesampaian. Akhirnya, anak-anak yatim ini belajar di sekolah yang biasa-biasa saja dan bergaul dengan anak-anak tak berpunya. Pendidikan yang mereka terima cenderung ala kadarnya, karena keterbatasan SDM dan keterbatasan sarana yang tersedia.
Tidak berhenti sampai di sini, terkadang mereka membawa masalahnya dengan teman-teman sekolah-nya kepada ibunya yang juga lemah jiwanya. Akibatnya, kesedihan itu merembet,menular kepada ibunya.”Andai bapakmu masih ada,tentu kita tidak akan hidup seperti ini.”bisik si ibu sambil menitikkan air mata.sebap itulah, kaum muslimin di ingatkan oleh Allah ketika dia berfirman,
“Taukah kamu (orang) yang mendustakan agama?itulah orang yang menghardik anak yatim (al-maa’un:1-2)
Namun, tidak semua anak yatim berperasaan dan bersikap seperti yang di uraikan tadi.Sejarah mencatat dan membuktikan bahwa sejumlah anak yatim memiliki kepribadian yang tangguh, tahan banting, tahan menderita, ulet, cepat mandiri, dan sederet sifat positif lainnya. Inilah contoh si yatim yang yangguh pribadinya ketika kecil, karena berada di bawah asuhan bapak tirinya atau walinya.setelah besar,ia berguna untuk agamanya.
Tetap hidup seorang pemuda, Umair bin Sa’d al-Anshari, dalam kondisi yatim dan miskin sejak usia kanak-kanak. Bapaknya telah kembali ke hadirat Tuhannya tanpa meninggalkan harta atau sumber pencaharian. Namun, ibunya segera menikah dengan seorang hartawan dari bani Aus yang bernama al-Julas bin Suwaid. Kemudian,laki-laki tersebut memelihara Umair dan membawanya hidup bersama.Di situ,Umair menemukan kebaikan dan keindahan kasih sayang sang ayah tiri, sehingga ia dapat melupakan statusnya sebagai anak yatim. Umair mencintai Julas seperti bapak kandungnya sendiri, begitu juga julas mencintai Umair seperti anak kandungnya sendiri.
Ketika Umair telah tumbuh menjadi seorang remaja, Julas semakin mencintanya dan mengaguminya, karena melihat indicator-indikator kecerdasan dan kepiawaian pada dirinya yang tampak dalam pekerjaanya. Juga sikap tanggung jawab dan jujur yang tampak dalam setiap sepak terjangnya.
Umair bin Sa’d telah masuk Islam sejak usia kanak-kanak, yakni ketika baru berumur sepuluh tahun. Dia menemukan lahan keimanan yang luas di relung hatinya dan menemukan lahan yang subur untuk islam diqalbunya yang suci. Dia, dalam umurnya yang relative muda, tidak pernah tertinggal dalam melakukan shalat berjamaah bersama Rasulullah. Ibunya pun diliput kegembiraan ketika melihatnya pergi ke masjid atau pulang dari sana.
Umair bin sa’d tumbuh dalam kondisi serba nyaman dan berkecukupan, tidak terusik dan terkotori oleh siapa pun,hingga akhirnya Allah menghadapkannya pada ujian yang maha dasyat dan k eras yang jarang dialami oleh pemuda-pemuda lain.
Pada tahun ke IX Hijriyah, Rasulullah mendeklarasi kan perang melawan bangsa Romawi di wilayah Tabuk,(1) dan beliau menginstruksikan kaum muslimin untuk bersiap-siap dan membekali diri, padahal saat itu menjelang musim kemarau,panasnya sangat manyengat,buah-buahan telah matang,sementara jiwa orang cenderung untuk bergerak lambat dan bermalas-malasan.Sekalipun dalam kondisi seperti itu,umat Islam menyambut seruan Nabi dengan antusias.Mulailah mereka bersiap dan membekali diri, kecuali sekelompok orang-orang munafik yang mulai memperlemah semangat, memberi kesan,ragu,dan menyebut-nyebut Rasulullah SAW dengan kata jelek, bahkan menyampaikan di forum-forum mereka kata – kata yang menjerumuskan ke jurang kekufuran.
