Entri Populer

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

CARA SEMBUHKAN CEDERA PUNDAK DENGAN SUNTIKAN ATAU TERAPI

Written By iqbal_editing on Minggu, 23 April 2017 | 22.42

Salah posisi saat olahraga dan terlalu banyak membawa beban merupakan salah satu faktor penyebab pundak terasa nyeri. Meski terkesan tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan cedera yang berbahaya, seperti demam dan bahkan otot menjadi sobek. Meski begitu, ada dua cara yang dapat menyembuhkan rasa nyeri ini.

Suntik kortikosteroid dan fisioterapi adalah cara yang dapat menyembuhkan cedera pada pundak. Meski begitu, sebagian besar orang, terutama dokter, lebih banyak menyarankan para pasiennya untuk melakukan fisioterapi dibandingkan pemberian suntik atau injeksi.

"Karena rasa sakit dan radang yang terkadang muncul pada cedera pundak, suntik kortikosteroid juga merupakan pengobatan yang biasa digunakan oleh dokter umum, orthopedis, dan rheumatologis," jelas Daniel I. Rhon, fisioterapis dari Center for the Intrepid di Brooke Army Medical Center, Fort Sam Houston, Texas.

Melihat adanya dua pilihan penyembuhan ini, terkadang pasien bingung untuk menentukan pilihan penyembuhan tersebut. Untuk itu, Rhon dan timnya meneliti 104 pasien yang mengalami penyakit tersebut dan membaginya pada dua pilihan penyembuhan itu.

Grup yang pertama mendapatkan pengobatan dengan cara terapi setiap dua kali dalam sepekan selama tiga pekan. Sedangkan grup kedua mendapatkan pengobatan suntik kortikosteroid sebanyak tiga kali selama setahun. Jika pasien fisioterapi dibantu dengan ahli pengobatan, pasien yang disuntik juga mendapatkan latihan olahraga di rumah.

Setelah satu bulan masa percobaan, kedua grup ini memberikan hasil yang cukup signifikan. Setahun menjalani pengobatan, penyakit pada pundak tersebut berkurang setengah dengan dua cara pengobatan tersebut.

"Hanya setengah dari cedera pundak ini benar-benar sembuh setelah enam bulan, menandakan bahwa ini merupakan penyakit yang serius," imbuh Brooke K. Coombes yang juga belajar fisioterapi di University of Queensland, Brisbane, Australia, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/8/2014).

Sebagai seorang yang pernah belajar fisioterapi, Coombes tak kaget bahwa kedua penyembuhan ini sama-sama dapat menyembuhkan cedera. Meski begitu, ada beberapa alasan mengapa dokter memilih salah satu pengobatan tersebut.

Suntik kortikosteroid tentunya akan lebih hemat dibandingkan dengan perawatan terapi. Karena pasien hanya bertemu dokter sekali dibandingkan dengan terapi yang harus bertemu berkali-kali. Tentunya setiap orang berbeda-beda, untuk itu ada beberapa orang yang akan lebih cepat sembuh dengan pemberian suntik dibandingkan terapi.
22.42 | 0 komentar | Read More

beberapa gejala stroke yang sering diabaikan

, Menurut dokter, stroke perlu mendapatkan penanganan yang cepat. Sayangnya gejala dari stroke justru sering terabaikan dan dianggap 'tidak darurat'. Seperti apa gejala yang penting diketahui?

Disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), Prof Moh. Hasan Machfoed, MD, MSc, PhD, gejala stroke yang sering terjadi di antaranya cara bicara yang menjadi cadel, serta penurunan fungsi gerak tangan dan kaki.

Selain itu, bisa juga terjadi penurunan fungsi gerak pada tangan dan/atau kaki sebelah kanan atau kiri. Kemampuan bicaranya juga bisa menjadi menurun, bahkan bisa sampai tidak mampu bicara yang jelas sama sekali.

Baca juga: Perbaiki Penanganan Stroke di Indonesia, 'Angels Initiative' Diluncurkan

"Saat diajak bicara, orang itu juga biasanya akan mengalami penurunan konsentrasi dan cenderung tidak fokus," ujar Prof Hasan dalam temu media peluncuran program Angels Initiative di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Dikutip dari situs resmi American Stroke Association, gejala lain dari stroke yang perlu diketahui adalah ketika orang tersebut tidak bisa menggerakkan otot-otot di wajahnya, alias terasa kaku. Cobalah minta orang tersebut untuk tersenyum, jika terasa kaku atau bahkan tidak bisa, maka kemungkinan itu merupakan gejala stroke.