Di satu hari sebelum pemberangkatan tentara, Umair bin Sa’ad pulang ke rumahnya, usai melakukan sholat di masjid.hatinya di penuhi setumpuk kebanggaan karena bantuan dan pengorbanan umat Islam yang dia lihat dengan matanya sendiri.dia dengar dengan telinganya sendiri. Utsman bin Affan datang dengan membawa sebuah kendi berisi seribu dinar emas dan menyerahkannya kepada Nabi SAW Dia juga melihat Abdurrahman bin Auf memikul dua karung emas dan meletakkannya di hadapan Nabi SAW,Bahkan,dia melihat seorang laki-laki yang menawarkan tikar tidurnya dan uangnya untuk membeli pedang sebagai bekal turun ke medan perang di jalan Allah SWT
Umair merenungkan gambaran pengorbanan yang indah ini.Lama ia merenung. Namun,ia merasa heran dengan kelambanan Julas – ayah tirinya – untuk bersiap diri berangkat perang bersama Rasulullah SAW. Julas bahkan tidak kelihatan menyerahkan bantuan, meskipun dia mampu dan kaya. Seolah Umair ingin memgorbankan semangat Julas dalam hatinya. Kemudian,Umair menceritakan kepadanya tentang apa yang telah dia dengar dan lihat, khususnya berita tentang kelompok orang-orang mukmin yang datang kepada Rasulullah dan memohon kepadanya dengan merengek-rengek agar digabungkan dengan pasukan perang di jalan Allah, lalu beliau menolak mereka, karena tidak tersedia cukup kendaraan untuk mengangkut mereka. Akhirnya, mereka kembali dengan berlinang air mata karena sedih dan kecewa akibat tidak mendapatkan sesuatu yang menghantarkan mereka untuk ikut terjun ke medan perang dan mewujdkan kerinduan mereka untuk menjadi syuhada’.
Julas enggan mendengarkan cerita Umair, sehingga terlontar dari mulutnya kata-kata yang membuat pemuda tersebut terkejut: ‘’ Apabila kenabian yang didakwahkan Muhammad benar, maka kita lebih jelek daripada himar’’.
Umair benar-benar dipusingkan dengan apa yang dia dengar, karena dia tidak menyangka bahwa seorang laki-laki yang berakal seperti Julas, bisa mengeluarkan kata-kata yang mengeluarkannya dari iman dan sekaligus memasukkannya ke pintu kekufuran.Secepat computer mengakses data tentang berbagai masalah yang dimasukkan ke dalamnya, secepat itu pula akal Umair berpikir tentang apa yang harus dia lakukan.Dia berpendapat bahwa mendiamkan sikap Julas dan menutupinya berarti pengkhianatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus membahayakan Islam yang sedang mendapat teror dari orang-orang munafik dan menjadi sasaran konspirasi mereka.
Di sisi lain, Umair juga berpikir bahwa mengekspos apa yang telah dia dengar berarti durhaka terhadap orang yang telah memposisikan dirinya sebagai anak yatim dan membalas kebaikannya dengan kejahatan, karena dialah yang telah mengentaskan dirinya dari keyatiman, menjadikan kaya dari kemiskinan, dan menggantikan ketiadaan ayahnya. Pemuda tersebut harus memilih antara dua hal yang dilematis secepatnya. Kemudian, dia menoleh kepada Julas dan berkata: ‘’ Demi Allah,wahai Julas, tidak ada di muka bumi ini, setelah Nabi Muhammad bin Abdullah, orang yang lebih aku cintai daripada engkau, Engkaulah orang yang paling aku cintai, paling dekat denganku, dan paling banyak memberi kenikmatan kepadaku. Sungguh, engkau telah mengatakan ungkapan yang apabila aku menyebutnya, maka aku akan merendahkanmu dan apabila aku merahasiakannya, maka aku mengkhianati amanatku dan menghancurkan diriku dan agamaku. masalahmu menjadi jelas.’’
Umair bin Sa’ad langsung menuju masjid dan melaporkan kepada Rasulullah SAW tentang apa yang telah dia dengar dari Julas bin Suwaid. Kemudian, Rasulullah meminta dia untuk tetap di sampingnya dan beliau menyuruh salah satu seorang sahabat untuk memanggil Julas. Tidak lama kemudian, Julas pun datang lalu mengucapkan salam kepada Rasulullah dan duduk di hadapannya.
Nabi bertanya kepadanya:”Benarkah kata-kata yang telah didengar Umair darimu?”Umair menyebutkan apa yang telah dia dengar. Kemudian Julas berkata: Dia bohong dan mengada-ngada, wahai Rasulullah, karena saya tidak mengatakan itu sama sekali.”
Para sahabat mengalihkan pandangan mereka antara Julas dan anak tirinya-Umair bin Sa’ad – seolah-olah mereka sedang membaca dari raut wajah keduanya tentang apa yang dirahasiakan dalam hati. Mereka mulai saling berbisik, lalu seorang dari mereka yang di hatinya ada penyakit berkata:” Pemuda durhaka dan pembangkang, teganya memfitnah orang yang telah berbuat baik kepadanya.”Sedangkan yang lain berkata:”Akan tetapi,dia adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah dan sungguh raut wajahnya mengekspresikan kejujuran.”
Rasulullah menoleh kepada Umair, lalu melihat wajahnya telah memerah seperti berdarah, kedua matanya menitikkan air mata, dan berjatuhan di kedua pipi dan dadanya. Kemudian ia melantunkan doa “Ya Allah, turunkanlah atas nabimu penjelasan tentang apa yang saya katakana. Ya Allah, turunkanlah atas nabimu penjelasan tentang apa yang saya katakan.”
Kemudian Julas membela diri:”Sungguh,apa yang saya katakan kepadamu adalah kebenaran dan bila mau, engkau bisa mengambil sumpah kepadaku di hadapanmu dan saya akan bersumpah demi Allah bahwa saya tidak mengatakan apa yang telah dilaporkan Umair kepadamu.”
Begitu Julas selesai bersumpah dan pandangan orang mulai berpindah kepada Umair bin Sa’ad,turunlah wahyu yang menjelaskan persoalan yang sebenarnya terjadi. Para sahabat tetap berada di tempat,menunggu keterangan dari Rasulullah ASW.Di sinilah, tampak sikap ketakutan dan rasa malu pada wajah Julas.Sementara wajah Umair tampak cerah. kemudian, Rasullulah saw membacakan firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 74:
Artinya:’Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkatan kekafiran dan telah menjadi kafir setelah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya),kecuali karena Allah dan Rasuk-Nya telah melimpahkan karunianya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat itu lebih baik bagi mereka.Dan jika mereka berpaling, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat.Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindungan dan tidak pula penolong di muka bumi.’
Gemeterlah Julas setelah mendengar wahyu itu. Lidahnya kaku.ia menoleh kepada Rasulullah saw dan mengatakan:”Saya bertobat,ya Rasulullah…saya bertobat…Umair memang benar,ya Rasul,dan saya berbohong; saya mohon kepada Allah untuk menerima tobatku, saya bisa dijadikan jaminanmu,ya Rasul.’
Rasulullah memandang Umair bin Sa’ad.Beliau melihat air mata kegembiraan membasahi wajahnya yang cerah.kemudian Rasullah SAW mengulurkan tanganya,memegang telinga Umair dengan lembut,seraya bersabda:
‘Telingamu tanggap apa yang telah kau dengar,wahai pemuda dan Allah telah membenarkanmu.”