Perhatikan juga kemampuan melihat pasien. Seseorang dengan stroke juga bisa saja mengalami penurunan kemampuan melihat, baik pada salah satu mata maupun keduanya. Gejala lainnya, seseorang dengan stroke juga mungkin mengalami sakit kepala.

Jika sudah muncul tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Keterlambatan penanganan sering menjadi alasan mengapa pasien stroke tak teratasi dengan baik. "Makin cepat teratasi, makin bagus hasilnya. Itu prinsipnya," tegas Prof Hasan.
16.03 | 0 komentar | Read More

hal yang perlu diperhatikan ketika anak mencari informarsi

Anak bisa memiliki berjuta pertanyaan terkait sesuatu yang ingin ia ketahui. Untuk mencari jawabannya, berbagai cara bisa dilakukan anak. Termasuk dengan membaca buku atau bahkan 'berselancar' di internet.

Nah, terkait hal ini, psikolog dra Ratih Andjayani Ibrahim M.Psi mengatakan, anak mencari informasi sendiri dengan membaca buku maupun browsing di internet merupakan bagian dari pembelajaran. Dikatakan Ratih, kegiatan itu juga bisa menjadi ajang interaksi anak dengan dunia luar.

Namun sebagai orang tua, Ratih mengingatkan agar ayah dan ibu tetap menemani si kecil ketika ia membaca buku ataupun browsing di internet guna mencari informasi soal sesuatu yang ingin ia ketahui. Dengan begitu, anak bisa terarahkan.

"Makanya jadi ibu harus open minded dan banyak ilmu. Jangan lihat anak browsing dikit langsung ngelarang padahal belum tentu itu nggak baik," tutur Ratih dalam acara peluncuran buku 'I Am Me' di Kinokuniya Book Strore, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.


"Nah ketika anak sudah banyak membaca, dia jadi punya banyak pertanyaan. Di situ ibu harus dapat menjelaskan," sambung psikolog sekaligus CEO Personal Growth ini.

Ratih juga mengatakan anak akan menjadi pribadi yang penakut ketika orangtua tidak memiliki banyak informasi dan open minded saat anak bertanya. Oleh karena itu ia mengingatkan kepada orang tua untuk terus menambah informasi.

"Bekali diri dengan amunisi seperti pengetahuan. Jadi rajin-rajin datang ke toko buku bersama anak, membaca bersama. Selain itu orang tua juga harus open minded dan open hearted agar anak dapat melihat orang tua sebagai pribadi yang cool," pungkas Ratih.
15.54 | 0 komentar | Read More

hal yang perlu diperhatikan ketika mengajarkan anak masak

, Memasak bisa menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan orang tua bersama anak. Namun, demi alasan keamanan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

"Memasak bersama anak boleh banget. Tapi anak di bawah usia enam tahun ada hal yang harus diperhatiin yaitu safety first," ucap psikolog anak dan keluarga, Gisella Tani Pratiwi MPsi saat ditemui detikHealth dalam Lomba Memasak yang digelar SGM Eksplor Buah dan Sayur di PAUD Tunas Bangsa, Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (22/4/2017).

Sehingga, wanita yang akrab disapa Ella ini menyarankan orang tua hanya meminta anak untuk membantunya mengambil sayur atau memetik sayur yang tidak memerlukan penggunaan pisau dapur. Sebab, pisau masih berbahaya untuk anak di bawah usia enam tahun.

Sedangkan penggunaan pisau boleh digunakan oleh anak di usia enam tahun yang sudah memiliki perkembangan motorik kasar. Namun tentu hal tersebut tetap dilakukan di bawah pengawasan orang tua.

"Pakai diajarin pelan-pelan dan pisaunya juga yang nggak lancip ujungnya yang rada tumpul untuk anak-anak. Yang paling penting dilakukan bersama orang tua ya," sambung wanita berambut pendek ini.

Ella mengatakan orang tua mesti yakin terlebih dahulu apakah anak sudah dapat mengontrol dirinya dan sudah patuh pada orang tua sebelum menggunakan pisau. Jika masih ada rasa ragu, sebaiknya orang tua menunda membolehkan anak menggunakan pisau.