Julas kembali ke pangkuan Islam dengan lebih baik berkat perantaran anak yatim asuhannya. Para sahabat telah pula menyaksikan kebaikan sikapnya ketika Julas mengatakan tentang Umair setiap kali ia mengingatnya:”Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.Sungguh, dia telah menyelamatkanku dari siksa neraka.’
Sekian kisah anak yatim yang kuat jiwanya dan tumbuh cerdas alam asuhan ayah tirinya.Beberapa anak yatim yang tangguh di masa kecil,juga tumbuh cerdas dan tangkas dalam menyikapi lingkungannya.Oleh karena itu, tidak heran jika kelak mereka menjadi aktor pengubah wajah dunia, atau memberikan pencerahan dan warna baru bagi masa depan dunia, khususnya dunia Islam.Lautan tinta sejarah mengungkap kepiawaian Imam Bukhari dalam penguasaan hadis sedang ia adalah anak yatim. Kitab Shahih Buhari menjadi saksi semenjak beliau hidup hingga hari ini akan kemahirannya dalam bidang hadis.Kitab ini menjadi pegangan kaum muslimin di seluruh dunia dan banyak memberikan petunjuk kepada umat yang hidup dalam kegelapan jahiliyah.
Muhammad bin Ismail yang lebih kita kenal dengan Imam Bukhari menjadi bukti sejarah kesuksesan anak yatim jika diasuh dengan baik. Ia yang menyusun berbagai kitab rujukan umat hingga ke zaman kita sekarang.Ia adalah pelita umat. Hidupnya lebih lama dibanding pendeknya umur beliau.Setiap hari, berjuta-juta orang membaca dan mempelajari karya-karyanya untuk mencari sebongkah cahaya yang dapat menerangi hidup.
Imam Ahmad bin Hambal tak ketingalan. Ia yang ditinggal mati oleh ayahnya semenjak kecil, menjadi Ahli Fiqih dan menjadi mujtahid muthak. Musnad Ahmad bin Hambal menjadi pedoman umat dalam mempelajari hadis-hadis Rasul. Kita bisa menikmati karya monumentalnya ini dan meluaskan wawasan hadis,setelah terlebih dahulu kita membaca Shahih Bukhari di atas.
Penguasaan Imam Ahmad terhadap hukum-hukum Islam mendapat pengakuan luas dari para ulama di zamanya hingga masa kita. Ia adalah Ahli Fiqih yang memiliki ciri khas tersendiri dalam berijtihad. Oleh karena itu, ia di sebut sebagai mujtahid muthlak. Banyak orang mengikuti pola istinbat hukumnya, hingga membentuk madzhab fiqih yang kita kenal dengan madzhab Hambali.
Demikian pula gurunya, Imam syafi’i, ia yatim dan lalu menjadi ulama Ahli fiqih yang kini fatwa-fatwanya banyak di pakai oleh kalangan kaum muslimin di Indonesia. Bahkan, beliau melahirkan murid-murid yang jadi imam ahli fiqih juga, semisal Imam Ahmad bin Hambal tadi. Keduanya adalah imam panutan kaum muslimin di berbagai belahan dunia. Kitab-kitabnya tak pernah berhenti di cetak, di baca, di telaah, dan di pelajari oleh umat islam.
Masih ada pula ulama-ulama lain atau mujahid – mujahid kaliber dunia yang merupakan anak yatim.Sebutlah misalnya Syeikah Ahmad Yasin,salah satu pendirian HAMMAS yang tiada hentinya mengobarkan api jihad di jalur Gaza melawan Zionis Yahudi.Atau,Abul Hasan Ali an-Nadwi, ulama asal india yang mujahid. Bahkan Nabi kita, Muhammad SAW, adalah anak yatim yang tidak pernah mengalami hambatan psikologis yang berarti, sehingga ia menjadi manusia fenomenal pada masanya.
Tak perlu mencari celah untuk memperbaiki sisi-sisis psikologis anak-anak yatim. Waktunya sudah tiba. Mereka harus dibina, agar mereka tak memendam potensi – potensi besar dalam dadanya, yang sulit digali jika waktunya telah tiba.
20.47 | 0 komentar | Read More

kandunga gizin dan manfaat pir

Buah yang tergolong dari jenis genus pyrus ini adalah buah juice fruit yang bisa tumbuh berbagai macam tanah yang ada di bumi ini. Buah pir tergolong tanaman yang mempunyai nilai gizi yang cukup baik, salah satunya mampu menurunkan kadar kolestrol, kandungan serat pangan pada buah pir juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup, sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus.



Kandungan Gizi Buah Pir

Buah pir tergolong tanaman yang mempunyai nilai gizi yang cukup baik, diantaranya adalah:
Kalium.
Serat pangan (dietary fiber).
Vitamin C.
Vitamin K.
Tembaga.

Menurut The George Mateljan Foundation tahun 2006, kandungan serat pangan pada buah pir termasuk dalam kategori baik. Kalau kita mengkonsumsi buah pir satu biji saja dalam sehari, maka akan memenuhi 19,8 persen kebutuhan serat pangan dalam tubuh.
  • mentah Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
  • Energi 242 kJ (58 kcal)
  • Karbohidrat 15,46 g
  • Gula 9,80 g
  • Diet serat 3.1 g
  • Lemak 0 g
  • Protein 0,38 g
  • Thiamine (Vit. B1) 0,012 mg (1%)
  • Riboflavin (Vit. B2) 0,025 mg (2%)
  • Niacin (Vit. B3) 0,157 mg (1%)
  • Asam pantotenat (B5) 0,048 mg (1%)
  • Vitamin B6 0,028 mg (2%)
  • Folat (B9 Vit.) 7 mg (2%)
  • Vitamin C 4.2 mg (7%)
  • Kalsium 9 mg (1%)
  • Besi 0,17 mg (1%)
  • Magnesium 7 mg (2%)
  • Fosfor 11 mg (2%)
  • Kalium 119 mg (3%)
  • Seng 0,10 mg (1%)
00.25 | 0 komentar | Read More

dampak psikologi orang tua single terhadap anak

Dampak Psikologis Keluarga Single Parent Pada Anak

LEAVE A COMMENT

Dampak Psikologis Keluarga Single Parent Pada Anak


Fenomena orang tua tunggal telah banyak berubah pada dekade terakhir ini. Menjadi orang tua tunggal sudah tidak lagi disamakan dengan "broken home" atau anak-anak "haram". Mungkin alasan utamanya adalah karena sekarang ini menjadi orang tua tunggal semakin umum di masyarakat, dan beberapa diantaranya memang memilih menjadi orang tua tunggal.

Pertanyaanya, seberapa besar dampak dibesarkan oleh hanya satu orang tua terhadap kondisi psikologis anak?

Untuk mengetahui bagaimana keluarga single parent mempengaruhi anak-anak mereka, dan bagaimana cara para orang tua tunggal menghindarkan anak-anak mereka dari masalah-masalah yang mungkin muncul, penting bagi para single parent untuk mempelajari faktor-faktor apa saja yang dapat memberikan dampak negatif.

Berdasarkan suatu penelitian di Amerika Serikat, sumber masalahnya bukanlah karena mereka dibesarkan hanya oleh satu orang tua. Namun kombinasi dari tekanan ekonomi, ketidakstabilan di dalam keluargam dan konflik antar kedua orang tua yang membuat anak-anak mengalami maslah secara psikologis.

Tentunya jawaban dari apakah keluarga dengan hanya satu orang tua mempengaruhi psikologis anak adalah tergantung dari keluarga itu sendiri.  Bisa saja seorang orang tua tunggal dengan sumber daya yang memadai dapat menyediakan rumah yang stabil dan anak-anak dapat diasuh dengan baik sama seperti ada dua orang tua. Di sisi lain,
ada juga orang tua tunggal yang sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu dan tenaga untuk memperhatikan anak-anak mereka. Kasus inilah yang mendukung timbulnya berbagi
masalah pada anak-anak.

Sebuah penelitian di Swedia memperhatikan lebih dari satu juta catatan mengenai anak muda, dan mereka menemukan bahwa anak-anak dari keluarga dengan orang tua tunggal memiliki insiden sakit jiwa, mencoba bunuh diri, dan kecanduan alkohol dua kali lebih banyak daripada keluarga dengan orang tua yang utuh. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal cenderung rendah diri.

Faktor-faktor apa sajakah yang membuat masalah-masalah psikologis ini muncul?

Perceraian masih berada pada alasan utama mengapa para orang tua akhirnya menjadi orang tua tunggal. Dewasa ini bukan hal yang aneh bagi anak-anak untuk harus menghadapi kenyataan dimana orang tua mereka bercerai, bahkan sebagian diantaranya terpaksa terjerumus dalam pertengkaran kedua orang tuanya. Beberapa orang tua bahkan memaksa anak-anaknya untuk memilih mana yang benar ayah atau ibu. Padahal ini akan membuat mereka merasa bersalah, atau juga merasa diacuhkan.

Faktor resiko lainnya adalah stabilitas keluarga. Keluarga dengan orang tua tunggal cenderung lebih mudah terkena berbagai masalah yang akan mengguncang keluarga. Misalnya jika orang tua tunggal tersebut menikah lagi, atau hidup bareng dengan orang lain. Anak-anak membutuhkan stabilitas. Ketidakpastian dan guncangan emosi dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah psikologis pada anak.