"Kalau gitu orang tua yang kerjain biar anak lihat saja. Memang di dapur yang paling diperhatiin pisau sama api. Jadi kalau anak mau coba harus sama orang tua," imbuh Ella.

Ella menjelaskan, jika anak mau mencoba menggunakan pisau, orang tua harus mengingatkan sebelumnya jika ia ingin melakukan itu, mesti bilang dulu pada sang Bunda. Selain itu, orang tua juga baiknya siap saat anak sudah ingin mencoba-coba memakai pisau atau melakukan hal lain di dapur yang cenderung berisik
15.53 | 0 komentar | Read More

PENELITIAN MANFAAT TERAPI MUSIK DAN PASCA STROKE

Written By iqbal_editing on Sabtu, 22 April 2017 | 02.56

Siapa sih yang tak suka musik? Terlepas dari apapun genrenya, bisa dikatakan semua orang menyukai musik. Dari sini peneliti terinspirasi untuk menggunakannya sebagai terapi kesehatan.

Adalah peneliti dari Murdoch University, Perth. Menurut mereka, otak selalu 'menggila' ketika mendengar musik. 'Menggila' di sini bermakna positif.

"Tak heran ketika kita mendengar lagu atau sepenggal musik, kita akan mulai menghentakkan kaki atau menjentikkan jemari," kata salah satu peneliti Ann-Maree Vallence.

Itu mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara bagian otak yang bertugas mencerna rangsangan auditori seperti musik dengan bagian otak lain yang berperan dalam menghasilkan gerakan tubuh.

Untuk itu, Ann-Maree dan timnya ingin memanfaatkan respons alami otak terhadap musik ini untuk membantu menstimulasi aktivitak otak, utamanya pasca serangan stroke.

"Salah satu jenis stroke yang paling sering ditemui adalah 'middle cerebral artery stroke', di mana terjadi penyumbatan yang mempengaruhi bagian otak di balik kemampuan motorik atau pergerakan," ungkapnya.


Namun Ann-Maree dan timnya masih harus melakukan percobaan untuk memastikan apakah potensi ini betul-betul bisa dimanfaatkan. Untuk saat ini, mereka sedang melakukan perekrutan partisipan, utamanya pasien stroke kronis sebanyak 20 orang.

Mereka akan diminta ambil bagian dalam sebuah terapi menggunakan aplikasi ponsel pintar bernama GotRhythm. Aplikasi ini sendiri dikembangkan peneliti dari University of Western Australia.

Aplikasi ini terhubung dengan sensor-sensor nirkabel yang akan dipasangkan ke kedua lengan dan tangan partisipan. Ketika aplikasinya diaktifkan, partisipan dilatih untuk menggerakkan tangannya selama 30 menit. Latihannya sederhana saja, seperti mengambil gelas. Kemudian musiknya baru diperdengarkan setelah partisipan berhasil menyelesaikan latihannya.

Nantinya aktivitas otak partisipan akan diukur sebelum dan sesudah sesi latihan, untuk melihat apakah ada perubahan berarti. Mereka berharap 'reward' yang diberikan pada otak partisipan setelah berhasil menyelesaikan latihannya akan merangsang otak. Dan jika hal ini dilakukan secara rutin, mereka pun meyakini terapi ini bisa mengembalikan fungsi motorik partisipan.

"Walaupun tidak bisa memulihkan bagian otak yang rusak karena stroke, setidaknya akan ada bagian otak lain yang mengkompensasikannya," imbuh Ann-Maree.

Menurut timnya, bila percobaan ini terbukti sukses, maka mereka bisa mengembangkan terapi untuk pasien pasca stroke berbasis rumahan yang tak hanya murah tetapi juga memudahkan pasien.

"Yang pasti ini akan menyenangkan dan mereka senang melakukannya sehingga lebih bersemangat untuk berlatih," tutupnya.
02.56 | 0 komentar | Read More

Perbaiki Penanganan Stroke di Indonesia, 'Angels Initiative' Diluncurkan

, Guna meningkatkan sistem perbaiki penanganan stroke di Indonesia, program 'Angel's Initiative' hari ini diluncurkan. Diharapkan, ke depannya penanganan stroke akan menjadi lebih baik.