Dibawah ini beberapa hal yang dapat dilakukan para single parent untuk melindungi anak-anak dari faktor-faktor resiko yang ada:

•    Berbicara dan jadilah pendengar yang baik bagi anak-anak Anda. Jelaskan dan bicarakan segala perubahan  yang terjadi. Sebuah penelitian mengatakan bahwa hanya ada 5% dari semua kasus dimana orang tua menjelaskan kepada anak-anak mereka megapa mereka bercerai atau mereka mendengarkan pertanyaan-pertanyaan mereka seputar
kehidupan.

•    Lindungi anak-anak dari konflik orang tua. Jangan pernah memaksa mereka untuk memilih ayah atau ibunya. Carilah cara untuk Anda tetap menjalin hubungan yang baik dengan mantan pasangan.

•    Berilah perhatian pada perasaan Anda sendiri. Mungkin Anda merasa terbeban dan bersalah serta membenci diri sendiri karena gagal dalam pernikahan. Namun Anda harus menjaga sikap. Sikap ini dapat dirasakan dan dapat menular pada anak-anak Anda. Jika perlu, temuilah psikolog untuk mencari solusi bagi psikologis dan emosional
Anda.

•    Jabarkan sisi-sisi positif yang Anda dan anak-anak miliki. Anak-anak dari keluarga dengan orang tua tunggal cenderung memiliki lebih banyak tanggung jawab, dengan demikian mereka akan lebih mandiri. Pastikan Anda membuat mereka menyadari betapa mereka telah berjasa dan jangan lupa untuk memberikan pujian bagi mereka.
00.17 | 0 komentar | Read More

psikologi atlet cedera

Psikologi atlet saat cedera
Tangapan orang (atlet) pada saat cidera menunjukan emosi negatif, namun mereka tidak kesulitan dalam menghadapinya. Berikut tanda emosional atlet pada saat cidera. Aspek-aspek Psikologis yang Berperan dalam Olahraga
Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.
a.     Berpikir Positif
Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental yang tangguh.
b.     Penetapan Sasaran
Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.
c.      Motivasi
Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.
Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan.
d.     Emosi
Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.
e.      Kecemasan dan Ketegangan
Kecemasan biasanya berhubungan dengan perasaan takut akan kehilangan sesuatu, kegagalan, rasa salah, takut mengecewakan orang lain, dan perasaan tidak enak lainnya. Kecemasan-kecemasan tersebut membuat atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat dipastikan penampilannya tidak akan optimal. Untuk itu, telah banyak diketahui berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan yang penggunaannya tergantung dari macam kecemasannya.
f.       Kepercayaan Diri
Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.
g.     Komunikasi
Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.
h.     Konsentrasi
Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tententu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.
i.       evaluasi diri
Evaluasi diri dimaksudkan sebagai usaha atlet untuk mengenali keadaan yang terjadi pada dirinya sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar atlet dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya pada saat yang lalu maupun saat ini. Dengan bekal pengetahuan akan keadaan dirinya ini maka pemain dapat memasang target latihan maupun target pertandingan dan cara mengukurnya. Kegunaan lainnya adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukannya, sehingga memungkinkan untuk mengulangi penampilan terbaik dan mencegah terulangnya penampilan buruk.
00.15 | 0 komentar | Read More

psikologi intoorvert

Introvert versus ekstrovert, mungkin bisa di anlogikan sebagai si pendiam versus si cerewet. kedua kepribadian ini memang memiliki sifat dan ciri khas kepribadian yang tidak akan pernah bisa dipersatukan..si introvert misalnya, memiliki kepribadian pendiam, pemurung, pasif dan lebih suka diam tidak banyak bicara, dan lebih senang memendam perasaan. sementara sang ekstrovert memiliki kepribadian yang yang cenderung selalu ingin aktif, tidak bisa diam, blak-blakan dan sangat pandai mengekspresikan perasaan nya.

lalu ada lagi kepribadian ketiga yang disebut ambivert, yaitu kepribadian yang disebut-sebut sebagai penengah dari kepribadian ekstrovert dan introvert. disebut introvert tidak tapi disebut ekstrovert juga bukan.





introvert adalah kepribadian yang tertutup. sehingga mungkin akan mengalami kesulitan saat bergaul dalm kehidupan sosialnya. sehingga mungkin kita akan menemukan mereka sedang melamun sendirian saja. terpisah dengan kelompok sosial lainya yang berada disekitarnya. si introvert ini selalu berusaha merefleksikan segala sesuatu di sekitarnya sehingga ia senang berkhayal, melamun, dan merenung dimanapun dan kapanpun untuk memikirkan apa yang tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang maka dari itu introvert
merupakan seorang inovator yang selalu memiliki banyak ide-ide segar yang belum ditemukan sebelumnya.inilah keunggulan nya dibandingkan dengan kepribadian lain nya

berbeda jauh dengan saudaranya, si ekstrovert ini memiliki kepribadian yang lebih terbuka, cenderung lebih enerjik dalam melakukan segala sesuatunya, pandai bergaul dan bersenda gurau diantara teman-teman nya dan memiliki segala kepribadian yang bersifat sosialis sehingga mereka sangat pandai dalam segala sesuatu kegiatan yang harus berhubungan dengan orang lain

kemudian ambivert yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. seperti halnya kodok yang mampu menyesuaikan diri di lingkungan darat maupun di perairan. kepribadian ini memiliki sifat yang terbuka pada umumnya, dan juga bisa berinteraksi baik dengan orang lain seperti seorang ekstrovert. namun dapat juga berubah menjadi introvert apabila ia merasa membutuhkan kesendirian nya.



dalam kehidupan sosialnya. para introvert ini sering digolongkan orang aneh, orang yang suka menyendiri, ngomong sendiri, ketawa sendiri, bahkan mandi juga sendirian (ya iyalah), sehingga masyarakat cenderung berpendapat kalau ekstrovert dan ambivert itu masih lebih baik dibanding introvert,  kemudian orang-orang mulai mengucilkan mereka dari lingkungan pergaulan. nah inilah  padahal mereka salah. mereka hanya kurang tahu bagaimana karakter introvert itu sebenarnya. mereka sebenarnya ingin dimengerti bagaimana perasaan mereka dan  apa yang sedang mereka pikirkan oleh orang-orang sekitarnya. namun mereka enggan untuk melakukanya karena ketidakmampuan nya untuk mengungkapkan pendapatnya ke khalayak umum dan mereka akan lebih tersakiti lagi apabila orang-orang mulai menjauhinya karena mereka sebenarnya sangat membutuhkan teman yang bisa diajak bicara. maka dari itu introvert bukanlah seorang antisosial, melainkan seseorang yang berusaha "membatasi" ruang lingkup pergaulan nya.

sebetulnya apabila ekstrovert dan introvert ini mampu untuk  bersatu dan saling berkerja sama. maka akan akan tercipta suatu kesatuan yang hampir tak terkalahkan karena mereka dapat saling melengkapi kelebihan dan kekurangan nya masing masing. contoh nya adalah pasangan soekarno-hatta. sang founding father negara kita. dimana bung karno adalah seorang ekstrovert yang pandai berorasi dan menggalang dukungan massa sedangkan kerabatnya, bung hatta adalah seorang introvert yang selalu miliki pemikiran yang cerdas

Refleksi

Tuhan telah menciptakan segala sesuatu nya di dunia ini secara berpasang-pasangan, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, ada siang ada malam, ada suami ada istri  termasuk juga ada ekstrovert ada juga yang introvert dan banyak contoh lainya lagi .
sesungguhnya maksud tuhan dibalik semua ini ialah untuk keseimbangan dunia ini. tiada satupun unsur di dunia ini yang benar-benar sempurna karena segala unsur memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. maka dari itu segala unsur di dunia ini pasti memiliki pasangan nya masing-masing supaya bisa saling melengkapi satu sama lainya

maka dari itu hendakalah kita tidak saling menyakiti sama lain. meskipun begitu banyak orang yang selalu ingin menindas dan menyakiti satu sama lain akibat dari segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. padahal kita ditakdirkan oleh tuhan untuk hidup secara rukun dan saling berdampingan tanpa memandang perbedaan diantara sesamanya. justru perbedaan itulah yang harus dijadikan sebagai alat untuk saling melengkapi kekurangan yang kita miliki.
00.14 | 0 komentar | Read More
 
berita unik