Menurut data WHO, 15 juta orang di dunia terkena stroke setiap tahunnya. Di tahun 2014, prevalensi nasional bahkan mencapai 3.049.200 pasien, dengan tren yang terus meningkat.

Sayangnya, sampai saat ini belum terdapat standar prosedur trombolisis untuk stroke iskemik akut. Hal ini pun dianggap menjadi tantangan besar bagi praktisi dalam menangani pasien stroke.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), Prof Moh. Hasan Machfoed, MD, MSc, PhD dalam temu media peluncuran program Angels Initiative di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

"Pada tahun 2012 sampai 2014 terdapat registri penyakit Indonesia untuk pasien stroke yang melibatkan 18 rumah sakit. Dari 18 RS tersebut terdapat 5.411 pasien stroke, di mana 67 persen di antaranya adalah stroke iskemik. Dari seluruh pasien stroke iskemik tersebut, hanya 3,7 persen yang mendapatkan penanganan trombolisis," tutur Prof Hasan.


Program Angels Initiative yang dilakukan atas kerja sama antara PERDOSSI dan Boehringer Ingelheim Indonesia, serta didukung oleh World Stroke Organization dan European Stroke Organization, diterapkan dengan memberikan pelatihan dan protokol penanganan stroke sebagai dasar bagi praktisi kesehatan.

"Hari ini terdapat 34 perwakilan rumah sakit seluruh Jabodetabek, Medan, Surabaya, Bandung dan Banda Aceh. Tahun ini diharapkan 60 rumah sakit di Indonesia siap menangani pasien stroke melalui protokol tatalaksana stroke," ujar Jorge Wagner, Presiden Direktur Boehringer Ingelheim Indonesia.

Dalam program ini, permasalahan penanganan stroke tiap rumah sakit akan dikaji, serta dibuat protokol yang sesuai. Pemberian pelatihan dan edukasi terkait protokol tersebut juga akan dilakukan guna menyamaratakan kemampuan praktisi medis. Dengan begitu, penanganan pasien stroke di rumah sakit bisa optimal.

Stroke iskemik merupakan sumbatan aliran darah dalam otak, di mana seringkali berakhir menjadi lumpuh permanen dan kematian. Penanganan stroke akut bertujuan untuk secepatnya mengalirkan pasokan darah ke area otak yang terdampak stroke.
01.59 | 0 komentar | Read More

Menambah Pengetahuan Anak Melalui Makanan Tradisional

Anak-anak bisa jadi tidak familiar dengan makanan tradisional seperti tiwul, kue putu dan sebagainya.Untuk itu yuk kenalkan makanan tradisional agar anak kaya pengetahuan.

Ya, mengenalkan kue tradisional suatu daerah, misalnya tiwul dari daerah Yogyakarta, maka anak bisa belajar hal yang lain dari suatu daerah. Misalnya saja anak akan termotivasi lagi untuk tahu mengapa tiwul menjadi makanan tradisional daerah tersebut, apa bahan pembuatnya, dan sebagainya.

"Edukasi dilakukan dengan target anak memahami bahwa setiap daerah punya makanan khas dan rasanya juga enak," kata psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi MPsi dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Mengenalkan makanan tradisional, imbuh Ratih, merupakan salah satu cara menjaga budaya dan menanamkan jiwa nasionalisme. Di samping itu makanan tradisional juga kaya akan gizi dan manfaat karena tidak menggunakan bahan-bahan instan.


Mengenalkan makanan atau kue tradisional tidak harus dilakukan dengan mengunjungi daerah tersebut. Jika keuangan dan waktu terbatas sehingga tidak bisa langsung berkunjung ke suatu daerah, anak bisa diajak ke festival makanan khas daerah.

"Kalau ada rezeki waktu dan materi banyak bisa langsung ke tempat asalnya sembari traveling," lanjut Ratih.

Cara lain mengenalkan makanan tradisional pada anak adalah dengan membuatnya bersama-sama. Kesannya memang ribet, tapi dari memasak bersama orang tua akan terjalin kedekatan dan anak akan semakin belajar banyak hal. Bagaimanapun cara belajar yang baik adalah dengan memberi mereka kesempatan melakukan sesuatu.
01.37 | 0 komentar | Read More
 
berita unik